Assassin Girl

Assassin Girl
3. Approval



Erwin menatap lamat-lamat ke arah lembaran surat yang telah di berikan oleh Monica putri nya itu meminta untuk menikah dengan seorang putra dari perusahaan yang sangat tersohor.


Erwin berkali kali membuang nafas lelah, raut wajah nya semakin hari semakin menua seluruh barang-barang rumah yang mewah telah harus terjual untuk membayar hutang-hutang nya dan juga beberapa mobil sport milik Keluarga Alexander selama ini .


"Mas coffe nya"ucap lembut Evlyn istri muda dari Erwin .


Setelah lulus Akademi Monica, Stevany- sang mamah Monica dan istri dari Erwin telah meninggal akibat kecelakaan pada beberapa bulan kemarin .


membuat hidup Monica semakin berantakan karena telah kehilangan sang ibu , jelang beberapa bulan kedepan Erwin membawa seorang wanita berumur 30 tahunan ke dalam rumah dan memperkenalkan nya pada Monica . Evlyn Arenzo Alexander , awal nya Monica tidak pernah menerima Evlyn sebagai ibu nya wanita itu selalu membenci kehadiran Evlyn .


Evlyn telah resmi menyandang marga Alexander seusai pernikahannya bersama Erwin , Stevany Anggelie Alexander , seorang wanita yang memiliki tubuh tinggi dan kulit nya seputih salju paras cantik nya kini menurun pada Monica .


Stevany sangat mirip dengan Monica sehingga banyak yang bilang bahwa Stevany dan Monica adalah anak kembar bukan ibu dan anak . paras milik Monica sangat duplikat an dari Stevany membuat Erwin sangat menyayangi Monica .


Evlyn melirik ke arah kertas putih yang berisikan tentang perjanjian yang entah apa isi nya, wanita itu memilih duduk di samping Erwin dengan mengelus kedua pundak suami nya.


"itu surat apa?" tanya nya dengan nada lembut


"perjanjian pernikahan antara Monica dan Damon"


"Damon Jamesh Smith?"tanya Evlyn sekali lagi, Erwin hanya menganguk dengan terus menatap surat itu dengan seksama .


Evlyn terdiam sejenak raut wajah nya terlihat sangat pucat saat mendengar nama Damon raut wajah pucat milik Evlyn tidak terlalu di perhatikan oleh Erwin lelaki itu masih fokus untuk menimang jawaban apa yang akan di beri untuk kedua insan itu .


......…......


Monica berjalan dengan santai di lorong, wanita itu memakai baju santai berwarna putih dan rok mini berwarna putih rambut nya tergelung ke atas menyisakan anak rambut saja di bagian belakang dan atas dahi .


sepanjang lorong, Monica menjadi pusat perhatian untuk para karyawan yang melihat nya tetapi wanita itu terus berjalan lurus dan mendongak berjalan dengan angkuh dan tegap tak mempedulikan sekitar, raut wajah nya pun nampak begitu santai tak ada rasa takut sama sekali .


tok tok


"maaf menunggu lama Tuan Damon"ucap Monica seraya mendorong pintu ruangan tanpa seizin Damon wanita itu berjalan menuju sofa dan mendaratkan bokong nya dengan halus di sana .


Damon hanya terfokus pada laptop nya, lelaki itu hanya menganguk pelan dan terus menatap layar laptop tanpa mempedulikan kedatangan Monica .


"tidak adakah coffe di sini?"tanya Monica menatap ke arah Damon berharap lelaki itu memberikannya minum .


"Panggil saja pelayan"celetuk Damon yang membuat Monica memajukan bibir nya sebal .


Monica membuang nafas lalu bergumam meledek Damon yahh meski lelaki di depannya ini tidak akan menggubrisnya.


"jadi bagaimana pernikahan kita?" tanya Monica


Monica hanya menganguk dengan patuh, besok adalah acara resmi mereka berdua , mereka akan janji suci di hadapan banyak orang dan memasang cincin nikah satu sama lain . rasa nya Monica tidak sanggup menjadi seorang istri yang baik kelak, karena selama ini ia telah d manjakan oleh harta nya .


Damon melirik ke arah Monica, lagi lagi wanita itu berpenampilan se enak nya saja di kantor nya . Damon memutuskan menutup layar Laptop nya dan memangku kedua lengannya di bawah dagu nya, lelaki itu menatap serius ke arah Monica sementara Wanita itu sibuk menyeruput coffe yang baru saja datang .


"tidak adakah kemeja atau celana wanita di lemari mu?"celetuk Damon masih terus menatap Monica dengan raut wajah datar nya .


Monica hanya menggeleng dengan bibir yang menempel pada ujung gelas, Damon hanya menggeleng pasrah dan menganguk.


"seperti nya emang benar benar tidak ada"


..."jika nanti kamu telah sah menjadi istri saya , saya tidak mau melihat mu memakai pakaian dengan seperti itu model nya . Nyonya Smith harus tampil elegan dan tertutup dengan gaya elit nya"ucap Damon sembari membuka layar ponsel nya dan mengetik sesuatu di atas sana .


"aku tidak peduli"celetuk Monica dengan acuh .


Wanita itu berdiri dan berjalan menuju meja kerja milik Damon, lengan nya terulur di udara membalik bingkai foto yang tertutup itu . Wanita itu menatap lamat- Lamat foto yang ada di dalam bingkai itu . Monica hanya terdiam, di sana dapat di lihat ada seorang wanita berparas cantik, berkulit putih kelopak mata nya pun sangat indah senyum nya terukir begitu manis dan sangat ceria rambut nya nampak pendek hanya sebatas bahu, wanita itu memakai dres berwarna hitam dan dengan kalung berandul bulan yang sangat indah .


Damon memperhatikan gerak gerik Monica wanita itu tampak serius menatap foto seseorang di sana, Lelaki itu hanya menarik nafas dalam-dalam lalu lengan nya terangkat dan mengambil bingkai foto itu Damon sekilas menatap wajah wanita yang sangat ia rindukan itu lalu memasukkan nya di dalam laci meja .


sontak Monica langsung mendongak dengan tatapan tanda tanya mengapa bingkai foto nya di ambil, padahal dirinya masih sangat ingin melihat wanita itu .


"itu sudah masalalu, tak perlu untuk kamu tatap" celetuk Damon dengan raut wajah datar dan dingin menatap Monica .


.."oh ayolah! kita menikah hanya karena sebuah hutang ku dan aku juga tidak akan mencintai mu, kamu juga begitu bukan?" protes Monica dengan raut wajah sebal .


"cinta akan datang berjalan nya waktu nona" ucapan Damon membuat Monica menoleh sesaat dirinya berniat untuk duduk kembali di sofaa .


Wanita itu menoleh kearah Damon yang masih saja sibuk dengan ponsel nya sementara Monica dia menatap Damon dengan penuh tanda tanya.


"jika aku menolak cinta itu datang,kau bisa apa?"


"..Aku bisa memaksamu untuk menerima perasaan itu"ucap Damon dengan mengangkat kedua bahu nya.


Monica hanya berdecih sebal, dan wanita itu kembali duduk di sofaa nya lalu membaca majalah yang ada di meja sebelah sofaa kedua nya hening dan tak ada siapapun yang membuka percakapan baik Damon maupun Monica kedua nya sama-sama hanyut kedalam fikiran nya masing-masing .


"jika aku mencintaimu lebih dahulu apa yang akan kamu lakukan?"tanya Monica tiba tiba sembari menatap wajah Damon lekat -lekat berharap ia mendapatkan jawaban yang membuat nya puas .


"tidak ada, saya juga tidak akan mencintai kamu sedalam itu"ucap Damon tanpa berfikir terlebih dahulu seperti nya lelaki itu acuh saja terhadap Monica .


sementara Monica, wanita itu nampak kecewa terlihat jelas dari raut wajah nya ternyata kejadian ini harus terulang kedua kali nya di orang yang berbeda . Ia berharap perasaan itu akan muncul untuk nya dengan tulus tanpa melihat kelebihan dari diri nya tapi semua manusia sama saja, mereka sama-sama tidak memiliki hati untuk menerima dan mencintai layak nya cinta sejati .