
Di hamparan es yang luas. Terlihat siluet 3 manusia yang melawan Daemon katak raksasa.
"Kros Blade!" Seorang pria dengan tubuh kekar melompat ke udara bebas. Dia menebaskan 2 kali dengan keras. Sebuah pisau angin keluar dari tebasan pria itu membentuk silang. Dengan siulan tajam pisau angin memotong udara dan melesat ke arah katak tersebut.
"Wraaag." Dia sana seekor katak raksasa berwarna biru sedang bertarung melawan seorang pria dan wanita. Katak itu mencoba menghindari pisau angin yang mengarah padanya. Namun sayang gerakannya di batasi oleh kedua kulivator pria dan wanita itu , menyebabkan pisau angin mengenainya dengan telak.
Pisau angin mengenai punggung katak menyebabkan luka yang cukup dalam berbentuk silang. Darah mulai mengalir dari tubuh katak besar. Namun sepertinya katak itu masih bertahan.
"Daemon kecil ini sangat gigi." Kata seorang remaja laki-laki dengan rambut pirang yang barusan berhadapan dengan katak.
Pria berotot melihat keadaan katak itu, menemukan kalo katak itu masih bisa bertahan dia mengangguk setuju. "Kamu benar, namun itu tidak akan bertahan lama."
Dengan satu serangan Kroz Blade lagi katak itu ahkirnya mati.
"Kakak Li memang hebat!" Seru seorang wanita cantik saat dia memuji keterampilan pria berotot itu. Dengan pakaian merah yang minimalis wanita itu memamerkan lekuk tubuhnya yang indah. Dia seperti iblis betina yang menggoda.
"Itu hanya trik kecil Lagipula dia hanya Daemon tingkat 1. Aku yakin kalian pasti dapat melakukannya." Li Zhou berkata dengan tidak perduli.
"Ah kakak Li terlalu merendahkan diri." Kata wanita cantik itu, kemudian merangkul lengan Li Zhou. Dia secara sengaja menekan bukit-bukitnya yang tinggi, membuat Li Zhou memanas. Namun Li Zhou segera mengambil tangannya dan tidak ingin dekat-dekat dengan wanita itu.
Mereka semua adalah kulivator tunggal yang independen yang memiliki kultivasi tahap ke 2 praktisi qi.
Saat benua es tiba-tiba muncul, itu Tampa diduga menjadi taman obat yang di tumbuhi banyak obat spiritual berunsur es. Hal ini langsung menyebar ke seluruh benua hijau dalam 2 hari kerja. Akibatnya banyak faksi kuat memperebutkan kepemilikan pulau obat, yang sekarang di namakan 'Lembah Obat Es'.
Di tengah keributan itu tiba-tiba ratu laut selatan muncul dan mengklaim kalo ini adalah miliknya, karena berada di wilayahnya. Para faksi besar tentunya tidak terima, mereka bahkan berniat berperang dengan istanah laut selatan. Namun tidak ada yang berani membuat gerakan pertama. Karena mereka tau kalo mereka memulai duluan, maka daging besar bukan untuk mereka.
Jika melawan istanah laut selatan, kalopun mereka bisa menang bukan berarti mereka akan dalam kondisi terbaik. Lagipula di seluru benua hijau hanya ada 4 faksi yang menjadi lawannya.
Akibatnya di temukan kesepakatan yaitu. Lembah Obat Es di buka untuk umum, siapa saja bisa memasukinya asal membayar pil, batu spiritual atau sesuatu yang berharga kepada istanah laut selatan.
Sebagai kulivator tunggal hal ini adalah kesempatan emas. Untuk memperoleh kekayaan, mendapatkan harta berharga, bahkan untuk menerobos kemacetan dan meningkatkan kultivasi. Bagaimana sesuatu seperti ini bisa di lewatkan oleh mereka.
Akan tetapi tempat yang biasanya banyak harta, itu juga hadir dengan banyak bahaya. Meskipun di Lembah Obat Es banyak ramuan yang sangat berharga, itu juga banyak binatang Daemon yang kuat.
Menurut laporan, semakin dalam anda menyelam maka semakin baik kualitas obat, dan semakin tinggi juga kekuatan para Daemon.
Jadi untuk memperbesar kemungkinan selamat para kulivator biasanya masuk membentuk kelompok untuk kerja sama.
"Ah ada sesuatu di sana." Mata Li Zhou menyipit saat dia mencoba melihat ke arah jauh.
Yang lain juga melihat ke arah yang di lihat Li Zhou. Wanita itu melirik dengan ekspresi penasaran. "Apakah itu manusia?"
"Kita akan tau ketika kita dekat." Kata Li Zhou kemudian berjalan menuju ke arah itu. Yang lain mengikutinya di belakang.
Setelah sampai di sana mereka menemukan seorang pemuda tampan terkubur di bawah gurukkan salju, hanya menyisakan kepala dan lengannya yang terlihat. Rambut hitam itu dilapisi oleh es, tubuhnya kaku benar-benar membeku dan dia tidak sadarkan diri.
"Sepertinya belum." Li Zhou mengeluarkannya dari gurukkan salju dan mengecek denyut nadinya.
Di belakang, wanita cantik itu melihat tubuh Sheng Feng yang tampah busana, membuat dia terengah-engah Tampa sebab. Dia tersenyum manis saat menjilat bibir merahnya dengan genit. Dia Tampa sadar menyentu bagian sensitifnya yang sekarang sedikit berair. Dia mengerang pelan saat memasang ekspresi tidak tahan.
Kedua pria itu tidak menyadari dan masih mengamati tubuh yang baru di temukan.
"Apakah dia kulivator?" Tanya pria rambut pirang itu.
"Aku tidak tau kenapa dia bisa sampai di sini, tapi aku juga tidak menemukan tanda-tanda kalo dia kulivator." Kata Li Zhou.
"Kalo begitu tinggalkan saja." Kata pria berambut pirang dengan tegas. Di tanah yang berbahaya ini, mempertahankan nyawa sendiri merupakan hal sulit, kenapa dia harus memikirkan nyawa orang asing.
"Kau benar, kita tidak mungkin membawah beban mati bersama kita." Kata Li Zhou menyetujui usulan pria pirang.
"Tunggu, berikan dia padaku, itu berguna untukku." Tiba-tiba wanita merah itu berseru di belakang, mengusulkan untuk membawah pria yang hampir mati itu.
Mendengar kata-kata wanita itu kedua pria secara reflek merinding memegangi adik kecil mereka.
Siapa yang tidak tau si iblis merah Su Ling, bisa di bilang dia adalah mimpi buruk bagi semua pria, tidak ada yang pernah berakhir baik setelah tidur dengannya. Dia juga sering membeli budak pria dan tidak ada kabar dari para budak itu selanjutnya.
"Karena adik su menginginkannya maka aku tidak akan melawan." Kata pria berambut pirang dengan ekspresi kaku.
"Kalo begitu terima kasih kepada kakak Mo." Wanita merah itu berterima kasih dengan sopan.
Li Zhou juga tidak keberatan, dia hanya sedikit prihatin dengan nasib pria muda ini. Tidak memikirkan itu lagi dia berkata. "Sebentar lagi malam, sebaiknya kita istirahat dulu dan berharap tidak ada badai besok."
Mereka bertiga sudah menyiapkan semuanya sebelum pergi ke area ini. Termasuk tenda yang sudah lapisi array pelindung sehingga aman dari badai. Segera setelah itu 3 tenda berdiri dan api unggun di bakar di tengah-tangah salju.
...
Sheng Feng membuka mata mendapati dirinya berada di atas kasur halus yang lembut. Dia mencium bau harum yang mengisi ruangan sempit. 'Dimana ini? Bukankah aku tadi di tengah-tangah salju? Apa ini mimpi?'
Saat Sheng Feng berlari keluar, dia terkena badai salju. Ternyata dia tidak kuat menahan badai itu dan pingsan karena kedinginan.
Dia tidak menyangka perubahannya menjadi manusia benar-benar merubah dia sepenuhnya jadi manusia, mungkin karena dia dulu seorang manusia. Dengan begitu dia tidak berbeda dari manusia biasa saat ini, kultivasi Daemonnya benar-benar tidak berguna. Bedanya kekuatan fisik dan vitalitasnya sangat tinggi sehingga dia bertahan di bawah salju selama beberapa hari.
Yang menjadi masalah adalah, dia belum mempelajari bagaimana berubah kembali ke wujud Daemon. Yang menyebabkan dia terjebak di wujud manusia tampa kultivasi ini.
Tapi, dari semua hal yang terjadi padanya, ada sesuatu yang membuat Sheng Feng benar-benar bingung. Dia berteriak dalam hati, "Situasi macam apa ini?".
"Apa kau sudah bangun?"