Beautiful Story

Beautiful Story
Mall (2)



Hallo guys


Author Up lagi nih


Hayo siapa yang nunggu


Jangan lupa like, coment, vote dan rate


Follow juga author yaa


Dukung terus author guys


Supaya semangat terus


Selamat membaca


Semoga terhibur


Masih di tempat makan tadi Ajeng dkk dan juga Devan dkk seperti sudah selesai makan.


Ajeng dkk sejak makan tadi sudah tau bahwa mereka selalu saja di perhatikan oleh Devan dkk tapi mereka sebenarnya merasa risih tapi ya mereka hanya diam saja dan cepat - cepat menghabiskan makanan mereka masing - masing.


Lain halnya Devan dkk yang kini masih sibuk saja memperhatikan Ajeng dkk sambil memakan makanan mereka.


Devan dkk hanya aneh saja kenapa Ajeng dkk tetap santai saja bahkan tidak memperdulikan mereka yang jelas - jelas dari tadi memperhatikan mereka.


Dan kini Devan dkk juga sudah selesai makan dan kembali berbicara


"Kalian ngerasa gak sih mereka itu biasa - biasa aja di liatin kita?" Tanya Dimas karna sejak tadi ia sangat penasaran


"Iyaa emang mereka biasa aja, Apa kita udah gak menarik ya di mata cewek?" Jawab El dan juga langsung bertanya kepada Devan dan lainnya


"Kayaknya mereka aja tu yang biasa sama kita, liat tu cewek - cewek yang duduk tidak jauh dari kita ngelihat kita kayak apa" Ucap Devan kepada El


Sedangkan Devan dan Vano masih fokus menghabiskan minumannya sendiri. Mereka berdua hanya sibuk mendengarkan obrolan Dimas dan El walau terkadang mereka juga mencuri pandang ke arah Ajeng dkk.


Di sisi Ajeng dkk kini mereka akan segera membayar makanan ke kasir


"Siapa nih yang mau ke kasir?" Tanya Ara kepada teman - temannya


"Gue aja" Jawab ajeng dan langsung berdiri


"Okee Jeng, ini duit kita jeng" Ucap Dita kepada Ajeng


"Udah gak usah gue yang traktir hari ini" Balas Ajeng dan akan langsung beranjak pergi ke kasir


"Okee Jeng mksh" Ucap Ellis dan Dita


"Ajeng the best lah" Timpal Ara sambil tersenyum


Lalu Ajeng berjalan ke arah kasir untuk membayar semua makanan yang ia makan dengan teman - temannya tersebut.


Di tempat Devan ia sibuk melihat ke arah ajeng dan ia terkejut saat ajeng akan pergi tapi setelah ia lihat ternyata Ajeng pergi ke kasir untuk membayar.


"Ehh ternyata tu cewek Imut bener, Mana cantik, Hijaban lagi, terus pendek tampah imut aja" Batin devan


Setelah ia sadar akan batinan tersebut devan langsung menggelengkan kepalanya dan di tatap heran oleh teman - temannya


"Loo kenapa dev?" Tanya Vano kepada Devan


"Gue gpp" Jawab Devan cepat dan langsung melanjutkan minumnya


"Ehh tu cewek pendek banget sih, tapi gemes gue" Ucap Dimas dengan melihat ke arah Ajeng yang sudah kembali dari kasir dan menemui teman - temannya


"Tutup mata lo" Balas Devan cepat dengan nada tidak suka dan itu membuat semua teman - temanny aneh


"Lo kenapa Dev? Suka yaa" Goda El kepada Devan dan Devan hanya diam saja tanpa menjawab


"Awas lo dim kalo berani deketin tu cewe, Berhadapan sama Devan lo" Ucap Vano kepad Dimas


"Oke fiks itu buat jadi jodoh Devan aja hahaha" Balas Dimas sambil tertawa dan di ikuti oleh El dan Vano


Sedangkan devan hanya tersenyum kecil karna teman - temannya seakan mendukung kalau ia menyukai gadis tersebut.


Dan kini Ajeng dkk sudah beranjak akan pergi ke tempat untuk membeli perlengkapan sekolah


"Kita langsung ke Gramed aja yaa" Ucap ajeng sambil berjalan ber iringan bersaka teman - temannya


"Oke, gue mau beli Notebook kecil" Ucap Ellis


"Kita ke Minis* Aja gimana, disana lucu - lucu loh" Usul Ara kepada mereka


"Oke jadi" Ucap Dita


"Yuk cuss" Ucap Ajeng dan mereka langsung menuju ke tempat yang mereka sebut tadi


Di tempat Devan dkk


Setelah mereka melihat Ajeng dkk pergi ke luar dari tempat stand makanan tersebut mereka juga beranjak namun sebelum itu Devan membayar dulu makanan yang mereka bayar.


Kok Devan sih thor yang bayar? Karna teman - temannya minta traktir ke Devan alasannya sih karna Devan yang paling banyak uang di antara mereka dan mereka juga tau kalau Devan lagi melaksanakan proyek barunya di Lombok.


Setelah Devan membayar mereka langsung pergi keluar dari tempat stand makanan itu dan langsung menuju ke tempat pembelian Alat tulis serta perlengkapan lainnya untuk David


"Ak kita ke Minis* aj ya" Usul David kepada Devan


"Kok di situ sih Dek, gak di Gramed aj?" Tanya Devan kepada David


"Udah gpp di situ aja dev" Ucap Vano kepada Devan dan di angguki oleh David


"Yaudah deh kita kesana" Balas Devan dan langsung memegang tangan David dan berjalan bergandengan


Dan kini Devan dkk juga menuju ke Minis* dimana di sana juga ada Ajeng dkk


Di sisi Ajeng


Kini Ajeng dkk sudah sampai di Minis* dan mereka langsung saja membeli apa yang mereka butuhkan.


Ternyata tidak hanya Ajeng saja yang berbelanja bahkan semua temannya membeli juga barang - barang perlengkapan mereka untuk sekolah mulai dari Pena, Buku catatan kecil, Binder, Isi binder dan juga benda - benda yang lain yang tidak penting yang hanya di anggap lucu oleh mereka di beli.


Ajeng dkk tidak terlalu lama berbelanja karna mereka sebenarnya tidak terlalu berbelanja tidak seperti kebanyakan perempuan yang hobby berbelanja bahkan bisa menghabiskan waktu ber jam - jam hanya untuk memilih barang.


Setelah selesai mereka akan segera menuju kasir tapi sebelum mereka menuju kasir mereka di kejutkan oleh seseorang karna saat mereka berbalik arah mereka langsung berhadapan dengan Devan dkk yang baru saja masuk ke Minis*


"Ehh ketemu lagi" Ucap El dengan wajah tanpa dosa


"Ehmm boleh permisi lewat" Ucap Ara kepada Devan dkk karna mereka menghadang jalan Ajeng dkk


"Kalian anak Sman Darma kan?" Tanya Dimas sambil menunjuk Dita, Ellis dan Ara


"Hmm" Jawab Dita


"Wagelash dingin bener nih cewek, mana yang teman baru nya ini datar banget" Batin Vano


"Gpp cuma nanya aj kok" Ucap Dimas sambil tersenyum


"Boleh minggir" Ucap Ara lagi karna ia melihat muka Ajeng dan Dita yang sangat tidak suka


"Ehh tunggu, gue boleh minta tolong gak?" Tanya Devan kepada Ajeng dkk


"Apa?" Sahut Ajeng cepat dengan raut muka datar


"*Ee buset nih cewek udah kayak lemari es aja" Batin Devan


"Baru tau gue ada cewek kayak gini" Batin Vano yang heran melihat Ajeng dkk*


"Tolong temani adik saja membeli keperluan sekolahnya, saya tidak tahu dan tidak pernah membeli peralatan seperti itu" Ucap Devan dan perkataan Devan membuat teman - temannya aneh karna baru kali ini Devan berbicara sangat panjang walaupun masih dengan nada yang terkesan dingin.


Setelah berpikir - pikir Ajeng melihat David yang masih polos itu dan pasti itu akan susah juga kalo membiarkan Devan yang tidak pernah berbelanja menemaninya.


"Baiklah dan Ara Dita kalian tolong bayarkan belanjaan gue nanti tunggu di stand ice cream aja" Ucap Ajeng kepada Ara dan dita dan langsung di setujui oleh mereka berdua


"Biar adik kamu dengan kami, kalian pergi saja tunggu di luar. Kalian membuat aku dan temanku bingung kalau terlalu banyak begini" Ucap Ellis yang bersama dengan Ajeng kepada Devan dkk


"Kalian keluar aja biar gue yang bersama Devan dan mereka" Ucap Devan kepada teman - temannya dan mereka langsung pergi keluar


"Lo juga" Ucap Ajeng yang kini sudah memegang tangan David


"Nanti bayarnya gimana?" Tanya Devan yang bingung karna Ajeng mengusirnya dan Ellis hanya diam saja karna dia tau bahwa Ajeng sangat Risih kalau laki - laki yang belum ia kenal berada dekat dengannya


"Kasih aja uang ke adek lo" Balas Ajeng acuh


Lalu Devan mengeluarkan uang selembaran 100 ribu beberapa lembar dan di berikan ke david setelah itu langsung keluar untuk menemui teman temannya.


Dan Ajeng Ellis langsung mengajak David untuk berbelanja keperluannya, semuanya Ajeng dan Ellis yang memilihkannya dan juga Ajeng Ellis sudah berkenalan dengan David serta David juga sudah mengetahui nama Ajeng dan Ellis.


Disisi lain


Devan berjalan cool menemui teman - temannya yang ternyata sedang berada di stand ice cream bersama temannya Ajeng.


Setelah sampai ia segera duduk di depan Dimas dan langsung di tanyai oleh temannya mengapa ia keluar


"Lo kok keluar Dev?" Tanya Vano


"Gue di suruh keluar" Katanya acuh dan langsung memakan ice cream miliki Dimas


Dan hanya di balas "O" riah oleh teman - temannya.


"Ehmm" Deheman Dimas membuat Ara dsn Dita yang asik memakan ice cream sambil memainkan ponsel langsung melihat ke arah mereka


"Boleh nanya gak?" Ucap Dimas kepada Dita dan Ara


"Hmmm" Balas Dita


"Kalian udah tau kan sama kita?" Tanya Dimas yang hanya ingin tau apakah mereka itu mengenal Devan dkk atau tidak


"Tau" Jawab Dita


"Oo ya udah nanya aja" Balas Dimas sambil menunjukka cengiran khasnya


"Gak penting banget" Gumam Ara dengan suara kecil tapi masih di dengar oleh Devan dkk


Dan mereka sibuk dengan dunianya masing - masing.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Oke guys sampai di sini dulu yaa


Tunggu terus kelanjutannya


Jangan lupa dukung terus author


Like, coment, vote dan rate


Follow juga Author yaa


.


.


.


.


.


Tinggalkan like di Beautyy Storyy!!!


Tinggalkan like di Beautyy Storyy!!!


Tinggalkan like di Beautyy Storyy!!!


Tinggalkan like di Beautyy Storyy!!!


Tinggalkan like di Beautyy Storyy!!!


Info guys :


Up setiap hari jam 9 pagi dan 3 sore yaa


Doakan juga segala urusan Author di lancarkan:)


Follow juga Akun Ig author :


@sriwhyniii_____


Terima kasih:)


Salam Author:)