
Suara Decitan mobil yang berputar-putar semakin terdengar nyaring di arena, Damon yang sudah stay berdiri di barisan para penonton hanya bisa menyungingkan senyum tipis .
dalam hitungan ketiga kedua mobil itu sudah melesat jauhh, menyisakan asap-asap di udara, suara sorak begitu meriah mendukung calon juara nya masing-masing .
Monica berkali-kali membanting stir guna bisa berbelok dengan mulus, wanita itu menatap lurus ke arah jalan seperti nya Lotus tertinggal di belakang, mobil sport milik Damon memang tak tertandingi .
Monica tak akan kalah kali ini, wanita itu menancapkan gas nya lebih tinggi untuk menjauh dari Lotus tak peduli seberapa banyak asap yang berkibar di udara .
...
Sementara di arena, Damon sudah terduduk di depan mobil lelaki itu di gerumbuli oleh beberapa wanita yang bergelayut manja, Damon tak mengusir para wanita -wanita lelaki itu malah membiarkan nya lelaki itu meminum segeles win .
Menunggu calon pemenang memang tidak sebentar ternyata .
"Hai Tuan selamat malam"ucap Diego berdiri di hadapan Damon tiba-tiba membuat Damon melirik dan hanya menganguk .
.."Suami baru dari Louta ya"tanya Diego lelaki itu berjalan ke arah samping Damon, sementara Damon hanya terdiam tak bergeming.
Suara mobil sudah terdengar di depan, Diego sontak saja menoleh dan sedikit tersenyum ketika melihat mobil sport berwarna hitam yang sudah siap meluncur di garis finish.
"WINN!!" seluruh penonton hanya bersorak gembira, Monica telah melewati garis finis dengan begitu mudah wanita itu membuka pintu mobil dan berjalan ke arah Damon menyerahkan kembali kunci mobil nya .
"Kerja bagus"ucap Damon sembari berdiri tegak dan menyuruh para Wanita-wanita itu untuk pergi dari sisi nya .
"wah wah! Aku kalah ternyata"itu suara Lotus lelaki itu berjalan dengan santai ke arah Ketiga orang yang sedang terdiam itu .
..."Monica Louta Alexander, ternyata kamu masih selalu menjadi paling Semangat atas kemenangan ini"ucap Lotus sembari menepuk tangan nya di udara .
"Monica Louta Smith"sangkal Damon membuat Lotus tertawa kecil dan sementara Monica wanita itu tak bergeming .
"..Aku menginginkan mobil yang kau pakai"celetuk Monica dengan santai membuat Lotus hanya bisa menganguk, dia laki-laki dan tidak akan mengingkari janji yang telah di buat nya .
....
Nyonya besar keluarga Smith datang kerumah Damon, wanita paruh baya itu bejalan dengan santai ke ruang tengah melihat apakah kedua insan itu ada di sana .
clek
Wanita paruh baya itu menoleh ke arah pintu yang di buka oleh seseorang dari luar, ia hendak untuk melangkah tetapi malah terhenti karena suara pintu yang di buka .
di luar terlihat lah Damon dan Monica yang berdiri menatap Wanita paruh baya itu - Your Smith ibu dari Damon dan istri dari Draka Smith .
"kalian abis kemana?"
..."yaampun sudah malam begini"ucap Your dengan nada cemas wanita itu berjalan ke arah Monica membersihkan anak rambut nya yang tampak berantakan .
"Damon, jangan pernah membawa istri mu untuk ikut balapan!"ucap Your dengan nada marah mendelik ke arah Damon dengan tajam membuat lelaki itu hanya bisa terdiam .
Damon melangkah maju dan berjalan ke arah kamar nya, sementara Monica dan Your mereka juga ikut berjalan menuju ruang keluarga.
"Monica, kamu suka makan apa nak, nanti Mamih masakin"ucap Your dengan tatapan lembut yang membuat Monica hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal ..
Di rumah semewah itu, Monica dan Damon tidak hanya tinggal sendiri mereka juga memiliki beberapa Maid untuk membersihkan rumah nya yang megah itu bagai Istana .
Monica mengikuti langkah Your ke arah dapur, baiklah wanita itu akan membantu Your untuk menyiapkan makan malam yang enak untuk Damon dan yang lain, Monica memang wanita yang keras kepala tetapi jika urusan masak-memasak ia adalah jago nya .
bunyi pisau yang beradu dengan talenan menggema di ruangan Dapur, kedua wanita itu sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing .
"sayang, aktivitas mu sehari-harii melakukan apa saja di rumah ini?"tanya Your membuka percakapan.
"Bekerja Ibu"
mendengar jawaban dari Monica membuat Your sontak tertoleh terkejut tidak menyangka menantunya akan bekerja, apakah Damon tidak bisa menjaga istri nya agar tetapi berada di rumah .
"pasti Damon tidak becus menjaga mu!"ucap geram Your wanita paruh baya itu tampak begitu kesal terhadap anak nya .
"tidak Ibu,Damon sudah berusaha untuk menjaga Ku tetapi aku hanya merasa bosan jika terus berada di rumah"jawab Monica mencoba memberikan jawaban yang mudah untuk di mengerti.
Your hanya bisa tenang sedikit, lalu mereka kembali beraktivitas dengan sesekali dapur di penuhi dengan pertanyaan-pertanyaan dari Ibu mertua nya itu .
......................
Di kamar hanya ada Damon dan Monica kedua nya sama-sama sibuk dengan aktivitas nya masing-masing sedari tadi ruangan itu hanya terisi oleh keheningan yang tak ada kedua belah pihak memutuskan untuk membuka percakapan.
"bagaimana apakah kamu sudah memiliki rasa cinta?"tanya Damon memecahkan keheningan.
Monica menoleh ke arah Damon yang berada di samping nya, wanita itu hanya menggeleng kan kepala nya membuat Damon hanya terdiam .
"saya tidak bisa mencintai kamu, karena hati saya telah di isi oleh seseorang yang sangat berharga di hidup saya, maaf jika suatu saat nanti rasa cinta itu hadir di hati mu dan saya tidak bisa membalas nya"jelas Damon .
Monica sudah tau jawab Damon, lelaki itu pasti akan berucap seperti itu, Monica hanya bisa terdiam hening bertarung dengan segala fikiran nya .
"Kau hanya bisa berfikir pendek Damon, hati aku bukan juga untuk kamu"jawab Monica dengan terus menatap layar ponsel nya sibuk mengirim pesan kepada seseorang.
Damon hanya bisa tertawa kecil, lelaki itu menarik nafas dalam-dalam lalu kembali fokus pada pekerjaan nya .
"Bisakah kamu turun kan foto-foto wanita itu dari setiap ruangan?, Aku sedikit terganggu"ucap Monica mengingat setiap ruangan memiliki foto wanita yang pernah ia lihat di ruangan kerja milik Damon .
"Saya tidak bisa melakukan nya"jawaban Damon membuat decihan kecil dari sudut bibir Monica wanita itu hanya bisa terdiam sebal .
bagaimana mungkin Damon tidak memiliki akal sehat, saat ini yang sudah menjadi istri nya adalah dirinya lalu mengapa foto-foto tidak berguna itu terus terpajang dengan rapih di setiap ruangan . Damon terkadang membuat otak Monica hanya bisa berdecak sebal .
"Di setiap foto itu ada sebuah kenangan yang tidak bisa untuk saya lupakan" ucapan Damon membuat Monica teringat akan sesuatu .
Seseorang yang telah lama pergi sekarang yang entah di mana keberadaan nya, yang telah meninggal kan sejuta kenangan yang hanya bisa menjadi memory di otak kecil nya meninggalkan sejuta rasa yang terpendam dalam hati nya .
Pergi dengan cara menghilang bukan lah hal yang ia inginkan, sudah tiga tahun kepergian nya masih saja belum bisa ia lupakan .
Monica terdiam di tempat sejenak wanita itu menuang nafas lelah lalu kembali tertunduk, segala kenangan nya masih berada di fikiran nya . Sebahagia apa dahulu saat seseorang itu menghiasi kehidupan nya .