Cultivating The Dragon Path

Cultivating The Dragon Path
Istanah laut selatan.



Di kedalaman laut sebuah istanah batu giok yang sangat indah berwarna kehijauan berdiri tegak. Banyak manusia setengah ular yang memegang trisula berjaga di sana seperti seorang prajurit.


Tubuh mereka adalah manusia tetapi bagian bawah berupa ular. Pupil mata keemasan membuat mereka sangat mengerikan. Terutama para pria itu terlihat memiliki otot yang meledak-ledak.


Jauh di dalam istana seorang wanita cantik dengan lekuk tubuh yang mempesona duduk di singgasana. Mata vertikal dengan tatapan tajam terlihat sangat menawan. Rambut hitam yang menjuntai menari mengikuti arus air.


Dia sedikit menyeringai saat memperlihatkan taring yang terlihat tajam. Tapi daripada disebut menyeramkan itu akan tepat jika di sebut menggoda. Terlebih lagi dia hanya mengenakan bikini untuk menutupi gunung tinggi itu, yang tentunya menambah pesonanya.


Beberapa manusia ular yang duduk di depannya hanya memerah, mereka semua adalah wanita namun masih tak mampu untuk menolak pesona ratunya. Mereka semua menundukkan kepala karena malu.


Jika ada pria di sini maka pria itu tidak akan bisa menahan godaan. Itu juga alasan kenapa tidak ada pria di jajaran penasehat ratu. Kalopun pernah ada mereka sudah lama mati.


"Apa yang kamu temukan." Suara indah seperti gemericik air keluar saat ratu itu menanyai bawaannya.


"Saya sudah mengeceknya ratu, seperti yang anda duga sebelumnya, ledakan berasal dari sesosok Jendral Daemon." Kata salah seorang wanita di bawah ratu.


"Langsung ke intinya, siapa yang meledakan diri, kenapa ledakan itu begitu kuat, aku yakin itu bukan jendral daemon biasa!" Ratu itu langsung menyela bawahannya.


"It, itu hiu tua Lie Khong." Kata pelayan itu dengan ragu-ragu. Dia seperti tidak percaya dengan apa yang terjadi. Tapi kata-kata itu seperti riak dia air yang tenang yang membuat semua yang hadir terkejut.


"Apa Lie Khong?"


"Kalo tidak salah dia adalah Jendral Daemon terkuat, yang di katakan memiliki peluang besar untuk menerobos ke ranah komandan Daemon?"


"Benar ada yang bilang kalo seorang komandan Daemon bahkan akan kesulitan untuk membunuhnya."


"Oh apa kau tidak pernah dengar kalo bajingan itu mungkin akan mengkhianati ratu kalo berhasil menerobos ke ranah komandan Daemon."


"Benar aku juga mendengarnya, baguslah kalo bajingan itu mati."


Tiba-tiba ratu mengangkat tangan halusnya yang menyebabkan orang-orang kembali terdiam. Suasana menjadi sunyi kembali seperti dasar lautan. Wajah orang-orang sangat ketakutan, berharap ratunya tidak marah karena ketidak sopanan tadi.


Ratu tidak memperdulikan hal-hal kecil ini. Dia hanya menatap dalam-dalam pada orang yang memberi informasi tadi kemudian berkata. "Apa kau sudah mengkonfirmasi ini?"


"Saya juga menolak untuk mempercayainya ratu, tapi dari semua penyelidikan, itu yang saya temukan." kata pelayan itu dengan jujur.


"Begitu ya, aku tidak pernah berpikir Daemon seperti dia bisa mati dengan muda." Kata ratu itu sambil berpikir. Hantu tua seperti apa yang di temui hiu itu?


"Ratu apa mungkin ini pembuatan manusia di ranah inti emas?" Kata salah seorang penasehat di bawah.


"Apa? Apa manusia ingin berurusan dengan kita? Mereka berani membuat kekacauan di laut selatan, apa mereka sudah tidak menghargai kami lagi? Hancurkan saja mereka dan beri tau kalo istanah laut selatan tidak mudah di provokasi!" Salah satu wanita ular cantik berteriak dengan marah. Sepasang mata vertikal itu melotot dengan cahaya haus darah. Dia tersenyum menyeramkan lalu menjilat bibir manisnya dengan lidah bercabang.


"Benar apa yang di katakan Zhu Qin kita tak seharusnya diam saja atas masalah ini!" Beberapa mulai berteriak bersemangat, menyetujui usulan Zhu Qin.


Semua yang ada di sini memiliki kultivasi jendral daemon. Mereka mungkin takut mendengar jendral daemon terkuat di laut selatan bisa terbunuh.


Tapi ratunya adalah Daemon di ranah Komandan Daemon yang kuat. Selain itu, dengan garis darahnya, dia bahkan lebih kuat dari pada komandan daemon biasa. Bahkan jika ada 3 inti emas manusia yang mengepungnya, itu belum cukup untuk membunuh ratu. Maka dari itu kepercayaan diri mereka cukup tinggi.


" Zhu Qin tidak bisakah kau mengurangi kebiasaanmu itu, selain itu kenapa kau ada di sini, bukankah aku menyuruhmu untuk menjaga vila itu?" Ratu itu langsung memarahi Zhu Qin karena bicara seenaknya.


"Tapi kakak, aku tidak bisa berdiam di rumah rongsokan itu begitu lama!" Kata Zhu Qin dengan tidak senang. Dia terlihat seperti seorang anak yang di perlakukan salah.


Tapi Zhu Qin bahkan tidak menghiraukannya. "Kamu dingin seperti biasa kakak."


Melihat perilaku adiknya membuat Zhu Yan stres, jadi dia memerintahkan. " Semuanya bubar."


Semuanya bubar begitu saja Tampa mempertanyakan apapun. Mereka bahkan tidak tau rumah apa yang di suruh Zhu Yan untuk Zhu Qin jaga. Mungkin kakak itu hanya ingin menghukum adiknya yang nakal, ini hanya masalah keluarga.


Semua pergi meninggalkan kedua gadis itu yang berdiri di sana saling berhadapan. Setelah di lihat lebih teliti mereka sangat mirip. Sepertinya mereka benar-benar saudara.


Meskipun sama-sama kecantikan yang luar biasa, mereka seperti 2 sisi koin yang berbeda. Yang satu adalah wanita dingin dan mempesona seperti bunga es yang berduri. Tapi di sisi lain adalah Gadis tomboi yang seperti ular haus darah.


"Sejak kapan kau pergi dari rumah itu?" Suara Zhu Yan dingin seperti es, dia menatap Zhu Qin dengan dingin.


Zhu Qin tidak menjawab pertanyaan Zhu Yan. Dia melangka maju dan memeluk Zhu Yan dari belakang. Meniup telinga Zhu Yan dan menangkap gunung berharga milik Zhu Yan.


Tapi Zhu Yan langsung menangkap tangan Zhu Qin yang menyebabkan Zhu Qin tidak bisa meraih lebih jauh. Dia berbalik dan bertanya lagi dengan nada datar. " Kapan kau pergi?."


Melihat kakaknya begitu serius tidak seperti biasanya, membuat Zhu Qin tidak lagi bermain-main. Lagi pula kakaknya adalah komandan Daemon yang kuat Dia menjawab dengan jujur. "Aku sudah di situ selama sebulan dan tidak sesuatu yang menarik, aku pergi setelah itu, aku berkelana di dunia manusia. Sampai pada saat aku mendengar ledakan dahsyat di laut selatan. Karena aku dekat aku langsung pulang."


Zhu Yan menghela nafas dan nada bicaranya menjadi lembut lagi. "Baiklah Zhu Qin apa kamu bisa membantu kakak?"


Zhu Qin terdiam sesaat tidak bisa berkata-kata. Ini adalah kalimat yang selalu ingin dia dengar.


Sejak kecil kakaknya adalah seorang jenius, selain dingin dia juga wanita yang mandiri sehingga dia tidak pernah meminta tolong pada siapapun.


Di mata Zhu Qin kakaknya adalah idolanya. Dia sangat menyukainya sehingga dia sering berbuat keusilan dan kenakalan hanya untuk menarik perhatian kakaknya. Yang pada akhirnya dia tumbuh menjadi gadis yang tomboi dan Penuh semangat


Dia selalu ingin berguna bagi kakaknya. Alasan kenapa Zhu Qin tidak patuh dengan kakaknya adalah karena yang dia dengar adalah perintah. Ini adalah pertama kalinya Zhu Yan meminta bantuannya.


"Ah, apa?" Zhu Qin bahkan belum memproses perkataan kakaknya, dia masih terkejut yang membuat dia sedikit gagap.


"Apa kamu bisa membantuku?" Zhu Yan mengulanginya karena berpikir Zhu Qin tidak mendengarnya.


Zhu Qin Akhirnya memprosesnya, dia menghela nafas dan bertanya. "Apa yang bisa ku bantu kak?"


"Tolong jaga istanah ini aku akan pergi." Kata Zhu Yan dengan lembut. Dengan apa yang di katakan Zhu Yan itu artinya Zhu Qin harus jadi ratu.


"Apa? Aku ti.." Dia sempat ingin menolak permintaan itu. Tapi tiba-tiba dia mengingat itu, Aku ingin berguna untuk kakak!


Zhu Qin mengepalkan tangannya Dan berkata dengan sungguh-sungguh. " Baiklah."


"Bagus, kalo begitu kita akan menyiapkan penobatan besok, kamu juga tidak harus khawatir selama aku masih hidup mereka tidak akan berani untuk berkhianat." Kata Zhu Yan dengan senyum yang jarang terlihat.


...


Di kawah gurun es seekor ular besar keluar dari timbunan salju. Tubuhnya masih memiliki banyak luka yang membuat kecepatan berjalan sedikit lambat.


Saat ini badai salju sudah redah menyisakan tumpukan salju yang tinggi-tinggi. Ular itu mulai berjalan melewati tumpukan salju, berusaha untuk keluar dari zona kematian ini.