BLACK

BLACK
Six



"makasih ya udah nganterin gue sampe rumah" lirih Rita


"iya sama sama..Salamin sama calon mertua, semoga cepat sembuh gitu ya" ucap Afran terkekeh diujung kalimatnya


"sarap ni orang" ucap Rita masuk ke dalam rumah meninggalkan Afran sendirian


Afran terkekeh melihat kepergian Rita. ia segera menancapkan gasnya menuju rumah yang sangat ia rindukan (aelah padahal cuma ditinggal sehari)


Rita masuk ke dalam kamar papa mamanya "assalamualaikum..ma pa, Rita pulang" ucap Rita mencium tangan dan pipi mama papanya


terlihat papanya yang masih sibuk mengompres kening mamanya dengan sabar


"mama kok bisa sakit pa? emang kenapa?" tanya Rita penasaran


"papa juga nggak tau gimana awal mulanya. papa pulang kerja, mama udah ngerasa nggak enak badan katanya. eh pas papa cek ternyata demam dan suhunya nggak turun sama sekali" jelas Frederick


"oh ya udah kalau gitu biar Rita yang jaga mama di sini..papa mandi dan makan aja dulu" ucap Rita lembut


"nggak papa sayang..papa udah mandi dan makan kok..kamu istirahat aja sana..biar papa yang jaga mama" ucap Frederick


"papa yakin?" ucap Rita


"iya sayang.. adek istirahat aja ya" ucap Frederick yang diangguki oleh Rita


Rita berjalan menuju ranjang. ia mengecup kening mamanya. kemudian beralih kepada pipi papanya "adek naik ya pa" ucapnya yang diangguki oleh sang papa


akhirnya Rita menaiki tangga menuju kamarnya. saat baru merebahkan tubuhnya, handphone nya berdenting kembali. dengan cepat ia melihat pesan masuk dari siapa


...unfaedah 😗...


"gue liat lo diantar cowok tadi di depan rumah. siapa dia?"


^^^kepo lo.^^^


"gue aduin mama papa ya..biar tau rasa lo! haha"


^^^terserah.^^^


^^^kalau lo gak ada kerjaan, mending cepet pulang deh..mommy is sick^^^


"ah iyakah. oke otw"


pesan terakhir dari kakaknya itu hanya mendapat centang biru dari Rita. ia segera bangkit dan mengganti seragamnya dengan baju santainya khas untuk tidur


setelah bersiap, ia segera merebahkan dirinya lagi dan langsung menjemput mimpi


*******


malam pun tiba. matahari yang sangat menyengat pun kini telah menjadi bulan yang sangat teduh. Frederick dan kedua putrinya sedang kelaparan karena tak ada yang memasak untuk makan malam mereka


"Fara pesen makanan online aja ya pa" ucap Fara


"masak dong..baru top" ujar Rita


"udah ya, kalian nggak usah bertengkar dulu..mama lagi sakit loh ini" ucap Frederick


"ya udah pa,,biar Adam aja yang cari makan diluar..nanti Adam bungkusin untuk kalian ya.. assalamualaikum" ucap Adam beranjak pergi dari hadapan mereka semua


Frederick berjalan menghampiri kamarnya yang tak jauh dari ruang keluarga. ia menyentuh kening istrinya guna melihat suhu tubuh ila


"eungh" lenguh ila


"kenapa pa? nggak ada yang masak ya..biar mama aja" ucap ila terbangun dan hendak duduk


"udah udah..papa udah makan kok..mama mau makan apa? biar papa yang belikan" ucap Frederick


ila menggeleng. "mama makan apa kok bisa demam gini?" tanya Frederick


ila tampak berfikir sejenak. "mama juga nggak tau pa..tiba tiba lemas setelah makan kue kiriman dari mbak Ria" ucap ila santai


Frederick berdecak kesal "kenapa dimakan sih ma? kalau di dalam kue itu ada apa apanya gimana?" ucap Frederick


"mama nggak tau. lagian mama yakin sakitnya ini bukan karena kue itu kok" ucap ila membela diri


"papa kan udah bilang berkali kali, kalau ada apa apa dari mbak Ria nggak perlu dibawa masuk rumah" omel Frederick


"iya iya..udah ah mama mau tidur..anak anak besok mau puasa katanya, jadi mama mau ikut juga" ucap ila


"kalau nggak kuat nggak usah dipaksa puasa ya ma" peringat Frederick yang mendapat anggukan tanda iya dari Ila


*******


"hai maa" ucap Rita bangun terlebih dahulu


"iya hai..mana kakak?" tanya ila


Rita mengendikkan bahu tak tau "masih dikamar mungkin ma" jawabnya


"adek panggil dulu deh bentar" ucap Rita berjalan hendak ke kamar kakaknya


"eh dek! di telfon aja ya! jangan masuk ke kamarnya" ucap ila khawatir


Rita tertawa "hahaha iya ma iyaa" ucapnya


tak lama kemudian, Rita kembali dan bertemu dengan sang mama yang baru saja ambil wudhu hendak sholat tahajjud


"gimana?" tanya ila


"nggak diangkat ma.. biar lah nanti juga bangun sendiri" ucap Rita pasrah


ila mengangguk "nih ada kue dek..mau dimakan?" tawar ila


"dari siapa ma?" ucap Rita serius


"dari Tante Ria" lirih ila


"ah ya udah nggak..kue buatan mama paling the best, jadi adek gak mau makan kue dari siapapun selain mama" ucap Rita yang mampu membuat ila terkekeh


"mama mau puasa?" sambung Rita


"kayaknya nggak dulu deh..badan mama nggak enak nih" ucap ila


"ah ya udah nggak papa ma..jangan dipaksa lagian ini kan cuma puasa Sunnah" ucap Rita


ila mengangguk paham "mama sholat tahajjud dulu ya" ucapnya


Rita tak menjawab dan hanya memberitahukan jarinya kepada ila dengan bentuk hurup O