Different Fate [SEASON 1]

Different Fate [SEASON 1]
9. Message



Beberapa jam lalu, setelah sepeniggalan Catherine dan Leonard...


Sosok gadis bersurai pirang kecoklatan terlihat berdiri termenung menatap aliran sungai yang tenang dari atas jembatan yang tidak jauh dari ibukota.


Salju yang turun tidak membuat gadis itu beranjak dari tempat ia berdiri. Angin berhembus kencang mengerakan surai pirang kecoklatan milik Charlotte.


Pikiran Charlotte melayang ke beberapa jam lalu, dimana ia pertama kali bertemu ayah Catherine yang ternyata seorang Duke.


Awalnya Charlotte tidak menyangka jika sahabat nya itu putri seorang Duke Orzsebet, bangsawan yang paling dihormati dan tersohor. Ia pikir Catherine adalah putri seorang count.


Tapi, jika dipikir pikir kembali, tidak mungkin di ibukota ada kediaman Count kecuali Count lazzer, itupun letak nya tidak di ibukota hanya dekat saja.


Charlotte juga sempat shock karena yang selama ini ia tau tentang keluarga bangsawan ternyata tidak berlaku dengan Duke Orzsebet.


Duke Orzsebet ternyata amat menyayangi Catherine.


"Hah.. " Charlotte menghela nafas berat.


Bagaimana jika ia tidak diperbolehkan lagi bersahabat dengan Catherine yang sudah dianggap nya sebagai penyelamat nya dan sahabat?


Penyelamat? Ya. Charlotte adalah anak malang yang tinggal di panti asuhan. Dia bekerja sebagai pelayan di penginapan terdekat.


Kebetulan ada salah satu penginap yang mabuk berat dan hampir melecehkan Charlotte.


Charlotte berlari hingga menuju ke pasar. Disanalah ia pertama kali bertemu dengan Catherine karena tidak sengaja menabrak Catherine. Disanalah awal mula pertemanan mereka.


Charlotte masih tidak beranjak dari tempat nya hingga suara jam menara berdentang.


Charlotte pun segera pergi dari jembatan menuju ke panti asuhan.


•••


Empat bulan telah beralalu. Kini kekaisaran Arabella kedatangan musim semi.


Udara hangat mencairkan salju salju. Kupu kupu beterbangan menyambut musim semi. Bunga bunga bermekaran menyambut kedatangan sinar matahari yang hangat.


Kini setelah perdebatan yang cukup panjang dan memakan waktu berminggu minggu akhirnya,


Charlotte diakui oleh Leonard sebagai sahabat Catherine Orzsebet secara resmi.


Charlotte juga diperbolehkan untuk memasuki kediaman Duke Orzsebet dan diperbolehkan mengunjungi Catherine.


Sayang nya, dipagi hari yang cerah ini, kediaman Duke Orzsebet di hebohkan oleh surat yang berasal dari kaisar dan undangan itu resmi dengan amplop ungu bersetempel lambang kekaisaran.


"Papa, Rin lihatt!!" gadis bersurai perak kebiruan itu melompat lompat seperti anak kecil di hadapan Leonard yang berdiri di depan pintu ruang kerja nya.


Leonard terlihat fokus membaca isi surat tersebut tanpa mempedulikan putrinya yang mencoba ikut membaca isi surat itu.


"PAPAAAA! "Catherine yang sudah kesal setengah mati pun meneriaki papa nya.


"Hm? " respon yang cukup menyebalkan bagi Catherine.


'Sungguh datar sekali! Huh, padahal aku juga penasaran '


"Istana... ?" Leonard bergumam yang membuat Catherine semakin penasaran.


'istana apa sihhh?'


"Pa-"


Belum selesai Catherine berucap, Leonard mengendong Catherine memasuki ruang kerja nya.


'uh, aku sudah delapan tahun papa... ' gerutu Catherine dalam hati.


Catherine pun di dudukan di sofa. Lalu Leonard memberikan surat itu kepada Catherine.


"Duduk diam disana dan baca itu mengerti?"


Catherine mengangguk tanpa banyak bicara dan mulai membaca isi surat itu dengan serius.


Kepada, Duke Orzsebet yang telah melindungi kekaisaran dengan segenap hati. Kutulis surat ini untuk mu.


Besok apakah kau bisa membawa putri mu bersama mu? Aku ingin mengenalkan putri ku kepada nya. Karena sepertinya putri ku ingin memiliki teman seumuran.


Oh. Jangan lupa bawa dokumen yang ku minta. Sekian,


(Stempel kekaisaran)


"... " wajah Catherine sangat tidak terkondisikan setelah membaca isi surat itu.


"A-apa... "


"APA MAKSUD NYA INI?! "


•••


Whusss...


Angin berhembus mengerakan surai perak kebiruan ku yang diikat rendah.


Siang ini, setelah Charlotte pulang seusai bermain dengan ku aku pergi berjalan jalan menyusuri taman labirin mawar hadiah dari papa di ulang tahun ku yang ke 7 tahun.


Sruk.


Aku duduk di gazebo dekat sungai setelah melalui labirin itu.


Pikiran ku melayang ke isi surat yang pagi itu kubaca. Tidak kusangka kaisar mengirim undangan perjamuan kepada papa dan aku.


Jika kuingat lagi, di masa lalu Valentina juga mendapat undangan juga dari kasiar. Usia Valentina 15 tahun saat menerima undangan sedangkan diriku... Baru saja 8 tahun lohhh.


Tapi.. Itu justru bagus. Rencana balas dendam ku akan lebih mudah.


Aku...


... Akan merebut apa yang seharusnya milik ku!


Valentina Gretta... Tunggu saja. Aku akan membalas semua hal yang pernah kau lakukan kepada ku di masa lalu.


Aku Menatap ke langit yang cerah dengan senyuman licik ku.


Tapi, aku tidak boleh terlalu terobsesi dengan balas dendam ku dan menggunakan orang yang tulus kepada ku hanya untuk balas dendam. Aku tidak mau membuat mereka terluka terlebih Ahnna.


Ahnna, Dia bahkan rela mengorbankan nyawa nya demi diriku walau akhirnya itu sia sia.


Maafkan diriku ini Ahnna.. Dulu aku memang lemah dan mudah dihasut. Tapi sekarang telah berubah.


Aku akan menjadi kuat untuk melindungi orang yang kusayangi dan tidak akan menjadikan mereka sebagai alat balas dendam.


Tapi.. Tetap saja. Aku takut jika aku tidak berhasil melindungi mereka.


Kutunduk kan wajah ku menatap tanah dan bebatuan. Aku mengepalakan tangan ku dengan erat.


Memori masa lalu kembali berputar di kepala ku seperti film yang diputar berulang ulang.


•••


AUTHOR POV


Flashback on


Sosok gadis bersurai pirang dengan netra pink rose yang memukau berjalan bersisian dengan sosok gadis bersurai perak kebiruan dengan iris abu² kehitaman.


Mereka adalah Valentina dan Catherine. Putri dari Duke Orzsebet. Mereka terlihat akrab biarpun mereka lahir dengan ibu yang berbeda.


Disaat Valentina tertawa ia terlihat menawan. Berbeda dengan Catherine yang terlihat biasa saja.


Para pelayan yang berpapasan dengan mereka hanya menyapa Valentina tanpa mempedulikan Catherine seolah gadis bersurai perak kebiruan itu hanyalah angin lalu.


Catherine sudah biasa akan hal itu sejak kecil. Hanya Ahnna saja yang selalu memeperhatikan nya.


Dalam diam Catherine tersenyum miris. Jujur saja, Catherine iri dengan saudari nya yang amat dicintai banyak orang.


Semenjak Debut pergaulan atas saat itu, dunia nya hancur berkeping keping.


Ayah nya, menerima begitu saja gadis bersurai pirang itu tanpa banyak alasan. Sedangkan dirinya, selama berisik 5 tahun ayah nya tidak pernah menoleh bahkan berbicara sepatah kata pun dengan nya.


Hati nya semakin sesak karena melihat keharmonisan Valentina dan ayah nya itu. Mereka selalu minum teh bersama, mengobrol bahkan ayah nya tidak segan menunjukan kasih sayang nya kepada Valentina di hadapan publik.


Perlahan, Catherine mulai terlupakan. Perlahan, Catherine mulai tenggelam ke jurang keputsasaan.


Perlahan... Tapi pasti.


Catherine serasa tenggelam dalam kegelapan yang tidak berujung.


Dan, Valentina memanfaatkan hal ini untuk menjebak Catherine.


Valentina merasa jika Catherine hanyalah sebuah sampah, benalu, serangga yang menjijikan yang menghalangi nya untuk bersinar.


Valentina sangat membenci Catherine berbeda apa yang diucapkan nya dengan hati nya.


Gadis itu, Valentina, benar benar munafik. Dia Bermuka dua.


Flashback off


-TBC-