Beautiful Story

Beautiful Story
Rumah (2)



Hallo guyss


Author Up lagii nihh


Jangan lupa like, coment, vote dan Follow


terus beri dukungan untuk author yaaa


Selamat membaca:)


Semoga terhibur


Rumah


Lain hal nya dengan Ajeng yang kini berada di Alam mimpinya, Devan selesai sarapan langsung menuju ke ruang keluarga untuk menonton tv.


Setelah sampai Devan langsung duduk di sofa yang berada tepat di depan tv yang berukuran besar tersebut.


Setelah itu Devan langsung menyalahkan Tv dan melihat - melihat Chanel televisi yang sedang Ia tonton tersebut.


Sampai ia menemukan chanel berita tentang perusahaan keluarganya yang sudah sangat maju bahkan banyak berkembang perusahaan cabang di luar negeri.


Hampir setengah jam Devan duduk di depan televisi dan akhirnya ia merasa bosan dengan siaran televisi tersebut.


Merasa bosan Devan langsung saja mematikan televisinya dan merebahkan dirinya di atas sofa sambil bermain ponsel pintarnya.


Oo iyaa guyss, orang tua Devan dari tadi belum pulang yaa


Setelah cukup lama Devan bermain ponselnya ia bergumam sendiri karna sejak tadi kedua orang tuanya dan juga adiknya belum pulang.


Kemana sih bunda dan ayah, Gak ada niat pulang gitu. gue kan bosen dirumah sendiri.


(gumam Devan lirih)


Setelah cukup lama Devan bergumam sendiri akhirnya terdengar suara mobil di depan pintu utama, Yaa itu mobil orang tua Devan.


tidak lama kemudian terdengar suara orang dari luar


"Assalamualaikum" Ucap sang bunda, Ayah dan adik Devan serentak sambil berjalan masuk


"Waalaikumussalam" Jawab Devan dan semua orang yang ada di dalam rumah


"Ehh Aak tumben duduk disini" Ucap bunda Devan saat melewati ruang keluarga sambil menuju dapur mengambil minum untuk suami dan anak - anaknya


(jadi Devan tu anaknya paling gak suka nonton televisi, katanya sih bosen. jadi orang tuanya aneh aja liat Devan duduk sendiri di depan televisi)


"Bosen bun, habisnya kalian pergi lama banget" Ucap Devan dengan nada agak sedikit kesal


"Aak tu yang joging gak tau waktu" sahut adik Devan dengan santai sambil duduk di kaki Devan yang berselonjor di sofa panjang


"Eehh bocil diam napa" balas Devan sambil menendang adiknya tersebut


"Aak gak boleh gitu" ucap sang ayah sambil berjalan santai dan duduk di sofa tunggal samping Devan


"Iyaa yah" jawab Devan


"Aak sudah sarapan?" tanya bunda sambil berjalan membawa minum dan cemilan untuk mereka semua


"Sudah bun" ucap Devan


"Maaf ya kami tinggal sarapannya hehehe" ujar sang bunda sambil duduk di dekat David adiknya Devan


"Iya gak pa pa bun" jawab Devan sambil memakan cemilan yang di bawakan oleh bundanya tadi


"Ak nanti temenin David beli perkengkapan sekolah dong" ucap sang adik Devan sedikit manja


"Maless ahh" balas Devan sambil menggoda adiknya tersebut


"Ayolahh ak, ya ya ya" bujuk sang adik Devan sambil menggoyangkan lengan Devan


"Maunya kapan dek?" tanya Devan dengan sang adik yang sejak tadi masih saja merengek kepada dirinya


Kalo kalian nanya ayah bunda mana? Yaah bunda dan ayah Devan hanya senyum sambil mengelengkan kepala melihat tingkah kedua anaknya tersebut


"Kapan aja deh ak, nunggu aak gak sibuk aj" sahut David dengan antusias


"Oke deh, Sabtu depan aj yaa, Soalnya kalo hari senin sampai jum'at Aak bantu papa di kantor" ucap Devan kepada sang adik


"Oke ak" sahut David dengan semangat


Setelah itu ayah Devan mulai menyalakan lagi televisi yang baru saja di matikan Devan dan mereka menonton bersama sambil diselingi canda tawa yang menambah keharmonisan keluarga tersebut.


Devan kadang - kadang masih fokus dengan ponselnya, yaa karna Devan sekarang lagi chat dengan teman - temannya tersebut.


Sampai Devan merasa bosan dan jengah karna sejak tadi adiknya yang bernama David sangat berisik menonton televisi dan tak habis - habisnya adik kecil nya tersebut bercerita dengan ayah dan bundanya.


karna merasa bosan dan jengah Devan memutuskan untuk pergi ke kamar saja untuk tidur. dan ia berpamitan dengan ayah dan bundanya


"Bun, Yah Aak ke atas yaa" ucap Devan kepada bunda dan ayahnya yang masih fokus menonton sejak tadi


"Loh kok mau ke atas sih Ak, gak nonton aja" ujar sang bunda sambil menatap Devan sebentar


"Gak deh bun, bosen" balas Devan yang sudah mulai bangkit dari duduknya


"Yaudah gih keatas aja ak kalo bosen" ucap sang ayah


"Ya udah Aak ke atas ya bun, yah" jawab Devan sambil mendekati adiknya yang sedang asyik menonton


Devan beranjak ke atas sambil menonyor sedikit kepala adiknya yang lagi fokus, sampai adiknya tersebut berteriak


"Ehh Apasih ak" ucap David dengan sedikit teriak


"Apa" jawab Devan dengan raut muka datar


"Dasar aak nyebelin, Awas aja nanti nyuruh - nyuruh david lagi" balas David dengan keadaan sedikit berdiri karna akan membalas Devan


"Bodo" jawab Devan sambil berlari ke arah tangga


Dan Devan langsung berlari ke lantai atas atau lantai 2 rumahnya dimana disana letak kamar Devan berada.


Sesampainya Devan di Devan kamar ia langsung membuka pintu dan segera menutupnya kembali.


Kini Devan meletakkan ponsel nya di atas kasur dan bergegas lari ke kamar mandi karna ia akan mencuci mukanya terlebih dulu sebelum tidur.


(Walaupun cuman tidur siang, itulah kebiasaan Devan, selalu mencuci mukanya yaa)


Setelah selesai Devan langsung mengusap wajah nya dengan handuk kecil yang sudah tersedia di kamarnya tersebut.


kini Devan sudah selesai semua dan ia merebahkan badannya ke kasur ternyamannya sambil mengambil ponsel yang ia sempat taruh di kasur tersebut.


cukup lama Devan bermain ponsel dan kini ia mendapat telpon dari asisten pribadinya.


(Oo iyaa guys, Devan tu sekarabg udah bantu papanya di perusahaan karna ia anak tertua dan akan menjadi pewaris di kerluarganya, devan juga sudah ada asisten pribadi yang membantu nya bekerja kurang dari 2 tahun ini)


"Assalamualaikum bos" ucap sang asisten


"Waalaikumussalam" balas Devan dengan posisi masih tiduran di atas kasur


"Besok bos kekantor tidak?" tanya sang asisten


"iyaa besok saya ke kantor, ada apa?" jawab Devan santai


"Oo baiklah kalo begitu, tunggu saja saya di kantor besok" Jawab Devan lagi


"Baik bos" balas sang asisten


"Masih ada lagi do?" tanya Devan kepada asisten yang dikenal dengan nama Edo


"Tidak ada bos" jawab Edo


"Baiklah saya tutup do, Assalamualaikum" ucap Devan sambil mengakhiri panggilan


"Iya bos, Waalaikumussalam" jawab Edo


Setelah mengakhiri panggilan dari asisten pribadinya Devan kembali lagi mendengar suara panggilan dari ponselnya, Tapi yang ini berupa panggilan vidio.


Devan yang sudah tau panggilan tersebut dari siapa dan langsung saja ia menggeser tombol hijau di layar ponselnya tersebut.


"*Assalamualaikum bro" Ucap vano dengan santai


"Waalaikumussalam" jawab mereka ber tiga serentak


(Yaa mereka bertiga serentak karna mereka melakukan VC ber empat)


"Kuyy lah kapan kita ngumpul nih?" Tanya vano kepada teman - temannya


"Iyaa kapan nih?" Sahut Dimas juga


"Gue kapan aja Acc guyss" Jawab El sambil tersenyum


"Devan gimana dev?" Tanya vano pada devan


"Gue gak bisa kecuali hari libur, Kantor ayah gue lagi sibuk banget" Jawab devan san


***


"Gue juga sama nih" Jawab dimas


"Kalo hari sabtu depan gimana?" Usul Devan kepada mereka


"Boleh juga tu" sahut El antusias


"Yaudah sabtu depan aja" Jawab Dimas dan vano


"Okee, tapi gue ajak david ya. Soalnya gue mau nemenim dia nyari perlengkapan sekolah" Ucap devan kepada teman - temannya


"Oke gak pa pa, ajak aja dev" jawab vano


"wokee dehh" Jawab Devan


"Ehh dev gimana jadi loh nyalon ketos?" Tanya El pada devan


"Iyaa dev jadi gak?" tanya dimas juga


"Usul gue sih lo nyalon aj dev" Ucap Vano


"Ntah lah bro, nanti liat aj" Jawab devan malas


"Okee deh dev" Jawab mereka serentak


"Bakal banyak cecan nih tahun ajaran baru" Ucap Dimas sambil cengengesan


"Ehh pikiran loh itu yah cewek mulu Dim" Sahut Vano dengan cuek


"Iya tu dim, Jadi pacar juga kagak tu" Ucap El juga


"Ehh kita kan udah sepakat gak ada yang pacaran" Timpal devan


"Iyaa guyss ingat guee" Ujar dimas


"Pacaran emang gak boleh, Tapi baperin boleh dong?" Ujar dimas lagi sambil tersenyum


"Kamvret emang loh Dim" Ucap vano


"Sudah kalian tu sama semua" Balas devan


"Tapi kalian merasa gak sih kalo di angkatan kita yang Dina dkk itu beda dari cewek kebanyakan di sekolah kita?" Tanya El kepada teman - temannya


"Iyaa gue juga merasa gitu El" ucap dimas


"Sama gue juga" balas vano


"Kenapa jadi bahas cewek sih?, Udah gue mau tidur" Ucap devan karna sudah bosan jika teman - temannya membahas cewek


"Ealah dev gak asik banget loh" Ucap el pada Devan


"Biarin bye, Assalamualaikum" Balas Devan


dan langsung mengakhiri telpon nya


"Waalaikumussalam" Jawab mereka serempak*


Dan sekarang devan mencharger ponselnya dan di bergeas tidur karna matanya sudah sangat ngantuk.


*sampai disini dulu guysss


ditunggu kelanjutannya


jangan lupa like, coment, vote dan follow author yaa


jadilah pembaca yang baik


.


.


.


.


.


tinggalkan like di Beautyy storyy guyss!!!


tinggalkan like di Beautyy storyy guyss!!!


tinggalkan like di Beautyy storyy guyss!!!


tinggalkan like di Beautyy storyy guyss!!!


tinggalkan like di Beautyy storyy guyss!!!


Terima kasih guys:)


Salam author:)


Follow juga ig author ya


@Sriwhyniii*_____