Beautiful Story

Beautiful Story
Sarapan



Hallo guyss


Author up lagi


Doakan yaa semoga semua urusan author lancar:)


Jangan lupa like, coment dan vote


Jadilah pembaca yang baik


Kuyy lanjut ceritaa


Ditaman komplek


Lain halnya dengan Ajeng sekarang Devan sudah mulai berjalan menyusuri rumahnya, yaa karna Ia memang lumayan lama di taman karna keasyikan chat dengan teman - teman somplaknya yang bersekolah sama dengan dirinya, yaitu di Sman Darma Bandung.


Sudah hampir satu jam Devan duduk di bangku taman sambil mendengarkan lagu dan mengscroll akun instagram miliknya. Setelah merasa bosan Devan baru kepikiran teman - teman Sma nya, dan Devan langsung masuk ke roomchat mereka yang mereka buat agar mudah bertukar kabar dengan semua.


Oo iyaaa Devan itu mempunyai 3 teman, hampir sama dengan Ajeng yang juga memiliki 3 teman. Devan dan ketiga temannya menjadi most wanted di Sman Darma Bandung, mereka menjadi incaran semua kaum hawa yang ada di Sman Darma Bandung maupun kaum hawa yang ad Di luar sekolah mereka. Maklum pesona mereka Tidak dapat di tolak hehehehe. Yaa perkenalkan saja ketiga teman Devan tersebut bernama Dimas Alexander Lexis, Elbarack Arianata Colis, dan Vano Abimanyu Delon.


Mereka sama seperti Devan yang memiliki keluarga yang berkecukupan, meskipun begitu Devan dan teman - temannya tidak pernah sombong dan menindas orang yang lemah. Sifat teman - teman Devan hampir sama dengan Devan walaupun kalo yang urusan cuek dan dingin tidak ada yang bisa menandingi seorang Devan , maklum sifat devan yang dingin dan cuek sudah terkenal seantero Penjuru Sman Darma bandung.


(Sampai situ aja dulu yaa guys perkenalan untuk teman - teman Devan, nanti akan di bahas di bab - bab selanjutnya dengan cerita yang menarik).


roomchat


" Assalamualaikum, woyy kebo bangun lu pada" ucap Devan mengawali chatnya di grub mereka


"Waalaikumussalam, santai dong kulkas" jawab Dimas


"Waalaikumussalam, apasih mau lo Dev?" jawab Vano


"santaii aja dong luu pada, niat gue baik mau bangunin kalian wkwk" ucap Devan


(yaa Devan kalo dengan teman - temannya Ia akan ramah dan humble banget looh, beda jauh kalo lagi di luar)


"Gue udah dari subuh bangun" jawab Dimas


"Guee jugaa, ini juga lagi olahraga" ucap Vano


"Ehh kok El gak muncul ya?" tanya Devan karna dari tadi El gak muncul


"Oo iyaa, mana tu anak?" tanya Vano juga


"Jangan - jangan masih ngebo tu anak" ucap Dimas


Selang beberapa lama banyak yang mereka bicarakan mulai dari tentang sekolah mereka nanti, klub basket mereka dan mereka menyarankan untuk Devan menjadi ketua osis untuk tahun ajaran baru nanti. Devan yang sudah terkenal dari kelas 1 SMA menjadikannya banyak diminati oleh orang untuk menjadi ketua osis pada tahun ajaran baru ini, terutama mereka tau bahwa devan merupakan siswa yang disiplin dan juga ketua tim basket di Sman Darma Bandung. Dan kembalu lagi ke chatroom mereka yang ternyata El sudah muncul


*C*hatroom


"Apsih kalian, nyebut nama gue" ujar El


"ehh kebo, tidur mulu lo" ucap Dimas


"Sorry guys, gue tadi ikut mama gue ke pasar yaa" jawab El dengan sombong.


(jadi meski mereka ini dari keluarga berada itu tidak menjadikan mereka enggan belanja kebutuhan makan di pasar, malahan mereka lebih sering belanja di pasar yaa. Aneehh emang tapi gpp)


"Widihhh tumben anak kebo kepasar" ledek Vano


"Ehh kamvret mulut koo lemos banget sih" ujar El


"Berantem muluu" jawab Devan


"Damaii guyss damai" ujar Dimas


Yaa begitulah mereka, terkadang berantem terkadang ketawa gak jelas. Tapi itu menjadi pelengkap persahabatan mereka semuaa yaa.


Dan telah banyak yang dibahas mereka semua mengakhiri chat mereka, dan juga Devan langsung bergegas untuk balik ke rumah karna pasti ia sudah ditunggu bundanya untuk sarapan bersama pagi ini. Di sepanjang jalan Devan berjalan santai, ternyata jalan masih ramai di penuhi oleh orang yang melakukan olahraga pagi. Setelah lumayan lama Devan sampai di depan pagar rumanya, yang di sana sudah terdapat penjaga rumah yang berjaga di pos.


"Pagi Pak" sapa Devan yang memasuki perkarangan rumah


"Iyaa Pak, Devan masuk ya Pak" ucap Devan


"Iya Den silahkan" jawab sang Bapak penjaga


begitulah Devan, Ia sangat ramah dan baik kepada seluruh pekerja yang ada dirumahnya. Devan tidak pernah membeda - bedakan orang, baik itu penjaga, supir, maupun bibik yang bekerja di dalam rumah Devan. Semua di anggap sama di mata Devan dan keluarga, Devan seperti ini karna didikan dari kedua orang tua nya untuk saling menghormati antar sesama. Dan kini tibalah Devan di Depan pintu utama rumahnya dan Devan langsung masuk sambil mengucapkan salam.


"Assalamualaikum Devan pulang" ucap Devan dengan suara keras sambil berjalan menuju dapur untuk mengambil minum


"Waalaikumussalam" sahut mereka yang ada di dalam rumah Devan


Kini Devan sampai di dapur dan langsung menuju pantri untuk mengambil air hangat untuk ia minum, Devan melihat ke kanan kiri tidak menemukan orang tuanya dan adiknya sampai ia melihat Bik Dewi pembantu rumh tangga yang bekerja di rumah Devan


"Pagi Bik" sapa Devan


"Pagi Den" balas Bik Dewi


"Bunda dan Ayah sama David mana Bik?" tanya Devan pada Bik Dewi karna dari tadi Ia tidak melihat kedua orang tuanya beserta adiknya


"Oo Ibuk sama Bapak dan David ke pasar Den" jawab Bik Dewi


"Loh kok kepasar Bik, emang udah sarapan mereka?" tanya Devan


"Udah Den, Mereka nunggu Aden tapi lama. Jadi mereka sarapan duluan" jawab Bik Dewi


"Yaudah Bik kalo gitu Devan mandi dulu baru sarapan" ucap Devan


"Iya Den, sarapannya Bibik siapkan di meja makan yaa Den" ujar Bik Dewi memberi tahu Devan


"Iya Bik" ucap Devan sambil berjalan meninggalkan dapur menuju ke lantai 2 kamarnya.


Sambil berjalan Devan berkata dalam hati


"Ini akibat joging di tinggal sarapan kan, mana tadi lama juga chat dengan para teman laknat jadinya gini. Yaudah deh yang penting mandi dulu setelah itu sarapan sendiri aj"


Sampai di kamar Devan langsung meletakkan ponselnya di atas nakas samping tempat tidur dan berjalan menuju ke kamar mandi dan meletakkan pakaian nya di keranjang baju kotor milik Devan, selesai mandi Devan langsung berganti pakaian dan berjalan menuju keluar kamar untuk sarapan di dapur. Sampai di dapur devan langsung duduk di meja makan dapur, karna ia tidak mau makan di ruang makan keluarga kalau hanya sendiri karna meja makan tersebut terlalu besar untuknya sendiri. jadilah sekarang Ia makan di meja makan dapur sambil melihat Bik Dewi yang lagi sibuk menyiapkan bahan - bahan untuk masak makanan siang nanti.


Okee guyss sampai disini dulu ya


tunggu kelanjutannya


jangan lupa like, coment dan vote


tetap dukung author yaa


.


.


.


.


.


Tinggalkan like di Beautyy storyy!!!


Tinggalkan like di Beautyy storyy!!!


Tinggalkan like di Beautyy storyy!!!


Tinggalkan like di Beautyy storyy!!!


Tinggalkan like di Beautyy storyy!!!


Terima kasih guyss


Salam author* :)