Beautiful Story

Beautiful Story
BS eps 27



Hallo guys


Author Up lgi nih


Hayoo siapa yang nunggu nih


Jangan lupa selalu dukung karya author yaa


Like, koment dan vote


Selamat membaca


Semoga terhibur


***


Kini sudah masuk minggu ke 2 Ajeng sekolah di Sman Darma Bandung dan hari ini adalah hari sabtu di mana hari ini Ajeng akan memulai hari pertamanya mengikuti eskul olahraga.


Hari ini Ajeng dkk sudah bersiap akan melaksanakan eskul dan kebetulan eskul di adakan di jam 3 sore karena mereka kalau hari sabtu pulang pukul 2 siang.


Kini jam sudah menunjukkan pukul 2 sore lewat 25 menit Ajeng dkk sudah selesai berganti pakaian basket mereka masing - masing.


Sebelumnya mereka sudah makan dulu di tempat makan samping sekolah ini bukan tempat makan yang mewah hanya tempat makan biasa dengan makanan yang sederhana dan itu tidak menjadi halangan untuk Ajeng dkk makan di sana walaupun mereka tergolong orang yang berada.


Tampaknya di lapangan basket sudah ada beberapa siswa laki - laki yang memainkan bola basket dengan segera Ajeng mendekati mereka.


Oo iya Ajeng tidak akan malu - malu kalau soal olahraga ia akan mudah bergaul sesama tim dalam sebuah eskul.


Setelah berada di tengah lapangan Ajeng segera mengahampiri beberapa anak laki - laki yang sedang bermain basket seperti masih kelas 11 sama seperti Ajeng.


"Gue boleh ikut gak?" tanya Ajeng kepada mereka


"Boleh, eh boleh tau namanya gak?" jawab mereka dan juga langsung berkenalan dengan Ajeng


"Ajeng, kalo kalian siapa?" jawab Ajeng dan juga balik bertanya kepada mereka


"Gue Alex, kamu siswa baru itukan" jawab salah satu dari mereka dan di angguki oleh Ajeng


"Gue Roy" ucap satunya lagi


"Gue Bima" balas mereka lagi


"Gua Alan" ucap salah satu di antara mereka dan di angguki terus oleh Ajeng


Beda Ajeng yang kini di lapangan basket Dita dan yang lainnya masih di pinggir lapangan basket sambil menunggu yang lain.


Kalau Devan dkk mereka baru saja selesai makanan dan kini menuju ke ruang ganti untuk mengganti pakaian mereka dengan seragam basket.


Kini Balik lagi ke Ajeng dan Alex dkk mereka sudah akan mulai untuk bermain bersama.


"Langsung main aja nih" ucap Ajeng


"Yok" balas mereka serempak


Dan kini mereka sudah mulai bermain, mereka awalnya mengira Ajeng tidak pandai bermain basket ternyata mereka salah. Ajeng sangat lihai memainkan bola basket tersebut dan membuat mereka terkagum - kagum.


Mereka berpikir ternyata ada lagi yang hebat bermain basket selain Dita, Ellis dan Ara yang dari awal kelas 10 sudah memegang pemain terhebat di klub putri.


Kini Ajeng telah banyak mengumpulkan poin dan mereka sudah membuat kesepakatan siapa yang kalah akan push up sebanyak 30 kali.


Dan kini yang kalah di antara mereka adalah Alex dkk karena point mereka jauh dari Ajeng.


"Gila loh Jeng pinter banget mainnya" ucap Roy dengan napas terengah - engah


"Parah, gue kira lo gak bisa main hahhaa" ucap Bima juga di sertai dengan tawanya


"Udah cepet kalian push up sana" balas Ajeng kepada mereka dan segera di turuti oleh mereka semua


Dan di pinggir lapangan Dita dkk serta yang lainnya hanya tersenyum melihat Alex dkk kalah dari Ajeng.


Di depan ruang ganti kini Devan dkk sudah melihat apa yang di lakukan Ajeng kepada Alex dkk mereka hanya tidak menyangka teman satu tim mereka kalah point oleh seorang Ajeng.


"Gila bar - bar bener Ajeng" ucap Vano sambil melihat ke arah Alex dkk yang sedang push up


"Harus di coba nih main sama tu anak" balas Dimas dan di angguki oleh El


"Sudah yok langsung ke lapangan aja" ucap Devan dan kini berjalan memimpin teman - temannya yang lain


Saat Devan dkk masuk ke lapangan basket banyak sekali orang yang melihatnya dengan terkagum - kagum.


Bagaimana tidak mereka menggunakan seragam basket dan ikat kepala, baju yang tidak berlengan itu menampakkan otot - otot lengan dan betis mereka serta badan yang tinggi menambah kegagahan mereka.


Sampai di lapangan ternyata Ajeng belum menyadari kalau ada Devan dkk di belakangnya, saat Ajeng masih fokus mendrible bola basket sambil melihat Alex dkk push up bola itu melesat ke arah belakang dan langsung di sambut oleh Devan.


"Jeng tanding lawan kita yok" ucap El kepada Ajeng


"Capek gue" balas Ajeng dan langsung meninggalkan lapangan basket untuk menemui teman - temannya


Sedangkan Alex dkk sudah selesai push up dan mulai lanjut latihan dengan serius dengan Devan dan yang lainnya.


Ajeng juga sudah mulai berkenalan dengan para pemain basket perempuan dan ternyata di sana banyak anak kelas mereka.


Kini mereka sudah memulai latihan, latihan antara basket putra dan basket putri di pisah. Basket putri di bimbing oleh pelatih terlebih dahulu dan pelatih tersebut yang tak lain sebut saja namanya pak juli baru melihat Ajeng.


"Siswa baru ya nak?" tanya Pak Juli kepada Ajeng


"Iya Pak" jawab Ajeng


"Baiklah, selamat bergabung ya" balas Pak Juli dengan ramah


"Iya Pak" ucap Ajeng kepada pak Juli


Dan kini mereka masih sibuk memulai latihan baik itu basket putra maupun basket putri, Dan Pak Juli terkagum melihat permainan yang di lakukan oleh Ajeng.


Setelah agak lama bermain Ajeng izin istirahat dan menepi ke pinggir lapangan dan juga ia lupa kalau minumnya telah habis dan dia bingung harus mengambil punya siapa.


Sedangkan dia tau bahwa teman - temannya pasti juga akan haus jadi Ajeng kini hanya berdiam diri saja.


Devan yang melihat Ajeng seperti ingin minum itu tidak tega dengan segera ia keluar lapangan dan mengambil minumnya yang ada di dalam tas dan memberikannya kepada Ajeng.


"Nih minum" ucap Devan dengan datar


"Gak" balas Ajeng yang masih sibuk mengipas dirinya


"Minum" ucap Devan lagi


"Gak mau" balas Ajeng cepat


"Minum atau gue bantu minum" ucap Devan lagi


"Gak mau, itu minum siapa juga" balas Ajeng acuh


"Minum gue, nih ambil" ucap Devan dan Ajeng sedikit menoleh ke botol minum itu dengan susah payah ia meneguk ludahnya karena sangat haus


"Lama amat sih nih minum, awas kalo gak minum" ucap Devan langsung mengambil tangan Ajeng dan meletakkan botol minum tersebut.


Setelah memberikan botol minum itu Devan langsung kembali lagi ke lapangan basket dan Ajeng juga langsung meminum air minum tersebut.


Devan yang melihat Ajeng meminum air yang ia berikan itu sontak saja langsung tersenyum tipis.


***


.


.


.


.


.


Oke guys sampai di sini dulu


Tunggu kelanjutannya


Jangan lupa like, koment dan vote


Follow juga Author


Note :


Di usahakan Up setiap hari dan dukung terus Author dalam bekarya.


Doakan segala urusan Author di permudah dan di lancarkan semuanya, Aamiin.


Follow juga Akun IG Author :


@sriwhyniii_____


Terima kasih


Salam Author