
Di sebuah rumah yang megah, tinggallah suatu keluarga bahagia. Dengan beranggotakan empat orang, rumah itu selalu ramai setiap harinya. bukan ramai karena di demo, tapi karena gelak canda semua anggota keluarga.
"kakak!! panggil adek suruh turun untuk makan malam!!" teriak Ila dari bawah
Ila adalah seorang ibu rumah tangga. dia bagai jantung di rumah megah tersebut. dengan kemampuan multitalentanya, ia bisa melakukan semua pekerjaan rumah tanpa adanya pembantu.
"masak apa ma? laper nih" ucap Frederick, suaminya yang baru turun dari kamar mereka
"makan aja kerjaannya! bantuin kek apa kek gitu sekali kali turun ke dapur!" ucap ila kesal
"hehe papa kan baru selesai mandi ma..masih capek pulang kerja" ucap Frederick dengan alasannya
"wah wah..ada apa nih ribut ribut. ikutan dong" ucap Rita, si bungsu keluarga yang baru turun di ikutin kakaknya
"mama masak apa?" tanya Fara, anak pertama keluarga harmonis itu
"kalau udah mau makan, semua pada nanya masak apa ma, makan apa ma..giliran masak aja, nggak ada yang bantuin" ucap Ila dongkol dengan keluarganya
semuanya kicep tak bersuara. kalau sudah begitu, pasti mamanya sedang dalam keadaan tak baik baik aja.
Frederick berdehem "sudah sudah..ayo makan sini duduk" ucapnya kemudian diikuti oleh Rita dan Fara
mereka langsung makan dengan lahap tanpa ada suara. biasanya ketika kumpul seperti ini, Rita sering bercerita tentang sekolahnya. begitupun dengan Fara yang suka berceloteh ketika kumpul dengan mama papanya. tapi kali ini mereka tak bersuara, hanya karena mood sang mama sedang tak baik
melihat keadaan yang kaku, Rita memulai pembicaraan supaya tak terlalu dingin.
"mas Adam kenapa nggak ikut makan malam kak?" tanya Rita
"mas Adam lagi lembur katanya. mungkin udah makan di kantornya" ucap Fara
"Fara nggak mau coba ikut suami kamu yang kerja di kantor? nggak capek kerja ikut orang terus?" tanya Frederick sembari mengunyah makanannya
"Fara nggak tertarik pa. kerja kayak gitu capek. lagian pekerjaan mas Adam nggak ada hubungannya sama kemampuan Fara" ucap Fara lanjut makan
"kamu masih tetap mau bangun butik sendiri? nggak mau kerja di perusahaan papa?" tanya Frederick lagi
Fara hanya menggeleng "Fara nggak ada kemampuan kayak gitu" ucapnya
"mungkin adek tertarik" ucap Fara menoleh ke arah Rita
"nggak ada! adek juga nggak ada kemampuan jadi wanita kantoran. adek mau jadi designer aja" ucap Rita dengan keyakinannya
"kalian yakin??" ucap Frederick
"tapi nan-" sambung Frederick terhenti
"udah deh pa. anak anaknya nggak mau kerja di kantor juga tetap di paksa. lagian kalau mereka punya butik kan enak, mama jadi nggak perlu belanja ke mall lagi" ucap ila yang sedari tadi tak bersuara
semua menatap ila bersamaan kemudian mereka tertawa karena mereka berhasil membuat mamanya berbicara
setelah makan malam, mereka lanjut bersantai di ruang keluarga sembari menonton televisi dan memakan camilan
"mama kenapa dari tadi nggak mood?" tanya Rita
"tadi ada tetangga yang ngomong kalau Fara itu nggak bisa hamil karena mandul..mama kan nggak suka kalau anak mama di jelek jelekin" ucap ila kesal
Fara terkekeh "udah lah ma..nggak perlu di dengerin orang kayak gitu" ucapnya
Rita dan Frederick saling pandang seolah berbicara melalui isyarat. kemudian mereka berdua tertawa terbahak-bahak hingga makanan yang ada di pangkuan Rita terjatuh ke lantai
ila bingung dengan suami dan anaknya yang tertawa. pasalnya ia tak mengerti, bahwa ia lah yang menjadi alasan mereka berdua tertawa.
"kalian kenapa?" tanya ila menatap Frederick dan Rita bergantian
Fara hanya tersenyum manis dengan pertanyaan mamanya itu. "nggak papa kok ma.." ucap Fara kepada mamanya
"hahahah katanya nggak mau Kakak tau omongan orang orang itu..tapi mama sendiri yang ngasih tau ke kakak hahhaha" ucap Rita dengan perut yang masih geli ingin tertawa
ila terdiam sejenak kemudian menatap keluarganya satu persatu. "hahahahahahha" tawa mereka bersamaan
setelah puas tertawa, mereka melanjutkannya nonton sinetron kesukaan mereka. sinetron ikatan cinta
"kapan sih kedok si Elsa kebocoran" ucap ila kesal
"apaan kebocoran..ketahuan kalii" ejek Frederick
"duda diem aja deh!" ucap ila yang mampu membuat Frederick terdiam
tak lama kemudian, Frederick bertanya kepada Rita "sekolah adek gimana?" tanyanya
"banyak tugas" ucap Rita singkat
"adek beneran nggak mau jadi penerus perusahaan papa?" tanya Frederick
"no" singkat Rita
"adek pengen jadi designer pa. nanti adek yang design, kakak yang jahit..kan enak cepet jadi bajunya hehe" ucap Rita terkekeh
obrolan mereka terganggu kala melihat Fara dan ila menangis sembari terus menonton televisi
"mama sama kakak kenapa?" tanya Frederick
"lebih baik papa diem deh!" ucap Fara
Frederick dan Rita saling tatap "kenapa?" tanya Rita
Frederick hanya mengendikkan bahu tak tau
"mama sama kakak kenapa?" tanya Rita
"huhuuu Andin dicerai sama Nino" ucap ila sembari terus menangis
"yaelah korban sinetron lagii" ucap Rita kemudian berdiri dari duduknya
"dasar cengeng" lirih Rita lagi sembari mulai berjalan
"mau kemana dek?" tanya Frederick menatap anak bungsunya mulai berjalan menjauh dari mereka
"ngedrakor" teriak Rita yang udah jauh dari kumpulan keluarganya
"dih..mama dikatain cengeng kalau nangis nonton sinetron..sendirinya pasti ke kamar mau nangis nangis nonton drakor lah tu" dengus ila dengan tingkah putri bungsunya