![Different Fate [SEASON 1]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/different-fate--season-1-.webp)
Whuss....
Semilir angin bertiup pelan mengerakan ranting dedaunan pohon menerbangkan kelopak bunga musim semi.
Di pagi hari yang cerah ini Catherine dikejutkan oleh tumpukan hadiah menjulang tinggi yang hampir menyentuh langit kamar.
"A-apa ini..? "
"Hadiah Nona. "
Yah, Catherine pun tau itu hadiah tapi...
... Kenapa sampai bertumpuk sebegitu banyak nya?!
"Yah, aku tau tapi kenapa banyak sekali hadiah? " Catherine menghela nafas panjang. Kejutan pagi yang mengejutkan.
Ahnna menatap Catherine dengan tatapan aneh. "Nona... Anda lupa hari ini hari apa? "
Catherine balik menatap Ahnna dengan tatapan aneh juga. "Hari apa ?"
"Sudah saya duga. " gumam Ahnna. Lalu menatap Catherine lekat lekat.
"Hari ini adalah hari ulang tahun anda nona " Ahnna mengingatkan Catherine.
"Oh... " Catherine hanya menaggapi nya dengan datar. Namun,,
Satu menit...
Dua menit..
Tiga menit..
Seketika ruangan hening.
Catherine yang masih loading pun akhirnya berekspresi. Wajah nya amat sangat Shock.
"A-....."
"APAAAA?! "
•••
Brukk
"Huah.. " Catherine menghempaskan badanya ke sofa di ruang tamu. Badanya pegal pegal karena terlalu lama membuka kotak hadiah.
Apalagi nanti malam akan pesta perayaan ulang tahun Catherine dan para pelayan sudah sibuk mondar mandir menyiapkan pesta sejak tadi pagi setelah Catherine selesai sarapan.
Catherine melirik ke arah sebuah amplop putih dengan segel lilin berbentuk bunga Gardenia putih yang sudah terbuka di sisi amplop itu terdapat secarik surat dengan motif bunga musim semi.
Catherine mengambil surat itu dan membaca ulang.
Dari, Elenia de Arabella.
Selamat ulang tahun.
'I-itu saja?! '
"Nona, saat nya makan siang " ujar sosok pelayan. Catherine mengibaskan tangan nya.
"Baik baik. Aku akan segera kesana. "
Setelah itu, Catherine mengusir pelayan itu.
Satu menit berlalu...
Catherine menatap kertas surat itu dengan mata berkobar. Meremas surat itu hingga menjadi tidak berbentuk.
"J-jubar kuning* ini.... " dengan geram Catherine membuang surat yang sudah tidak berbentuk itu ke tempat sampah dengan tidak berperasaan.
(jubar kuning* : panggilan, julukan dan ejekan Catherine kepada Elenia. )
Catherine segera bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju ke ruang makan untuk makan siang.
Di meja makan sudah tersaji berbagai macam makanan, dan dessert.
Terdapat 1 porsi steik daging dengan selada dan tomat yang dipotong kecil. Di kedua sisi piring terdapat bermacam garpu dan pisau yang ditata dari ukuran kecil ke besar. Lalu terdapat gelas kaca berisi jus segar. Itulah yang berada di hadapan Catherine.
Catherine duduk lalu segera menyantap makan siang nya.
Glek .
Steik daging dengan selada sudah habis dan hanya tinggal tomat yang dipotong kecil. Tubuhnya mendadak kaku. Tangan nya yang memegang garpu sedikit gemetar. Matanya menatap tomat itu dengan tatapan tidak suka.
'K-kenapa harus tomat?! Arghhh demi apa?! Aku benci sekali dengan tomatttt! ' Batin Catherine tersiksa.
Ahnna mendekat. "Nona, ada apa?"
Dengan kaku Catherine menoleh ke arah Ahnna dan menunjuk potongan tomat yang berada di ujung piring dengan garpu nya.
"Tomat? "Ahnna mencoba mencerna maksud anak asuh nya itu.
Tiba tiba Ahnna langsung teringat sesuatu. Nona nya ini.... Tidak suka Tomat!
"kenapa anda tidak memakan nya saja? " Ahnna mendorong Catherine agar memakan tomat itu.
Catherine menggeleng dengan cepat. "T-tidak mau! Rin benci tomat!! "
"Nona... " Ahnna menghela nafas jengah dengan kelakuan Catherine itu.
Catherine segera meneguk tandas jus tanpa etika dan segera berlari menuju ke kamar nya.
CATHERINE POV
Brakk!
Aku menutup pintu sedikit keras membuat bunyi yang cukup keras juga. Aku mengunci pintu lalu menyumbat nya dengan sihir agar tidak bisa terbuka saat dibuka dengan kunci.
Hah..
Kurebahkan tubuh ku ke kasur. Melirik ke arah nakas yang terletak tidak jauh dari tempat ku berbaring lebih tepat nya nakas itu berada di samping kasur bertirai ku. Disana terdapat sebuah kotak berukuran kecil dengan motif bunga musim semi. Hadiah itu pemberian papa.
Ugh, sebenarnya bukan itu saja. Tapi sebuah Villa yang terletak di daerah selatan diberikan kepada ku. Senang sih tapi apa tidak terlalu berlebihan?
Aku meraih kotak hadiah dari papa. Hanya itu yang belum ku buka. Hadiah dari beberapa bangsawan kebanyakan adalah... Yah, gaun mewah berenda rumit, permata dan lain lain.
Kubuka kotak hadiah itu. Seketika aku Speechless. Didalam kotak berukuran kecil ini terdapat sebuah kristal berukuran agak kecil dengan warna biru terang layaknya lautan yang tertimpa sinar matahari. Ini...
"Kristal komunikasi!? "
Kuambil kristal komunikasi itu dan mengisi nya dengan sedikit mana. Kristal komunikasi itu bercahaya dan mengapung di udara.
"Woah... " aku berdecak kagum karena ini pertamakali nya aku melihat secara langsung kristal komunikasi.
"Hiks papa, aku sungguh terharu! Tidak ku sangka.. "
Aku segera menghubungi Elenia. Aku tau jubar kuning itu pasti memiliki Kristal komunikasi juga.
Alasan aku memanggil nya 'jubar kuning ' karena dia memang mirip seperti jubar dan kebetulan rambut nya berwarna emas. Emas dengan kuning bukanya hampir sama? Jadi kupanggil dia jubar kuning. Kenapa tidak jubar emas? Karena itu menurut ku terlalu mewah untuk gadis menyebalkan dan manja seperti nya.
"Catherine? "
Suara dari kristal komunikasi mengejutkan ku. Itu suara Elenia yang tedengar kebingungan.
"Hai jubar kuning! Kau tau? Papa menghadiahkan ku kristal komunikasi sebagai hadiah ulang tahun ku! "
"...." tidak ada tanggapan dari pihak sana.
"Elenia? "
"Tidak bisa kah kau berhenti memanggilku 'jubar kuning' ?" Suara Elenia terdengar kesal.
Aku tertawa puas.
"maaf tidak bisaa aku menyukai nya "
"Dasar menyebalkan! "
Menyebalkan huh?
Tidak kah dia menyedari jika surat yang di krimkan nya itu jauh lebih meyebalakan?!
"Elenia apa yang kau maksud dengan mengirim ku surat jika pada akhirnya surat itu hanya berisi beberapa kalimat saja.. "
Terdengar suara kekehan kecil dari sana.
"Sebagai balas dendam "
"Entah kenapa kau semakin hari semakin menyebalkan dan membuat ku kesal"
"jika kau berani membunuh ku kau dulu yang akan mati tenggelam oleh Undine imut ku"
"Dasar jubar kuning tidak punya etika! " ejek ku.
"Apa maksud mu?! "
"Apa kau tidak ingat kejadian tempo lalu saat kau tersandung saat pesta tempo lalu? "
"ARGHHH TIDAK USAH DIINGATKAN!! "
"Hahahahahaha... "
"D-dasar! Itu memalukan! "
•••
"Segala kemakmuran dan kesejahteraan berkat matahari kekaisaran. Terimakasih telah menghadiri pesta sederhana ini yang mulia " ujar ku setelah membungkuk hormat.
"Catherine! " sosok jubar kuning... Ekhem. Maksud ku Elenia mendekati ku lalu memeluk ku erat.
"Elenia... Ini di pesta... " aku mencoba mengingat kan nya. Namun dasar jubar kuning yang keras kepala, dia langsung menarik ku ke balkon.
"nih." kuberikan segelas jus kepada nya. Elenia menerima nya dengan senang hati.
"Rin, " Elenia menatap langit malam. Aku menoleh ke arah nya.
"Ada apa? "
"Apa kau tidak penasaran kenapa warna rambut Charlotte berbeda dari rakyat jelata kebanyakan? " tanya Elenia kepada ku. Dapat kulihat wajahnya terlihat serius.
Aku menatap langit malam yang penuh bintang. "Entahlah. Sejujurnya aku memang sedikit penasaran. "
Benar. Jujur saja aku curiga kenapa Charlotte berbeda dari rakyat jelata kebanyakan. Saat kutanya Charlotte menjawab jika dia tidak tau. Yang dia tau hanyalah saat bayi dia sudah berada di sana (panti asuhan).
"Oh ya! Aku hampir saja lupa! " seru Elenia sembari sibuk mengeluarkan sesuatu dari tas nya yang di bawa oleh pelayan pribadi nya yang selalu berada di sisi Elenia.
Aku menatap Elenia heran. Meletakan gelas jus milik ku yang sudah habis ke meja bundar di dekat ku dan melirik ke arah dalam.
Disana ramai sekali. Gemerlap lampu dan suara bising para bangsawan terdengar hingga sini. Berbeda dengan di dalam di luar sangat sepi dan juga dingin.
"ini " Elenia menyerahkan sebuah kalung sederhana namun indah. Kalung perak yang ditengah nya terdapat permata sedang berwarna keunguan yang bentuk nya seperti diambil begitu saja dari tambang. Tidak dipoles atau dibentuk sedemikian rupa.
"Kalung..? " gumam ku heran.
"Um! Kata penjualnya ini bisa mengabulkan permohonan! " seru Elenia.
'Penjualnya' huh? Apakah dia ikut kaisar saat meninjau di pertambangan batu mana?
"Aku tidak punya permohonan " ujar ku.
"Suatu saat kau akan punya! Sudahlah terima saja! Aku sedang berbaik hati nih, " Elenia meraih tubuh ku dan mengalungkan kalung itu ke leher ku.
Jujur, Elenia memang lebih pendek dari ku sekitar beberapa senti.
"mungkin ini perasaan ku saja. Aku merasa diperlakukan seperti anjing peliharaan " gerutu ku kesal.
Elenia mundur beberapa langkah setelah mengalungkan kalung itu. Sembari tertawa dia mengatakan, "Benar! Itu hanya perasaan mu saja! "
"Ini hadiah ulang tahun mu dan hadiah pertama yang kuberikan pada mu! Jangan sampai hilang ya! " Elenia tersenyum manis.
Ku arahkan permata yang berada di kalung itu pada sinar bulan. Permata itu terlihat bersinar indah.
"Terimakasih Elenia " ujar ku tulus disertai seulas senyum.
Elenia mengangguk. "tentu saja! "
"Ayo kita masuk kedalam !"
Aku mengangguk mengikuti Elenia yang sudah berjalan duluan.
Suasana di dalam hangat berbeda diluar, dingin. Ah, ini membuat ku lapar...
"Rin, aku akan pergi mencari papa!" Elenia buru buru pergi menuju ke kaisar setelah mendapat anggukan ku.
Aku memutuskan untuk menuju ke meja yang menghidangkan makanan manis.
Di meja panjang ini terdapat berbagai cokelat dan makanan manis dengan kualitas terbaik. Bahkan ada air pancur dari cokelat yang mengalir dengan indah nya. Apakah dihadapanku ini adalah surga? Kalau iya aku tidak akan menyiakan nya.
Ehehe... Selamat makan ronde kedua!
Sekarang saat nya mengisi lambung kedua ku!
-TBC-