AT. DEMON SLAYER

AT. DEMON SLAYER
Chapter 20 - Feeya dan Kenz 2



***


" Apa kali ini dia sudah sadarkan diri? " gumam kecil tanya aluna.


" Apa dia tidak dalam pengaruh topeng itu lagi bukan? " lanjut tanyanya dengan sangat pemasaran.


" Menurutmu? "


" Kau lihat saja sendiri, kali ini dia berteriak kesakitan. "


" Seharusnya dia sudah tidak dalam pengaruh topeng iblis demon itu. " sahut jawab xavier yang juga masih menerka-nerka.


Xavier berjalan mendekati kenz dengan perlahan, " jadi kau sudah sadar? " tanyanya pada kenz, dan kenz hanya sekilas melihat xavier yang sedang mendekatinya kemudian ia kembali melihat sekeliling dirinya seperti mencari sesuatu.


" Sial, aku yakin sekali ada seekor tikus liar menggigiti jariku sampai ada bekas lubang. " gerutu kecil kenz.


" Tikus?! " lantas aluna tersenyum kecil mendengar kata-kata kenz.


" Sejak kapan feeya menjadi tikus. " gumamnya kembali sambil menahan senyum geli pada sudut bibirnya.


Xavier mengangkat tubuh kecil feeya dengan menjinjingnya menggunakan dua jari dan menujukan kepada kenz, " aku rasa ini tikus yang kau cari. " ujar xavier, aluna yang melihat itu semua hanya dapat menahan tawa.


Kenz dengan cepat meraih feeya dari tangan xavier, " jadi kau yang menggigit jariku sampai... " ucap kenz marah namun terhenti, karena rasanya ingin marahpun percuma saja.


Kenz pun menarik nafas dalam-dalam dan menahan emosinya, " Kau ini kenapa senang sekali menggigitku. " sambung gerutu kecilnya yang lalu melepaskan peri kecil itu.


Kenz kemudian terdiam sejenak, ia seperti merasakan ada yang sedang menghubungkan link panggilan dengan dirinya.


Entah siapa gerangan itu, namun membuat fokusnya terpaku beberapa detik pada link panggilan tersebut.


Feeya yang sudah dilepaskan oleh kenz dan berada tidak jauh darinya, seketika itu kembali menggigit jari kenz dengan kencang sehingga mengembalikan keterpakuan kenz saat itu yang merasa bimbang untuk menjawab panggilan tersebut atau tidak.


" Apa yang kau lakukan?! " lirik kesal kenz pada feeya yang sedang memegang jari telunjuknya dan masih menggigit jari itu.


Hee... hee... hee...


Feeya menyengir kecil dan berbicara tidak jelas seperti sedang bergumam, " jan-ngan di tima p-gilan linknya. " ucapnya yang tidak jelas karena masih menggigit jari kenz, dan diiringi cengar-cengirnya.


Namun kenz tidak bergeming memberi sorotan tajam pada feeya, ia melirik tajam mengisyaratkan ke feeya untuk berhenti menggigit jarinya itu tanpa banyak berkata-kata.


Feeya melihat tatapan mata kenz langsung menyadari maksudnya, lalu melepaskan gigitanya dan hanya bisa menunduk malu sambil menggaruk rambutnya.


" Hii... hii..., peace...! " cengar-cengir tidak jelas, melihat jari telunjuk kenz yang sedikit basah akibat digigit olehnya tadi.


" Lap... lap... lap... " feeya langsung buru-buru membersihkan jari Kenz dan mengeringkannya, lalu kembali tertunduk malu dan memasang wajah merah muda sambil tersipu malu.


" Hhee... " tawa kecil aluna ikut mengiringi.


" Aku tidak pernah melihat feeya begitu menyukai mahluk lain selain mahluk sejenisnya atau bayi manusia. " ujar aluna saat itu.


" Hey! " sapa xavier.


" Namamu kenz bukan? " tanya xavier menegur kenz.


" Apa rencanamu setelah semua yang terjadi ini? " lanjut tanyanya kembali pada kenz sambil melemparkan sebuah kantong yang terbuat dari kulit dan berisi sedikit pundi-pundi air untuk diminum oleh kenz.


Kenz lalu menangkap kantong air yang terbuat dari kulit binatang itu dan menenggak beberapa kali air yang ada didalamnya, karena merasa sangat haus tanpa terasa iapun menghabiskan semua air itu.


" Aku tidak tau. " jawab kenz singkat, setelah menyelesaikan tegukkan tetes terakhir air itu.


" Namun tidak mungkin aku akan kembali. " lanjut ucap kenz berbalik badan dan lalu melepaskan topeng iblis demon tersebut dari kepalanya dan memandanginya beberapa detik dan lalu menaruhnya diatas meja yang terbuat dari batu.


•••


" Kalau begitu kau ikut saja dengan kami. " ujar aluna ketika melihat kenz melepaskan topeng iblis demon.


" Aku tidak akan ikut denganmu. " sela xavier.


" Eh, kenapa? " aluna menatap penuh tanya.


" Aku harus melindungi bayi ini untuk bertemu dengannya yang berada di dalam monstareum mozzarck. " lanjut ucap xavier yang didengar kenz.


" Bayi itu... "


" Raja demon beast menginginkan kematian bayi itu. " jelas kenz.


" Dia memerintahkan kami untuk menghabisi semua yang ikut dalam misi penyelamatan ini. " sambung kenz.


" Misi menyelamatkan hanya sebuah rekayasa, sedang tujuan sebenarnya menghabisi semua untuk menutupi kelahiran bayi manusia di kerajaan demon beast. " ucap kenz meneruskan perkataannya.


" Aku tau itu. " jawab singkat xavier.


" Kau tau hal ini? " kenz merasa kebingungan, bagaimana ia bisa tau misi rahasia ini.


" Jangan bertanya padaku, bagaimana aku bisa tau ini semua. " ujar xavier seakan menjawab apa yang sedang dipikirkan oleh kenz, sehingga kenz mengurungkan niatnya bertanya.


" Aku tidak tau apa yang terjadi dengan kalian, tapi yang pasti aku diminta untuk membawa kalian yang menjadi orang pilihannya untuk datang ke tempat ini. " jelas aluna menyela pembicaraan xavier dan kenz.


" Termasuk feeya...! " seru feeya yang tiba-tiba datang duduk diatas meja batu dekat topeng iblis demon milik kenz.


" Ya, benar. "


" Kau juga feeya. " jawab aluna.


" Apa maksudnya? " tanya xavier.


" Kalian ikut saja denganku terlebih dahulu, nanti baru akan aku jelaskan. " ucap aluna mengambil pelita diatas meja batu dan berjalan mengarahkan ke arah anak tangga yang tadi dilalui oleh artemis.


Mereka pun segera mengikuti aluna, sedang feeya tertinggal karena sedang menatap topeng iblis demon tersebut.


Ketika melihat semua orang sudah tidak ada, feeya dengan cepat mengeluarkan sebuah buku tebal catatan kuno simpanan miliknya yang disimpan dalam sebuah kalung magic amulet stone.


Buku tebal itu tampak usang, kotor, dan berdebu, " hmmm..., ini karena feeya tertidur dalam batu terlalu lama. " gerutu feeya pada dirinya sendiri sambil meniup debu dibuku itu sambil terbatuk-batuk.


" Aku harus cepat, atau tertinggal jauh oleh mereka. " feeya langsung membuka buku tersebut, siapa yang menyangka begitu buku itu terbuka lantas mengeluarkan cahaya silau keemasan.


Partikel cahaya itu menyambung menjadi satu bagian dengan bagian yang lainnya menbentuk sebuah gambar hologram mekanika kuantum, " program aktif. " terdengar suara dari buku tersebut yang tampak seperti suara berteknologi.


Feeya langsung buru-buru menyeret topeng iblis demon itu dengan tubuh kecilnya, ia memindahkan topeng tersebut ke atas sebuah buku.


Dalam hitungan detik tidak lama kemudian buku itu mendata benda yang berada diatasnya itu, " wah..., barang bagus, barang bagus. " feeya sangat kesenangan begitu mengetahui data-data dari topeng iblis demon itu.


Dengan cepat feeya langsung menekan tulisan huruf simpan, lalu dari buku terbuka sebuah lubang hitam berbentuk kotak sehingga membuat topeng iblis demon itu masuk kedalamnya.


Setelah topeng iblis demon itu tersimpan, feeya buru-buru menutup buku itu kemudian mengarahkan kalung magic amulet stone yang dipakai olehnya itu kearah buku itu.


Lalu buku tebal catatan kuno itu langsung masuk kedalam kalung magic amulet stone yang dipakai feeya, kemudian feeya bergegas pergi meninggalkan tempat itu dan segera menyusul yang lainnya.


***


" Wah, dia cepat sekali seakan sangat mengenal tempat ini. " ujar kenz yang melihat feeya terbang meninggalkn mereka.


" Tentu saja. "


" Dia ada sebelum kami ada disini. " jawab aluna mengundang tanya akan maksud ucapannya tadi, xavier dan kenz menjadi terhenti menatap dirinya.


" Eh, sebentar lagi kita sampai diatas. " lanjut ucap aluna yang segera mengarah ke ujung anak tangga.


Namun begitu dia berbalik, ia melihat kenz dan xavier yang tertinggal dibawah.


" Hey! "


" Kenapa kalian masih berdiri disana? "


" Cepat naik kemari. " teriak aluna melambaikan tangan kepada kenz dan xavier.


Xavier dan kenz saling menatap beberapa detik, " hah, ayolah! " ujar xavier yang mendahului kenz, " walau entah kenapa aku merasa asing dengan tempat ini. " tetapi xavier tetap terus melanjutkan langkahnya menaiki anak tangga itu yang diikuti oleh kenz dari belakang.


Sesampai mereka diatas, ternyata dipehujung anak tangga teratas tidak terdapat apa-apa, " apa ini? " xavier kebingungan, tidak ada tempat apapun disini hanya tujuh anak tangga lagi yang ada didepannya, dan selebihnya yang ada hanyalah sebuah pohon rindang dan besar yang tengah berdiri diujung anak tangga itu.


" Hanya pohon? "


" Bukankah kau katakan kita sudah sampai? "tanya kenz memandangi pohon besar itu.


" Jangan-jangan ini adalah pohon yang dimaksud oleh para bangsawan suci terdahulu. " ujar xavier dalam hatinya yang ikut melihat pohon tersebut dari kejauhan.


Xavier pun teringat pada ucapan para bangsawan suci terdahulu, tentang sebuah pohon yang menghubungkan sebuah dunia paralel pada suatu ruang dimensi.


Akan tetapi dimana tempat itu berada, hanya mereka para bangsawan suci dan para noblesse terdahulu yang mengetahui keberadaannya.


Ada sebagian yang menyebutkan bahwa tempat itu adalah monstareum mozzarck, tapi ada juga yang bilang kalau itu adalah dunia yang lain yang terpisah dan tidak tau dimana.


" Jadi apakah itu adalah pohon ini? " lanjut tanya xavier kembali dalam hatinya.


Lalu sebuah jawaban dari aluna mengakhiri semua pertanyaan yang saat itu mucul dihati xavier, " ya, memang kita sudah sampai. " jelas aluna pada xavier dan kenz saat itu yang lantas merekapun kembali menaiki sisa anak tangga yang tinggal beberapa pijakan lagi.


Merekapun akhirnya sampai dihadapan pohon besar itu, aluna mengeluarkan sebuah kalung berbentuk seperti anak kunci berwarna emas yang dipakai olehnya.


Aluna lalu memasukan anak kunci itu pada sebuah runtuhan pilar batu terpotong yang tepat berada disamping pohon besar itu, lalu terbukalah sebuah pintu portal dimensi dari batang pohon besar tersebut.


" Ayo lekas masuk. "


" Kita tidak punya waktu lama, karena portal ini akan tertutup sendiri dalam hitungan beberapa detik. " usai menjelaskan aluna langsung memasuki portal dimensi tersebut yang lalu disusul oleh kenz, sedang xavier masih memperhatikan pohon besar itu dengan saksama.


Akan tetapi disaat portal dimensi itu hendak tertutup, xavier pun bergegas segera memasukinya.


•••


Semetara dihutan kabut caridbian...


Raja azzriel yang belum terlalu jauh memasuki hutan kabut caridbian telah bertemu dengan sosok perwujudan kai yang baru.


Ketika itu kai datang bersama dengan kedua utusan iblis hitam dan putih.


" Siapa yang kalian bawa?! " tanya dreezel waspada.


Kai bedecak tawa begitu mendengar kata-kata dreezel, " Kkee... kkee... " aura tawa yang menyeramkan walau hanya sebentar saja akan tetapi cukup membuat mental para prajurit demon beast menjadi jatuh karena takut.


" kau sudah kehilangan daya ingat dirimukah? " sambung kai yang keluar dari balik belakang iblis hitam dan putih.


" Hey, dreezel...! "


" Apa yang kau lakukan? kau datang membawa yang mulia raja demon beast kemari! " seru tanya kai yang tiba-tiba sudah berada didepan dreezel.


Brugghh...


Mendadak sebuah pukulan keras mendarat di perut dreezel, " sekarang sudah tidak ada yang akan melindungi dirimu lagi. " bisik kecil kai dari samping telinga dreezel, memperingati.


Kai berpura-pura menyapa dengan menepuk bahu dreezel, " ingat berhati-hatilah. " bisiknya kembali memperingati dreezel, dan lalu berjalan melewati dreezel untuk menemui raja azzriel.


Aaarrrggghhh...


Dreezel menahan sakit pada perutnya yang disebabkan oleh pukulan kai, " apa yang terjadi sebenarnya? " pikir dreezel bertanya-tanya entah apa maksud kai memperingati dirinya.


Ketika raja azzriel telah bertemu kai, kai pun menceritakan segalanya persis seperti apa yang dilihat oleh raja azzriel dalam mata topeng iblis demon milik kai yang terhubung dengannya.


Akan tetapi kai mengubah sedikit situasi kejadian yang sebenarnya.


Kai mengakui kekalahan yang terjadi pada dirinya, namun itu semua disebabkan oleh kenz yang berkhianat.


" Dia bersama witcher itu berkerja sama selama ini. " ucap kai bersilat lidah.


" Kenz! "


" Bagaimana mungkin dia berani mengkhianati diriku! " geram amarah raja azzriel naik pitam, namun ditahannya karena adanya kedua utusan iblis hitam dan putih disana.


" Lalu bagaimana kalian berdua bisa bersama dengan kai? " tanya raja azzriel kepada kedua utusan iblis tersebut.


" Hmmm..., apa yang harus kami katakan. "


" Kami hanya kebetulan lewat untuk berjalan-jalan sejenak, tiba-tiba kami merasakan ada sesosok mahluk yang sangat kuat. " ujar iblis hitam menjelaskan secara ringkas.


" Benar saat itu energi yang dikeluarkan olehnya sangat kuat sehingga membuat kami jadi penasaran. " lanjut ucap iblis putih.


Namun langsung disambung oleh ucapan iblis hitam lagi, " ya, kami pun kemudian memutuskan untuk melihat siapa gerangan yang melepaskan energi begitu kuat dan dahsyatnya. " ucap iblis hitam mengarahkan sudut pandangnya dan matanya melirik kearah kai.


" Tapi... aku tidak menyangka, kalau seorang sammu... bisa dikalahkan oleh seseorang bangsawan witcher sampai kembali kewujud semula. " lanjut sindir iblis hitam, sambil memegang dagunya ia berjalan memutari kai yang sedang berdiri didepan dan lalu melewati kai begitu saja.


Kai pun menjadi geram oleh sindiran itu, namun dia menahan sindiran itu.


" Menurutku persis seperti apa yang dikatakan oleh ratu abbystera, kalau ini semua sudah direncanakan oleh ratu azarya, ratu utama di kerajaan demon beast ini. " sambung iblis putih, menghampiri iblis hitam yang kemudian berdiri disampingnya.


" ya, aku yakin sekali. "


" Karena hanya dia yang ada di kerajaan demon beast ini yang bersetatus bangsawan Noblesse, jika penyusup itu adalah seorang bangsawan juga... " iblis putih menelaah dengan sesakma namun sempat terhenti karena tidak ingin memberikan kesimpulan yang belum pasti.


Akan tetapi seketika itu juga prediksi tersebut langsung diutarakan oleh iblis hitam, " ya, sudah pasti siapa lagi kalau bukan dia yang telah merencanakannya. " cetus iblis hitam menyambungkan ucapan iblis putih.


Raja demon beast azzriel hanya terdiam saja saat mendengarkan semua ucapan itu, karena ia tidak boleh gegabah untuk mengambil sebuah tindakan yang harus ia lakukan, terutama tanpa dicurigai lagi oleh kedua utusan iblis tersebut.


" Tampaknya aku harus mengambil langkah lebih masak lagi. "


" Aku tidak bisa berbuat banyak, karena sepertinya mereka sedang mengawasiku. " ujar raja azzriel dalam hatinya.