Cultivating The Dragon Path

Cultivating The Dragon Path
Tertangkap



Dalam bertahun-tahun Sheng Feng telah tumbuh sekitar 25 kaki. hanya tidur di siang hari dan mencari mangsa di malam hari. Penglihatan ular seterang bulan purnama di malam hari, akan tetapi tetap saja berburu itu sesuatu yang sulit.


Pada awalnya dia hanya memakan hewan-hewan kecil, seperti ikan katak dan lain-lain untuk menghilangkan rasa laparnya. Tapi siapa yang kira kalo hewan yang dia anggap lemah itu sangat kuat. Seperti jika anda menemui kelinci putih yang terlihat imut, dan setelah di dekati kelinci itu bisa meludahkan api. Itu benar-benar tidak terduga. Meski ada banyak juga hewan normal seperti di dunia sebelumnya, tapi hewan aneh itu juga banyak.


Dia juga menemukan hewan hewan yang bisa membunuhnya kapan saja. Seperti seekor lele sebesar kerbau yang bisa menembakan listrik dari kumisnya. Orang-orang di desa menyebutnya "Raja Lele", mereka sering memberikan persembahan seekor kambing atau kerbau yang masih hidup untuk di lemparkan ke danau.


Raja Lele adalah puncak rantai makanan di daerah ini. Segala jenis hewan kecil maupun besar tidak berani mendekati kawasan tempat Raja Lele berada. Mungkin insting mereka mengatakan kalo itu area bahaya.


Sheng Feng pernah tidak sengaja memasuki tempat itu, dan hampir mati karena di buruh. Sejak saat itu Sheng Feng selalu berhati-hati dalam mencari makanan.


Dia bahkan sesekali pergi ke perkampungan warga untuk mencuri domba. Itu karena ukurannya yang bertambah besar mengharuskan dia makan lebih banyak. Walaupun pada akhirnya dia jadi buronan orang-orang desa. Namun dia tidak pernah tertangkap dan terus melaksanakan misinya sesekali. Hal ini membuat dia terkenal di kalangan masyarakat dan di juluki 'ular pencuri domba'. itu benar-benar membuatnya geli.


Sudah hampir 15 tahun sejak dia berenkarnasi ke dunia ini, sampai dia benar2 tumbuh sepanjang 25 kaki. Dengan ukurannya dia sudah sangat kuat. Apalagi pertarungannya saat berburu dengan hewan-hewan kuat itu membuat dia menjadi mahir dalam bertarung.


Semua serangannya mengarah ke titik vital, dan dia juga memiliki racun yang sangat mematikan. Dia benar-benar sudah beradaptasi dengan tubuh ularnya.


Sekarang dia adalah raja di seluruh hutan dan sungai di wilayah ini, semua hewan yang di anggap kuat di masa lalu sudah menjadi makanannya, bahkan Raja Lele termasuk dari mereka.


Hukum alam itu berlaku sangat baik di alam liar. Mereka yang kuat memangsa yang lemah, itu adalah hukum paling primitif alam semesta. Jika Sheng Feng tidak bisa kabur saat itu, maka dia yang akan jadi makanan Lele besar itu.


Meskipun masyarakat manusia di dunia sebelumnya memiliki hukum dan norma tertentu. Tapi tetap saja hukum alam ada di belakang itu semua. Kalo tidak, negara yang memiliki nuklir tidak akan lebih baik dari negara yang memiliki nikel.


Nafsu makan yang tinggi membuat dia kekurangan pasokan makanan di daerah itu. Setidaknya dia butuh 1 ekor kerbau per hari untuk menghilangkan laparnya. Jika kerbau dan domba sudah hampir habis di desa kecil ini, bukankah dia harus memangsa manusia. Sebenarnya itu bukan ide yang buruk, tapi dia masih enggan untuk melakukannya.


Dari pada berlama-lama di daera ini Dia ingin pergi melihat dunia yang lebih luas. Sheng Feng menelusuri aliran sungai dan sampai ke lautan.


Setelah sampai di laut dia menemukan banyak makluk yang sangat kuat, bahkan dia cukup kesulitan untuk melawan mereka. Terutama beberapa makluk memiliki skil aneh yang tidak ia pahami.


Setelah sekian lama di hutan, Sheng Feng tau kalo setiap makluk kuat memancarkan energi tekanan tertentu. Dia bisa merasakan itu, semakin besar auranya maka semakin kuat makluk itu. Di lautan dalam, sosok seperti raja lele ada di mana-mana. Bahkan ada yang lebih kuat dari itu.


Terutama setelah makan hewan-hewan dengan kekuatan besar. Dia dapat merasakan kalo kekuatannya meningkat setiap saat, jadi itu membuatnya bersemangat.


Selang beberapa hari di lautan, Dia tidak tau nasib sial apa yang menimpanya. Dia tidak sengaja bertemu dengan Hiu besar. Jika di dunia sebelumnya itu mungkin di sebut megalodon. Hanya dari sekali pandang dia dapat melihat kalo itu bukan lawannya.


Dalam keputus asaan dia hanya bisa lari untuk menyelamatkan hidupnya. Berbeda dari Raja Lele yang lambat, Hiu itu sangat gesit. Jadi meskipun dia cukup cepat dalam berenang, tapi hiu itu masih bisa mengejar.


Ini adalah pertama kalinya sejak dia berenkarnasi, dia merasa tidak berdaya. Dalam hatinya dia bertanya-tanya, apakah dewa kesialan mengutuk ku karena terlalu serakah?


"Tuan besar aku bisa menjadi pelayanmu jika kamu melepaskan saya!" Teriak Sheng Feng sambil berlari. Karena Hiu itu memiliki kesadaran, ada baiknya untuk bernegosiasi. Lagi pula bukan hal yang buruk kalo punya rekan yang kuat di laut luas dan tidak beraturan seperti ini. Ya, meskipun dia harus jadi pelayan. Tapi hal terpenting adalah dia tidak akan di makan untuk saat ini.


"Aku tidak butuh pelayan, aku hanya ingin makan." Jawab Hiu itu achu-takachu Tampa memperlambat kecepatannya.


Mengetahui kalo ikan besar ini tidak bisa di ajak bicara Sheng Feng hanya bisa lari lebih cepet berharap tidak tertangkap.


Selang beberapa waktu Hiu itu sedikit aneh, Dia menerjang sekuat tenaga, seperti tidak membiarkan Sheng Feng lari Lebih jauh. Dia juga berteriak penuh ketidak sabaran. "Berhenti sekarang juga, raja ini akan membiarkan anda mati Tampa rasa sakit."


"Tidak, aku tidak bodoh!" Jawab Sheng Feng dengan keras kepala. Dia sudah pernah mati sekali, tapi tidak untuk yang ke dua. Jika dia masih bisa lari, maka dia harus lari.


"Kamu tidak punya pilihan." Hiu itu mengaum menyebabkan gelombang kejut yang terlihat oleh mata. Gelombang itu mengenai Sheng Feng, membuat dia terlempar jauh kedepan. Serangan itu benar-benar sangat kuat, sampai-sampai menghancurkan gunung karang yang ada di depannya menjadi debu.


Meskipun Sheng Feng bisa bertahan tapi luka yang di terima cukup parah yang bahkan membuatnya sulit untuk bergerak.


Setelah melakukan itu Hiu itu diam di tempat dia terlihat sangat kelelahan. Kelelahhanya bukan karena dia mengejar Sheng Feng. Tapi sepertinya serangan barusan menguras banyak energi.


Setelah mengatur nafas hiu itu berenang perlahan mendekati Sheng Feng. Di sisi lain Sheng Feng seperti ular mati, dia tidak bergerak sama sekali. Lebih tepatnya dia benar-benar sudah tidak berdaya, bahkan untuk bergerak 1 inci saja, dia tidak bisa.


"Hehe, lihat dirimu sekarang, jika anda jadi anak baik dan penurut mungkin aku tidak akan menggunakan cara kejam seperti ini." Kata Hiu itu dengan senyum memperlihatkan gigi-gigi yang runcing.