
Sesampainya di sekolah, Rita dan Afran langsung masuk ke kelas masing masing. tak lupa lupa Rita berterimakasih kepada Afran
"makasih ya tumpangannya. gue duluan" ucap Rita meninggalkan Afran sendirian
Afran tersenyum tipis "cantik" gumamnya
"hiyaa!! ngapain lo senyum senyum gitu..khawatir di bilang gila loh sama guru yang lewat" ucap sahabatnya yang tiba tiba muncul di belakang
"ih apaan sih lo nggak jelas deh. dah makan belum? makan dulu yuk" ucap Afran
"gila Lo ye..udah hampir bel masuk loh ini..makannya nanti aja lah setelah mapel olahraga" ucap Revan berjalan mendahului
"tapi gue laper loh Van" ucap Afran mengikuti Revan dibelakang
"ngapain aja mulai pagi Lo? datang sesiang ini tapi belum sarapan? nungguin cewek itu sampai nggak sempet sarapan, Lo yakin dia bakal Nerima Lo?" tanya Revan
"ya yakin lah..gue kan tamfan" ucap Afran
"tamfan apaan anjir..jijik gue liatnya" ucap Revan menggeliat kemudian meninggalkan Afran sendirian
*******
"Assalamualaikum" ucap seorang wanita mengetuk pintu sebuah rumah yang cukup mewah
"waalaikumsalam" ucap pemilik rumah membuka pintu
"masuk masuk mbak" ucap ila kepada kakak dan kakak iparnya
"ibu ada di dalam kan?" tanya Ria, kakak perempuan ila
"oh iya mbak..ibu lagi nggak sehat kayaknya" ucap ila
"kok kayaknya sih..kamu gimana ngejagainnya?" ucap Ria ketus
"maaf mbak..tapi aku sibuk harus bersih bersih rumah juga kan..nggak ada yg bantuin" ucap ila
"alasan! bilang aja kamu nggak mau jaga ibu kan!" ucap Ria berjalan ke arah kamar ibunya
"astaghfirullah..kalau emang aku nggak mau jaga ibu, ngapain aku bawa ibu ke rumah ini..udah untung aku bebasin dia biar nggak jaga ibu, eh malah di salahin lagi" ucap ila dalam hati
tak lama kemudian, ila ikut masuk ke dalam kamar sang ibu. terlihat kakaknya yang seperti menyuapi ibunya makan. ila masuk dengan dua gelas teh dan kopi untuk kakak dan kakak iparnya
"gak usah sok baik kamu! mbak tau kamu gak suka sama mbak kan!?" ucap Ria terus melanjutkan menyuapi ibunya
"astaghfirullah.. suudzon terus ni orang" lirih ila dalam hati
hubungan antara ila dan ria memang tak terlalu baik. bukan karena rumah mereka berbeda, tapi memang keiri dengkian ria tak dapat dibendung, sehingga menimbulkan rasa benci dari hatinya. selain rasa iri dan selalu ingin menang, ria juga telah terhasut oleh suaminya yang sangat serakah dengan harta.
*******
"mamaa..adek pulang!" ucap Rita memasuki rumahnya
"iya dek. waalaikumsalam" ucap ila
"heheh lupa ma.. assalamualaikum mama cantik" ucap Rita mengulang kalimatnya
ila terkekeh "waalaikumsalam. kamu pulang sama kakak?" tanyanya
"nggak. Rita pulang sendiri ma. tadi kakak bilang sibuk nggak bisa pulang bareng. jadi ya Rita nebeng temen deh" ucap Rita menjelaskan
"temennya cewek atau cowok dek?" goda mamanya
"apaan sih ma. cewek ma cewek! itu loh si Nadia anak tetangga komplek" ucap Rita sembari meminum susu yang dibuatkan oleh mamanya
ila hanya terkekeh kecil "eh iya dek. ada Tante ria tuh di dalam. Salim dulu sana" ucapnya
"Tante ria? mau ngapain dia kesini?" ucap Rita santai
"jengukin nenek sih katanya. udah ah sana Salim dulu" ucap ila
"hooaamm.. adek ngantuk deh ma. salimnya nanti aja ya, kalau adek udah bangun tidur" ucap Rita berdiri kemudian mencium pipi ila singkat dan segera naik ke kamarnya
"assalamualaikum" ucap seseorang dari luar
"waalaikumsalam. eh Kakak udah pulang. gimana hari ini?" tanya ila
"baik kok ma. adek udah pulang kan?" ucap Fara duduk di kursi ruang tamu
ila mengangguk "iya adek udah pulang. dia ada di kamar sekarang. tadi katanya kakak nggak bisa pulang bareng karena sibuk ya. sibuk kenapa?" tanya ila
"ada tamu luar negeri ma. jadi Fara harus nemenin bos untuk menjelaskan bahan bahan yang dipakai untuk membuat baju dan celananya" ucap Fara menjelaskan
ila hanya mengangguk faham "di luar kakak liat tadi ada mobil. punya Tante ria ya?" tanya Fara
"iya. Tante ria ada di kamar nenek. kamu Salim dulu gih sana. nggak enak kalau tau ada tamu tapi nggak mengucapkan selamat datang" ucap ila menjelaskan
"aduh ma. kepala kakak pusing deh. kayaknya butuh istirahat yang cukup. kakak naik dulu ya ma..sayang mama" ucap Fara mencium pipi mamanya sekilas kemudian segera naik menuju kamarnya
ila hanya tersenyum tipis melihat tingkah laku anak anaknya yang tak berubah sama sekali. Rita dan Fara memang tak suka kepada satu tantenya itu. menurut mereka, siapapun yang sudah pernah menyakiti hati papa mamanya dan tak pernah menghargai keluarganya, maka akan tetap tak dihargai sampai kapan pun.