BLACK

BLACK
Ten



"udah makannya dek? ayo periksa sama mama juga" ajak Frederick


"mama juga periksa pa?" tanya Rita tak yakin, pasalnya selama ini mamanya selalu diajak ke dokter namun tak pernah mau


"iya lah..mama kan pengen sembuh" ucap Frederick terkekeh kemudian menuntun Ila menuju depan rumah


"sudah siap?" tanyanya saat mereka sudah berkumpul di dalam mobil


"sudah pa" ucap Rita girang


sesampainya di rumah sakit, Rita dan ila masih harus menunggu antrian panjang. pelan pelan ila meletakkan kepalanya di senderan kursi


"mama kenapa?" tanya Rita


"mama gak kuat..pusing" ucap mamanya lemah


"sini ke bahu adek aja" tawar Rita


"nggak..takut adeknya capek" ucap ila


"ih gak papa loh ma..sini sini" ucap Rita tapi tetap di tolak oleh ila


tak lama kemudian, giliran nomor antrian mereka. dengan sigap Rita langsung menuntun lengan mamanya masuk ke ruang dokter untuk di periksa dan langsung pulang


di perjalanan pulang cukup sunyi, tak ada pembicaraan yang memulai, hingga akhirnya..


"mau makan bakso?" tawar Frederick


"nggak" ucap Rita


"mau makan chicken?" tawarnya lagi


"nggak"


"mau makan nasi goreng?"


"nggak"


"mau makan nasi Padang?"


"nggak?"


"mau makan es krim?"


"nggak"


"wahh..kenapa nggak semua nih" ucap Frederick terkekeh


"kasian mama gak kuat duduk lama lama..sesak nafas yang bikin capek" ucap Rita menoleh ke arah mamanya sendu


"nunggu mama sembuh, baru beli semuanya hehe. iya kan ma?" ucap Rita meminta persetujuan mamanya


ila mengangguk "iya nanti kalau mama sembuh, semuanya beli" ucapnya


"hahaha" tawa semuanya


*******


Hari ini adalah hari di mana Rita mengikuti olimpiade secara online di rumah..ia sedang menjalani meeting bersama dengan peserta lainnya. meeting tak berlangsung lama, akhirnya ia kini hanya menunggu pengumuman siapa yang jadi pemenangnya


"dek" panggil papanya


"iya pa?" tanya Rita menghampiri


"gimana kesehatannya?" ucap papanya.


"udah mendingan kok pa. kenapa?" tanya Rita lagi


"papa minta tolong dulu ya..jagain mama di sini, papa mau ke rumah Tante Agustin bentar


"oh oke pa adek jagain kok..papa tenang aja" ucap Rita


"mama lagi tidur, jadi adek jangan rame rame ya..papa cuma sebentar kok" ucap papanya lagi


"oke siap" pekik Rita membentuk huruf O dengan jarinya


Rita duduk di kursi dekat kasur mamanya tertidur. ia memainkan ponselnya sembari menunggu hasil olimpiade keluar. tak lama kemudian, mata Rita menangkap pergerakan mamanya di kasur, mamanya terbangun


ila menoleh ke arah belakang, terdapat Rita dibelakangnya "papa mana?" tanyanya


"papa ke rumah Tante Agustin, bentar katanya" ucap Rita


"kapan berangkat?" tanya ila terengah-engah karena susah bernafas


ila menggeleng "kok mama di tinggal sih" lirih ila


"mama mau kemana? ke kamar mandi?" tanya Rita pengertian


"iya" lirih mamanya


"ya udah ayo sama Rita" ucap Rita yakin


"mama gak bisa jalan..kalau sama adek, pasti gak kuat" ucap Ila lemas


"ih siapa bilang gak kuat..kuat kok. adek kan hebat" ucap Rita supaya mamanya tak khawatir


"ayoo..bisa kok ma adek kuat" sambungnya lagi


perlahan Rita membantu mamanya berdiri. benar saja seperti ucapan mamanya, untuk berdiri saja seperti sudah tak ada energi. dengan gerakan pelan Rita memapah mamanya menuju kamar mandi


"mama ngerasa mati rasa..udah kayak bukan mama lagi" ucap ila di sela jalannya mereka menuju kamar mandi


Rita yang mendengar ucapan itu pun berusaha keras untuk menahan air matanya "apaan sih.. mama sembuh kok nanti" ucapnya menyemangati


"mama rasa semua organ di tubuh mama udah gak ada rasanya..gak kuat berdiri juga, kalau berdiri gemetar kakinya" ucap ila lagi


Rita mengerjapkan matanya berkali kali, menghalau air matanya supaya tak turun "itu karena mama telat makan..makan yang banyak ya bentar lagi, biar mama cepet sembuh" ucap Rita menenangkan mama dan hatinya sendiri


"mama pengen cuci muka" ucap mamanya lemah saat sudah berada di kamar mandi


"gak kuat? adek siramin airnya ya?" tawar Rita yang mendapat anggukan dari ila


setelah mencuci muka, ila merasakan air yang dingin segar itu menyentuh wajahnya "mama mau mandi ya" ucapnya menatap Rita yang tengah berdiri di sampingnya


"oke. kalau gitu Rita ambilin kursi untuk mama dulu dulu ya" ucap Rita kemudian berlari untuk mengambil kursi


Rita kembali memberikan kursi itu kepada mamanya supaya mamanya bisa duduk dan tak merasa gemetar lagi pada kakinya


"lah lah, kenapa gue lemes semua nih..setidaknya jangan pingsan dulu sebelum mama di kasur lagi ya Allah" ucap Rita dalam hati karena merasa tubuhnya lemas dan dengan cepat ia mencari alasan supaya mamanya tak curiga


"ma, adek cuci kaki dulu ya" alasan Rita kemudian berjalan cepat menuju kamar mandi yang lainnya


saat sampai di kamar mandi, Rita jatuh terduduk dan tak sadar ia meneteskan air matanya "gue gak boleh lama lama ninggalin mama sendirian di sana, kasian. ayo dong kuat lagi kuat lagi! setidaknya sampai gue udah nganterin mama ke kasur doang!!" ucapnya memukul mukul kakinya sendiri supaya bisa berjalan dengan normal kembali


kini ia merasa kakinya sudah cukup kuat untuk dibawa berjalan memapah mamanya nanti. ia berlari menuju kamar mandi di mana mamanya tengah menunggu


"ayo mama kalau mau mandi" ucap Rita


"mandikan ya" lirih mamanya


Rita terkekeh "iya ma.." ucapnya kemudian mulai menyiramkan air di tubuh mamanya


"eh ini pertama kali adek mandiin mama ya ternyata hehe" ucap Rita terkekeh di ujung kalimatnya


"selama ini mama yang sering mandiin adek..gak pernah adek yang mandiin mama" sambungnya lagi


"naahh udaahh" ucap Rita saat ritual mandinya selesai


"ayo sini pake handuknya dulu..pelan pelan ya ma, licin" peringat Rita


setelah memakaikan handuk mamanya dan bisa berdiri, Rita memapah tubuh mamanya kembali untuk menuju ke kasurnya. dengan hati hati Rita berjalan langkah demi langkah supaya mamanya tak terjatuh. belum sampai di dekat kasur, kakinya kembali merasakan lemas


"ya Allah jangan sekarang dulu..Rita sekarang lagi sama mama" doanya dalam hati


"ya Allah bantu Rita biar gak jatuh dulu..Rita gak mau bahayakan mama" sambungnya dalam hati


saat hampir sampai di sebuah kursi, Rita melebarkan langkahnya "mama di kursi dulu ya, Rita ambilin makan bentar lagi" alasannya


dengan hati hati ia mendudukkan mamanya di kursi dan tanpa aba aba Rita terjatuh duduk di depan mamanya


"hufh untung mama udah duduk" lirihnya


"makasih ya Allah, udah denger doa Rita biar gak membahayakan mama" ucapnya dalam hati


"katanya mau ngambil nasi, kok duduk di sana dek?" tanya mamanya


"bentar ma, atur nafas hehe" alasannya


"mama pake baju dulu aja ya..takut masuk angin" lirih Rita berjalan mencari baju santai untuk mamanya


setelah pakai baju, Rita mendudukkan mamanya kembali dengan hati hati "mama mau makan sekarang?" tanyanya yang direspon dengan anggukan kepala


"ya udah bentar, Rita ambilin buburnya dulu" ucap Rita kemudian berlari menuju dapur untuk mengambil buburnya