BLACK

BLACK
Seven



tak lama kemudian saat ila sholat tahajjud, Fara turun dari kamarnya dan berjalan menghampiri Rita di dapur


"masak apa lo?" ucapnya


"sahur sama mie instan aja lah" ucap Rita santai


"ya udah lo ambil nasinya, biar gue yang masak mie instannya. oke?" ucap Fara yang diangguki oleh Rita


Rita berjalan untuk mengambil nasi dan membiarkan kakaknya untuk masak mie yang akan mereka makan


"kak..ada kue dari Tante Ria" ujar ila keluar dari ruang sholat


"eh mama..iya terus ma?" ucap Fara menatap mamanya


"tapi kata papa, kalau bisa jangan dimakan deh" ucap ila


"oh ya udah berarti jangan dimakan..lah tadi mama nawarin kakak" ucap Fara terkekeh pelan


"adek mana kak? masak apa tuh?" ucap ila menghampiri anak sulungnya yang dekat dengan kompor


"masak mie instan ma. mama mau?" tanya Fara


"nggak dulu deh. kalau masak mie instan, satu aja ya kak..gak boleh banyak banyak" ucap ila memperingati


"lah kan kakak makannya sama adek ma..ya dua dong" ucap Fara protes


"satu berdua aja kak. masak kurang sih?" ucap ila


Fara tersenyum kecut "iya ma..nggak kurang kok" ucapnya


"ya udah mama tidur dulu ya..kepala mama rasanya pusing banget" ucap ila berjalan menjauh dari Fara


"oke ma hati hati"


ila berjalan menuju kamarnya dan tak sengaja bertemu Rita "eh mama..udah mau tidur lagi ma? hati hati dan tidur nyenyak ya ma" ucap Rita mencium pipi mamanya


ila hanya tersenyum manis kemudian melanjutkan langkahnya menuju dapur


"udah?" tanyanya saat melihat kakaknya sibuk memasak


"udah nih" ucap Fara memperlihatkan mie yang ada di mangkuk kepada Rita


"lo gak makan?" tanya Rita


"makan kok. kenapa?" ucap Fara sok lugu


Rita hanya menatap mie instan yang berada di mangkuk dan beralih menatap wajah kakaknya pertanda minta jawaban


"tadi mama nyuruh gue masak satu mie instan aja. katanya harus sayang kesehatan" ucap Fara


Rita hanya menarik nafasnya pasrah. kalau bukan karena mamanya, sudah pasti ia protes


"nasinya udah ada di kamar gue..ayo makan di kamar aja" ucap Rita berjalan mendahului


SESAMPAINYA DIKAMAR


"dimana nasinya?" tanya Fara clingak clinguk mencari keberadaan piring yang sudah terisi nasi


"tuh" ucap Rita menunjuk ranjangnya


Fara menatap Rita heran "Lo letak nasi di atas kasur?" tanya Fara


"nih berdua. Lo ambil duluan" ucap Fara kemudian Rita menurutinya


mereka berdoa dan mulai makan sahur untuk bekal puasanya besok. namun tak lama setelah itu, seperti ada yang mengganggu di mata Rita


"eh kak! stop deh!" ucapnya yang mampu membuat Fara terkejut


"ini semut bukan sih? kok kayak ada yang gerak gerak ya di nasi gue. Lo juga gak?" tanya Rita menatap nasinya kemudian beralih menatap kakaknya


Fara dengan cepat mengangkat nasi dan menyalakan senter dari handphone nya guna melihat kejelasan sesuatu yang ada di dalam nasi mereka


"eh kayaknya emang semut deh" ucap Fara menimpali


"Lo yakin? iihhh jijik banget deehh" rengek Rita


"iihhh gue juga jijikk..berarti dari tadi kita makan semut dong?" ucap Fara berlagak akan menangis


"kurang ajar banget ni semut ye..gue bakar juga lo lama lama" umpat Rita kesal


hueekk!! Fara hampir saja memuntahkan isi perutnya


"nggak kak! nggak! kita gak makan semut! kita makan nasi! sama mie instan!" ucap Rita menenangkan kakaknya dan diri sendiri


"iihh geli loh gue sebenarnya" ucap Rita bergetar


namun sedetik kemudian, mereka sama sama terdiam dalam pikiran masing masing. kemudian saling menatap


"udah lah pasrah aja gue mah..gue laper juga" ucap Rita mulai memakan nasinya kembali tanpa memikirkan ada semut disekitar nasinya itu


"Lo yakin?" ucap Fara meneguk ludah melihat adiknya dengan lahap makan nasi bercampur semut kecil itu


Rita mengangguk pasti. tak lama kemudian, dengan ragu Fara juga mengikuti tingkah laku Rita, yaitu makan nasi yang dijadikan tempat tinggal oleh semut semut itu


*******


"selamat pagi anak anak mama..pada kenapa nih mukanya murung" ucap ila berada di meja makan


Fara dan Rita tak menjawab. mereka tetap memasangkan wajah badmoodnya


"kenapa sih kak? dek?" tanya Frederick


namun mereka berdua tetap diam tak bergeming. tak ada yang hendak menjawab pertanyaan kedua orang tuanya


Fara menarik nafasnya panjang "tadi malem kita makan nasi semut ma, pa" ucapnya


"hah? maksudnya gimana tuh?" tanya Frederick bingung


ila mengangguk menyetujui "perasaan mama masak nasi aja deh kak. nggak makan semutnya" ucap ila


"nasi yang tadi kita makan itu dihinggapi semut maaa..dijadikan rumah sama semut semut yang kurang akhlak ituuu" ucap Rita kesal


"lah kok bisa?" ga ya Frederick dan ila bersamaan


"ya kita juga nggak tau" ucap Rita dan Fara pasrah


"hahahahahahha" tawa Frederick dan ila pecah


Frederick dan ila memecahkan tawa mereka di depan anak anak yang sedang memasang wajah masamnya