
Mendengar pertanyaan itu Su Ling tidak menjawab hanya menundukkan kepala karena malu.
Sheng Feng tidak menuntut lebih jauh, dia hanya tidak menyangka gadis yang dengan paksa memperkosanya memiliki sisi seperti ini.
"Jadi kenapa kau memberi tau ku tentang ini." Meski Sheng Feng sudah menebak, tapi dia masih bertanya untuk memastikan.
"Saat anda berubah jadi ular aku melihat tanda ini di dahi anda. Aku tidak tau apa hubunganmu dengan Dewa Naga Hitam, Tapi aku merasa akrab dengan hal itu." Su Ling berbicara sambil menunjuk pola naga di token.
Meski Sheng Feng masih bingung dengan kata, 'Merasa akrab.'
Tapi mendengar jawaban Su Ling, Sheng Feng akhirnya menemukan kesimpulan. 'Jadi begitu, orang tua itu adalah Dewa Naga Hitam.'
Tiba Sheng Feng mengingat sesuatu. Dia mulai menelusuri lautan kesadarannya. Kemudian mendapati sesuatu di sana.
Itu adalah sesuatu yang di berikan clone padanya yang belum dia buka. Di situ tertulis, Black dragon of Void.
'Mungkin ini adalah kunci, untuk menjadi yang terkuat, berjalan di dunia tampa lawan.' Sheng Feng diam-diam sangat senang, membayangkan banyak hal di masa depan membuatnya bahagia.
Melihat Sheng Feng tiba-tiba tersenyum sendiri membuat Su Ling merasa aneh, tapi dia dengan tenang menunggu.
Sheng Feng pulih dari imajinasinya, dia menatap Su Ling dari atas kebawah. Sheng Feng memegang dagu seperti memikirkan sesuatu.
'Heem, budak ini sangat menarik, meski aku tidak tertarik memiliki budak. Tapi karena dia memaksa, maka aku harus menjadi master yang baik.'
Merasakan tatapan panas Sheng Feng yang jatuh di bagian-bagian sensitifnya membuat Su Ling memerah malu. Tapi dia tidak menyembunyikannya, hanya membiarkan Sheng Feng melihat lebih banyak.
"Baiklah Linger sekarang beri tau aku, di mana kita saat ini, dan bagaimana keluar dari sini." Kata Sheng Feng.
Menemukan kalo Sheng Feng tidak melakukan apapun padanya membuat Su Ling sedikit kecewa, tapi dia dengan patuh memberikan informasi yang Sheng Feng inginkan.
Setalah mendengar penjelasan Su Ling, Sheng Feng merasa kagum. Setelah mengetahui kalo yang meledakan diri adalah Daemon hiu, membuat Sheng Feng mengingat hiu besar yang mengejarnya saat itu.
"Apa yang terjadi pada hiu itu? Dan apakah jika jendral daemon meledakan inti core nya akan menjadi tanah ajaib seperti ini?" Sheng Feng tidak tau secara pasti apa yang terjadi dengan hiu itu, tapi yang jelas kalo hiu itu sudah mati maka itu yang terbaik. Lagipula hiu itu tidak memiliki niat baik pada Sheng Feng.
"Aku tidak tau, aku dengar kalo Lie Khong adalah jendral daemon terkuat, mungsu apa yang dia temui sampai memutuskan hal seperti itu. Dan untuk apa tanah ajaib terbentuk itu bukan sepenuhnya karena Jendral Daemon meledak."
"Lalu?"
Su Ling menjelaskan lagi. "Pada dasarnya jika seorang kulivator meledakan diri maka efeknya pada lingkungan adalah kerusakan." Ini sama seperti jika bom nuklir di ledakan.
Sheng Feng mencoba untuk mendengarkan.
Su Ling melanjutkan. "Tapi hal yang bisa memicu munculnya tanah obat adalah obat ilahi."
"Obat ilahi?"
Su Ling mengangguk. "Hum, ada banyak jenis obat ilahi. Mereka hanya akan matang dalam ribuan tahun. Setelah obat ilahi matang maka hal ini memicu munculnya tanah obat ajaib. Jadi bukan ledakan itu yang membuat tanah ajaib, tapi ledakan itu memicu obat ilahi matang dengan cepat."
Sheng Feng mengangguk berkata kalo dia mengerti.
Setelah sedikit berpikir Sheng Feng memutuskan. "Jadi obat ilahi ya, sepertinya itu hal yang baik. Baiklah sudah di putuskan, kita akan berburu obat ilahi."
Sampai membuat sekte-sekte besar berebutan, Sheng Feng yakin itu bukan hal biasa. Tapi Su Ling menjadi kaku dengan keputusan Sheng Feng.
"Apa kau takut?" Melihat Su Ling terpaku membuat Sheng Feng bertanya-tanya.
"Ah tidak tuan, hanya saja ada banyak kulivator hebat yang mengincar. Pada awalnya kita masuk ke sini hanya untuk mencari ramuan obat, bukan untuk bersaing merebutkan obat ilahi," jawab Su Ling.
"Ta, tapi jika tuan ingin pergi, saya juga akan ikut." tambahnya.
Sheng Feng mengangguk, bagaimanapun wanita ini sekarang budaknya. "Baiklah bagaimana kalo kita bicarakan tentang tingkat kekuatan mungsu sekarang."
"Apa." Su Ling mulai waspada, melihat ke sumber serangan dia menemukan sosok apa yang menyerangnya.
Itu adalah kelinci besar seukuran kerbau Dengan bulu seputih salju. Tanduk putih seperti unicorn menghiasi kepalanya. Tapi di balik tampilannya yang imut, mata merah itu memancarkan keganasan dan haus darah.
"Itu Kelinci Tombak Es, sepertinya berada di tingkat 2 Daemon." Menyadari sosok yang menyerang, Su Ling berkomentar.
Menyadari serangannya di hindari kelinci itu terlihat marah, dan mulai memadatkan beberapa tombak es lagi.
"Hewan ini benar-benar tidak tau seberapa tinggi langit, berniat mencari kematian!" Su Ling dengan marah menerjang ke arah kelinci.
beberapa tombak es di lempar ke arah Su Ling.
Su Ling memegang pedang, dengan tarian merah muda di udara tombak es itu hancur berkeping-keping.
Menyadari kalo mungsu ya kuat, kelinci itu menyerang dengan kekuatan penuh. Puluhan tombak es mengembun di udara, itu melesat menargetkan Su Ling.
"Hehe, kamu memaksaku melakukan ini." Dengan kedipan mata, energi spiritual merah muda keluar dari matanya.
Kelinci seketika terpaku di tempat, itu berteriak histeris merasa sakit. Setelah beberapa menit tersiksa kelinci itu akhirnya jatuh dan mati.
Tombak es juga musnah karena kematian kelinci.
"Serangan jiwa, benar-benar keahlian succubus." Sheng Feng yang berada di kejauhan diam-diam memuji. Karena dalam wujud manusia dia tidak bisa menggunakan kekuatannya. Meski bisa sedikit menggunakan qi, tapi dia masih tidak berbeda dari manusia biasa.
"Bagaimana tuan? Apa saya akan berguna untuk anda?" Su Ling bertanya dengan penuh semangat saat dia mendekat ke arah Su Ling.
"Kamu sangat baik." Sheng Feng mengelus kepala Su Ling dan memuji.
Su Ling tersenyum saat menikmati belaian Sheng Feng. Nafasnya menjadi cepat saat dia terengah-engah.
Melihat ini Sheng Feng dengan becanda menyentu bibir Su Ling. Tapi Su Ling segera menghisap dan menjilatnya. Sheng Feng tersenyum kecut melihat budaknya yang penuh nafsu ini.
Saat Sheng Feng sedang merasakan lidah Su Ling. Binatang Daemon muncul lagi, kali ini seekor kelabang es, tingkat ke 2 Daemon.
Seperti sebelumnya Su Ling membunuhnya meski sedikit sulit. Walaupun Su Ling sudah pada peringkat 3 praktisi qi. Tapi dia baru saja di promosikan, jadi kekuatannya tidak terlalu maksimal.
Tapi hal tidak terduga terjadi lebih banyak Daemon mendatangi mereka, semua adalah tingkat 2 Daemon.
Sheng Feng sekarang sudah dalam wujud ularnya dan suling penuh luka karena banyak bertarung, bajunya juga compang-camping.
Pada awalnya Sheng Feng membiarkan Su Ling bertarung sendiri. Tapi dia berubah pikiran dan membantu. Sheng Feng sudah makan lebih dari 20 Daemon tingkat 2.
Kultivasinya meningkat sedikit, yang membuat dia berpikir kalo hal ini bukanlah bencana. Jadi dia dengan senang hati memakan para Daemon kecil yang datang.
"Ha ha," Su Ling terlihat kelelahan, kali ini dia benar-benar kelelahan bukan karena sesuatu. Tubuhnya di penuhi dengan keringat dan darah. Entah itu daranya sendiri atau darah Daemon.
Meski Sheng Feng sudah turun tangan untuk memakan semua yang datang, tapi Su Ling bersikeras untuk membantu.
"Tuan sepertinya ada yang tidak beres." kata Su Ling.
"Apa?" Sheng Feng juga merasa ada yang tidak benar, tapi karena terlalu senang makan, dia tidak berpikir apa itu.
"Area di mana kita berada sekarang adalah lapisan ke 2, jadi tidak mungkin ada Daemon tingkat 2 di sini. Selain itu sangat aneh kalo Daemon itu semua ke sini, seperti ada sesuatu yang menarik mereka ke sini." jelas Su Ling.
Sheng Feng akhirnya menyadari, setelah beberapa waktu tinggal di lembah obat es, dia sangat jarang bertemu Daemon,
Bagaimana Daemon itu bisa datang ke satu tempat??