
"Tidak mungkin!" ekspresi ketakutan Su Ling menjadi semakin jelas. Saat dia tersandung, terjatuh kebelakang tidak berdaya.
Pada dasarnya hanya Jendral Daemon yang dapat berubah dalam wujud manusia. Hanya melihat, kalo Sheng Feng tadinya manusia dan sekarang mengeluarkan qi Daemon, sudah dikonfirmasi kalo kekuatannya paling tidak adalah jendral daemon.
Tidak perduli trik macam apa yang dia miliki di lengan baju. Jika di hadapkan dengan kekuatan absolut itu tidak lebih dari omong kosong.
Ketika sudah sampai tahap ini satu-satunya cara untuk bertahan hidup adalah dengan memohon pengampunan, berharap senior yang masuk akal untuk memaafkannya.
Mengabaikan martabaknya sebagai seorang kulivator Su Ling mulai berlutut dengan memohon. "Maafkan saya senior, junior ini benar-benar tidak memiliki mata dan menyinggung senior, saya akan menerima apapun hukumannya, ta, tapi tolong biarkan saya hidup."
Tubuhnya gemetar tak terkendali, dia benar-benar ketakutan sampai mati. Dia bahkan melupakan ide untuk melarikan diri, karena dia tau itu tidak akan berguna.
"Apa itu kata-kata terakhirmu?" Sheng Feng berkata dengan sinis.
Sekarang seluruh qi hitam mengepul seperti asap hitam. Itu menyelimuti sosok Sheng Feng, membuat orang lain tidak bisa melihat.
Su Ling merasa seperti seember besar air es di tuangkan padanya. Ketakutannya menjadi semakin intens. Dalam keputusasaan Su Ling hanya melakukan sujud beberapakali dan berteriak memohon.
Qi hitam mulai menghilang menampilkan sosok Sheng Feng dalam wujud ular besar. Sheng Feng tidak perduli dengan ratapan kesedian gadis itu. Dia maju berniat mencengkram gadis itu.
"Ah tidak!"
Dalam keputusasaan Su Ling memberanikan diri untuk melarikan diri. Mengeluarkan lembaran kuning seukuran telapak tangan, kemudian membakarnya dengan qi.
Arus angin keluar di udara bebas menyelimuti Su Ling. Dengan ini gerakannya akan bertambah 3x lipat dari biasanya.
Su Ling melompat menjauh dari Sheng Feng berniat melarikan diri dengan cepat.
"Ingin lari?"
Bagaiman Sheng Feng bisa kalah dalam hal kecepatan? Dengan gesit dia mengejar gadis itu dan melilitnya.
"Ah, ah!" Lilitan kuat Sheng Feng membuat Su Ling kesulitan bernafas.
Saat Sheng Feng hendak memakannya Su Ling berteriak. "Tunggu!"
"Apa ada yang lain?" Sheng Feng menatap gadis itu dengan kepala besarnya. Kemudian mendesis menjulurkan lidahnya.
Su Ling mencoba lepas dari cengkraman ular besar. Tapi tidak perduli seberapa besar usahanya itu sia-sia. Dia tidak tau secara pasti kekuatan ular ini, namun yang jelas dia bukan lawan.
"To, tolong tuan yang terhormat. Saya akan mempersembahkan jiwa dan raga saya untuk anda, sa, saya bisa menjadi mainan wanita anda, tolong ampuni saya!" Su Ling benar-benar putus asa.
Kata-katanya hampir membuat Sheng Feng batuk darah. Jika dia masih pemuda yang penuh semangat seperti dulu, mungkin dia akan dengan senang hati menerima wanita cantik sebagai budaknya.
Tapi dengan apa yang terjadi sebelumnya, itu benar-benar menanam trauma dalam lubuk hatinya. Dia bahkan tidak yakin, apa dia bisa menyentuh wanita dengan benar di masa depan.
Melihat Sheng Feng menatapnya dengan jijik membuat Su Ling ketakutan. Dia buru-buru berkata. "Yakinlah tuan saya akan menjadi budak yang penurut dan paling setia."
"Tapi aku tidak butuh budak!" Sheng Feng membalas dengan achu-takachu.
Su Ling terdiam seribu kata tidak tau harus menjawab apa.
Mengetahui kalo Sheng Feng tidak langsung membunuhnya. Su Ling menarik nafas dalam-dalam mencoba menenangkan diri. "Kita tidak memiliki dendam yang terlalu dalam, lagi pula aku juga yang menyelamatkanmu, jadi yang terjadi barusan bisa di bilang adalah imbalan untuk saya."
"Kau terlalu banyak bicara!" Sheng Feng meremas tubuh Su Ling lebih kencang menyebabkan dia batuk beberapa teguk darah.
"Ka, kalau begitu apa yang di inginkan tuan?" Kata Su Ling masih tetap tenang. Walaupun sekarang hampir semua tulangnya patah, wajahnya pucat dengan garis darah yang mengalir di sudut mulutnya. Dia terlihat sangat menyedikan.
"Hehe, kamu sedikit lebih pintar." Ular itu tersenyum lebar, tapi di mata Su Ling itu hanya terlihat lebih menyeramkan.
Sheng Feng perlahan meregangkan kunciannya yang mengurangi tekanan pada Su Ling. "Baiklah aku akan mengampuni mu tapi anda harus menjadi pelayanku untuk beberapa waktu kedepan."
'Ular bodoh bukankah tadi kau tidak tertarik? Kenapa tiba-tiba berubah pikiran? Ya mau bagaimana lagi, kamu pasti tidak bisa melupakan teknik dan kecantikan kakak ini kan? Kenapa begitu keras kepala dan sok tidak menginginkanku? Dasar sundere!' Su Ling memiliki ekspresi kesal.
"Apa-apaan sikap itu? Jika kamu tidak mau aku akan cari yang lain." Sheng Feng berkata dengan tidak senang. Melihat ekspresi Su Ling Sheng Feng dapat melihat dengan jelas kalo dia sedang mengutuk dalam hati.
"Ah tidak, tidak tuan, saya mau, saya mau!" Mencari yang lain? Bukankah itu artinya Sheng Feng akan membunuhnya? Ketika ada kesempatan untuk bertahan hidup, dia tidak akan menyia-nyia kannya.
Lagipula tidak ada salahnya untuk menjadi bawahan orang yang kuat.
Maka dari itu dia berkata penuh tekad. "Saya akan menjadi pengikut anda paling setia, saya siap menjadi budak, mainan wanita atau mitra Kultivasi anda."
Sheng Feng merasa kalau yang di katakan Su Ling sangat tulus, tentu saja dia mengabaikan bagian menjadi budak dan sebagainya.
Itu seperti berasal dari lubuk hatinya yang paling dalam. Hal ini membuat Sheng Feng sedikit melunak. Dia berkata dengan lembut. "Baiklah, lupakan saja untuk menjadi budak, aku hanya perlu pemandu untuk menuntunku keluar dari tempat aneh ini, memberiku beberapa informasi terkait daerah sekitar."
Dia memang tidak butuh pelayan atau semacamnya, karena wanita ini sudah menyerah maka ada baiknya kita lupakan saja kesalahpahaman sebelumnya.
Alasan Sheng Feng tidak buru-buru untuk membunuh adalah karena dia mempertimbangkan beberapa hal terkait wilayah ini sekarang. Dia butuh informasi tentang tempat es aneh atau benua hijau.
Meskipun clone memberikan beberapa informasi itu sangat sedikit. Dan dia juga tidak tau apa itu masih relevan atau tidak.
Melihat seperti Sheng Feng tidak menginginkannya membuat Su Ling sedikit kecewa. Tapi karena Sheng Feng tidak berniat membunuhnya lagi, dia harus bersyukur. "Terimakasih tuan."
"Panggil aku Sheng Feng."
Sheng Feng melepaskan Su Ling, kemudian berubah lagi dalam wujud manusia.
Su Ling memberikan berikan beberapa pakaian pria untuk di kenakan.
Dia juga melempar kantong saku kecil. Meski kantong itu hanya seukuran telapak tangan, namun ternyata ruangan di dalam seluas 10 meter persegi. Hal ini membuat nyaman para kulivator untuk membawa barang.
Su Ling juga mengenakan pakaiannya, setelah itu memperkenalkan diri dengan anggun seperti wanita bangsawan.
"Jadi Su Ling apa yang kau ketahui tentang daerah ini?" Sheng Feng membuka pertanyaan.
"Anda bisa memanggil saya Linger tuan dan juga saya serius untuk menjadi pengikut anda, tidak masalah untuk menjadi budak atau semacamnya, saya menjamin untuk kesetiaan saya." Su Ling berlutut dan memohon beberapa kali.
Sheng Feng melihatnya seperti orang aneh, menjadi budak sama saja dengan kematian bagi seorang kulivator. Hidup dan matinya hanya ada dalam pikiran tuannya. Dan lagi kalo tuannya mati maka para budak akan ikut mati. Itu adalah konsep dasar dari segel budak yang umum.
Dengan begitu para budak akan mendedikasikan seluruh hidupnya untuk tuannya. Dengan kata lain tidak memiliki kebebasan lagi.
Jadi pada dasarnya kehormatan seorang kulivator akan memilih mati dari pada menjadi budak.
Jadi melihat autisme gadis ini membuat Sheng Feng bertanya-tanya, apa ada yang salah dengan otaknya? Atau dia terlalu banyak minum tadi malam?
Melihat tatapan aneh Sheng Feng membuat Su Ling tau apa yang di pikirannya, dia berkata dengan sopan. "Awalnya saya sedikit ragu dengan apa yang saya lihat, tapi setelah melihat itu lebih jelas saya akhirnya yakin. Bertemu dengan anda di sini mungkin adalah berkat terbaik tuan, saya berniat mendendikasihkan hidup saya untuk anda, namun mengingat kalo saya berniat mengkhianati teman saya dari belakang, saya yakin anda tidak akan mempercayai saya sepenuhnya, jadi tolong terima saya sebagai budak, agar anda mempercayai saya!"
Sheng Feng mencoba memahami apa yang di katakan Su Ling. Dia cukup tertarik dengan apa yang Su Ling temukan. Kenapa hal itu bisa membuat Su Ling ingin mengabdi padanya?
"Apa yang kamu lihat?" kata Sheng Feng cukup tertarik.
"Ini, apa anda pernah mendengar 'Dewa Naga Hitam?'"
"Dewa Naga Hitam?"