AT. DEMON SLAYER

AT. DEMON SLAYER
Chapter 29 - Kembalinya Kyorin



...¤¤¤...


Sementara selagi xavier, kenz, dan artemis sedang pingsan tidak sadarkan diri, siapa yang menyangka kalau keadaan di luar monstareum mozzarck telah kedatangan bala pasukan demon beast yang telah dipimpin oleh raja Azzriel dan kai berserta kedua iblis hitam dan putih.


" Hancurkan pohon keramat itu, kalau perlu berikut seluruh tebing ini juga hancurkan saja! "seru raja azzriel kepada seluruh pasukan yang dibawa olehnya.


Ckkekke...!


" Sebenarnya itu mudah saja bagiku, tanpa perlu baginda mengeluarkan tihta kepada seluruh pasukan. " ujar kai, menyombongkan diri.


" Kalau hanya membumi hanguskan seluruh hutan ini itu juga mudah saja bagiku. "


" Tapi putraku ada didalam, kalau sampai salah langkah... " ucap raja azzriel dalam hatinya, yang terdiam sejenak.


" Kalau begitu lakukan apa saja sesukamu kai, tapi ingat pastikan keselamatan putraku, camkan itu..! " perintah raja azzriel pada kai dan memberikan amanah.


" Khiii... kikiki..., kalau itu tidak perlu anda khawatirkan lagi. "


" Akan aku pastikan putra mahkota dari ratu abbystera tidak akan tergores sedikitpun. " ucap kai, yang sehabis itu berjalan kedekat tebing terakhir dia mengejar xavier dan kenz.


Lalu kai mengeluarkan kembali shinu bakudan hammer darksoul weapon miliknya itu, " sepertinya akan ada permainan seru lagi sehabis ini. " ujar kai tertawa.


Kai kemudian melemparkan shinu bakudan hammer ke tebing jurang yang dimasukkan oleh xavier dan kenz, tepat dimana mereka masuk kedalam dan menghilang waktu ia mengejarnya.


BOOM... BOOMM... BOOMMM...!!


Ledakan besar itupun melubangi dinding terjal tebing jurang itu, bahkan ledakan pukulan yang kuat itu juga mengguncang monstareum mozzarck dan earthareum yang ada didalamnya.


Seluruh debu ledakan mengepul dan menutupi pandangan, seorang prajurit pun dikerahkan untuk memeriksa tebing tersebut.


Prajurit demon beast itu turun perlahan-lahan ke dinding tebing jurang yang terjal, begitu sampai disana dia melihat sebuah celah kecil seakan-akan ada udara yang berhembus dari dalam celah kecil itu.


" Seperti ada satu tempat lain lagi disana, namun tempat itu masih terselimuti oleh dinding tebing jurang ini. "


" Lebih baik aku segera kembali naik keatas dan membuat laporan. " ujar prajurit itu dan bergegas naik keatas dengan tali.


Prajurit itupun kembali naik keatas dan melaporkan hasilnya kepada kai dan memberitahukan pada kai dengan apa yang dilihatnya.


Senyum sinis menyungging dari tarikkan bibir tipis kai, " akhirnya aku menemukan kalian. " ucap kai sambil menggenggam erat shinu bakudan hammer ditangan kanannya.


Tatapan mata kai tersorot tajam terus memandang sekeliling tebing itu, dalam pikirannya hanya ada keinginan untuk segera menghancurkan tebing itu, ia sangat tidak sabar untuk bertarung dengan pria itu dengan perubahan wujud barunya.


" Akan kubuat kau berlutut dihadapanku kali ini. "


" Aku ingin kau lihat bagaimana reaksimu setelah melihat perubahan baruku ini. "


" Apa kau masih bisa menyombongkan dirimu kepadaku. " ucap kai di dalam hatinya.


Lalu kai kembali mengangkat darksoul weapon shinu bakudan hammer dan siap melemparkannya lagi ke dinding terjal tebing yang sudah berlubang besar itu.


" Minggir kalian semua dari sana ! "


" Akan aku ledakan tebing itu. "


" Bukan hanya aku buat berlubang lagi kali ini tapi akan kukatakan segera. "


" Akan aku lihat ada rahasia apa dibalik tebing terjal ini. " senyum sinis penuh kematian itu kembali tersirat pada wajah kai.


Tidak berapa lama kai langsung melemparkan kembali senjata shinu bakudan hammer itu dengan sangat kuat, dan kali inipun ledakan dasyat itu terjadi lebih hebat dari yang sebelumnya.


...•••...


Suara ledakan itu begitu hebatnya seolah hampir menelan seluruh hutan kabut caridbian, bahkan sampai membangunkan aluna dari ketidak berdayaanya dikala sedang pingsan tak sadarkan diri.


Ketika itu tiba-tiba mata aluna terbuka dan mengeluar cahaya terang dan seakan tidak sadar dengan apa yang dilakukan olehnya, aluna segera bangkit berdiri dan berkata-kata dalam bahasa kaum mereka seolah sedang membacakan sebuah mantra sihir seperti yang biasa dilakukan oleh xavier.


Lantas tubuh aluna pun melayang terangkat ke udara tidak menapaki tanah, kedua tangannya kemudian terbentang lebar seperti tiada daya, dari tubuh mungil yang berkulit putih itu muncul sebuah nadir garis-garis tulisan yang menyala bagai sedang membentuk huruf-huruf dan mantra yang mengikat jiwa.


Seketika itu juga tubuh aluna bersinar terang dan cahayanya bersinar sampai membuat pohon kehidupan yang sangat besar dan berada diluar dekat tebing jurang ikut mengeluarkan sinar cahaya terang benderang.


Sementara itu seluruh pasukan demon beast yang ada disana termasuk kai berhenti seketika itu juga, mereka semua terpanah pada pohon kehidupan yang tiba-tiba bersinar terang itu.


" Pergilah...! "


" Bila kalian menyentuh makam ini, maka akan kubinasakan seluruh ras kalian...! "


Suara lantang itu terdengar bagai sebuah gemuruh dan raungan yang sangat kencang yang begitu memekik setiap gendang telinga para prajurit demon beast.


Kai pun merasa sakit saat mendengarnya namun bersikap biasa saja, akan tetapi mengalir setetes darah dari bilik telinganya.


Begitu pula raja azzriel dan kedua utusan iblis hitam dan putih yang berada tidak jauh dari sana lantas segera menoleh ke arah pohon besar yang bersinar terang itu.


" Suara apa barusan?! " seru tanya raja demon beast azzriel, ia sangat terkejut ketika begitu ia datang melihat seluruh pasukannya sedang meringkung dibawah tanah dan bahkan ada yang sampai berguling-guling ditanah memegangi telinga mereka sambil berteriak kesakitan.


AAARRRGGGHHH...!!!


SAKITT... SAKIIITT... SAKIT... !


" Itu pasti penunggu hutan ini...! " teriak seorang prajurit ketakutan.


" Penunggu? " pikir kai yang lalu berjalan mendekati prajurit itu dengan perlahan.


" Benar, itu tadi pasti penunggu hutan ini. "


" Tangisan, teriakan, semua para rakyat demon tau kalau disini banyak roh jiwa-jiwa genma... "


" dan genma yang paling buas yang menjadi penunggu hutan ini adalah... " seru prajurit demon beast itu penuh ketakutan sambil merangkak mundur tertatih-tatih.


Namun belum selesai ia habis berbicara, kai langsung menebas kepalanya dan prajurit demon beast itu lantas tewas seketika.


" Siapapun dari kalian yang ada berani lagi menyebutkan hal ini, maka akan bernasib sama dengannya ! " gertak kai dengan kejam kepada para prajurit demon beast lainnya, akan tetapi hal tersebut menurunka mental para pasukan demon beast.


" Pih...! lemah... " kai membuang salivanya disamping jasad prajurit demon beast yang tewas tadi.


" Kalian semua adalah prajurit demon beast, bila kalian hanya takut pada jiwa-jiwa genma lebih baik kalian menjadi bagian dari mereka saja! " teriak kai kembali pada prajurit demon beast yang lainnya dan hendak menghabisi mereka semua yang sedang tampak ketakutan.


Tapi tangan raja demon beast azzriel menghentikan aksi kai, karena dari balik pohon yang bersinar terang itu tiba-tiba terdengar sebuah langkah kaki berjalan perlahan-lahan.


...¤¤¤...


Sebuah bayangan muncul dari balik pohon besar itu dan melangkah mendekati kai dan raja demon beast azzriel selangkah demi selangkah.


Tatapan tajam kai pun memandang sosok bayangan itu dengan geram, begitu pula raja azzriel dan kedua iblis hitam dan putih serta semua pasukan demon beast yang ada disana menatap kearah sosok bayangan itu.


Tap... tap... tap...


Suara langkah kaki itu semakin mendekat, yang lalu tidak lama terdengar diiringi sebuah tangisan anak bayi yang begitu nyaring terdengar.


" Putraku...! " seru raja azzriel menatap curiga, beberapa pasukan tampak siaga bersiap mengeluarkan senjata mereka.


Namun begitu sosok bayangan itu keluar, " kyorin?! " seru kai penuh tanya, kai pun langsung menghampiri sosok bayangan kyorin.


Belum lama kai sampai dihadapan kyorin, tiba-tiba tubuh kyorin yang memegang bayi terhempas dengan kencang didepan mata kai.


Tetapi saat kai menangkap kyorin, kai melihat ada sosok lain disana.


Kai dengan sigap meletakkan tubuh kyorin, dan segera bangkit bediri mengejar bayangan itu.


Sementara raja azzriel yang melihat hal itu segera bergegas berlari menyelamatkan putranya, dan juga raja memerintahkan beberapa pasukan demon untuk mengangkat tubuh kyorin.


" Benar ini adalah putraku. "


" Tapi kemana kai?! " tanya raja demon beast azzriel.


Tidak beberapa lama kemudian kyorin pun sadarkan diri, dengan tubuh lemahnya kyorin segera berlutut memberi hormat kepada raja demon beast ketika melihat raja azzriel berada dalam tenda tempatnya beristirahat.


" Kau sudah sadar rupanya. "


" Berdirilah ! " seru raja demon beast azzriel kepada kyorin.


" Terima kasih paduka. " ucap kyorin yang lalu bangkit bediri.


" Kau bisa jelaskan apa yang sebenarnya terjadi sekarang?! "


" Bagaimana sampai putraku bisa berada ditanganmu? " tanya tegas raja azzriel.


" Aku sendiri tidak begitu mengerti, semenjak malam itu... "


" Ada seseorang menangkap aku dan membuat diriku tidak sadarkan diri berhari-hari lamanya. " jelas kyorin.


" Bagaimana mungkin?! "


" Kau itu adalah demon beast sammu, bagaimana bisa kau dikalahkan begitu saja?! " seru tanya raja azzriel lagi meragukan penjelasan kyorin, ditambah lagi kemarin ini ada yang mengaku dan menyamar menjadi dirinya dengan begitu mudahnya.


" Hamba tidak berani berdusta pada paduka. "


" Kalau tidak paduka bisa langsung memeriksa sekarang, yang hamba ucapkan adalah benar. "


" Entah apa yang terjadi dimalam itu dan mengapa hamba bisa tidak sadarkan diri begitu lama, hamba sendiri masih belum jelas. "


" Namun disaat hamba berada disana, ketika dalam keadaan setengah sadar samar-samar hamba mendengar suara ratu azarya dari kejauh sedang bercakap-cakap dengan seorang yang tidak hamba kenal. " jelas kyorin menegaskan apa yang terjadi dengannya.


" Apa kau yakin?! "


" Siapa orang itu?! "


" Lalu apa saja yang mereka bicarakan? " seru tanya raja azzriel kembali, memastikan akan kebenaran ucapan kyorin.


" Hamba tidak tau siapa orang itu, tapi dari suaranya seperti suara laki-laki dari kaumnya. "


" Waktu itu hamba mendengar mereka merencanakan penculikan putra mahkota, dan tentang melarikan diri tapi tidak tau kemana. "


" Ketika hamba mendengar semua itu, hamba berusaha menggagalkan rencana mereka. "


" Namun tiba-tiba hamba kembali tidak sadarkan diri kembali, dan saat kemarin begitu sadar lagi hamba mencoba keluar dari sekapan mereka terlebih dahulu. "


" Tetapi siapa sangka begitu keluar hamba mendengar kejadian ini, dan hamba segera mengejar ratu azarya yang menculik putra mahkota. " jelas kyorin, namun tiba-tiba kai kembali.


Kai kembali dengan membawa sebuah kulit ular yang cukup besar ditangannya, " lalu? " tanpa basa-basi kai langsung menanyakan kelanjutan cerita penjelasan dari kyorin.


" Lalu ketika aku berhasil merebut putra mahkota, tiba-tiba ada seekor ular raksasa membelit tubuhku. "


" Ular itu berusaha mengambil wujudku, sedangkan ratu azarya sendiri telah melarikan diri. " sambung kyorin menjelaskan lagi.


Kai pun langsung memberikan sebuah tepukan tangan, " bagus, bagus, cerita yang bagus! " seru kai sambil berjalan mendekat ke arah kyorin.


Lalu kai memperlihatkan kulit ular raksasa yang ditemukannya di saat mengejar sosok mahluk tadi, kai tidak menyanggah semua penjelasan kyorin barusan.


Kai pun tau kalau yang ada dihadapannya kali ini juga adalah kyorin yang asli, tetapi tetap saja ia merasa ada yang janggal karena saat itu kai bertemu seorang perempuan bercadar membawa keranjang tapi tubuh perempuan itu tampak terdapat banyak tulisan seperti darah yang menyala dan perempuan itu berjalan pergi lalu terjun ke jurang.


Ditambah lagi kai tidak melihat ular ataupun jejak ular, sedang kulit ular yang ditemukan olehnya memang seperti telah dipersiapkan.


" Setelah kenz mengkhianati kita, aku tidak akan lagi mudah mempercayai siapapun kecuali raja azzriel dan diriku sendiri. " celetuk kai, memberi sindiran setelah itu iapun pergi meninggalkan ruangan itu.


...•••...


Sementara di lain tempat, di dalam makam suci erl marline...


Xavier, kenz, dan artemis yang pingsan tidak sadarkan diri, tidak disangka sudah berada dibawah dasar makam suci erl marline.


Eeerrrggghhh....


" Dimana ini? " mata xavier terbuka perlahan, ketika itu tubuh xavier telah terbaring tengkurap lemah tidak ada kekuatan sama sekali.


Samar-samar xavier melihat didepannya ada seorang berdiri, " ratu azarya? " ia melihat wanita itu selintas serupa dengan ratu azarya, dan ia juga melihat wanita itu sedang memeluk bayi putra mahkota.


" Bayi? "


" Putra mahkota, bayi itu? "


" Ratu azarya? " sejuta tanya dalam pikiran xavier yang seperti tampak kacau dan dengan penglihatan yang kabur membuat dirinya menerka-nerka.


" Apa-apaan ini? apa aku salah lihat? "


" Tapi tubuhku, kenapa aku seperti tidak bisa bergerak sama sekali? " ujar dalam hati xavier.


Tiba-tiba pandangan xavier semakin memudar dan perlahan semua kembali menjadi gelap gulita, namun siapa yang menyangka kalau itu justru membuat xavier langsung sadar dan terbangun dari pingsannya.


Saat xavier terbangun semua menoleh kearah xavier, " kau sudah bangun? " ujar tanya kenz dikala itu, menjadi orang pertama yang menanyakan keadaan xavier.


" Kau mau makan? "


" Tenang aku punya banyak makanan. " ujar artemis menunjukkan buah yang ada ditangannya.


Xavier melihat sekeliling, dan merasa kebingungan, " ini dimana? " tanya xavier bingung.


" Di makam suci erl marline tentunya, masa begitu saja tidak tau. " sahut feeya sambil asik memakan buah persik besar seukuran dua kali lipat dari tubuhnya.


" Bayi, putra mahkota, dimana...? " belum selesai xavier berbicara, artemis melemparkan buah segar kepada xavier.


" Sudah makan dahulu, kau itu baru bangun langsung mencari bayi. "


" Memang tidak lelah menggendongnya terus berhari-hari. " ujar artemis yang sedang berada didekat perapian dan tampak kalau lagi menghangatkan tubuhnya sembari memakan buah-buahan.


" Tapi dimana bayiku?! " seru xavier bertanya.


" Kau itu terlalu khawatir, tentu saja dengan ibunya. " sahut feeya dengan mulut penuh makanan.


" Ibu? " tanya xavier kecil.


" Ratu azarya... " sambung kenz menegaskan maksud kata-kata feeya.


Mendengar hal itu xavier malah semakin kebingungan dengan apa yang telah terjadi disaat ia tidak sadarkan diri, ditambah lagi dengan apa yang baru didengarnya.


" Ratu azarya, bagaimana mungkin bisa ada ratu azarya...? "