AT. DEMON SLAYER

AT. DEMON SLAYER
Chapter 25 - Mekanisme Patung Batu



***


Akhirnya xavier, kenz, dan feeya pun mengakhiri percakapan mereka dan kembali membahas cara untuk menghadapi patung batu besar itu kembali, " Jadi ada cara apa untuk menghentikan batu besar ini ? " tanya xavier kembali seusai percakapan mereka tadi yang setidaknya membuat mereka bertambah dekat dan lebih saling mengenal satu dengan yang lainnya.


" Berhentikan jantungnya. " jawab feeya.


" Maksudnya pusat dari sistem mekanisme yang menggerakkan batu sebesar ini. " sambung kenz.


" Tapi dimana pusat mekanismenya berada? " lanjut tanya kenz kembali.


" Feeya rasa ada di bagian terdalam dari patung batu itu. " ujar feeya memberi jawaban, namun tidak pasti.


" Apa erl marline tidak memberitahukan padamu? " tukas tanya xavier.


" Tidak ada. " jawab feeya singkat.


" Sekigan... "


" Buttai fukashi sutansu... " Tanpa banyak bicara kenz melepas sekigan dan menggunakan jurus mata merah tembus pandang miliknya yang mana kali ini difokuskan untuk melihat kedalaman objek suatu benda.


Ketika mendeteksi patung batu itu, kenz menemukan suatu kejanggalan pada sistem mekanisme tersebut.


" Ada yang aneh?! " ujar kenz, membuat xavier dan feeya melihat ke arah patung batu itu.


" Aneh...?! " tatap feeya sejenak ke patung batu, " apa yang aneh? " balik feeya bertanya.


" Didalam patung batu tidak ada banyak peralatan sistem mekanisme. "


" Didalam tubuh patung batu itu hanya terdapat empat buah roda gerigi penggerak patung dan sebuah tabung berukuran besar. " ujar kenz saat itu.


" Aku rasa tabung itu yang membuat api besar tersembur dari mulutnya. " lanjut jelas kenz.


" Jika menghentikan roda gerigi mungkin akan menghentikan patung itu. "


" Tapi aku tidak yakin tidak mungkin semudah itu. " ujar kenz kembali yang merasa ada yang aneh, karena seharusnya sistem mekanisme tidaklah semudah itu.


" Tidak ada yang tau, kita coba saja segala kemungkinan. " ucap xavier.


" Tapi... "


" Masalahnya bagaimana kita menembus lapisan batu tebal, agar dapat menghentikan pergerakan dari roda bergerigi yang ada di dalam patung batu? " xavier pun lantas mencoba berpikir.


" Lapisan batu itu sangat kuat, tidak bisa dihancurkan. "


" Bila saja... " ucap kenz saat itu yang terhenti.


" Bila saja apa? " lirik xavier.


" Shinu bakudan hammer, darksoul weapon milik kai kemungkinan bisa menghancurkan batu besar itu. " ucap kecil kenz menjawab pertanyaan xavier.


Xavier mendengar ucapan kenz hanya mencibir kecil, " senjata yang agresif sama persis seperti tuannya. " cela xavier, " sayangnya senjata penghancur itu tidak ada disini. " lanjut xavier.


" Kalau begitu biar aku coba hancurkan dengan bola energi. " ucap kenz.


" Kau yakin? " xavier mencoba memastikan apa hal itu akan berhasil, " tidak ada salahnya mencoba. " pikir xavier.


" Masalahnya akan sulit untuk mencapai ke patung batu itu, karena pisau terbang kecil dan kilatan cahaya ini sangat mengganggu. "


" Ditambah lagi apa mungkin bola energi dapat menghancurkan batu itu atau tidak, kita belum pasti. "


" Apa kau yakin bisa berhasil dan dapat menerobos serangan itu? " tukas tanya xavier yang juga menjelaskan.


" Tidak masalah. "


" Untuk berhasil atau tidak, kita coba saja terlebih dahulu. "jawab kenz dengan percaya diri, seolah sudah mempertimbangkannya dengan matang.


" Baiklah kita akan mencobanya. "


" Aku akan membuka perisai sihir ini, begitu perisai terbuka akan aku coba hentikan pergerakan patung batu dengan menggunakan sihirku dalam waktu beberapa menit untuk membuka jalanmu. " tegas xavier mengatur sebuah rencana.


" Lalu feeya bagaimana? " tanya feeya.


" Kau jaga yang ada dibalik batu saja. " tunjuk xavier, " jangan sampai ada yang terluka. " lanjut ucap xavier.


Feeya pun mengangguk-anggukan kepalanya menunjukkan tanda kalau ia telah mengerti maksudnya xavier.


•••


Xavier kemudian mengarahkan tongkat wand ash keatas dan membuka lingkaran perisai lapisan pelindung mereka, sedang kenz telah bersiap-siap mengumpulkan bola energi untuk meledakkan patung batu tersebut.


Perlahan-lahan dinding perisai transparan yang melindungi mereka mulai terbuka dan terangkat keatas, feeya yang melihat celah ketika dinding lapisan perisai mulai terbuka iapun segera terbang dengan sangat cepat.


Feeya pergi ke arah batu dibelakang mereka sesuai yang ditunjukkan oleh xavier untuk melindungi bayi manusia yang dibawa oleh xavier dan burung elang itu, " hhhmmm... " feeya sedikit termenung saat ia telah sampai didekat batu itu.


Pikirnya waktu itu, " bagaimana cara ia melindungi bayi itu? " sambil menggaruk-garuk kepalanya iapun memikirkan cara untuk melindungi bayi dan burung elang itu, belum lagi ia melihat patung batu besar itu mulai berbalik arah ke arah xavier dan kenz yang berdiri tidak jauh didepannya.


" Meskipun jarak ini masih jauh, tapi pisau terbang yang seperti bulu burung itu berpendar ke segala arah. "


" Ada kemungkinan bisa terbang ke arah sini juga. " tukas pikir feeya.


" Sepertinya mereka dilindungi lapisan pelindung juga. " selidik feeya, mencoba menyentuh dinding transparan itu dengan jarinya.


Mata feeya menukik tajam, " lalu apa yang harus aku jaga lagi kalau sudah ada lapisan pelindung. " ujar kecil feeya, cemberut.


" Kau mengerjai feeya! " teriak feeya dari jauh.


" Mereka sudah terlindungi oleh perisaimu, apa lagi yang harus aku lindungi. " lanjut tegas feeya, sambil teriak dengan kesal.


Kenz pun melihat kearah feeya dengan tajam, " kenapa dia begitu berisik sekali. " gerutu kenz dengan suara kecil, yang sedang fokus memusatkan pengumpulan bola energi.


" Tidak usah pedulikan, kita harus fokus pada rencana kita. " sambung ucap xavier, namun xavier juga tidak bisa tidak menggubris kata-kata feeya apalagi kalau menyangkut bayi putra mahkota.


" Apa kau lupa kita akan melakukan ledakan besar. "


" Apa kau pikir perisai kecil seperti itu bisa menahan ledakan yang akan kita lakukan. " sahut xavier pada feeya.


" Bawa mereka lebih jauh lagi atau lakukan suatu cara untuk melindungi mereka. " sambung ucapnya, " oh..., baik. " ucap feeya sambil mengangguk kembali.


Akan tetapi, feeya menyadari kalau tubuh kecilnya bagaimana bisa membawa tubuh sebesar itu.


Feeya pun memikirkan suatu cara untuk melindungi mereka, lalu terlintas dalam pikirannya untuk menggunakan alat itu.


Feeya pun langsung mengeluarkan buku antiknya itu kembali yang telah disimpan olehnya dalam kalung amulet miliknya sewaktu dikembalikan oleh xavier tadi, kemudian feeya dengan segera mengaktifkan buku tersebut dan buku itu langsung kembali mengeluarkan cahaya keemasan seperti layaknya sebuah hologram.


Ding...


Tedengar suara dentingan dari buku yang diiringi oleh sebuah kata-kata seperti suara berteknologi, " Progam diaktifkan. " feeya pun lekas mencari sebuah alat untuk dapat melindungi dirinya juga bayi manusia yang ada dihadapannya.


Setelah beberapa detik memilih alat dari buku itu, " Pakai ini saja... " ucapnya waktu feeya melihat pada sebuah gambar payung yang terlukis dibuku itu.


feeya kemudian menekan sebuah tulisan 'Info virtual ' yang ada pada buku tersebut, lantas suara berteknologi itu kembali berbunyi menjelaskan fungsi dan kegunaan benda tersebut.


San regenschirm sebuah payung sakti berwarna merah keemasan yang merupakan perisai suci serta juga benda pusaka bagi para kaum elf, konon payung ini digunakan sebagai alat perlindungan bagi kaum elf untuk melindungi tempat mereka bernaung dari berbagai serangan dan menyamarkan tempat tinggal mereka menjadi 'tak kasat mata.


San regenschirm dapat mengendalikan lima elemen, dan menyerap gelombang elektromagnetik, ultrasonik, dan juga dapat menahan muscular power sehingga dapat melindungi mereka dari sebuah ledakan besar ataupun meredam ledakan itu sendiri.


***


Setelah mendengar info itu tanpa banyak pikir lagi feeya segera mengambil alat tersebut dengan menekan sebuah kata 'ambil' yang tertulis pada buku tersebut.


Lantas keluar sebuah kotak pyramid yang terbentuk dari molekul-molekul cahaya keemasan yang mengelilingi kotak pyramid itupun perlahan terbuka dan kemudian memudar, dari biasan butiran cahaya tersebut lantas membentuk sebuah benda virtual berupa payung san regenschirm berukuran kecil layaknya tubuh feeya.


Lalu feeya segera menarik payung san regenschirm tersebut keluar dari bukunya, setelah itu feeya segera menyimpan buku itu kembali kedalam kalung amulet miliknya.


Setelah buku antiknya tersimpan dengan baik, feeya segera membuka payung san regenschirm yang seukuran dengan tubuhnya dan lalu melemparkan payung itu keatas.


Begitu payung san regenschirm dilemparkan keatas langit-langit dalam goa itu, payung yang tadinya berukuran mini itupun menjadi membesar berputar-putar diatas langit yang lalu menutupi feeya, juga bayi manusia berserta burung elang yang dibawa xavier tadi.


Tidak lama kemudian dari payung tersebut mengeluarkan sinar membentuk sebuah perisai cakra berlapis-lapis tebalnya, dan menyelimuti mereka bertiga.


Sementara waktu itu lapisan perisai xavier pun telah terbuka secara menyeluruh, dengan cepat xavier langsung mengeluarkan sihir Penghenti waktu miliknya yang diarahkan langsung kearah patung besar itu sehingga kenz tidak akan terkena efeknya.


" Majig terminus sigan. " begitu xavier menghentikan waktu, perlahan patung batu besar itu melambat dan akhirnya berhenti bergerak.


" Aku telah menghentikan waktu disekitar patung batu itu, serang dia sekarang! " seru xavier.


" Tidak bisa, bola energi ini masih kurang besar. " sahut kenz.


" Aku tidak bisa menghentikannya terlalu lama. "


" Cepatlah ! " lanjut seru xavier, tapi kenz tampak masih mengumpulkan banyak energi untuk membentuk sebuah bola energi yang besar.


Lima menit berlalu tanpa terasa, patung batu besar itu mulai menunjukkan tanda penggerakkanya kembali, " gawat! " ujar xavier yang efek sihir Penghenti waktu miliknya mulai memudar.


" Apa bola energi itu sudah cukup besar? " tanya xavier.


" Aku tidak tau, mungkin cukup untuk membuat kawah pada sebuah gunung. " jawab kenz, asal.


Ckckck...


" Kalau begitu tunggu apa lagi, kita coba saja! " seru xavier, karena saat itu patung batu besar itu mulai bergerak dan berjalan maju walau lambat tetapi pisau-pisau terbang kecil itu pun juga mulai berterbangan kembali.


Kenz yang melihat itu segera berlari menerjang sambil menambah kekuatan bola energi ditangannya, iapun berupaya menghindari serangan-serangan pisau-pisau terbang yang jumlahnya kini 'kian semakin banyak.


Xavier pun ikut membantu kenz dan berada bersebelahan dengan kenz.


Xavier kembali mengubah tongkat sihirnya menjadi pedang sihir frantz blitz, " serahkan pisau terbang itu padaku, kau segera ledakan patung batu itu. " tukas xavier sambil menangkis pisau terbang yang saat itu mengarah ke mereka berdua.


" Baiklah. "


" Hati-hati ! " sahut kenz yang segera menuju patung batu, sedang xavier mulai membuka jalan untuk kenz.


Ketika jarak kenz telah dekat dengan patung batu besar tersebut, kenz berdiri dihadapan patung itu dan menatapnya dengan saksama.


" Kenz apa yang kau lakukan?! " seru xavier yang tidak berdiri jauh darinya.


" Cepat lemparkan bola energi itu! " seru xavier kembali, sambil bersalto secara berputar kebelakang saat melihat sebilah pisau terbang kecil melayang ke arah kenz.


Clang... Crash...!


Suara pisau terbang itu yang berhasil dijatuhkan xavier ke tanah.


" Apa yang terjadi padamu? "


" Kenapa kau malah terpaku seperti itu?! " seru xavier dengan tegas.


" Apa lagi yang kau lihat cepat lemparkan bola energi itu sekarang juga! " lanjut seru xavier, yang saat itu telah berada disamping kenz tengah bersiaga dan mereka saling membelakangi.


" Aku tidak yakin. "


" Rasanya patung batu ini cukup tebal dan kuat. " ucap kecil kenz.


" Sepertinya harus ada daya ledakan lebih besar. " lanjut ucap kenz.


" Coba saja, kita tidak punya banyak waktu lagi. " tegas xavier sambil mengeleminasi beberapa pisau terbang yang mendekati berusaha kenz.


" Baiklah. " jawab kenz yang mana telah siap melepaskan bola energi dakuboru.


" Terimalah ini...! " dengan sedikit berlari menuju arah patung batu besar itu, kenz pun melompat tinggi begitu sampai dihadapan patung batu itu dan langsung melepaskan bola energi dakuboru yang cukup besar tepat arah jantung patung batu.


Tiba-tiba patung batu kembali menyemburkan api besar kearah kenz, " awas! " seru xavier.


Bola energi yang baru saja dilepaskan oleh kenz lantas beradu dengan api besar tersebut dan meledak sebelum mengenai patung batu besar itu.


Boom...


Ledakan yang besar dari bola energi dakuboru yang berbenturan dengan semburan api membuat guncangan besar dalam goa monstareum mozzarck tersebut, sehingga membuat serpihan reruntuhan pada dinding goa berjatuhan.


•••


Diruang obat-obatan monstareum mozzarck...


Guncangan yang hebat itupun sampai ke tempat dimana artemis dan aluna berada.


Artemis yang saat itu sedang fokus mencari obat-obatan untuk saudarinya ikut merasakan guncangan itu, " ada apa ini?! " ujar tanya kecilnya, iapun mulai melihat kesesekelilingnya dan menyadari kalau xavier, kenz, dan freeya sudah tidak ada ditempat tersebut.


" Kemana mereka? " tanyanya kembali dalam hati.


" Lalu gempa ini? "


" Selama ini tidak pernah ada gempa disini. "


" Kenapa bisa ada guncangan sehebat ini? "


" Atau mungkin jangan-jangan... " lanjut ucap artemis dalam benaknya yang sempat terhenti, iapun langsung berlari keluar untuk melihat apa yang terjadi.


" Aluna bertahanlah, aku harus mengurus mereka terlebih dahulu sebelum mereka benar-benar menghancurkan semua yang ada. " ujar artemis dalam hatinya sambil berlari dengan cepat.


Sementara ditempat xavier dan kenz...


Kenz dan xavier yang hampir terkena ledakan besar itu berhasil selamat, mereka hanya terlempar dengan kencang ke dinding goa sehingga membuat sedikit cedera.


" Kau baik-baik saja? " tanya xavier pada kenz yang berada disebelahnya.


Kenz yang saat itu dalam posisi merunduk, tanpa banyak bicara iapun hanya menoleh kearah xavier sejenak memastikan dirinya baik-baik saja.


Lalu mereka melihat kearah patung batu besar itu, ternyata patung batu besar itu masih dapat bergerak.


Ledakan yang cukup besar tadi tidak menghancurkan patung batu itu, namun membuat sedikit lubang pada jantung patung.


" Batu besar itu tidak hancur rupanya. " ujar xavier.


" Itu karena bola energi dakuboru meledak sebelum mengenai tubuh patung. " sahut kecil kenz.


" Tapi ledakan tadi membuat celah lubang... " lanjut ujar kenz kembali, kemudian kenz dan xavier pun saling menatap seolah berada di satu pemikiran yang sama.


Mereka sama-sama mengangguk lantas menggenggam erat senjata mereka, kemudianpun segera bangkit berdiri dan mereka langsung menyerang patung batu besar itu secara bersama-sama sebelum patung itu kembali mengeluarkan api, cahaya menyilaukan, ataupun pisau-pisau terbang itu lagi.


Kenz kembali mengeluarkan bola energi dakuboru dengan ukuran sedang dari tangannya, lantas bola energi dakuboru itu langsung dilemparkan ke arah patung batu besar itu tepat pada lubang yang ada dekat jantungnya.


Begitu bola energi itu mendekati lubang yang ada pada jantung patung batu besar, Kenz pun kembali melemparkan katana enryuukenz darksoul weapon miliknya.


Cling... cling... Sling...


Tidak lama disusul dengan senjata xavier yang melaju dengan sangat cepat, dan membuat desingan kedua senjata yang cukup memekik telinga.


Kedua senjata seperti menyatu dan ditambah dengan bola energi dakuboru saat itu, sehingga membuat ledakan yang cukup besar kembali.


Xavier dan kenz menangkis ledakan tersebut dengan kedua tangannya, guncangan hebat itupun kembali terjadi lagi disana.


Ledakan kali itu membuat lubang yang cukup besar dan membuat kedua pedang milik xavier dan kenz tertancap pada roda-roda gerigi yang terdapat pada jantung patung besar sehingga membuat patung batu besar berhenti bergerak.


Xavier tersenyum tipis, " Akhirnya batu besar itu hancur juga. " ujarnya sambil menatap kenz, kemudian mereka pun menjatuhkan tubuh mereka untuk menarik nafas sejenak.