![Different Fate [SEASON 1]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/different-fate--season-1-.webp)
.
.
.
...°•Happy reading•°...
.
.
.
.
Sebuah ruangan mewah bercat putih dengan funitur emas dan beberapa foto yang mengantung di sana dengan figura berlapis emas. Di ruangan itu terdapat dua buah sofa singel dengan meja di antara kedua sofa itu. Disana lah Catherine berada. Di sofa satu nya terdapat sosok pria bersurai hitam layaknya langit malam dan mata merah crimson nya yang tajam seperti binatang buas yang siap memangsa. Di belakang pria itu berdiri seorang kesatria bersurai pirang pucat dan mata biru samudra.
Atmosfer di ruangan itu tampak mencekam dan berat. Membuat Catherine ataupun kesatria itu menelan ludah nya.
Catherine sendiri bingung dengan dirinya sendiri. Sejak kapan dia berada di sini dan kenapa ia harus berada di sini?!
"Hey " suara berat itu membuyarkan lamunan Catherine.
"uh, y-ya? " reflek Catherine mendongakan kepala nya yang menunduk.
"Kau tidak makan? "
'sialan, bagaimana aku bisa makan dengan adanya diri mu? '
"atau kau...." belum selesai pria itu mengatakan ucapan nya Catherine segera memotong.
"R-rin akan makan kok... Hehe.. " Catherine tersenyum kikuk dan mengambil sendok di sebelah piring berisi kue itu lalu menyendok nya dan mulai memakan.
"Bagaimana? "
"uh.. E-enak.. " Catherine berkata dengan senyuman cangung. Berbeda dengan yang Catherine ucapkan, Hatinya mengatakan jika perutnya mual dan ingin muntah.
Oh, sungguh Catherine ingin pulang saja!
•••
Catherine kembali memotong kue itu dan memakan nya. Ternyata rasanya enak juga. Sembari mengunyah Catherine mengingat kejadian sebelum nya.
Flashback
Siang itu, Catherine baru saja keluar dari perpustakaan setelah meminjam buku dan membaca beberapa buku sejarah, buku yang paling di bencinya sejak dulu sebelum terlahir kembali.
Sambil berjalan Catherine memikirkan tentang sejarah kekaisaran yang baru saja ia baca. Saat di perpustakaan, Tanpa Catherine sadari ia justru terhanyut dengan buku sejarah kekaisaran itu.
"Arabella.. " guamam nya lirih. Catherine berpikir kembali.
Tanpa ia sadari di depan nya terdapat seseorang pria yang sedang berjalan dan....
BRUKKK...
Catherine terjatuh ke rerumputan berserta buku yang di pinjam nya dan kertas kertas nya juga jatuh berserakan.
"fyuh..." Catherine menghela nafas lega. Membalikan tubuh nya dan segera membeku di tempat saat tau siapa yang di tabrak nya.
Pria itu.. Ayah nya, Duke Orzsebet.
'Ha.. Habislah.. '
.
.
.
CATHERINE POV
Begitulah kejadian nya. Sungguh pria yang selama ini selalu ku hindari justru sekarang berada tepat di hadapan ku! Oh dewi, jika kau ingin mempertemukan ku dengan bajingan ini setidaknya saat aku sudah besar dan dapat mengendalikan sihir ku dong! Dengan begitu aku dapat melempar tubuh bajingan itu ke hutan terlarang biar dimakan goblin jelek itu! Cih.
"kau tidak makan lagi? " suara berat duke mengejutkan ku dari lamunan.
Sialan, kau pikir aku seganas itu kah dengan makanan?
"hm.. Kau tau siapa aku? " aha.. Pertanyaan lakanat itu akhirnya muncul.
Tentu saja aku tau. Kau ini ayah ku. Orang yang membenci ku sejak lahir. Orang yang tega menjatuhkan hukuman gantung kepada anak kandungnya sendiri.
Haha...
Terkadang aku masih sedih dan marah mengingat hal itu. Tapi.. Setidak nya aku masih ingin merasa disayangi dan dicintai. Mau aku terlahir kembali pun aku masih ingin dia menganggap ku anak kandung nya dan sedikit saja mencurahkan kasih sayang nya.
Tapi.. Kau tetaplah ayah ku. Aku tetap menyayangi mu... Mau seberapa bencinya dirimu kepada ku.. Aku...
"... Rin, "
Aku..
"hm? "
Aku..
"Kamu ayah rin! "
Aku tidak bisa membenci mu..
Entah apa yang merasuki ku aku memberinya sebuah senyuman...
... Hangat dan penuh kerinduan.
Ku lirik wajah ayah ku itu dengan perlahan. Aku sedikit terkejut melihat wajah nya yang terlihat begitu shock. Bagitupun wajah kesatria yang dibelakang nya.
Hm? Apakah aku melakukan kesalahan?
-TBC-
See ya ❤