Cultivating The Dragon Path

Cultivating The Dragon Path
Ular Hitam



"Jangan lari ular kecil, kemarilah dan menjadi santapan raja ini." Suara besar menglegar di kedalaman laut. Setelah melihat lebih jelas itu adalah sesosok hiu besar dengan gigi yang runcing.


Hiu itu berenang sangat cepat. Dia memotong air laut dan dengan ganas menerjang tidak membiarkan mangsanya kabur.


Di depannya seekor ular hitam kecil berlari dengan gesit melewati sela-sela bebatuan untuk menghindari kejaran hiu besar itu, namun hiu itu seperti tidak bisa di halangi. Menggunakan kekuatan fisiknya yang kuat untuk menghancurkan batu dan karang yang menghalangi. Dia seperti kereta yang tidak dapat di hentikan.


Ular itu sangat ketakutan, tidak ada pilihan selain berlari lebih kencang. Di mata emas ular itu terdapat kebingungan. [Kenapa hiu itu bisa bicara? Apa aku saat ini juga hewan, jadi aku tau bahasa hewan]


Daripada terus kebingungan akhirnya ular itu mencoba untuk bicara. "Tuan besar kenapa anda mengejar saya seperti ini, saya hanya hewan kecil yang bahkan tidak memiliki daging yang cukup untuk membuat Anda kenyang kenapa anda bersikeras memangsa saya?" Nadanya di penuhi kesedian, seperti dia tidak terima dengan nasibnya saat ini.


Melihat Ular kecil itu berbicara bahkan membuat hiu itu jauh lebih bersemangat. "Haha, sepertinya tebakanku benar. Kamu benar-benar sudah membangkitkan kesadaran. Auramu cukup kuat untuk daemon kecil seperti anda, dengan memakanmu mungkin kekuatan raja ini akan meningkat 2 kali lipat."


Senyum mengerikan Hiu itu membuat ular itu takut. Hiu itu mempercepat gerakan untuk mengejar ular kecil itu.


Ular itu tentunya tidak membiarkan Hiu besar mengkapnya, jadi dia berlari lebih cepat. Sambil berpikir. [Apakah aku akan mati lagi untuk yang ke 2 kalinya? Apakah suara itu pembohong?]


Mengingat kejadian saat itu, Sheng Feng adalah seorang mahasiswa yang baru lulus sekolah menenga. Keluarganya hanya keluarga pas-pasaan, dia menghabiskan seluruh hidupnya untuk belajar dan usahanya tidak sia-sia.


Dia ahkirnya mendapatkan beasiswa untuk berkulia di universitas luar negri. Ketika dia baru sampai Amerika, dia bertemu beberapa perampok dan dia terbunuh dalam prosesnya.


Dia mendapati dalam ruang hitam Tampa batas, dia mengingat kalo dia sudah mati. Kenapa aku harus mati begitu cepat. Dia hanya menyesali kehidupannya. Sebagai orang cina, dia tau kalo status dan kekayaan itu penting. Selama anda punya uang maka orang-orang akan menghormati anda, bahkan wanita cantik akan mencoba untuk mendekati anda, itu sudah bukan rahasia lagi. Kehidupan memang seperti itu.


Sebagai anak yang lahir dari keluarga sederhana Sheng Feng tentunya paham betul akan hal ini. Karena dia dan keluarganya hampir setiap hari di tindas, dia bahkan sering di bully di sekolahnya. Mereka tidak punya apa-apa untuk melawan, hanya mampu dengan sungkan menerima dengan lapang dada. Mereka bahkan tidak repot-repot untuk lapor polisi, karena mereka tau itu tindakan yang sia-sia. Polisi tidak berbeda dari anjing Got yang kelaparan, tentunya mereka akan memilih pada pihak mana yang bisa memberi mereka makan.


Maka dari itu untuk mengangkat martabak keluarganya dia berharap menjadi orang kaya suatu hari nanti. Dia dengan sunggu-sunggu belajar dan mendapatkan beasiswa demi beasiswa. Jika mampu lulus dengan nilai terbaik, mungkin suatu hari akan ada perusahaan besar yang merekrutnya menjadi karyawan. Dengan begitu dia akan menerima gaji yang besar. Mungkin itu akan menjadi langka awalnya untuk mewujudkan mimpinya. Dia selalu membayangkan ketika diriinya di posisi itu, dan mengembalikan semua pehinaan yang dia dan keluarganya terima. Dia benar-benar menantikan seperti apa ekspresi orang-orang.


Namun sayang nasib berkata lain, dia harus mati sebelum mewujudkan mimpinya.


"Sial, aku bahkan belum pernah menyentu wanita." Dia cukup menyesal karena tidak pernah hidup bebas dan menikmati kehidupan seperti yang di lakukan teman-temannya. Dia selalu mengurung diri, menggunakan sebagian besar waktunya untuk belajar. Namun ketika nasibnya seperti ini, bukankah usahanya selama ber tahun-tahun akan sia-sia? Apa yang di impikannya, yang di usahakan oleh nya itu terlihat seperti omong kosong. Dia benar-benar merasa tidak puas.


Saat pikiran itu melayang tiba-tiba sebuah Suara di tramisikan ke padanya. Suara itu tua dan mengandung keagungan. "Apakah kamu ingin hidup kembali anak muda?"


"Apa siapa itu?" Sheng Feng mulai waspada. Dengan memeriksa sekeliling hanya menemukan kegelapan Tampa batas. [Di mana sebenarnya ini? Apakah ini akhirat? Apakah itu suara dewa?] Segalah pertanyaan mulai melayang di benaknya mengingat kepercayaan tentang kehidupan setelah kematian di dunia dulu. Meskipun dia bukan seorang yang taat beragama, tapi dia masih tau satu dua.


"Ah, tidak perlu panik, tidak ada yang akan mengambil jiwamu dan menyiksanya selama 10 ribu tahun, meskipun dulu aku punya kebiasaan seperti itu, tapi aku tidak tertarik dengan jiwa lemah sepertimu." Suara itu terdengar lagi dengan nada achu-takacuh. Meskipun nada bicaranya tidak mengancam tapi itu tetap membuat Sheng Feng ketakutan. Tubuhnya merinding dia bahkan tidak mampu untuk berpikir jernih.


"Lalu bagaimana pendapatmu?" Suara tua itu terdengar lagi.


"Ah iya, apa benar tuan bisa membuat saya hidup kembali?" Sheng Feng menghilangkan ketakutannya dan mencoba untuk bertanya, dalam benaknya dia bertanya-tanya apakah ini dewa?


"Tidak! kau sudah mati di duniamu, aku bisa membuatmu berenkarnasi ke dunia yang lain." Kata suara itu menjelaskan.


"Renkarnasi?" Sheng Feng memiliki wajah bingung. Apakah ini seperti anime-anime isekai yang aku tonton dulu?


"Benarkah itu?" Sheng Feng menjadi bersemangat, bagaimanapun kehidupan sebelumnya di bumi benar-benar membosankan. Dia hanya berjuang yang pada akhirnya sia-sia. Dia bahkan belum pernah menyentu wanita, ahkohol dan lain-lain. Mendengar celetukan suara itu membuat dia melihat sesuatu yang baru. [jika itu aku betapa menyenangkannya!]


Dia menggenggam tangannya keras-keras diam-diam memutuskan sesuatu.


"Ya, asal kau mau menerima sedikit rasa sakit semua akan baik-baik saja, tidak ada yang instan di dunia ini." Suara itu menasehati dengan hati-hati.


Meski Sheng Feng tidak terlalu paham apa yang di maksud, tapi dia sudah memutuskan. "Baiklah."


"Hem, kalo begitu kemarilah!" Dengan suara itu, tiba-tiba seluruh kegelapan berubah. Langit menjadi penuh dengan cahaya bintang, itu adalah langit berbintang yang sangat indah. Di bawah itu menjadi lautan Tampa batas yang berwarna kehitaman.


Jiwa Sheng Feng melayang di atas lautan Tampa batas. Di tengah laut cahaya hitam misterius muncul. Cahaya itu berwarna hitam tampak sangat menyilaukan, ini benar-benar aneh.


Sekilas Sheng Feng tau kalo orang tua itu di sana, jadi dia bergegas untuk terbang ke arah sumber cahaya.


Setelah lebih dekat sebuah istanah megah terlukis di depan Sheng Feng. Istana hitam misterius melayang di atas permukaan laut. Istanah itu di hiasi dengan ornamen naga hitam. Di gerbang istana terdapat 2 naga hitam melingkari 2 tiang besar, kepala naga menghadap ke Sheng Feng dengan mata Merah menyalah yang membuat Sheng Feng merinding.


patung naga di ukir dengan sangat baik yang membuat Sheng Feng berpikir bahwa ini benar-benar hidup. Aura misterius menyelimuti istana yang mendorong keinginan Sheng Feng untuk berlutut.


Menahan ketakutannya Sheng Feng berjalan memasuki istana. Mengikuti karpet hitam yang terpasang di lantai dia ahkirnya sampai di aula besar dan terdapat singgasana di sana.


Langkanya semakin berat, setelah berusaha untuk maju dia ahkirnya di paksa untuk berlutut. Dia bahkan tidak memiliki kekuatan untuk mengangkat kepala untuk memeriksa siapa di singgasana itu.


"Angkat kepalamu." Suara tua yang Sheng Feng dengar sebelumnya sekarang terdengar sangat dekat. Setelah mendengar itu, seperti semua beban yang menekannya hilang, seakan tidak pernah ada apa-apa sebelumnya.


Sheng Feng mendongak untuk melihat. Hanya menemukan seorang pria tua dengan tubuh kurus kering seakan dia akan mati kapan saja. Namun meski begitu aura yang sangat agung dan kuat masih menyelimuti orang itu, seakan itu bukanlah manusia tetapi dewa.


"Siapa anda?" Kata Sheng Feng dengan penasaran.


Batuk-batuk darah, orang tua itu berkata sambil memegangi dadanya. " Tidak penting siapa aku, karena kamu secara tidak sengaja masuk ke sini, berarti semuanya adalah takdir. Orang tua ini tidak punya banyak kekuatan lagi."


Dengan mengangkat tangan kurus itu segala sesuatu di sana hancur menjadi serpihan seperti kaca bahkan laingit berbintang dan lautan hitam tidak terkecuali. Segalanya hilang menjadi asap hitam yang tebal dengan paksa masuk ke tubuh Sheng Feng melalui ubun-ubun.


Rasa sakit yang dalam membuat Sheng Feng berteriak keras. Tapi itu belum berakhir dan terus memaksa masuk, sampai Sheng Feng kehilangan kesadaran.


Ketika sadar kembali Sheng Feng masih di kegelapan dan sangat sempit. Dia medorong dinding yang menghambat pergerakannya. Setelah keluar dia baru sadar kalo itu telur. Setelah melihat ke sungai dia menemukan sesosok ular. Dia ternyata berenkarnasi jadi ular.


Dia hampir mengutuk kakek tua itu karena menipunya. Siapa yang mengatakan kalo dia akan dapat membalik gunung, mengisi lautan, meniduri gadis? Jika dia menemui seorang wanita bukankah itu akan lari karena ketakutan.


Atau apa anda berpikir kita harus menemui wanita yang sedang memerlukan bantuan dan bersumpa akan menilaikahi siapapun pria yang membantunya. Hei ini bukan dongeng sang kuriang, dia yakin sesuatu seperti itu tidak akan terjadi.


Dengan putus asa Sheng Feng menerima nasibnya dan menjalani kehidupan menjadi seekor ular.