Anata Wa Watashi No Hikaridesu

Anata Wa Watashi No Hikaridesu
BAB 38 , Pembullyan pada Yukari



karena Yukari suka bersepeda jadi ia memutuskan untuk pakai sepeda ke sekolah agak tak merepotkan ibunya , karena jarak dari rumah Yukari dan sekolahnya tak jauh jadi hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menitan saja untuk sampai.


__________________


saat Yukari sampai disekolah masih sangat pagi dan baru jam 6:30 jadi Ia memutuskan untuk menggambar saja , saat itu di kelas hanya ada 5 orang saja termasuk Yukari.


sangking fokus gambar tak terasa sudah berlalu 20 menit dan kelas pun sudah mulai ramai , dan tepat di depan papan tulis , para anak perempuan berkerumunan dan sesekali melirik tajam ke arah Yukari


Yukari sadar itu , namun ia tak peduli karena ia sudah tau bahwa nanti dia akan di bully.


' mau bully aku , bully saja , aku tidak takut ' batin Yukari yg tetap.fokis gambar.


" woi ada guru gak di depan " ucap salah satu cewek dari kerumunan itu.


" gak ada " jawab salah satu anak laki laki yg berada di luar kelas.


" ok ayo kita mulai " uacp Sibut yg merupakan pemimpin kerumunan itu.


' Heng , mereka sudah mau mulai ya , terserah kalian saja , lagi pula aku tak takut sama kalian juga ' batin Yukari yg tetap fokus pada gambarnya karena gambarnya hampir selesai.


" hei calon pembunuh " ujar Vyrta yg bertolak pinggang di depan Yukari.


"...." Yukari tak menjawab dan hanya fokus ke satu sisi yaitu gambarnya.


" kalau di panggil di nyaut dong " lanjut Vyrta yg masih bertolak pinggang di depan Yukari.


"...." Dan Yukari dan menjawab juga


" dasar , apa kau tuli hah " salah seorang cewek bernama Wardah pun langsung menjambak rambut Yukari .


" AAWWW "Teriak Yukari yg berusaha melepaskan tangan Wardah dari rambutnya.


" kenapa , sakit , rasakan itu " bisik Wardah di samping telinga Yukari


" Cepat lepaskan rambut ku " bentak Yukari


" ugh.. sakit " rintih Yukari memegangi kepala nya yg sakit karena rambutnya di tarik dengan keras .


" ohh , kau tau.. sekarang Gin itu sedang di rumah sakit lho dia koma lho , dan Kaede yg kerepotan mengurus sedangkan kau , kau malah enak enakan gambar ya " ujar Sibut yg entah dari kapan sudah berada di depan Yukari mengganti kan posisi Vyrta.


" sungguh sial , kenapa harus sekelas dengan calon pembunuh seperti ini " ejek Sibut pada Yukari


" ini kah gambar mu , bagus namun sayang sekali di gambar oleh tangan yg hampir membunuh orang " ucap Sibut yg merebut kertas gambar Yukari dan...


Srekkkkk......


Sibut merobek kertas gambar Yukari yg sudah sudah payah di gambar Yukari selama hampir setengah jam , dan tentu itu membuat Yukari marah.


" APA YANG KAU LAKUKAN SIALAN " teriak Yukari dengan sangat keras sampai anak laki laki yang berada di luar kelas terkejut dan beberapa anak dari kelas lain pun juga terkejut , di luar saja sudah terdengar keras apalagi di dalam kelas.


terlihat beberapa anak menutup telinga mereka karena teriakan Yukari yg sangat keras , ya , mereka tidak tau bahwa Yukari jika marah itu bagaimana.


" cih berisik sekali kau , hanya selembar kertas yg sobek saja ngamuk " ucap Sibut yg baru melepas tangan dari telinganya .


"kau... " geram Yukari menatap tajam Sibut dengan sepasang mata biru miliknya yg seakan akan bersinar menyala


" waw waw , lihat matanya , memang tampak seperti pembunuh " ejek Sibut yg menunjuk ke arah mata Yukari walau dia sendiri merinding saat ditatap tajam oleh Yukari.


Kring kring kring


bell masuk kelas pun bunyi , yg artinya sudah saatnya guru masuk kelas , dan pas setelah bunyi bell itu Yukaru masuk kelas , dia baru datang , untung dia tidak telat , juga kerumunan anak perempuan tadi pun bubar , dan pak Santuy ( Herman ) pun masuk kelas dan memulai pelajaran nya.


Thanks udah baca ya 😊


jangan lupa like dan vote ya 😄


vote seikhlasnya saja ya 😉