
Rintik hujan sudah membasahi seluruh kota, gemuruh kilat kian terdengar menyapa telinga awan sudah begitu sangat gelap malam ini, tak ada satu pun orang yang lewat terkecuali dengan mobil milik Damon .
Lelaki itu terus terfokus pada jalanan ibu kota, membawa Monica pulang wanita itu tengah tertidur lelap di bangku paling depan, kepala nya menghadap ke arah jendela yang sedikit berembun .
Brak
Berkali kali, Damon memukul stir kemudi lelaki itu menatap wajah Monica yang memerah akibat terlalu banyak Alkohol yang di konsumsi.
"Brengsek!" umpat nya .
Kedua bola mata Monica terbuka perlahan, wanita itu menatap ke arah jendela yang seperti nya di luar sedang hujan lebat, hembusan nafas nya membuat embun di jendela .
ia enggan untuk menyapa ke arah Damon, wanita itu lebih memilih bertahan dalam posisi seperti ini, membiarkan keheningan menyapa kedua nya.
Saya hanya menyesal telah menikahi nya ..
selintas perkataan itu terlintas di fikiran Monica, memang apakah dirinya saja yang menyesal karena telah menikah dengan nya, pada ia pun sama menyesal nya karena telah menerima tawaran dari Damon lelaki brengsek yang seolah-olah bersikap seperti lelaki itu mencintai nya .
"Aku meminta untuk cerai"ucap Monica memecahkan Keheningan.
ucapan wanita itu sontak membuat Damon menoleh dan menatap datar ke arah nya, semua memang harus di akhiri Monica sadar, pernikahan bukan lah tindakan untuk membayar sebuah taruhan.
jika saja ia tidak egois akan harta nya, mungkin saat ini dia masihh single dan tidak merasakan perasaan yang ia tolak dengan keras seperti ini .
"Hutang mu belum selesai"jawab Damon dengan suara yang berat dan serak .
Monica terdiam sejenak, wanita itu berfikir kembali bagaimana caranya agar dia bisa terlepas dari pernikahan yang membuat nya tersiksa seperti ini . Bagaimana mungkin dua manusia yang tinggal bersama, satu kamar, satu ruangan tidak bisa mencintai satu sama lain .
"Boleh Aku bertanya satu hal?"tanya Monica dengan menatap kedua manik kelam milik Damon, pertanyaan Monica tidak di jawab oleh lelaki itu yang akhir nya Monica memutuskan untuk bertanya sendiri .
"Siapa itu Karla?"
Kedua bola mata Damon sekilas melirik ke arah Monica, lelaki itu masih memasang wajah tenang dan datar tak ada sedikitpun ekspresi terkejut karena Monica telah mengetahui masalah pribadi nya .
"kenapa Kau cemburu?atau kah tidak suka?" bukan nya menjawab Damon malah bertanya balik pada istri nya itu .
mendengar pertanyaan dari Damon membuat Monica membuang arah pandang nya, wajah nya sedikit memerah yang entah mengapa itu bisa terjadi .
"Aku hanya bertanya"jawab nya dengan ketus .
Damon sama sekali tidak mau menjawab pertanyaan dari Monica, lelaki itu malah sibuk menyetir dan tak menggubris ucapan Monica .
Biarlah semua nya ia tutup, tak perlu ada Monica di dalam nya tak perlu ada istrinya dalam masalah pribadi nya dan tidak perlu Monica harus mengetahui sesuatu yang membuat dirinya akan tersakiti kelak .
Damon mengerti bagaimana perasaan Monica nanti, karena ia pun lelaki pasti sudah tau perasaan wanita, perasaan wanita jika sudah mencintai akan sulit untuk melupakan sesuatu yang membuat nya sangat di cintai nya .
Damon sebenarnya selalu tidak suka dengan pergaulan Monica, yang bebas, selalu bergaul dengan remaja yang tidak benar dan selalu taruhan dengan harta yang ia miliki, lelaki itu sangat membenci hobi Monica .
bagaimana pun, saat ini yang telah menjadi penjaga Monica ia lah Damon, suami dari nya seseorang yang berhak untuk menjaga dan menghentikan Monica dari segala hobi yang membuat nya terjerumus ke dalam pergulaan yang sangat tidak etis .
Monica hanya menatap sengit ke arah Damon, bukan nya menjawab malah mengalihkan topik pembicaraan yang sangat tidak penting bagi nya .
......................
Aroma bau masakan yang sangat terlihat sedap dan enak tercium hingga lantai atas tempat di mana kamar Damon berada, lelaki itu terbangun akan aroma sedap itu .
Di lirik nya tempat tidur milik Monica, rupanya wanita itu sudah bangun dan tidak ada di ruang kamar . Damon memutuskan untuk ke kamar mandi membilas seluruh badan nya dan bersiap-siap untuk berangkat .
..........
"Morning"sapa Monica saat melihat Damon yang sudah turun dari kamar nya dan sudah siap untuk berangkat.
Monica tengah sibuk dengan alat dapur, wanita itu tidak terlalu memperhatikan penampilan Damon yang kurang, sementara Damon lelaki itu malah sibuk menatap punggung Monica yang sibuk kesana kemari menyiapkan sarapan pagi untuk nya .
roast meast , fish and chips , Bubble and squeak. makanan yang sangat Damon suka, lelaki itu berbinar kala menatap sarapanha pagi ini .
"para maid sedang berlibur, jadi Aku menggantikan nya untuk memasak, Aku harap rasa nya tidak mengecewakan"ucap Monica sembari menatap kursi makan hendak untuk melakukan sarapan pagi .
...••••...
KETERANGAN :
Roast Meast _ berbahan dasar daging yang dimasak dalam oven selama dua jam dan diberi bumbu khusus .
Fish and chips _ memiliki bahan dasar ikan dan kentang .
Bubble and Sque**ak_ Hidangan kuliner ini sangat didominasi aneka sayuran. Namun, daging cincang dan kentang yang sudah ditumbuk halus juga diolah menjadi satu dengan sayuran** .
....
Damon menghabiskan seluruh makanan yang di buat oleh Monica, rasa dari makanan yang di buat itu memang sangat lezat dan enak di lidah, Damon tak bisa membohongi rasa nya bahwa masakan Monica sangat tidak mengecewakan.
Monica sesekali melirik ke arah Damon, wanita itu hanya bisa diam selang beberapa menit sarapan sudah selesai dan kini saat nya Damon untuk pergi bekerja ke kantor milik nya .
"Saya berangkat" ucap Damon .
tetapi, sebelum Damon berangkat langkah jenjang milik Monica terlebih dahulu menepis jarak di antara kedua nya, lengan mulus milik Monica terjulur di udara dan lalu meraih dasi yang nampak begitu berantakan .
"seorang CEO seperti mu harus nya selalu mengikat dasi dengan rapih, bukan seperti ini"celetuk Monica dengan membetulkan Dasi hitam milik Damon .
Sekilas pandangan Damon terkunci pada wajah cantik milik Monica lelaki itu mengingat seseorang yang selama ini telah jauh pergi meninggalkan kan nya, perhatian-perhatian kecil dari Monica selalu membuat hati nya rindu akan seseorang yang selama ini telah menemani hidup nya .
Pandangan kedua nya saling terkunci di ambang udara, Monica menatap lurus ke arah Damon begitu pun sebaliknya, hening yang tercipta antara kedua nya tak ada siapapun yang berniat untuk tersadar .
hembusan nafas dari Damon membuat bulu mata panjang Monica terhuyung kebawah, hidung mancung, bibir ranum dan bola mata berwarna coklat yang sangat indah tak lupa dengan di lengkapi oleh bulu mata nya yang lentik mampu menyempurnakan wajah cantik nya .