
Hallo guys
Author up lagi nih
Hayo siapa yang nunggu nih
Maaf ya upnya lama
Jangan lupa dukung terus karya Author
Like, coment dan vote
Selamat membaca
Semoga terhibur
***
Setelah meninggalkan mall bersama teman-temannya Ajeng kini sudah berada di jalanan kota Bandung, mereka berempat menjalankan mobil dengan pelan sambil melihat-lihat siapa saja yang bisa mereka temui di jalanan ini.
Selama di perjalanan tadi sudah banyak Ajeng dkk memberikan apa yang mereka sediakan untuk di bagikan tersebut, kini mereka sudah mulai menyisiri daerah yang biasanya ramai anak-anak jalanan.
Cukup lama ternyata menemukan kumpulan anak-anak jalanan yang seperti sedang istirahat dan di sana sekitar ada delapan orang anak-anak yang kisaran umur 6-11 tahun.
Setelah mobil yang mereka kendarai lebih dekat kearah anak-anak tersebut, dengan segera mereka turun dari mobil dan membawa beberapa makanan dan yang lainnya untuk anak-anak tersebut.
Sambil memberikan makanan tersebut, tidak lupa juga mereka berbagi cerita dan kini Ajeng dkk sedang mempersiapkan makanan untuk para anak jalanan tersebut setelah itu mereka akan bercerita kembali dan juga bersenang-senang.
Karena semua yang mereka beli dati sudah selesai di bagikan dan terakhir di bagikan pada anak-anak jalanan ini, jadilah mereka memutuskan untuk menghabiskan sore bersama anak-anak jalanan ini saja.
“Guys kita di sini aja dulu yaa mungkin?” tanya Ara pada Ajeng dan yang lainnya
“Oke, gak ada kerjaan juga kita” jawab Dita dan di angguki oleh Ajeng dan Ellis
“Jeng, kita beliin mereka baju aja yaa” ucap Ellis karena kasian melihat baju anak-anak jalanan yang mereka berikan pada beberapa bulan lalu tampak sudah kusam dan lusuh
“Oke, besok aja pulang dari sekolah” jawab Ajeng dan di langsung di tanggapi dengan acungan jempol oleh Ellis dan yang lainnya
***
Kini di café yang di tempati Devan dkk tampaknya semakin ramai saja.
Dan juga kini Devan dkk sudah selesai makan, hingga kini mereka masih menghabiskan minuman mereka masing-masing.
“Setelah ini kita kemana lagi bro?” tanya Vano kepada yang lainnya
“Gue sih ikut aja” jawab Devan cepat
“Kita keliling Bandung aja” jawab El dengan nada santainya dan tampaknya langsung di angguki oleh Devan dan yang lainnya
Kini mereka sudah selesai makan dan segera akan beranjak dari tempat duduk mereka, sayangnya ada beberapa cewek yang mendekati mereka lebih tepatnya ada 3 orang cewek yang kira-kira umur mereka seumuran dengan Devan dkk.
“Permisi” ucap salah satu cewek di antara mereka yang berpakaian jeans pendek di atas lutut dan baju kemeja putih serta rambut tergerai di bahu
“Hmm” jawab Vano cuek karena mereka sudah menghalang jalannya untuk bangun
“Boleh kenalan gak?” tanya cewek itu lagi sebut saja namanya Devi
“Maaf kami buru-buru” jawab Dimas cepat karena ia melihat raut wajah Devan dan Vano yang sepertinya kesal
Devan dan Vano memang sangat sensitive dengan cewek yang seperti ini, kesannya sangat agresif.
Sebenarnya sama halnya dengan Dimas dan El tapi mereka lebih bisa tenang menghadapi mereka.
“Tukaran nomer WA aja bisa kan?’ ucap cewek yang satunya lagi
Sedangkan para cewek tersebut sangat kesal dengan penolakan Devan dan yang lainnya.
Dan mereka hanya bisa kembali duduk saja di kursi mereka sambil menggerutu kesal, karena bagaimana pun mereka sudah mengincar Devan dan yang lainnya sejak Devan dkk masuk ke dalam café tersebut.
Kini Devan dkk sudah berada di dalam mobil, kini yang menyetir adalah El. Karena memang yang mengusulkan untuk jalan-jalan mengelilingi Bandung adalah El, jadi ia yang membawa kemudi.
Kini mereka sudah mulai meninggalkan halaman parkir café itu dan mulai menjalankan mobil dengan kecepatan sedang membelah jalanan sejuk kota Bandung.
Setelah sekian lama mereka memutari kota Bandung, kini perhatian El tertuju pada sebuah mobil putih yang terparkir di pinggir jalan dekat dengan bangunan rumah yang sudah lusuh.
“Ehh, liat gak tu mobil?” tanya El kepada yang lainnya
“Liatlah, loh kira kita buta” jawab Dimas dengan nada sewotnya
“Sans aja bro, kayak gak asing tu mobil” pikir El dan bergumam kecil yang di dengar oleh yang lainnya
“Kayak mobil lo Dev, beda warna aja” ujar Vano yang tadi mengikuti arah pandang El
“Weii yaa, itu mobil Ajeng kan” langsung saja Dimas ikut menimpalinya
“Ngapain tu anak ke sana?” gumam Devan yang di dengar oleh yang lainnya
Kini masing-masing dari mereka sibuk dengan pikiran masing-masing, tidak lama mereka melihat ada Dita dan Ara yang terlihat dari samping rumah tersebut.
Mereka melihat apa yang di lakukan oleh Dita dan Ara, dan mereka melihat Dita dan Ara membawa 2 dus yang mereka tidak tau isinya.
Entah sejak kapan kini mereka sudah keluar dari mobil dan mendekati Dita dan Ara, dan otomatis Dita dan Ara kaget dengan kedatangan Devan dkk.
***
.
.
.
.
.
Oke guys sampai di sini dulu yaa
Tunggu kelanjutanya yaa
Jangan lupa dukung terus Author yaa
Like, koment dan vote
Note :
Akan di usahakan untuk Up setiap hari, doakan saja semua urusan Authro di lancarkan dan di permudahkan, Aamiin.
Jangan lupa follow akun Ig Author :
@sriwhyniii_____
#JagaKesehatan
#TetapPakaiMasker
Terima Kasih
Salam Author