
Hallo guys
Author Up lgi nih
Hayo siapa yang nunggu
Jangan lupa like, koment dan vote
Dukung terus author dalam bekarya
Selamat membaca
Semoga terhibur
***
Kini Ajeng telah sampai di rumah bersama papanya, sesampainya di rumah Ajeng langsung turun dari mobil dan Papa nya akan kembali lagi ke kantor karena ada meeting dadakan.
"Papa ke kantor lagi ya Jeng, bilang sama Mama" ucap Papa Ajeng
"Iya Pa, hati - hati ya" jawab Ajeng sambil menyalami Papanya dan turun dari mobil
"Oke Nak, Assalamualaikum" ucap Papa Ajeng
"Waalaikumussalam" jawab Ajeng
Dan kini Papa Ajeng sudah meninggalkan perkarangan rumah keluarga Darma dan Ajeng juga berjalan ke arah pintu utama.
"Assalamualaikum Ajeng pulang" ucap Ajeng sambil memasuki rumah
"Waalaikumussalam" jawab semua orang yang ada di dalam rumah tersebut termasuk Mama Ajeng
"Udah pulang Jeng, naik apa?" tanya Mama Ajeng saat Ajeng sudah duduk di sofa samping Mamanya
"Iya Ma, di jemput Papa tadi. Tapi sekarang Papa balik lagi ke kantor meeting dadakan" jawab Ajeng kepada Mamanya
"Ganti baju dulu Nak, terus makan sana" ucap Mama Ajeng
"Ajeng langsung tidur aja Ma, udah kenyang tadi makan di sekolah" jawab Ajeng
"Baiklah, sholat sudah Jeng?" tanya Mama Ajeng lagi
"Udah Ma di sekolah" jawab Ajeng sambil beranjak dari sofa menuju ke arah tangga
Kini Ajeng berjalan santai ke arah tangga dan sampailah ia kamar, sampai di kamar ajeng masuk ke closet room berganti pakaian lalu pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka , tangan dan kaki nya.
Setelah selesai kini Ajeng langsung saja merebahkan tubuhnya di kasur kesayangannya.
Kini Ajeng mulai mengambil ponsel yang ia letakkan di atas nakas samping tempat tidur dan ia melihat isi Wa terlebih dahulu takut nanti ada chat dari teman - temannya.
Di rasa tidak ada chat dari teman - temannya Ajeng mulai membuka aplikasi Instagram dan mulai mengetikan akun resmi milik Sman Darma Bandung karena ia akan melihat info - info terbaru.
***
Lain halnya dengan Ajeng yang pulang sekolah di jemput Papa dan langsung pulang ke rumah.
Devan pulang dengan mengendarai motor sport bewarna hitamnya bersama Vano, El dan Dimas.
Sebelum mereka keluar Devan sudah melihat kalau Ajeng ikut bersama Dita pulang, tapi ia tidak tau kalau Ajeng hanya ikut sampai ke halte depan sekolah.
Setelah ia melihat Ajeng ikut bersama Dita ia langsung saja menjalankan motornya bersama yang lainnya keluar sekolah dan mereka berpisah di arah gerbang karena rumah mereka berlawanan arah semua.
Sampai di Devan gerbang Devan melihat Ajeng turun dari mobil Dita dan berhenti di halte sekolah Devan juga langsung menghentikan motornya tepat di Devan gerbang.
Karena sekolah sudah mulai sepi jadi walau Devan berhenti di Devan gerbang tidak akan menghalangi orang - orang untuk lewat keluar sekolah.
Devan berpikir jika Ajeng menunggu jemputan jadi ia hanya melihat saja dari jauh karena ia takut Ajeng akan risih jika ia dekati langsung.
Tidak ada yang tau apa yang di pikirkan Devan sehingga tiba - tiba ia memperhatikan Ajeng dan setelah beberapa menit datang sebuah mobil mewah yang sering di pakai oleh pengusaha kelas atas yang tak lain itu adalah mobil Papa Ajeng.
Mobil itu berhenti tepat di Devan Ajeng dan segera Ajeng masuk ke dalamnya setelah itu mobil mewah untuk langsung pergi meninggalkan halte Sman Darma.
Devan yang melihat Ajeng menaiki mobil mewah itu hanya bermain sendiri dengan pikirannya.
"Anak siapa sih dia, kok mobilnya mewah semua. Tapi kalo di lihat ia seperti sangat sederhana, jika dia orang kaya kok biasa aja. Mobilnya aja yang mewah semua tapi semua yang dia pakai sederhana. Ahh pusing gue memikirkannya"
Setelah mobil yang Ajeng naikki tadi meninggalkan Sman Darma Devan segera menyalakan motornya kembali dan juga bergegas meninggalkan Sman Darma Bandung.
Uang hasil ia bekerja menolong Ayahnya ia tabung dan ia dirikan Cafe yang biasa di jadikan tempat tongkrongan Anak - anak muda zaman sekarang.
Cafe Devan sudah mulai buka dari 1 tahun lalu dan penghasilan dari Cafe tersebut lumayan besar, Devan berencana akan membuka lagi cabang Cafenya tersebut.
Yang tau tentang Cafe milik Devan tersebut hanya sahabat dan para pekerja Cafe itu saja. Selain itu tidak ada yang tau, orang tuanya saja tidak tau tentang Cafe tersebut.
Devan memang menyiapkan semua untuk menjamin masa depannya kelak, jadi ia mulai membuka usaha yang ia bisa demi kelancaran hidup masa depannya kelak.
Setelah 25 menit Devan sudah sampai di depan Cafe miliknya tersebut, cafe tersebut tampak ramai di isi oleh anak - anak sekolah tak jarang juga para pekerja kantoran yang mampir jika pulang kerja.
Devan langsung saja memarkirkan motornya tersebut dan setelah itu ia langsung masuk ke dalam Cafe itu.
Tak banyak yang tau Devan karena Devan selalu menggunakan masker saat ke sana, karena ia tidak ingin banyak yang tau tentang usahanya tersebut.
Karena semakin banyak yang tau tentang apa yang di miliki Devan semakin banyak juga yang akan menjilat dirinya, serta juga itu tidak akan baik untuk para wanita yang mengidolakannya hanya karena uang.
Di Sman Darma juga tidak ada yang tau bahwa Devan anak dari orang berada yang kini menempati posisi pertama. Yang hanya tau itu adalah Vano, El, Dimas dan Dita dkk.
Dita dkk tau karena mereka pernah tanpa sengaja bertemu di acara kolega bisnis orang tuanya masing - masing dan saat itu Devan sedang bersama Ayah dan Bundanya.
Kini Devan telah masuk ke dalam Cafe itu dan segera saja ia menaiki tangga yang ada di arah belakang ruang kasir, tangga itu akan menghubungkan ke ruang kerja Devan dan juga rooftop.
Sampai di ruangan Devan langsung duduk di kursi kerjanya dan membuka laptop untuk mengecek keuangan Cafe.
Setelah selesai mengecek semua hal yang terjadi di Cafe Devan mulai keluar ruangan sambil membawa tas dan jaketnya, langsung saja ia menuju ke lantai bawah dan menuju ke ruang orang kepercayaannya di Cafe tersebut.
Setelah di lantai bawah ternyata Devan bertemu dengan orang kepercayaannya tersebut langsung saja Devan berbicara.
"Bang Don" panggil Devan kepada orang tersebut
"Kapan dateng Dev" ucap Bang Doni kepada Devan
"Barusan Bang" ujar Devan
"Sudah di cekkan, Alhamdulillah pendapatan di Cafe meningkat terus Dev" ucap Bang Doni kepada Devan
"Iya Bang Alhamdulillah, udah gue mau pulang Bang titip Cafe ya" ucap Devan kepada Bang Doni
"Oke Dev hati - hati ya" balas Bang Doni
Setelah itu Devan langsung berjalan keluar Cafe dan menuju ke motornya, kini Devan sudah mulai menjalankan motor sport miliknya tersebut ke jalan raya untuk menuju ke rumahnya.
***
.
.
.
.
.
Jangan lupa like, koment dan vote
Follow juga Author
Dukung terus Author dalam bekarya
Semoga suka
Info :
Maaf guys beberapa hari ini gak Up, karena UAS nya full jadi gak sempat buka Noveltoon.
Nanti kalau UAS sudah selesai Author akan usahakan Up setiap hari ya.
Follow juga Akun IG Author :
@sriwhyniii_____
Terima kasih
Salam Author