
"*Damon! "
"Damon!" ..
Suara isak tangis terdengar begitu menyayat hati, serpihan kaca terjatuh di mana-mana, darah mengalir dengan deras . Nafas nya tercekat kala itu, terdiam tanpa bisa bergerak, kedua bola mata nya menatap nanar ke arah wanita yang tergeletak dengan lemas di lantai yang dingin .
"Lariii!!.. Damon, ku mohon larilah" lirih nya*
......................
Keringat bercucuran di dahi nya, Damon menatap ke sekeliling lalu kedua bola mata nya menatap ke arah Monica yang terlelap dengan sangat pulas . Sekilas lelaki itu menatap dalam ke wajah Monica, pahatan wajah yang sangat sempurna .
Damon mengulurkan lengan nya, ia menyisihkan anak rambut yang menutup sebagian wajah Monica, memang benar Wanita ini tidak pernah terlibat dalam masalalu nya, tidak pernah bersalah atas apapun tetapi nyawa tetap harus di bayar oleh nyawa .
"Seandai nya, kejadian itu tidak pernah terjadi mungkin Kamu akan hidup lebih lama" Lirih Damon dengan mengusap wajah ayu milik Monica .
".. Maaf"
suara lembut itu membuat Damon tertoleh ke arah Monica, rupa nya wanita itu sudah terbangun sejak tadii, sungguh Damon tidak menyadari semua itu . Monica mencoba untuk bangun dan duduk di atas kasur king size nya, wanita itu menatap manik kelam milik Damon .
Lengan nya terulur, meraih lengan kekar milik Damon di usap nya telapak tangan milik Damon berharap Damon bisa tenang meskii hanya sejenak .
"Maaf, jika memang dulu ada sesuatu yang membuat mu tidak bisa untuk mencintai Aku sepenuh hatii, tapi Aku mohon tempatkan lah Aku meski di bagian paling dasar" lirih nya dengan nada yang sangat lembut membuat Damon tak berkutik .
"Cinta hanya lah sebuah permainan"jawab Damon dengan menatap datar ke arah Monica .
Lagi dan lagi, Monica harus mendengar jawaban yang sama .
Cinta adalah sebuah permainan. Memang benar, bagi lelaki itu cinta tak ada arti dan harga nya, karena memang hati nya selalu di penuhi oleh masalalu nya .
masalalu yang tidak pernah bisa menghilang, meski sekuat apa Monica menunjukkan rasa cintanya, lagi dan lagi Wanita itu harus kembali menepis perasaan keras itu dengan sangat kasar di lubuk hati nya . Sadar, bila mata lelaki di hadapan nya tidak akan bisa untuk mencintai nya dengan sepenuh hati .
Monica tau, bahwa manusia pasti lah memiliki batas nya masing-masing, terapi wanita itu tidak ingin untuk berakhir entah apa yang telah muncul dalam hati nya, perasaan yang sangat tidak ingin ia terima .
"jika memang, cinta itu hanya sebuah permainan lantass sampai kapan pernikahan ini akan teruss berjalan tanpa ada ending yang menyenangkan?"
'sampai nyawa itu bisa terbayar dengan tuntas' .
Damon hanya terdiam, ia tidak bisa menjawab hanya bisa menjawab dalam lubuk hati nya membantin dalam hati nya tanpa niat untuk menjawab, biarlah pernikahan ini berjalan seiring nya waktu.
Monica melepaskan genggaman telapak tangan milik Damon, wanita itu segera tersadar lalu beranjak dari ranjang nya dan berjalan ke arah kamar mandii dan membersihkan seluruh tubuh nya .
percikan air terdengar hingga ke kamar, Damon menatap ke arah pintu kamar mandi yang sudah tertutup dengan sangat rapat .
Apakah salah jika ia mencoba untuk membuka hati, dan mencoba menerima semua nya? apakah semua akan terasa mudah? ..
Sementara di dalam kamar mandi, Monica mengguyur tubuh nya dengan air . Ia membasahi rambut nya mencoba menghilangkan rasa gundah di hati nya .
Sudah lama semenjak kejadian itu, ia tidak pernah lagi merasakan kehangatan, kasih sayang yang begitu tulus dan belaian yang penuh dengan kasih sayang .
Namun, waktu itu tiba waktu di mana separuh hati nya pergi tanpa jejak dan kabar yang membuat nya mencari kesana kemari .
Monica selalu membenci waktu yang pernah membuat nya kehilangan lelaki yang pernah menjadi bagian hidup nya, Monica selalu menghindari tempat yang pernah menjadi saksi bisu tentang kebahagiaan bersama nya .
Monica menutup kedua bola mata nya rapat-rapat, wanita itu mendongak dan meresapi segala guyuran air yang mengalir di wajah nya .
tanpa sadar, bulir air mata mengalir beruntung nya guyuran air mandi itu menyamarkan air mata nya yang keluar dengan deras, menangis tanpa suara menahan semua nya sendirian .
"Kamu gak pernah pulang, apakah Kamu gak pernah rindu akan semua tentang kita? .."
"Apa semua ini sudah berakhir sejak lama? apa sudah cukup untuk Aku akhiri sampai di sini" ..
Isak tangis itu terdengar di telinga, meski suara nya tak begitu terdengar jelas tetapi cukup membuat Monica merasa kan sakit yang teramat dalam, dan rindu yang tak bisa lagi untuk ia bendung dalam lubuk hati .
.....
"*bunga mawar putih buat Nona Alexander tersayang"
"Aku lebih suka manggil kamu Louta"
"sttt itu panggilan khusus ya*!" ..
.....
Monica kembali membuka kedua matanya, menatap sekeliling wanita itu segera mengambil handuk dan setelah selesai mandi ia bergegas keluar kamar mandi .
Damon tersenyum manis saat melihat Monica yang sudah keluar dari kamar mandi, lelaki itu berdiri dan menatap lekat ke arah Monica .
"Ayo kita lanjutkan kisah kita yang seperti ini, tidak ada cinta, tidak ada belas kasih sayang, lakukan sesuai dengan arus yang berjalan"ucapan Monica membuat Damon terdiam sejenak lelaki itu menarik nafas dalam-dalam .
tak ada lagi tatapan keraguan yang selalu di layangkan untuk nya, kini tatapan yang sama seperti pertama kali bertemu, tak ada yang membuat Monica tertarik pada Damon, tak ada lagii tatapan penuh kelembutan .
Monica sudah mengambil keputusan nya sendiri, wanita itu tidak akan pernah melupakan masalalu nya dan tidak akan pernah mencintai siapapun, menunggu dan terus menunggu sampai waktu kembali itu tiba dan saat itu lah Monica akan melepaskan Damon dengan hati yang tidak pernah mencintai nya .
"Bersikaplah layak nya kita tidak mengenal, karena dari awal kita memang tidak mengenal bukan?"ucap acuh Monica .
wanita itu berjalan melewati tubuh Damon yang mematung di tempat, nafas nya tercekat inikah yang di namakan sakit hati? perasaan apa itu? perasaan yang tidak bisa ia tolak .
Monica sudah berganti pakaian dengan pakaian yang lebih berbeda, penampilan yang tidak lagi memakai dress atau pun rok mini ia kembali padaa diri nya yang dulu, celana jeans berwarna hitam, kaos berwarna putih polos yang panjang nya hanya sampai atas pusar tentu menampilkan perut nya yang langsing dan mulus , rambut hitam panjang nya terikat ke atas dan menyisakan anak rambut saja .
polesan make up yang natural namun tetapi terlihat begitu sempurna.
"mungkin Aku harus memotong rambut menjadi sebahu dan mewarnainya lagi " celetuk Monica membuat Damon hanya terdiam .
Ternyata ucapan wanita itu benar dan itu sungguhan, membuat Damon hanya bisa terdiam . Monica telah berubah menjadi wanita yang pertama kali ia lihat dulu .