Assassin Girl

Assassin Girl
9. contract



Brak


Surat lembar putih itu terjatuh di atas meja tamu, suasana hening sesaat , Raut wajah Damon hanya terlihat datar sesaat sesudah dirinya menyerahkan lembar surat putih di atas meja tamu itu .


"Pertahankan seluruh harta mu dengan cara menandatangani surat kontrak itu"ucap Damon dengan menatap datar ke wajah sang mertua yang di hormati nya .


Erwin meraih lembar surat putih itu, lelaki paruh baya itu sedikit mendongak menatap wajah Damon yang nampak tak begitu peduli tentang keadaan nya .


tangan tua nya terangkat mengambil pulpen yang di sediakan oleh Damon di atas meja, lelaki paruh baya itu sedikit menggores tinta di kertas putih itu .


setelah selesai, Erwin menyerahkan kembali surat kontrak itu Damon mengangkat sudut bibir nya dengan sangat tipis, lelaki itu berdiri dan berjalan keluar dari rumah mewah milik Erwin dengan di ikutin oleh pelayan nya yang membawa surat kontrak itu .


Kekehan puas terdengar di telinga, Damon keluar dengan membawa hasil yang sangat memuaskan .


"Kita tunggu sampai akhir"


...****************...


Crass ..


Crasss ..


Crass ..


Darah terus mengalir dengan sangat licin, suara teriakan menggema di ruang yang nampak begitu remang, hembusan nafas dingin terasa di permukaan kulit, kedua bola mata nya mendongak menatap ke arah langit-langit . Bola mata yang di penuhi dengan darah yang bercampur dengan wajah putih dari pupil nya, berkali-kali darah itu keluar dari mulut nya membuat baju nya terlihat sangat kotor .


"Hahahaha .." Gelakan tawa terdengar seiring dengan tusukan pisau yang terus menusuk dengan brutal dan tanpa henti.


"Cu-cukupp!"lirih nya dengan nada yang menggenaskan .


"Cukup?huh, tusukan ini tidak sebanding rasa sakit nya saat kau terjatuh di jurang neraka yang paling dasar Hahahaha" ..


Crass ..


"Dan ini sentuhan terakhir yang indah"


Crass ..


Tusukan itu berakhir di atas kepala membuat darah segar mengalir ke dahi, hembusan nafas dingin begitu menderu, nafas nya tersenggal-senggal menatap mayat yang sudah tidak berdaya di hadapan nya .


Lengan nya meraih kepala seseorang yang telah di bunuh nya, lalu menatap lamat-lamat kedua bola mata yang masih terlihat terbuka dengan penuh darah, ia menatap benci pada bola mata itu .


"Akhir-akhir ini Kamu terlihat begitu ambisi untuk membunuh para musuh" ucap Alex dengan berjalan dari arah ruangan yang begitu gelap tak ada setitik cahaya di sana.


"Naikan gaji ku bulan ini"suara nya begitu terdengar dingin, Monica wanita itu berdiri dan membuang pisau nya begitu saja membuat pisau itu terbentur dengan tembok sehingga membuat suara yang sedikit nyaring di ruangan .


Monica berjalan melalui tubuh Alex, wanita itu sudah tak peduli dengan apapun, fikiran nya terus berkelana jauh kesana kemari. Monica terus memikirkan perihal ucapan semalam yang di ucapkan oleh Damon.


"Mau minum malam ini?"tawar Alex membuat langkah jenjang Monica terhenti, ia mendongak menatap langit-langit atap lalu menarik nafas dan mengangguk.


Smrik kecil terbit di bibir Alex, lelaki itu berjalan maju memimpin perjalan mereka kali ini, tubuh tegak dengan pakaian jas yang serba hitam .


....


Langit begitu gelap, gemuruh kilat sesekali terdengar di atas sana rintikan hujan kecil perlahan turun membasahi kota, di dalam mobil Monica dan Alex hanya bisa terdiam dan hening dalam fikiran nya masing-masing.


"Kita akan minum di mana?"tanya Monica memecahkan keheningan .


Alex hanya menoleh ke arah wanita itu, terdiam sejenak lalu menjawab dengan mata yang terus tertuju pada kaca mobil yang memperlihatkan rintikan hujan yang mengguyur kota .


( malam ini saya pulang ke rumah )


hanya itu pesan yang di kirim oleh Damon, Monica tak menjawab nya melainkan hanya membaca nya saja wanita itu malah asik bertukar pesan dengan Diego .


terserahlah ingin pulang atau tidak itu bukan urusan nya, benar kata Damon cinta tidak akan tumbuh di antara mereka berdua dan jika salah satu cinta itu tumbuh maka tak ada balasan dari perasaan itu, kejam sekali bukan tetapi itu lah kenyataan.


dua orang yang tidak bisa terlepas dari masalalu, yang seharusnya yang sudah hilang akan tetap hilang dan tak akan bisa untuk kembali .


Cinta bagi kedua nya hanyalah permainan anak-anak yang masih di bawah umur, cinta tak berarti bagi kedua nya tak peduli seberapa kuat perasaan itu mendorong hati kedua insan itu .


•••


Suara musik yang terus berdetum keras membuat irama yang begitu meriah di telinga, suara aduan gelas yang selalu terdengar dan teriakan senang dari para penari yang berada di lantai bawah . lampu berkelap-kelip berganti warna .


"lihat lah dunia luar ini, sangat hebat bukan?"ucap Alex .


di sebelah lelaki itu sudah ada beberapa wanita yang terduduk dengan penampilan yang sangat terbuka, Monica hanya bisa terdiam, lalu menutup kedua bola mata nya wanita itu menghirup aroma alkohol yang ada di gelas nya .


sungguh harum, mungkin juga rasa nya akan seharum aroma nya, Monica meneguk minuman itu dengan perlahan-lahan membuat sensasi tenang menjalar dalam diri nya .


inilah yang di butuhkan nya, sensasi dalam tanpa ada yang mengusik .


"Monica, kau sedang ada di mana? "


"ini sudah larut malam!"


"hei jawab bodoh!"


"ha?kau bicara apa? Aku tidak dengar"balas Monica saat menjawab ucapan Damon lewat telepon nya .


Wanita itu malah asik berjoget di tengah-tengah keramaian sembari kondisinya di bawah pengaruh alkohol.


Tawa keras terdengar lewat telepon membuat telinga Damon berdengung membuat ia mengusap telinga nya, mencoba mengikat apa tempat yang di kunjungi oleh Monica .


"ck, sialan"umpat Damon lalu menutup telepon nya .


Monica tidak memperdulikan ucapan Damon, wanita itu malah menyimpan kembali ponsel nya lalu kembali berjoget riang di lantai yang penuh keramaian .


Brak


Pintu club di dobrak oleh Damon, lelaki itu berjalan sembarii menatap sekitar membiarkan pandangnya berkelana kesana kemari untuk mencari keberadaan Monica .


para gadis mendekat ke arah Damon, lelaki itu menolak dan tujuan nya saat ini adalah Monica, membawa wanita itu pulang karenaa Damon tau besok akan banyak jadwal yang harus Monica lakukan .


"Damon?"tanya Monica menatap wajah Damon dan menatap sekeliling .


Damon menarik lengan Monica lalu menggeret wanita itu dari dalam club yang nampak begitu sangat menggangu pemandangan nya .


"Masuk"titah nya menyuruh Monica untuk masuk ke dalam mobil .


Monica awal nya menolak karena dia telah meninggal kan Alex di dalam, takut-takut besok dia di gebrak oleh Alex karena telah meninggal kan nya di Club .


"Aku tidak mau!Alex masih ada di dalam"gerutu Monica membuat Damon sedikit terdiam saat mendengar nama Alex dari mulut Monica .


tetapi lelaki itu tak peduli, sekarang tujuan nya hanya untuk membawa wanita itu pulang.