Dierra

Dierra
Dierra#8 ‘Grache de alfonso’



...Ketika satu-persatu kejadian mulai terlihat ganjal di mataku, maka disitulah peranku....


...-Grache de Alfonso....


***


Dierra membawa si gadis masuk, tak disangka saat baru masuk selangkah, matanya menangkap sosok Daniel yang ternyata sudah menunggunya.


“Nyonya anda ke— astaga! Pu—”


“Diamlah tuan vekken!” seru si gadis kepada Daniel. Seolah-olah dia ingin menutup mulut Daniel yang tadinya mau mengungkapkan sesuatu.


“Ah ya Niel, bisa tolong bawakan gaun untuk nona ini? Panggilkan Gabriel juga, kudengar Riel mengenalnya,” ujar dierra yang tak ingin berumit-rumit.


Dierra bahkan sudah tau siapa identitas gadis oranye itu, satu-satunya gadis dengan penampilan semenarik itu hanya putri ke dua kekaisaran ini! Grache de Alfonso.


Berbeda dengan sang putra mahkota darriel de Jjonathan dan adik kandungnya velle geonardo de Jjonathan, grache adalah anak dari seorang selir.


Selir kedua sang kaisar, berasal dari kerajaan lain yang hampir runtuh. Bisa dibilang, pernikahan selir kedua dan kaisar atas dasar saling menguntungkan.


Dengan kekuasaan sang kaisar, selir kedua bisa membebaskan kerajaannya, dan kaisar bisa memperoleh sumber daya khusus dari kerajaan sang selir.


Karena di kekaisaran ini yang mendapat gelar keluarga hanya anak sah saja.


Jadi di keluarga inti kekaisaran yang mendapat gelar ‘de Jjonathan’ hanyalah anak dari permaisuri, grache yang merupakan anak seorang selir harus dinamai dengan marga ibu dan nama tengah ayahnya. Itu juga berlaku untuk anak selir yang lain.


Jika nantinya ada kaisar yang memiliki anak dari seorang selir dan kaisar tersebut tak memiliki nama tengah seperti darriel, maka terpaksa sang anak harus mendapat gelar ‘jjoyan’ alias Jjonathan floyandar, nama legenda yang ditetapkan sedari dulu.


“Baik nyonya,” sahut Daniel dan langsung pergi ke lantai atas.


Dierra pun menoleh kepada grache dan tersenyum,“maaf jika kamu tidak nyaman dengan Niel, aku minta maaf sebanyak-banyaknya sebab dia memang begitu.”


“Iya, tidak apa-apa. Aku mengerti.”


‘Bukankah kaisar harus membiarkan anaknya bebas sesekali agar anak-anaknya tidak sepolos ini? Lihatlah, dia begitu mudah mempercayaiku, aku jadi tak tega untuk memanfaatkannya,’ batin dierra.


“Emm, nama kamu siapa? Kamu siapanya kak riel?” tanya grache dengan gugup, jelas sekali bahwa keluarga kerajaan tak lancar menggunakan bahasa non-baku.


“Ah iya, kita belum berkenalan, sebelum pergi ke kamarku ayo berkenalan dulu. Aku dierra, istri Gabriel,” jawab dierra seraya tersenyum.


Dierra memperhatikan bola mata grache yang bertambah besar, gadis itu melotot karena terkejut.


Sebenarnya, mengapa jika Gabriel memiliki istri?


“Kalau namamu?”


“Grache, adik sepupu kak riel.”


“Astaga, adiknya Riel rupanya. Maaf, aku telat menolongmu. Ayo ke kamar dulu, gaunmu harus diganti!” balas dierra dengan akting panik.


“T—tidak apa-apa kak, bertingkah lah santai. Lagipula kakak tidak terlambat.” grache menyahut ucapan dierra.


“Maaf ... Sudahlah, ayo kita naik dulu,” ajak dierra.


Grache mengangguk lalu mengikuti langkah dierra dengan anggun, didikan seorang bangsawan jelas sangat ketat.


Baru saja grache dan dierra hendak menaiki tangga ...


DRAP DRAP DRAP


Suara langkah kaki terdengar, langkahnya terdengar kacau, tanpa irama.


Seruan itu berasal dari Gabriel, raut wajahnya menampakkan ekspresi khawatir dan marah.


Namun, perkataan gabriel terpotong ketika pria itu melihat dierra berdiri disana.


“Maaf kak,” balas grache menunduk.


Dierra menatap Gabriel, “kenapa kamu datang dengan teriakan Riel? Grache pasti kesusahan dari tadi, kalau kamu ingin memarahinya sebaiknya lakukan nanti.”


“Kamu benar, dierra.”


Gabriel menghela nafas panjang dan menyurai rambutnya ke belakang.


“Mana gaun yang kuminta, Niel?” tanya dierra pada Daniel yang sedari tadi sudah berada di belakang Gabriel.


“Ini nyonya.” Daniel maju dan memberikan sehelai gaun yang benar-benar terlihat mirip dengan gaun grache.


“Baik, Niel, Riel. Aku akan membawa grache ke atas dulu,” ujar dierra lalu tersenyum pada grache, mengisyaratkan bahwa ia tak perlu takut dengan tatapan tajam Gabriel.


Grache membalas dengan senyuman pula, akhirnya dierra dan grache pergi menaiki tangga satu persatu dengan langkah yang perlahan.


SRET


Pintu ditutup oleh dierra, kedua perempuan itu sudah memasuki kamar.


“Bagaimana bisa paman kecolongan seperti ini? Terlebih istana milik grache dekat dengan istana velle! Jika grache terluka itu sudah pasti akan menimbulkan gesekan di dunia bangsawan.”


“Selain itu apa yang akan terjadi jika grache tak merebut perhatian penjahat itu dan membuat mereka berlarian? Velle akan terluka! Putri kerajaan yang paling disayang rakyat dan bangsawan akan terluka, yah untung juga grache tak terluka.”


”Keamanan kekaisaran perlu dipertanyakan, jika grache dan velle sampai terluka, darriel, rey dan aku pasti menggila lagi. Selain itu, masih ada saja yang berani menyerang putri kaisar!”


Daniel hanya mendengarkan keluhan tuannya, gabriel sangat khawatir pada velle dan grache. Mereka itu dua putri kekaisaran, semangat para saudaranya dan kesayangan bangsawan serta rakyat.


Oleh karenanya tak jarang Gabriel mengoceh tak jelas walau sifatnya sedingin itu di dunia luar. Bahkan Gabriel seringkali memarahi pamannya sendiri saat grache atau velle terluka.


“Apa tuan ingin pergi ke istana sekarang? Saya bisa mengatur kondisi agar Puteri dan nyonya tak mencari tuan,” ujar Daniel setelah Gabriel diam beberapa detik. Keterdiaman Gabriel adalah hal yang cukup menyeramkan, bagi Daniel tentunya.


“Sudah jelas aku akan pergi, tapi tidak sekarang. Nanti aku pergi, sekalian mengantar grache, jaga dierra agar tidak keluar kastil. Itu akan sangat berbahaya baginya,” sahut Gabriel.


“Siap laksanakan, tuan,” balas Daniel dengan tegas.


Akhirnya Gabriel menghela nafas panjang, ia melihat pintu kamar dierra dan dirinya. Dierra membantu grache, selembut itu dierra.


“... Kenapa? Bukan hanya fisikmu, sifatmu juga mirip dengan chelsie. Apa semesta tak mengizinkanku melupakan chelsie?” ucap lirih Gabriel, suara Gabriel yang begitu lirih membuat Daniel hampir tak mendengar ucapan sang tuan.


Daniel yang mendengar hanya bisa diam dan menunduk, ia rasa sang nyonya perlu dikenang dan dicintai dengan nama ‘dierra’ bukan sebagai bayang-bayang nama ‘chelsie.’


‘Nyonya dierra ...’ batin Daniel yang hanya bisa mengungkapkan pendapatnya di dalam hati.


Sebab, sesungguhnya luka yang diterima anggota keluarga de Jjonathan karena kehilangan chelsie masih sangat membekas, padahal itu sudah bertahun-tahun lamanya.


Namun bayang-bayang chelsie Indar prasyari itu masih sangat jelas di benak mereka, terlebih Gabriel.


Karena itulah, sepertinya Daniel bisa sedikit mengerti tentang perasaan bimbang Gabriel.


Hanya saja, bukan berarti Daniel menyetujui tindakan Gabriel yang menganggap dierra sebagai bayangan chelsie. Mirisnya, Daniel tak bisa mengungkapkan hal seperti itu secara gamblang di hadapan Gabriel.


Hal itu karena, Daniel adalah orang yang sangat sayang terhadap nyawanya sendiri.


TBC