
***
100.000 tahun berlalu...
Dialam dunia yang lain...
Di dunia yang terkutuk itu, kini dunia itu telah menjadi sebuah negeri bagi mereka para mahluk gaib dan para jenis demons.
...
Negeri demon beast...
tempat dimana seluruh kaum demon berkumpul dan tinggal disana, yang terletak dibalik neraka suci dan berada di neraka terdalam.
Disana terdapat banyak jenis demon baik yang berada di level terendah sampai level tertinggi, namun dimana saat itu yang sedang berkuasa adalah para demon beast.
...
Di istana demon beast...
Setelah begitu lamanya sudah kerajaan Demon Beast ini menanti kehadiran seorang pewaris tahta, namun apa yang terjadi kini...
...
Seorang anak manusia !
Bagaimana mungkin seorang God Demon Beast melahirkan seorang anak manusia !
Anak manusia yang lemah bagaikan seekor binatang buas tanpa taring...
Apakah ini takdir untuk kerajaan Demon Beast untuk hancur di generasi yang cacat seperti ini?!
ANAK MANUSIA...!!!
" Anak manusia ! "
" Habisi Anak itu, dan jangan biarkan kabar ini tersebar di dunia para Demon Beast. "
TIDAAAKKK...!
" Tidak! Raja tidak boleh membunuh Putra mahkota ! "
INI PERINTAH...!!!
" Tidak seorangpun boleh menghalanginya ! "
" Termasuk sang Ratu sendiri ! "
TIDAAAKKK...!
" Tapi anak itu adalah darah dagingmu sendiri...! "
" Darah daging?! "
" Sekarang aku justru meragukannya, apa benar didalam tubuhnya terdapat darahku ! " dengan penuh amarah raja demon beast menghantamkan tangannya ke arah ayunan tempat tidur putranya yang baru saja terlelap.
BRAGGGKKKK...!
Pukulan itu tepat mengenai ayunan tempat tidur itu sehingga membuat ayunan itu rubuh, seketika itu juga raja demon melihat putranya yang baru lahir itu menangis karena terjatuh dari ayunan ranjang tidurnya dan tubuhnya yang kecil tertimpa terkena patahan kayu tempat tidur itu.
Suara tangisan putranya yang baru lahir itu membuatnya jengkel dan semakin emosi dipenuhi amarah murka, " dasar manusia lemah! " tangan raja demon beast itupun berubah, dan berkultivasi bagai sebuah tangan hewan buas yang siap mencabik mangsanya.
Dalam sekejap tangan raja demon beast menggenggam segumpalan bola energi yang full power, dan bola energy itu siap untuk dilepaskan ke arah putranya.
" anakku ! " ratu azarya langsung turun dari tempat tidurnya dan memeluk putranya yang baru lahir itu sehingga menghentikan raja demon melepaskan pukulan bola energi yang sangat besar dan penuh kekuatan, " beraninya kau...! " seketika itu jua acap kata-kata amarah raja demon terhenti lantaran mendengar suara dari kejauhan.
" Selamat ! "
" Selamat paduka...! "
Lalu tampak muncul seorang pelayan demon dari selir Abbystera, yakni selir dari raja demon beast yang saat itu juga melahirkan seorang putra demon beast di hari yang sama dengan sang ratu demon beast.
" Selamat paduka raja demon...! "
" Yang mulia selir abbystera telah melahirkan seorang putra pewaris kerajaan demon beast ini. "
Saat itu tampak kebahagiaan terlukiskan di wajah seorang raja demon beast begitu mendengar pewaris kerajaannya telah dilahirkan.
Tanpa berpikir banyak , raja pun langsung menemui selir abbystera untuk melihat putra pewaris tahta kerajaan demon beast ini dan tanpa melihat kembali keadaan putra sang ratu yang saat itu hendak dihabisinya.
...
Sementara itu ratu azarya pun sama, Tanpa berpikir panjang lagi ia langsung memanggil xavier pelayan setianya yang sudah mengabdi begitu lama pada keluarga ratu azarya, bahkan setelah ratu azarya menikah dan menjadi ratu di negeri demon, xavier pun tetap ikut dibawa bersamanya sebagai pelayan dan pelindung setianya.
" Hamba datang menghadap, ratu. "
Dilihatnya sang ratu tampak murung sambil memeluk putranya, namun ratu azarya hanya duduk terdiam tanpa bicara, yang terlihat hanyalah tatapan mata yang sendu dan kosong.
" Sungguh malangnya nasibmu wahai putraku. " belai lembut ratu azarya yang sambil memeluk putranya dan kemudian menangisi nasib putranya.
" Namamu saja belum diberikan tapi nyawamu harus segera melayang di tangan ayahmu sendiri. " dengan tatapan mata yang begitu sendu tanpa keraguan ratu azarya pun mengambil sebilah belatih dan memberikan sebuah ukiran goresan luka pada bahu punggung sebelah kanan putranya dengan lambang God Demon Beast.
" Tapi aku tidak akan pernah membiarkan semua itu terjadi padamu. "
" Tapi apa yang harus aku lakukan untuk menyelamatkan hidup putraku? "
Hiks... hiks... hiks...
Tiba-tiba teringatlah ratu azarya akan sosok dia, sang penjaga hutan labirin monstareum mozzarck yang berada di jauh kedalaman hutan terlarang istana para demon beast.
" Dia! "
" Benar hanya dia yang bisa mengubah takdir putraku. "
" Xavier...! "
" Cepat kau bawa pergi putraku dari istana demon beast ! "
" Bawalah putraku menemui dia. "
Lalu ratu azarya menyerahkan putra yang baru dilahirkannya itu kepada xavier pelayan setianya itu.
" Bawalah ia pergi sejauh mungkin dari kerajaan demon beast Ini.
" Jangan pernah sampai yang mulia raja menemukannya. "
" Berjanjilah padaku kau harus melindungi dan menjaganya, meskipun harus mempertaruhkan nyawamu. " tangis pilu ratu mengiringi kepergian putranya.
" Namun sebelum kau membawanya pergi meninggalkan kerajaan demon beast ini, bawalah putraku ke hutan terlarang itu. "
" Bawa dia memasuki hutan labirin Monstareum Mozzarck ! "
" Tapi yang mulia ratu, tempat itu berbahaya! " sela pelayan itu memotong perintah ratu azarya.
" Lakukan saja dan segera laksanakanlah perintahku ini ! " tegas ratu azarya sambil memberikan sebuah pecahan giok bulan biru pusaka miliknya.
" Pecahan ini...?! " xavier sangat kaget begitu melihat pusaka itu dikeluarkan.
" Tak heran bila kau kaget saat melihat pecahan ini xavier. " tukas ratu azarya memotong kata-kata xavier.
" Iya, ini adalah pusaka itu. "
" Hanya seorang bangsawan suci yang memiliki blessed soul baru bisa memiliki ini. "
" Aku adalah salah satu dari para bangsawan suci itu, dan pecahan batu giok bulan biru ini memang adalah kepunyaanku. " lagi-lagi butiran air mata ratu azarya kembali menetes membasahi wajahnya dikala mengeluarkan pecahan batu giok bulan biru itu.
Akan tetapi muncul beberapa pertanyaan yang terlintas di kepala xavier, sehingga membuat dia menilik tegas pecahan batu giok bulan biru itu.
Ratu azarya pun menyadari tatapan mata xavier yang tertuju pada pecahan batu giok bulan biru yang dipegang olehnya.
" Kau pasti bertanya mengapa batu giok bulan biru ini hanya berupa sepotong pecahan saja dan tidak utuh. "
" Kau pun juga pasti bingung bagaimana mungkin aku bisa memiliki pecahan batu giok bulan biru ini. "
" Benar bukan...? " terka tanya sang ratu.
" Bila ratu berkenan... " belum selesai bicara lagi-lagi xavier melihat ratu azarya meneteskan air matanya kembali, sehingga membuatnya tidak dapat melanjutkan kata-kata yang hendak ditanyakanya.
" Dari air mata ini, seharusnya kau langsung tau ada yang aneh pada diriku ini. " kemudian ratu azarya pun terdiam kembali sejenak dan lalu mulai menceritakan semua rahasia yang selama ini ia sembunyikan.
***
Konon pusaka batu giok bulan biru ini adalah pusaka kehidupan dan juga merupakan jantung kehidupan bagi seorang keturunan kaum bangsawan suci.
Bagi para bangsawan suci yang sudah memiliki blessed soul, untuk meningkatkan jiwa mereka maka dibutuhkan 1buah batu giok bulan biru agar dapat bertransformasi menjadi tingkatan yang mereka kehendaki.
Namun dimasa itu ratu azarya jatuh cinta kepada azzriel yang merupakan king of demon beast, oleh karena itu ratu azarya ingin bertransformasi menjadi demon beast agar dapat menjadi pasangan bagi azzriel.
Ratu azarya pun bergegas melakukan upacara transformasi perubahan menjadi demon beast di dalam monstareum mozzarck.
Akan tetapi saat proses transformasi itu berlangsung seorang bangsawan duke yakni ayah dari ratu azarya datang dan menghancurkan batu giok bulan biru milik ratu azarya.
Lalu ayahnya pun memutuskan tali keluarga diantara mereka, sehingga sejak saat itu ratu azarya kehilangan gelar bangsawan miliknya dan hanya menjadi setengah demon beast.
Namun selama ini ratu azarya menyembunyikan semua kejadian itu dan juga mengenai prihal tentang jati dirinya yang merupakan setengah demon beast.
" Semua ratu rahasiakan dan disimpan sendiri. "
" Sampai begitu lamanya... "
" Bahkan sampai saat ini ratu azarya tidak pernah menceritakan tentang dirinya kepada siapapun juga. " pikiran xavier menerawang jauh
" Apa yang mulia raja demon beast tidak pernah mengetahui hal ini. " tanya xavier mencoba memperjelas situasi yang terjadi.
" Raja azzriel... "
" Tidak !, yang mulia raja demon beast tidak akan pernah tau hal ini. " jawab ratu azarya yang tampak penuh penyesalan di hati.
" Jika yang mulia tau, mana mungkin sekarang aku menjadi seorang ratu di kerajaan demon beast ini. " sambung ratu azarya menegaskan.
" Siapa yang menyangka kalau cinta ini menjadi sebuah kutukan dan pengorbanan bagiku. "
" Namun kini putrakulah yang akan menanggung semua dosa yang telah aku simpan selama ratusan tahun ini. " ratu azarya pun kembali menyerahkan pecahan batu giok bulan biru itu, dan diselipkan olehnya di tubuh kecil putranya.
" Sekarang kau telah mengetahui semuanya. "
" Berjanjilah kalau kau akan merahasiakan semua ini. "
" Juga Berjanjilah kalau kau akan melindungi putraku ini. "
" Hamba berjanji akan menjaga semua rahasia ini dan juga menjaga putra mahkota dengan baik. "
" Kalau begitu bersediakah dirimu untuk melaksanakan tugas berat yang akan kuberikan ini? "
" Ratu tenanglah, hamba adalah budakmu ratu. "
" Maka perintahmu sudah menjadi laksana dan kewajibanku. " jawab xavier agar tidak membuat ratu azarya menjadi cemas.
" Kalau begitu temuilah dia yang ada didekat jurang monstareum mozzarck dan antarkanlah putraku untuk bertemu dengan dia. "
" Hanya dia yang bisa membuat putraku bertransformasi. "
" Ingatlah katakan padanya kalau ini adalah putraku yang baru saja kulahirkan, dan ceritakanlah padanya semua yang terjadi dengan begitu ia akan membantu menolong putraku ini. "
" Maka dengan begitu pula ia akan mau membukakan pintu monstareum mozzarck dan mengantar kalian melawati labirin kegelapan yang ada di dalam monstareum mozzarck. " tak terasa ratu azarya kembali menangisi putranya yang akan dibawa pergi, dan butiran air matanya menetes ke batu pecahan giok bulan biru sehingga membuat pecahan batu itu mengeluarkan sinar cahaya kebiruannya.
" Xavier, sekali lagi berjanjilah kalau kau akan selalu menjaga dan melindungi putraku dengan nyawamu sebagai bukti kesetiaanmu pada garis keturunan keluargamu. "
" Ratu tidak perlu khawatir, hamba akan menjaga dan melindunginya dengan seluruh jiwa dan ragaku. "
" Aku xavier bersumpah atas seluruh kaumku dan atas seluruh keturunan keluargaku. "
" Jikalau aku berkhianat, maka di dalam labirin monstareum mozzarck hamba akan binasa sebagai kaum bangsawan witcher yang terkutuk. " sambung ucap xavier yang mengambil sumpah setia pada ratu azarya sehingga meringankan gelisah dan kecemasan dipikiran dan hati sang ratu.
Akhirnya ratu azarya pun menyerahkan putranya kepada xavier.
Sambil menghaturkan diri lalu xavier pun mengambil bayi itu dari tangan sang ratu, walau sebenarnya masih tampak terlihat jelas dimata ratu azarya kalau ia masih berat melepaskan putranya.
Maka xavier mencoba menenangkan kekhawatiran hati ratu azarya untuk yang terakhir kalinya, " ratu jangan khawatir, percayakalah putra mahkota pada hamba. "
Lalu xavier pun menggendong putra mahkota kedalam pelukan lengannya dengan begitu hati-hati, kemudian xavier pun bergegas pergi meninggalkan istana sebelum ada yang melihat dirinya.
Namun siapa yang menyangka kalau tangisan putra mahkota karena harus berpisah dari ibunya ratu azarya, yang dimana kala saat itu membuat salah satu prajurit demon beast itu pun menyadari keberadaan mereka.
Sekarang hal itu membuat xavier kini berada di dalam masalah baru yang akan segera dihadapi oleh mereka.
" Kalian lihat...! " seru seorang perajurit demon beast yang saat itu sedang berjaga.
" Tadi sepertinya aku melihat sesosok bayangan dari balik tiang pilar itu. "
" Siapa disana?! " prajurit itu berjalan mendekati tiang pilar tempat xavier bersembunyi.
Saat itu xavier dalam keadaan terdesak, dilihatnya sebuah jendela yang terbuka lebar tepat berada dibelakangnya.
Tanpa berpikir banyak xavier pun mengambil selimut bayi yang membalut tubuh mungil putra mahkota dan segera mengikatkan erat putra mahkota pada tubuhnya.
" Siapa kau...! " teriak prajurit itu yang memergoki xavier sedang menggendong putra mahkota, bayi dari ratu azarya yang baru saja dilahirkan.
Xavier pun melirik menilik tajam kearah prajurit itu, tanpa banyak bicara xavier segera meninggalkan tempat itu dengan melompati jendela ruangan yang terbuka lebar tadi.
" Hai...! "
" Jangan lari...! "
" Penyusup...! "
" Ada penyusup! " seketika teriakan prajurit demon beast itu sontak memancing banyak mata para prajurit demon beast yang lainnya, dan saat itu seluruh mata itu tertuju pada xavier pelayan ratu azarya yang mana baru saja melompati jendela sambil menggendong bayi putra mahkota dari raja demon beast yang baru saja dilahirkan.
" Penyusup itu menculik putra mahkota! " salah seorang pemimpin prajurit pasukan demon yang berada tak jauh langsung menelaah kebalik jendela itu, dan dilihat kalau penyusup yang menculik putra mahkota itu sudah kabur cukup jauh.
" Penyusup itu sudah melarikan diri sangat jauh sekali. " tegas ucap seorang prajurit didepan pemimpin penjurit demon beast tadi.
" Lalu apa yang masih kalian lihat ! "
" Cepat kalian segera kejar penyusup itu ! " gertak pemimpin prajurit demon beast itu yang sontak membuat prajurit yang hanya diam tak bergeming itu menjadi sigap siaga dan segera bergegas berlarian mengejar seorang penyusup yang telah kabur jauh.
" Tangkap dia sekarang dan jangan biarkan ia lolos dan berhasil menculik putra mahkota. " sambung tegas pemimpin pasukan prajurit demon beast itu memerintahkan seluruh pasukannya.
" Kau segera bawa sejumlah prajurit demon beast yang lainnya untuk mengejar penyusup itu dan segera tutup gerbang istana demon ini, agar penyusup itu tidak dapat kabur ataupun melarikan diri keluar meninggalkan istana demon beast ini. "
" Aku sendiri akan pergi memberikan laporan langsung kepada yang mulia raja demon beast. " lanjut tegas perintah pemimpin prajurit demon beast itu kepada seluruh prajurit-prajuritnya, yang mana saat itu sedang kicruh mengejar seorang penyusup yang telah menculik putra mahkota.