Assassin Girl

Assassin Girl
2. Coercion



BRAK


barang-barang mewah yang ada di ruang tamu kini sudah terpecah hancur karena bantingan yang sangat kuat, serpihan kaca juga ikut serta berjejer di atas lantai .


"how?Pih gimana sama hidup Aku?!!"teriak nya dengan sangat kencang .


…"Aku masih mau hidup mewah!Pake mobil mewah jadii putrii bungsu dari perusahaan terpandang. come on this isn't funny! .. Monica Louta Alexander wanita modis yang selalu tampak mewah dan sekarang harus jatuh!"


Erwin-papah dari Monica hanya bisa tertunduk dengan diam menatap semua dokumen yang sudah jatuh berserakan.


Perusahaan yang selama ini telah maju dan berkembang kini haruss bangkrut karena kesalahanya yang membuat semua nya rusak dan runyam .


"ck"decih Monica saat merasa suara nya tidak akan di gubris oleh Erwin wanita itu kembali melangkah ke lantai dua dan menutup pintu kamar mewah nya dengan sangat kasar .


di dalam kamar Monica hanya bisa terdiam dan lalu lengan putih nya terjulur mengambil handphone mewah nya yang seharga belasaan jutaa rupiah . Wanita itu membuka layar ponsel nya dan lalu mengetik sesuatu di atas layar .


( aku terima pekerjaan menjadi pembunuh bayaran )


lalu pesan itu terkirim pada nomor seseorang dan Monica Kembali menutup layar ponsel dan merebahkan tubuh nya pada kasur empuk nya .


Monica kembali berdiri dan mengecek tabungan rekening bank nya dan lagi lagi decihan yang hanya terdengar dari bibir Monica .


"sial!aku selalu menghabiskan uang tabungan untuk membeli barang-barang mewah dan branded" dengan putus asa Monica melempar buku tabungan yang telah kosong itu kesembarang tempat.


Blackcard, sepertinya tidak mungkin ia mengandalkan Blackcard itu karena sudah pastii Erwin akan mengambil seluruh uang yang ada di blackcard milik nya untuk membayar segala hutang-hutang perusahaan.


Kedua manik coklat milik Monica tertutup dengan sangat rapat wanita itu kembali membuang nafas kasar dan beberapa menit kemudian saat bola mata nya ia buka kembali tak sengaja pandangan nya menatap ke arah cek yang di berikan oleh lelaki yang menjadi lawan taruhan nya kemarin malam .


6,4 Milyar, nominal uang yang sangat tidak mungkin bisa ia bayar betapa bodoh nya dia saat menyepakati taruhan itu dengan nominal bayaran sebesar itu .


mungkin jika Dia memiliki uang sebanyak itu wanita itu akan memakai nya untuk membeli barang-barang mewah dan menghabiskan nya dalam waktu dua hari .


Ting


ponsel Monica berbunyi ,sontak wanita itu menoleh ke arah ponsel nya dan menyimpan cek itu kembali di meja .


"Email?"


karena rasa penasaran nya yang tinggi akhir nya Monica membuka pesan lewat Email itu, wanita itu nampak serius saat membaca tulisan yang tersusun rapih di atas layar nya .


"Smith Croup'?" dalam hati nya ia bertanya-tanya siapa yang mengirimkan nya pesan dengan mengundang dirinya sebagai tamu di salah satu perusahan terbesar yang selama ini menjadi saingan perusahan milik kedua orang tua nya.


tanpa mau pusing, Monica kembali mengetik sesuatu dan mengiyakan acara pertemuan itu siapa tau perusahaanya kembali membaik dengan dirinya mengajak kerjasama dengan perusaha milik keluarga besar itu.


Monica menyimpan kembali ponsel nya dan kembali berbaring tak lama setelah itu ia terlelap dengan sangat pulas tak mempedulikan apa yang sedang terjadi dalam dunia kehidupan nya .


...----------------...


pagi pagi sekali Monica sudah bersiap-siap untuk berangkat ke perusahaan milik keluarga Smith yang telah mengundang dirinya sebagai tamu nya itu .


"mau kemana ?"tanya Erwin saat melihat pakaian Monica yang sudah terlihat rapih pagi pagi .


wanita itu menggenakan blazzer berwarna hitam dengan Daleman baju berwarna putih dan rok seatas lutut berwarna hitam tak lupa juga rambut nya yang sedikit bergelombang dengan di hiasi jepit rambut berwarna putih mutiara .


polesan make up yang sederhana tetapi masih terlihat modis untuk Monica, tas hitam kecil yang bermodel terselempang di bahu dengan merk 'Dior' .


"keluar"jawab singkat Monica .


Monica berjalan ke arah bagasi dan menatap mobil mewah nya satu persatu, lalu ia memutuskan untuk memakai mobil mewah bermerk 'Bentley Continental' berwarna hitam legam .


terpoles senyum kecil di sudut bibir nya, sunggu indah kehidupan nya saat ini memiliki barang-barang mahal dan selalu memiliki kasta tertinggi.


...----------------...


Damon mengetuk-ngetuk bolpoin padaa layar iPad nya, lelaki itu nampak membuang nafas gusar karena tak kunjung mendapat informasi dari Edgar perihal undangan untuk Monica .


tok tok


"permisi Tuan Damon, ini tamu yang anda undang hari ini"


Damon hanya menganguk dan mempersilakan tamu nya untuk masuk kedalam ruangnya dan menyuruh karyawan nya untuk keluar .


bunyi perpaduan antara high heels tinggi dengan keramik lantai yang sangat bersih membuat Damon tersenyum kecil dia sudah tau siapa yang akan datang hari ini di jadwal pagi nya ini .


"Permisi" ..


pandangan Monica masih tertunduk sedangkan Damon sudah terangkat dan menatap penampilan Monica dari atas sampai bawah lelaki itu hanya bisa terdiam dan tanpa sadar terukir senyum kecil .


"silahkan duduk tamu saya yang terhormat"ucap Damon yang lagi lagi Monica masih tak sadar .


"Monica Louta Alexander?"


"Betul sekal---" ucapan Monica terhenti kala ia mendongak dan menatap wajah Damon yang tersenyum kecil menyambut tamu terhormat nya .


"Kamu?"


"perkenalkan nama saya Damon Jamesh Smith"ucap Damon dengan menatap lekat ke arah wajah Monica yang seperti nya terkejut dengan tuan yang telah mengundang nya .


tapi lagi lagi Monica berhasil membuang arah pandang nya dan kembali memasang raut wajah datar dan mahal membuat Damon semakin tertarik pada Monica .


"mengundang untuk menangih hutang huh, perusahan ayah ku bangkrut dan tidak bisa membayar uang taruhan",ucap Monica dengan membuang arah pandang nya .


"bukan kah masih ada pilihan kedua untuk membayar nya?"


"kamu butuh apa saja bisa saya penuhi, mobil mewah?baju bermerk?make up mahal?atau mungkin jam tangan mahal?semua akan saya penuhi sebagai syarat kamu harus menikah dengan saya "


.."saya tau kamu tidak akan kuat untuk menahan semua nya, hidup kekurangan,perusahaan ayah mu pun bangkrut kamu tidak akan bisa lagi memakai barang-barang mewah Gril"


benar yang di katakan oleh Damon ia tidak akan memakai barang-barang mewah lagii karena suatu saat nanti barang ini akan di jual dan untuk memenuhi kebutuhan perut .


Monica menatap mata hitam pekat milik Damon wanita itu mencari sebuah keraguan di sana, tetapi nihil tidak ada keraguan di sana .


Damon memilih berdiri dan berjalan ke arah Monica membuat wanita itu sedikit terdongak dan menatap wajah tampan milik Damon .


"would you be my wife?" bisik Damon dengan mengulur kan lengan kekar nya untuk menyambut persetujuan dari Wanita yang menjadi tamu nya kali ini .


Monica sedikit tersentak saat mendengar bisikan milik Damon, wanita itu terdiam menatap wajah Damon yang sedikit tersenyum ke arah nya sembari menggulurkan lengan nya .


dengan satu tarikan nafas akhir nya Monica berdiri dan meraih tangan kekar milik Damon .


"Yes, I want to" . jawaban singkat yang membuat Damon menyunggingkan senyum kecil nya membuat Monica menatap datar ke arah lelaki di hadapan nya .


semua ini ia lakukan untuk bisa memenuhi kebutuhan dan melunasi hutang taruhan milik nya .