
Hari semakin siang dan sebentar lagi jam pulang sekolah berbunyi. Rita yang sudah muak dengan pembelajaran sejarah di kelasnya itu, hanya mampu meletakkan kepalanya diatas meja
"plis deh..lo gak bosen sama pelajaran pak Bambang ini Rin?" ucap Rita bertanya kepada teman sebangkunya, Karin
"sebenarnya bosen sih Rit..tapi mau gimana lagi, ini tugas gue sebagai pelajar tercantik se-Indonesia" ucap Karin percaya diri
"gak ada hubungannya anjir. gak jelas lo" sarkas Rita kesal
"lagian ya, menurut gue tuh buat apa juga sejarah dipelajari? bukannya dilupakan, ini malah diingat terus. masa lalu itu mah" ucap Rita malas
"kalau masa lalu Indonesia ya harus diingat Rit. iya kalau masa lalu lo sama si doi harus dilupakan" ucap Karin tetap fokus menyatat pelajaran itu
"ah tau lah terserah lo" ucap Rita memutar kepalanya menghadap arah yang berlawanan
tak lama kemudian, ia bangun dan menghadap Karin cepat "eh iya Rin..ntar pulang sekolah lo anterin gue ke Gramedia ya.." ucapnya
"ngapain?" ucap Karin tetap fokus menyatat
"ngemis dan minta roti bekas" ucap Rita kesal dengan otak temannya itu
"ya beli buku lah bego!" sambungnya semakin kesal
"oh gitu ya..tapi maaf maaf ni Rit..sepulang sekolah nanti gue ada janji sama pacar gue..sorry yee" ucapnya terkekeh
"ah lo gak seru..ya udah lah gue naik angkot aja" ucap Rita kembali meletakkan kepalanya di atas meja
"Lo yakin ke Gramedia naik angkot? gak malu ma dompet, Lo? hah?" ucap Karin menatap Rita yang setengah tidur membelakanginya
"bodo amat! yang penting sampe Gramedia lah" balas Rita acuh
*******
"assalamualaikum..ma, papa pulang" ucap Frederick masuk ke dalam rumah
"waalaikumsalam..gimana hari ini pa?" pertanyaan rutin itu ila lontarkan kepada sang suami
"fine ma..udah makan?" ucap Frederick
"udah" ucap ila singkat
"pa..mama rasa nggak enak badan deh" ucap ila memijat pangkal hidungnya
"terlalu lelah mungkin ma.. istirahat dulu ya" ucap Frederick yang mendapat anggukan kepala dari Ila
ila masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas kasur. ia sedikit merasa pusing mulai tadi pagi. tak lama kemudian, Frederick masuk sembari menyentuh kening ila dengan punggung tangannya. panas yang dirasa saat pertama kali menyentuhnya
Frederick keluar dari kamarnya dan mengetikkan sesuatu di ponselnya
...kakak❤️...
^^^dimana kak? udah pulang kah?^^^
^^^oh ya udah. gapapa kok..semangat ya kerjanya^^^
"oke boss👍🏻😚"
Frederick berjalan ke arah dapur untuk mengambil air dan sapu tangan untuk mengompres kening istrinya. ia kembali merogoh saku celananya. kini yang ia hubungi adalah anak bungsunya yang masih berada di sekolah
*******
Rita berjalan keluar kelasnya karena kini jam sekolah telah selesai. ia segera bergegas untuk mencari angkot guna mengantarnya menuju Gramedia tempat tujuannya
denting handphone nya berbunyi pertanda ada pesan masuk, ia menghentikan langkahnya
...Kapten😚...
"dimana dek? apa sudah pulang?"
^^^ini baru keluar gerbang pa. ada apa ya?^^^
"nanti titip obat panas ya. mama sakit"
^^^oh okelah pa^^^
Rita clingak clinguk mencari angkot yang kosong dan menawarkan tumpangan kepadanya. namun tak ada satupun harapannya yang terkabul
"mau bareng gue gak?" tanya seorang lelaki dari belakang
"kaget anjir! pake kode dulu dong kalau mau nongol" ucap Rita kesal
"haha iya sorry. mau pulang bareng gue gak? gue mau kerumah temen nih. satu arah sama Gramedia kok" ucap Afran
"kok Lo tau kalau gue mau ke Gramedia? Karin ngasih tau lo ya?" ucap Rita mengintimidasi
"iya. emang kenapa?" ucap Afran santai
Rita sibuk menyumpah nyerapahi si Karin yang dengan beraninya ngomong ke orang lain tentang tujuannya pulang sekolah
"gue gak jadi ke Gramedia. mau ke apotek aja" ucap Rita kesal
"ngapain ke apotek. apotek gak jual buku atau novel loh" ucap Afran
"gue juga tau itu. nyokap gue sakit dan tadi dapet pesen dari bokap katanya disuruh beli obat" ucap Rita
"oh ya udah hayuk. cepat!!" ucap Afran menarik lengan Rita untuk mengikutinya
"apotek sama Gramedia kan beda arah. jadi rumah temen lo sama tujuan gue beda kan. gue naik angkot aja lah" ucap Rita menarik tangannya supaya terlepas dari genggaman Afran
"udah gue cancel janji sama temen gue..nyokap Lo yang utama sekarang..cepaatt!!" ucap Afran tergopoh-gopoh