Dierra

Dierra
Dierra#6 ‘Area terlarang.’



...Nyatanya, masih banyak rahasia yang tersembunyi di dunia ini....


...-Dierra....


...***...



Sedetik kemudian setelah bergumam velle langsung menutup mulutnya.


“Kak alle, apa kakak mendengar ucapanku?” tanya velle dengan raut wajah harap-harap cemas.


“Maaf, tapi saya tidak mendengar ucapan putri. Apa putri berbicara tentang sesuatu?” tanya Gabriel, ya, jelas bahwa Gabriel mendengarnya namun ia tetap ingin berpura-pura tidak tau.


Hal ini lebih baik, daripada nantinya ia dan velle harus menghadapi keheningan yang mendalam, tentunya velle juga dekat dengan chelsie.


“T—tidak aku tidak mengatakan apa-apa kak.”


Velle langsung tertawa dengan anggun.


“Ah ya, apa kakak bisa mengabulkan satu permintaanku?” tanya velle dengan nada yang cukup serius.


Dengan sekali suara, Gabriel langsung menatap manik mata unik milik velle. Manik mata khas dari seorang bangsawan jjonathan.


“Tentu, memangnya apa yang tuan putri inginkan?” tanya balik Gabriel.


“Panggil aku seperti kakak memanggil pangeran mahkota, singkatnya panggil namaku saja, velle,” jawab velle dengan ekspresi berharap.


“Putri? Saya memang tidak sopan dengan darriel tapi itu karena kakak anda memang sangat menyebalkan. Sedangkan untuk anda? Saya tidak bisa melakukan itu, putri.”


“Kak, kita itu masih saudara. Tidak akan ada yang berani mengungkit tentang itu. Tolong kak, aku sudah merindukan panggilanmu seperti saat itu,” balas velle.


“..... Baiklah, velle.”


Mendengar ucapan Gabriel, wajah velle mendadak menjadi sumringah.


“Nah gitu kak! Ah ya, pangeran mahkota lama sekali, atau dia menungguku pergi agar aku tidak ikut makan bersama kalian ya?” dumel velle.


“Entahlah velle, kakak sendiri tidak mengerti,” ujar Gabriel lalu melirik ke jam tangannya.


“Sudah 20 menit berlalu setelah darriel memintaku menunggu,” sahut Gabriel, velle pun menghela nafas susah.


“Sepertinya pangeran mahkota menungguku pergi, dasar kakak k3parat.”


“Darimana kau belajar kata itu, velle?” tanya Gabriel dengan setengah terkejut. Nyatanya, seharusnya pergaulan seorang bangsawan darah biru jelas selalu teratur.


Apalagi velle, dia itu putri kerajaan! Mana mungkin pergaulannya tak diawasi oleh permaisuri?


“Ah, kakak terkejut ya? Aku mempelajarinya melalui darriel s1alan itu,” jawab velle dengan entengnya.


“Velle, hati-hati dengan kata itu. Jangan mengucapkannya sembarangan, kata-kata itu melanggar etika kerajaan.”


“Baik kak, maafkan aku,” balas velle dengan menundukkan kepalanya.


Gabriel menghela nafas sebentar melihat tingkah velle.


“Tidak apa-apa velle, kakak hanya khawatir bahwa Kata itu nantinya bisa digunakan oleh orang jahat untuk melengserkan kedudukan mu, ingatlah kamu adalah putri kerajaan atlanta, orang kedua yang berhak atas tahta setelah darriel.”


Setelah makan dierra melangkah pergi meninggalkan meja makan.


“Nyonya ingin pergi kemana?” tanya Daniel.


“Aku hanya ingin berkeliling sebentar, jangan khawatir aku tak akan tersesat, niel.”


Mendengar sahutan dierra, Daniel pun mengangguk lega.


POV DIERRA.


Yah, aku merasa bahwa bangunan yang diberi nama ‘kastil’ ini memiliki sebuah kejanggalan. Seperti, pernah terjadi sesuatu yang besar disini.


Hal itu karena aku melihat bahwa di ujung tiang yang berlapis perak ini memiliki setetes karat. Harusnya kalau sudah waktunya berkarat tak hanya setitik seperti itu saja dong?


“Hah, bukankah bangunan ini aneh? Riel sendiri pun terlihat sangat aneh,” gumamku yang menyadari semuanya.


Sebenarnya, pernah ada kejadian apa? Tapi kenapa media sama sekali tak pernah meliput kejadian-kejadian ganjil ini?


Gabriel jelas masuk ke deretan orang kaya di negeri Atlanta ini!


Tunggu!


Langkah kakiku berhenti mendadak ketika menemukan lukisan wajah Gabriel, kenapa wajahnya dilukis? Seperti anggota bangsawan saja.


Ah, mataku seketika melotot ketika melihat papan nama yang menggantung di bawah lukisan tersebut.


GABRIEL DERALLE JJONATHAN.


Hah? Jjonathan? Itukan marga keluarga kerajaan atlanta?


Apakah Gabriel adalah salah satu kerabat jauh atau bahkan anggota kerajaan dekat?


Gabriel makin terlihat mencurigakan dimataku, terbesit keinginan ingin kabur. Namun, aku jelas tahu bahwa diriku tak akan bisa kabur dengan mudah.


Keamanan di kastil ini sungguh sangat luar biasa.


POV DIERRA END.


“Nyonya!”


Teriakan menggelegar itu membuat telinga dierra berdering, dierra menolehkan kepalanya.


“Astaga Niel, segitu tak percayanya kau padaku? Aku tak akan tersesat, sungguh!” decak dierra kesal.


“B—bukan begitu nyonya, hanya saja ... Anu, ini adalah area terlarang. Baik nyonya maupun saya dilarang untuk menginjakkan kaki di area ini.”


Dierra makin mengernyit ketika mendengar peringatan Daniel, padahal dierra kemari karena area ini terlihat mencurigakan jika dibandingkan dengan area yang lain.


“Maaf, aku tidak tahu tadi aku hanya mengikuti kemana langkah kakiku menapak, baiklah ayo kita pergi saja,” balas dierra tersenyum sekilas lalu berjalan melewati Daniel.


Entah dierra sadar atau tidak, Daniel terlihat menatap satu ruangan di area itu dengan intens, sepertinya ruangan itu memiliki sesuatu yang berhubungan dengan banyaknya misteri di kastil ini.


Sedetik kemudian, Daniel langsung berbalik dan mengikuti dierra. Seolah tak terjadi apapun, Daniel langsung tersenyum seperti biasanya.