Assassin Girl

Assassin Girl
5. kill



Brak


Nafas Monica tersengal-sengal Wanita itu menatap tajam ke arah majikan yang telah memberikan tugas yang tidak masuk akal ini, Monica menatap lamat-lamat dokumen yang ia banting barusan . Dokumen itu bersampul berwarna coklat dengan tulisan di depan nya .


Monica berkali-kali membuang nafas lelah, Wanita itu sungguh terkejut luar biasa .


"jika kamu bisa membunuh nya, maka uang miliyar itu akan menjadi milik mu Monic"ucap Alex- Majikan nya .


Alex menatap serius ke arah Monica wanita di hadapan nya hanya bisa terdiam tanpa bisa menjawab ucapan nya, mungkin ia terlalu terkejut .


.."berlatihlah sampai kamu bisa menggunakan senjata"titah Alex


lelaki berbadan tinggi itu berdiri lalu pergi dari ruangan meninggalkan Monica sendirian dengan seribu pertanyaan yang terus melintasi kepala nya .


Ting


ponsel nya tiba-tiba berbunyi, Monica sontak membuka layar ponsel dan membaca pesan seseorang lewat layar ponsel nya .


( saya tunggu di rumah malam ini )


pesan dari Damon, Monica hanya membuang nafas lelah wanita itu kembali keluar dari ruangan dan sekilas ia menatap jam tangan nya rupanya waktu sudah menunjukan pukul 17.00 sudah saat nya juga Monica untuk pulang ke kandang macan nya .


Hari ini ia akan memesan taksi online saja, karena Wanita itu sengaja untuk tidak membawa mobil sendiri karena di takut kan Damon melacak jejak nya karena Mobil pribadi nya itu milik Damon dan Damon pasti mengerti semua tentang mobil milik nya .


Di tepi jalan Monica hanya membuang nafas lelah, seharian berlatih menggunakan senjata ternyata tak semudah itu untuk membunuh manusia, tidak bisa asal tusuk.


.....


Pintu rumah megah itu di dorong dengan kuat oleh Monica wanita itu berjalan lesu ke arah lift yang menuju ke ruangan kamar nya, ia berniat untuk segera tidur dan beristirahat.


Clek


Pandangnya bertemu dengan manik gelap milik Damon lelaki itu terduduk di tepi ranjang sembari membaca artikel-artikel yang ada di ponsel nya, sesaat pintu di buka Damon menatap ke arah pintu itu dan ia menatap wajah Monica yang nampak sangat lesu dan seperti tidak semangat.


"Welcome honey"sambut Damon lelaki itu menutup layar ponsel nya dan menghampiri Monica, setelah jarak mereka berdekatan lengan kekar Damon terangkat di udara lalu ia merapihkan anak rambut milik Monica yang berantakan .


entah apa yang istrinya itu perbuat seharian sehingga membuat semangat nya menurun drastis seperti ini.


"ada apa?kamu nampak lelah"


..."apa kamu perlu untuk Shoping Minggu ini?"tanya Damon dengan menatap penuh tanda tanya ke arah Monica .


Monica hanya menggeleng kan kepala nya, wanita itu berjalan maju dan duduk di depan meja rias nya menatap pantulan dirinya di cermin benar kata Damon ia terlihat nampak begitu lelah hari ini .


"why? katakan saja Monica, kamu butuh pakaian?atau kamu mau membeli mobil baru?Saya bisa TF kamu tinggal sebutkan saja berapa nominal nya"ucap Damon mencoba pengertian di hadapan istri nya.


"aku hanya lelah seharian aku bekerja"jawaban lemas Monica, seperti nya ia memang tidak berbakat untuk bekerja karena selama ini ia hanya duduk manis dan menerima uang dari papih nya saja .


tapi mungkin beberapa bulan kedepan ia akan terbiasa dengan perkerjaan baru nya ini . Damon melangkah maju dan duduk di tepi Ranjang lelaki itu menatap pantulan wajah Monica di dalam cermin .


"kamu tidak usah bekerja,apa yang kamu mau bisa Saya belikan Monic"celetuk Damon dengan begitu mudah .


...


Clek


beberapa jam berada di kamar mandi, dan akhir nya Monica keluar dengan piayama yang berbeda dari kemarin, rambut panjangnya nampak basah karena berendam di bathtub.


Damon hanya melirik sekilas lalu kembali mengerjakan pekerjaan nya di atas ranjang .


Monica berjalan ke meja rias, wanita itu mengambil beberapa make up yang sudah kosong, gerak-gerik Monica membuat perhatian Damon teralihkan pada nya .


"kamu bisa beli baru dengan memakai uang d rek" celetuk Damon tak memusingkan apapun yang akan habis kedepan nya .


"do you want dinner?mungkin makan di restoran mewah ala makanan Prancis"usul Damon dengan terus menatap layar laptop.


Monica sontak menoleh lalu mengangguk dengan cepat, wanita itu seperti sudah mendapatkan semangat nya kembali Monica bergegas untuk siap-siap dan berganti pakaian sementara Damon lelaki itu menunggu nya di dalam mobil.


....


Di perjalanan tak ada siapapun yang berniat untuk membuka topik pembicaraan kedua nya sama-sama sunyi tak memperdulikan satu sama lain. Monica menatap bangunan-bangunan kota yang begitu terang berkat cahaya lampu .


Wanita itu sedikit membuka jendela mobil dan menghirup udara segar dengan perlahan-lahan, kedua bola mata nya tertutup dengan sempurna


"dulu Aku selalu keluar malem bersama dengan laki-laki yang paling aku cintai"celetuk Monica membuat Damon menoleh ke arah istri nya lelaki itu menatap dengan ekspresi menuntut jawaban.


..."tapi sekarang, dia udah pergi jauhhh banget sampe-sampe Aku gak tau dimana dia berada tapi yang jelas kita saling mencintai bukan seperti aku dan kamu yang menikah hanya di atas sebuah taruhan yang belum aku bayar"jelas Monica


Wanita itu kembali menutup kaca jendela, pandanganya tak sengaja bertemu dengan foto yang terpanjang di depan nya foto wanita yang sama membuat nya merasa risih, Monica menutup foto itu Damon hanya berdiam diri dan masih terfokuskan pada jalanan .


"Saya pernah memiliki Istri"celetuk Damon tiba-tiba membuat raut wajah Monica berubah menjadi datar wanita itu sebenernya tau dari awal tetapi dia hanya ingin berdiam diri dan tak berniat untuk bertanya .


..."tapi pernikahan saya tak berujung bahagia"


"kami saling mencintai, bahkan jika dia kembali datang saya akan tetap memilih dia untuk bersama saya"


..",cari lah ngapain masih stay di sini ngerjain urusan kantor"ucap Monica dengan nada penuh penekann .


Damon hanya menggeleng lalu menatap wajah Monica dengan dalam, lelaki itu menatap Monica dengan tatapan datar lalu kembali fokus pada jalan raya .


"sudah ada kamu,mungkin sudah cukup"


"gak jelas, aku pergi sama kamu buat beli makanan enak mewah mahal bukan buat bahas hal gak penting"umpat Monica membuat Damon hanya menggeleng kan kepala nya .


Monica sudah terlanjur bete dengan kelakuan Damon wanita itu memilih untuk tertidur dan tak peduli apakah lelaki itu akan membawa nya ke resto atau tidak karena saat ini ia sangat lelah .


Damon melirik sekilas ke wajah Monica yang tertidur dengan pulas, lelaki itu mengamati dengan seksama wajah ayu milik Monica . Apakah semua ini harus terjadi dan apakah ia tega untuk menyakiti Monica dengan begitu kejam .


"rupa nya kamu cape dan mau tidur"celetuk Damon lalu lelaki itu mengarahkan mobil nya untuk memutar balik dan menuju ke rumah nya lagi tidak jadi untuk makan di resto karena mungkin Monica sudah lelah dan sangat bete karena nya .