
Pagi pun datang..kini Fara dan Rita tengah bersiap untuk pergi keluar rumah. Rita untuk belajar dan Fara untuk bekerja. jangan lupakan Frederick yang juga sibuk untuk pergi ke kantornya.
"adeekk!! lo ambil baju gue yaa!!" teriak Fara masuk ke dalam kamar Rita tanpa ketuk
Rita dan Fara memang adik kakak. jika di dalam rumah, mereka selalu diajarkan sopan untuk berbicara kepada mama papanya. tapi jika sedang berdua, mereka sering pakai kata santai layaknya sahabat.
"apaan sih lo main tuduh tuduh aja kak. lemari lo bukan disinii!!! ini kamar gue jadi lebih baik Lo keluar dari sini!!" teriak Rita yang tak kalah kerasnya
"kemaren kan lo yang bilang mau pinjem baju gue.. yang untuk ke acara nikahan si Della itu loh!" ucap Fara tak mau kalah
"udah gue balikin kali. lagian itu kan baju gue yang dibeliin mama..kalau nggak percaya tanya aja ke mama sana" ucap Rita santai
sedangkan Frederick dan ila hanya mampu geleng geleng kepala karena tingkah kedua putrinya. bahkan mereka sudah terbiasa dan tak heran lagi jika kejadian seperti ini terulang..karena Rita dan Fara sudah sangat sering adu bacot. dan itu membuat orang taunya terbiasa
"maa..baju kakak yang di pinjam adek kemaren udah di kembalikan nggak sih?" lapor Fara baru turun
"udah di kembalikan kok sayang..mama udah letakkan di lemari kamu juga...coba cari aja" ucap ila menahan emosi anak sulungnya
"tapi kakak udah cari nggak ada loh ma..kemaren kakak cari nggak ada..dan pagi ini di cari lagi tetap nggak ada ma" ucap Fara mengeluh
"kalau nggak ketemu pakai baju yang lain aja kak" ucap Frederick
"nggak bisa pa..sekarang di tempat kerja kakak bakalan ada tamu..jadi kakak harus pakai baju itu" ucap Fara
"ya udah tanya adek sana..seingat mama sih udah mama lipat dan letakkan di lemari kamu deh kemaren" ucap ila sembari mengunyah roti
saat hendak berbalik ke kamar sang adik, ia segera bertemu dengan lemparan baju yang dilakukan oleh Rita.
"nih bajunya..lain kali cari dulu sampai dapet, jangan main tuduh tuduh aja!" ucap Rita berjalan turun ke arah meja makan
"nemuinnya di mana??" tanya Fara
"rumah pak Jokowi" ucap Rita santai
ila dan Frederick hanya geleng geleng kepala melihat pertengkaran ini setiap hari.
"sudahlah..adek ayo sini sarapan dan kakak cepat ganti bajunya terus turun untuk sarapan juga..kalau bertengkar gitu, keterusan sampai siang loh ntar telat semua" ucap ila yang diangguki oleh kedua anaknya
*******
"Adek berangkatnya sama kakak aja ya..papa soalnya ada meeting pagi ini" ucap Frederick setelah sarapan
"lah..kan tempat kerja kakak sama sekolah adek beda arah pa..buang buang waktu kakak dong" protes Fara
"ya udah sih kak..hitung hitung balas Budi kamu karena adek udah nemuin bajunya" ucap ila
Fara mendengus "yaudah deh..buruan!!" ucap Fara ke arah Rita
"kalau nggak ikhlas bilang aja kali..nggak perlu ngegas!" ucap Rita berjalan keluar sembari makan roti yang ada di tangannya
"adek berangkat, assalamualaikum" ucap Rita keluar dari rumah
"ma, pa, kakak berangkat ya.. assalamualaikum" ucap Fara menyalimi tangan mama papanya
"iya nak waalaikumsalam..hati hati ya" ucap ila yang mendapat anggukan dari Fara
saat di perjalanan, mereka berdua tetap berdebat masalah arah tujuan mereka yang berbeda. hingga akhirnya Rita yang mengalah dan minta diturunkan sebelum sampai tujuan
"banyak bacot lo. udah turunin gue di sini aja..sakit telinga gue dengerin omongan lo terus" ucap Rita kemudian turun dari mobil dan berjalan sedikit menuju halte
"ya udah..harusnya lo makasih sama gue, gue udah nganterin Lo sampai halte!!" ucap Fara
"thank you!" teriak Rita kemudian melihat mobil yang dikendarai kakaknya menghilang dari pandangan
tiitt!
tiitt!
tak lama setelah di tinggal kakaknya, Rita di sapa oleh klakson mobil yang berada di sebrang. namun karena Rita orangnya terlalu bodo amat, jadi ia berlagak tak tau dan tak melirik sekalipun kepada mobil tersebut
hingga akhirnya mobil tersebut menyebrang dan menghampiri Rita di halte tersebut
"mau bareng gue nggak?" tanya orang itu
"nggak minat" ucap Rita santai sembari melanjutkan main handphone nya
"kalau lo nggak mau, lo bakal telat" ucap lelaki tersebut
Rita berfikir sejenak.
"bener juga apa yang orang ini omongin,,gue akan telat masuk kelas..padahal di hari ini ada kelas praktek..seragamnya, seragam sekolah gue..tapi gue takut kalau ikut orang sembarangan" ucap Rita dalam hati
orang tersebut turun dari mobilnya dan menghampiri Rita yang tampak berfikir
"gue tau apa yang lo pikirkan. nama gue Afran..gue satu sekolah sama lo. mungkin lo nggak tau sama gue, tapi gue tau lo kok..gue seangkatan lebih tinggi dari pada Lo. jadi Lo nggak perlu takut gue culik" ucap Afran
Rita memandang wajah Afran "apa gue harus percaya sama ni orang? semoga aja dia bener bener baik dan niat nolong doang" ucapnya dalam hati
Afran menghembuskan nafasnya "gue kalau nyulik orang, milih milih juga kali" ucapnya
"ya udah gue ikut..tapi jangan macem macem ya!" peringat Rita sembari masuk ke dalam kursi penumpang
Afran yang masih berada di posisi semula hanya tersenyum tipis dan bergumam "gue yang nawarin tumpangan, gue juga yang harus diperingatkan"
Afran berbalik badan dan membuka kursi penumpang "duduk di depan! gue cuman kasih tumpangan, bukan jadi supir bayaran" ucap Afran kemudian berjalan ke arah kursi kemudi