
"Black dragon god?"
Sheng Feng sedikit gemetar secara tidak sadar. Mendengar nama itu dia langsung mengingat istana hitam dengan banyak patung naga hitam yang di temuinya dulu.
Hal ini juga alasan kenapa Sheng Feng bisa berenkarnasi. Baginya kakek tua itu masih lah sangat misterius di pikirannya. Setelah mendengar petunjuk tentang orang tua itu, dia pada dasarnya sangat bersemangat.
Sheng Feng menenangkan diri lalu berkata dengan tenang. "Benar, ceritakan aku lebih banyak tentang ini."
Tapi Su Ling hanya terdiam menunggu.
"Kenapa kau tidak berbicara?" Sheng Feng terlihat kesal.
"Tuan, anda harus menerima saya dulu." Su Ling benar-benar memaksa.
Sheng Feng sedikit sakit kepala menghadapi sikap gadis ini. "Baiklah, Baiklah aku akan menjadikanmu pengikutku."
Su Ling tampak senang, kemudian dia menutup mata. Qi spiritual halus menyebar di sekitarnya. Dia membuka lautan jiwanya.
Sheng Feng tau apa yang di inginkan gadis ini. Tapi dia tidak tertarik, Sheng Feng hanya diam dan menunggu.
Menyadari Sheng Feng tidak melakukan apapun, Su Ling membuka sebelah matanya untuk mengintip Sheng Feng. "Apa tuan tidak menanamkan jejak budak padaku?"
"Lupakan saja, aku menerima ketulusanmu, jadi sekarang coba jelaskan padaku." Sheng Feng melambaikan tangan tidak tertarik.
"Jika anda tidak melakukannya, itu artinya anda belum sepenuhnya percaya pada saya." Su Ling memiliki wajah tegas.
Sheng Feng menghela nafas berat, sikap keras kepala gadis ini benar-benar membuatnya pusing.
Pada akhirnya Sheng Feng menuruti apa yang Su Ling mau. Qi halus berwarna hitam keluar dari dahi Sheng Feng. Itu berbentuk ular hitam dan masuk ke dahi Su Ling dengan cepat.
Ekspresi Su Ling seperti sangat kesakitan, beberapa saat kemudian kembali kembali normal, sepertinya rasa sakitnya telah hilang.
Kemudian dia berlutut di depan Sheng Feng sambil menangkupkan tinjunya. "Pelayan Su Ling siap melayani tuan Feng, hidup dan mati, jiwa dan raga hanya untuk tuan."
"Apa kamu tidak akan menyesalinya?"
"Yakinlah tuan, saya telah memutuskan dan saya punya alasannya sendiri."
"Baiklah, kalo begitu kembali ke topik awal."
Su Ling mengangguk, dia kemudian mencari sesuatu dari kantong harta dan menyerahkannya pada Sheng Feng.
"Apa ini?" Sheng Feng memeriksa benda yang di berikan Su Ling padanya. Dia merasa kalo hal ini cukup akrab.
Itu hanya token hitam seukuran telapak tangan. Di token itu terukir sesosok naga hitam perkasa. Itu juga mengeluarkan aura halus misterius.
Su Ling menjelaskan. "Ini adalah token Dewa Naga Hitam. Dahulu kalah dunia ini di kuasai oleh banyak kekuatan. Mereka berperang satu sama lain merebutkan harta, metode kultivasi, ramuan, dan banyak hal. Tapi meskipun begitu hampir 90% kekuasaan di kuasai manusia.
Namun suatu ketika muncul entah darimana Daemon yang sangat kuat yang memusnahkan seluruh kekuatan di dunia hanya dengan dirinya sendiri. Sejak saat itu, zaman ke emasan Daemon terjadi. Manusia menjadi minoritas, dan hidup dalam ketakutan."
"Jadi Daemon kuat itu adalah Dewa Naga Hitam?" Sheng Feng memotong cerita Su Ling.
Su Ling mengangguk sebagai tanggapan. "Benar, dewa naga hitam mendominasi seluru dunia, bisa di bilang dia adalah mimpi buruk umat manusia saat itu."
Sheng Feng mengangguk untuk menyatakan pemahamannya, dia menyuruh Su Ling melanjutkan.
Token itu memiliki kekuatan magis yang sangat kuat.
Namun setelah beberapa tahun Dewa Naga Hitam menghilang begitu saja. Dia muncul dan hilang secara tiba-tiba.
Di mata ras manusia ini adalah kesempatan. Meski ras manusia telah kehilangan banyak ahli kuat di tangan dewa naga hitam. Tapi di bawah tekanan ras Daemon saat itu, ras manusia berhasil memulihkan kekuatannya.
Dan terjadilah pertempuran besar antara kulivator manusia dan Daemon.
Dengan ketidak hadiran Dewa naga hitam ras Daemon kesulitan melawan kulivator manusia. Meskipun ras Daemon punya token yang mengerikan. Tapi hal itu hanya bisa di gunakan sekali.
Akibatnya perang itu di menangkan ras manusia. Dan banyak pemusnahan Daemon masal di seluruh dunia, karena kebencian ras manusia pada Daemon.
"Kamu bilang begitu, jadi kenapa aku bisa melihat banyak Daemon di hutan?"
"Itu hanya Daemon liar yang berhasil lolos atau yang lahir setelah perang besar. Tapi jika kamu ingin melihat apa ada yang masih bertahan. Tentu saja ada, tapi kebanyakan mereka akan mengasingkan diri di area yang sulit di jangkau manusia, seperti ras manusia ular yang memiliki istanah di dalam lautan." jawab Su Ling.
Tiba-tiba Sheng Feng mengingat sesuatu. " Tunggu, kenapa 1 token langka ada di tanganmu? Apa?"
Sebelum Sheng Feng bisa menebak Su Ling sudah menjawabnya. "Benar, Leluhur saya adalah salah satu dari 12 Daemon terkuat, dan apa yang saya ceritakan adalah cerita turun temurun dari keluarga saya."
Sheng Feng akhirnya mengerti. "Jadi kamu juga Daemon?"
"Tidak sepenuhnya benar, tapi juga tidak salah."
Sheng Feng merasa bingung dengan jawabannya.
Su Ling menjelaskan lagi. "Leluhur saya memang seorang Daemon, namun garis darah saya sudah tidak murni, bisa di bilang saya setengah manusia setengah Daemon, tapi."
"Tapi?"
"Tapi keluarga saya mengembangkan metode kultivasi khusus, jadi saya bisa menjadi seperti leluhur di masa depan." Su Ling berkata dengan penuh tekad.
"Hum jadi begitu ya." Sheng Feng mulai memahami situasi Su Ling.
'Jika dia akan sekuat itu, bukankah itu keuntungan besar menjadikan dia bawahanku?'
Sheng Feng adalah yang paling jelas tentang seberapa kuat kekuatan di dunia ini. Paling tidak mereka telah mengalami kesengsaraan ketiga. Yaitu mencapai alam 'Raja'.
Tapi tiba-tiba dia merasa ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman "Tu, tunggu metode kultivasi khusus? Apakah itu termasuk menculik seorang pria?"
Mendengar ini anehnya Su Ling tampak malu, wajahnya merah dan dia menundukkan kepala. Sheng Feng merasa apa yang yang dia lihat hanyalah ilusi. Apakah sikap wanita benar-benar mudah berubah?
Su Ling perlahan menganggukkan kepala membenarkan tebakan Sheng Feng.
'Jadi itu benar?'
Sheng Feng sedikit tersentak saat mengetahui kebenaran. Tapi dia menghela nafas panjang. Bersikap tenang seperti seorang tuan yang baik hati. "Baiklah lakukan sesukamu, selama kamu bisa menjadi lebih kuat, kamu akan sangat berguna."
Sheng Feng diam-diam menunggu seberapa kuat Su Ling bisa tumbuh.
"Ti, tidak tuan, aku tidak akan menculik pria lagi." Kata Su Ling dengan sedikit malu.
"Kenapa?" Sheng Feng sedikit kecewa, apa dia tidak ingin bertambah kuat. Selain itu peningkatan kekuatan itu artinya juga peningkatan umur, siapa yang tidak mau hidup lebih lama?