Assassin Girl

Assassin Girl
8. Past



Damon berjalan santai ke arah ruangan kantor nya, lelaki itu mengenakan pakaian kantor nya pagi ini, rambut nya yang sudah tersisir kebelakang dan sepatu nya yang bersih suara sepatu nya beradu di antara lantai yang sangat putih itu .


Seluruh karyawan tertunduk hormat saat Tuan nya berjalan dengan santai dengan sesekali membalas sapaan dari beberapa karyawan nya pagi ini .


"Selamat pagi Tuan Damon"ucap Letta dengan hormat wanita itu mengenakan rok span yang berada di atas lutut nya dan kemeja putih tak lupa juga rambut nya yang di ikat sampai ke atas .


Letta berjalan beriringan dengan Damon, wanita itu senantiasa menemani Tuan nya di kala kondisi yang seperti apapun . Langkah jenjang milik Letta sedikit mensejajarkan langkah nya dengan Damon, wanita itu sedikit mendekat ke arah telinga milik Damon membisikan sesuatu yang membuat bola mata Damon melebar dan tercengang dengan begitu terkejut .


Letta hanya bisa membuang nafas lelah, ini semua di luar akal sehat seorang manusia biasa . Setelah mendengarkan ucapan Letta, Damon bergegas melangkah lebar ke arah ruanganya dengan raut wajah yang pucat namun juga nampak ada guratan rasa rindu yang tak bisa di ungkapkan .


Di depan pintu ruangan milik nya yang sungguh tinggi bangunan pintu nya yang menjunang ke atas, Damon mencoba untuk meyakini dirinya dan menarik nafas dalam-dalam .


clek ...


pintu besar itu terbuka oleh genggaman tangan Damon, lelaki itu berdiri di ambang pintu yang sedikit menggelap kan bagian tubuh atas nya . Damon berdiri dengan tubuh tegak nya, pandangan nya menatap lurus ke arah seorang yang duduk manis dengan cara membelakangi nya .


*tap ..


tap* ...


satu langkah, dua langkah, kaki jenjang nya terus mencoba melangkah maju, keheningan tercipta di ruangan yang besar itu, suasana nya nampak begitu panas .


"Karla".. Seketika suara itu terdengar di ruangan yang besar itu, Damon menatap dengan dalam, senyuman yang menyambutnya saat dirinya menatap dalam manik indah itu .


"Sudah lama tidak bertemu Damon"..


"dasi mu selalu saja tidak benar"wanita itu berdiri dan merapihkan dasi milik Damon dengan cekatan, senyum nya tak pernah pudar di sudut bibir nya wanita itu sesekali menatap wajah Damon yang nampak nya begitu terkejut .


Setelah selsai merapihkan dasi milik Damon, wanita itu menuntun Damon untuk duduk di kursi kerja nya lalu wanita itu menutup bingkai foto yang berisikan foto pernikahan Damon dengan Monica .


"Kamu agak terlihat kurusan"ucap Wanita itu dengan nada lembut .


......................


Monica sedari tadi terus mondar-mandir di ruang tamu, wanita itu sudah menunggu sedari tadi , Bulan sudah berada di langit malam paling atas beberapa kilat petir menyala di celah-celah jendela, malam ini terlihat mendung tetapi masih terlihat bulan besar yang menggantung di langit malam yang gelap, keberadaan nya hanya seorang diri tak ada bintang yang menyinari nya .


Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam, tengah malam menunggu Damon untuk pulang Monica terus saja berdiri di ambang pintu berharap suami nya itu segera pulang,jika ia tidak pulang di khawatir kan Damon akan terkunci di ruangan nya sendirian .


Monica berkali-kali membuang nafas lelah, wanita itu memutuskan untuk tidur dan menyerah untuk menunggu kepulangan Damon .


"sudahlah dia punya kaki untuk pulang ke rumah mewah nya"celetuk Monica lalu wanita itu berjalan menuju kamar .


langkah kaki nya terhenti saat mendengar pintu depan di buka oleh seseorang, Monica segera saja berbalik dan berjalan lagi menuju pintu depan .


Dan benar saja! Damon pulang dengan keadaan setengah terpengaruh oleh minuman alkohol, bau rokok menyengat membuat Monica sedikit menyeringit bingung .


lelaki itu berjalan menuju kamar di ikuti oleh Monica wanita itu menjaga tubuh Damon dari belakang dengan sesekali menunutun lelaki itu menuju tangga .


....


"Damon!jangan menyusahkan Aku, Aku ingin tidur bersihkan sendiri semua nya"ucap Monica dengan nada penuh rasa lelah wanita itu memutar bola mata nya malas tidak mungkin bisa Damon di biarkan begitu saja dengan keadaan seperti ini .


"Yo Karla! Kau tidak pernah berubah ya masih jelek!"...


"Lihat lah! kau malah tambah jelek Karla!"


.."Kau meminta apa? tidur bersama ku malam ini hu?hahahah"


Rancauan Damon membuat fikiran Monica berkelana, Karla, lelaki itu menyebut nama wanita yang tidak ia kenali selama ini .


Monica membantu melepaskan kemeja putih milik Damon, dan sepatu milik lelaki itu .


"Hahah Karla, Karla.. Saya sudah menikah lagii bersama wanita yang tidak bisa untuk saya cintai" ..


"saya hanya penasaran dengan nya saja, dan lalu iseng menikahi nya berucap janji suci di depan pendeta, itu adalah hal paling Saya sesali Karla .." Rancauan Damon membuat hati Monica sedikit tercubit wanita itu mencoba membuang semua fikiran negatif nya dan kembali membantu Damon .


"Karla! lihat lah! maid di bawah ini itu adalah istri ku hahahah!dia seperti boneka bodoh namun belaguu"


PLAK


kesabaran Monica sudah di ambang batas, wanita itu menatap dengan nafas yang tersengal-sengal sementara Damon hanya menatap tajam ke arah wajah Monica . Damon meraih lengan Monica tetapi berkali kali wanita itu menepis nya, Monica berjalan menuju pintu dan menutup pintu kamar begitu saja meninggalkan segala rasa sesak yang menahan di hati nya.


"BRENGSEK!SIALAN! LELAKI SIALAN!"umpat Monica .


Monica meneguk air mineral nya sampai habis, wanita itu sedang menahan rasa amarah yang memuncak seluruh perkataan Damon membuat nya terasa di rendahkan .


"Lihat saja, Aku akan pergi dari rumah sialan ini, dan membiarkan mu hidup sendiri tanpa ada lagi yang membantu mencari kan barang kantor mu lagi! , lelaki belagu, sialan sangat bodoh!" Monica berjalan ke arah pintu depan, tetpai sebelum langkah nya melangkah dengan lebar ke arah ruang tamu lengannya sudah terlebih dahulu di cekal oleh Damon dari belakang .


lelaki itu menatap dalam ke arah wajah Monica, membuat wanita itu membuang arah pandang nya .


"Kau mau kemana? Saya ingin tidurr, tidak bisa kah kamu tidur dengan tenang malam ini dan tidak mengetuk pintu saat Saya sedang tidur"ucap Damon membuat Monica menatap lelaki itu dengan tatapan sengit .


"Brengsek"umpat Monica membuat lengannya terus di tarik oleh lelaki untuk menuju kamar nya .


"jadi lah bantal yang empuk!"ucap Damon lalu menindihi tubuh Monica dengan bantal kesayangan nya lelaki itu kembali tertidur dengan sangat pulas menjemput alam mimpi nya .


Sementara Monica, wanita itu berkedip beberapa kali menatap semua yang baru saja terjadi . Amarahnya pada Damon masih belum meredah .