
...Banyak sisi dunia yang belum kau ketahui....
...-Dierra....
...***...
Daniel menyudahi tour itu, nyatanya bagian terakhir yang ditunjukkan Daniel padanya adalah ruangan galeri yang berisi foto-foto Gabriel dan keluarganya dulu.
Entah apa maksud Daniel menunjukkan ruangan ini pada dierra, bisa saja Daniel hanya ingin menunjukkannya atau dia memiliki sebuah maksud.
“Apakah ini semua keluarganya Riel?” tanya dierra pada Daniel sambil menunjuk sebuah foto yang terlihat usang.
Daniel tersenyum penuh kehambaran, melihat senyum itu dierra bisa menyimpulkan sendiri.
“Artinya, ini adalah foto terakhir kebersamaan mereka ya?” tanya dierra.
Melihat dari reaksi Daniel yang langsung membeku, dierra rasa tebakan dirinya benar 1000%.
“Nyonya benar, ini adalah foto terakhir tuan dengan mendiang nyonya dan tuan besar,” jawab Daniel mengkonfirmasi.
“Bagaimana nyonya bisa menebak itu?” tanya Daniel penasaran, sebab tak akan mungkin jika dierra bisa menebak berdasarkan beberapa berita di negara ini.
Karena, semua berita yang berkaitan dengan orang tua dan chelsie sudah dihapus sepenuhnya.
Bahkan beberapa orang yang mengetahui itu sudah ‘dibereskan’ dengan rapi, sehingga tak akan ada yang bisa menggali tragedi itu.
Kecuali jika Gabriel dan Daniel memberi tahu. Yah, sekarang hanya mereka berdua yang mengetahui tentang tragedi tersebut.
“Melihat dari senyum hambarmu dan foto yang terlihat seperti sering di peluk hingga membentuk lengkukan yang membuat foto itu terlihat usang, kupikir itu adalah foto terakhir keluarga gabriel.”
Daniel hanya mendengarkan penjelasan dierra, sepertinya dia sudah mulai sadar seberapa bahayanya kinerja otak dierra.
‘Kau harus tau seberapa bekerjanya otakku, Niel!’ batin dierra yang nyatanya sudah memiliki rencana.
“Apa nyonya ingin memakan sesuatu? Barangkali nyonya lelah,” tanya daniel.
‘Halah, bohong saja dirimu. Kau pasti ingin mengabari Riel kalau otakku tak se-sederhana itu kan? Beritahu saja, itu mungkin membantuku.’
Dierra berbatin sebelum akhirnya mengangguk mendengar ucapan Daniel. Ia selalu menunjukkan bahwa dirinya bisa memecahkan segala masalah di dalam pelajarannya.
Kali ini, ia akan mempraktekkan ilmu matematika, ipa dan ips di permasalahan kali ini. Jangan lupa, ilmu matematika yang diajarkan oleh Albert Einstein juga sangat berguna.
“Baiklah nyonya, saya akan menyuruh chef untuk menyiapkan makanannya. Nyonya bisa menghabiskan waktu untuk menunggu di manapun sesuai keinginan nyonya,” ujar Daniel yang beranjak pergi.
“Iya.”
SRET
Daniel mendekati pintu dan pergi setelah menutup kembali pintu geser, dierra pun kembali memandang tajam setiap foto yang berada disini.
“Bagaimana mungkin tidak ada catatan tentang kemat*an orang tua Gabriel? Padahal jelas sekali bahwa mereka itu orang kaya. Kan setiap kabar orang kaya di negara ini selalu terbit melalui koran,” gumam dierra berfikir.
Sebab, dirinya tak memiliki peralatan modern yang bisa ia gunakan untuk bahan gabut.
TAP TAP TAP
Dierra melangkah, matanya selalu mengawasi setiap foto yang ia jumpai.
Hingga dierra berhenti tepat di depan sebuah foto yang terlihat ... Sedikit ganjal untuknya.
“Tepiannya sih rapi ya, tapi kenapa aku merasa bahwa disini ada yang aneh?” gumam dierra.
Dierra memperhatikan kertas dari ujung ke satu hingga ujung yang lain, seketika ia tau mengapa foto yang ini terlihat ganjal.
“Sudutnya berbeda. Walau berbeda sedikit hanya sekitar 6° saja. Tapi, tidak mungkin para pembuat gambar melakukan kesalahan seperti ini,” gumam dierra lagi.
Dierra tersenyum lalu membalikkan badannya, ia harus bisa mengetahui mengapa ia dibeli oleh Riel walaupun dijual dengan harga yang menjulang tinggi.
‘Ada seseorang yang merobek foto itu, hanya saja ... Dibagian siapa? Disana sudah ada orang tua Gabriel dan Gabriel itu sendiri,’ batin dierra sambil menutup pintu bermodel pintu geser tersebut, memfokuskan diri ke depan agar tak ada yang curiga.
‘Kastil ini sangat penuh dengan misteri yang pasti mengagumkan!’ batin dierra.
***
Setelah keluar Daniel langsung pergi ke ruang bawah tanah, tempat paling aman yang bisa ia gunakan untuk menghubungi sang tuan.
“Halo.”
“Ada apa?”
“Tuan gawat, ternyata nyonya dierra tidak seb*doh itu, dia bahkan bisa menganalisis tentang foto terakhir keluarga tuan hanya dengan lengkukan saja.”
“Bisa saja itu hanya kebetulan Niel, bagaimanapun dierra juga hanya gadis yang hidup di dunia, dimana di dunia itu ia layaknya gadis jalanan.”
Ucapan Gabriel sukses membuat Daniel berfikir, benar juga kan? Toh sang nyonya hanya gadis yang tak mendapat pendidikan yang terbaik.
Padahal, realitanya walau pendidikan dierra rendah tapi dierra masihlah anak yang pandai menganalisis sesuatu.
“Jangan mengkhawatirkan apa yang tidak perlu, jaga dia saja. Aku tidak mau kejadian itu terulang kembali, chelsie dan dierra harus memiliki akhir yang berbeda.”
“Baik tuan, maaf telah mengganggu tuan.”
TUT TUT TUT
Telefon tertutup, ucapan terakhir tuannya menggema di gendang telinganya.
“..... Chelsie dan dierra harus memiliki akhir yang berbeda.”
Daniel hanya bisa mengerti, bahwa sang tuan tetap orang egois yang hanya menginginkan kebahagiaan pribadinya saja, tuannya itu bahkan tidak memperdulikan kebahagiaan asli dierra.
Daniel berani bertaruh bahwa tuannya bahkan tidak tahu kebahagiaan jenis apa yang diinginkan oleh dierra.
Ia mengangkat kepalanya menangkap langit-langit atap yang hitam, entah siapa yang harus dibela dirinya.