
tak perlu waktu banyak gin pun naik ke mobil pria paruh baya tersebut , di sepanjang perjalanan yg terdengar hanyalah suara nafas Yukari yang semakin lama semakin lemah , itu membuat Gin sangat Takut Jika Yukari tak selamat , karena Yukari jadi seperti ini karena menyelamatkan nya..
___________________
tak perlu lama lama , mereka pun sampai di rumah sakit itu , pria paruh baya itu memanggil perawat sedangkan Gin tetap memangku Yukari yang nafasnya sekarang benar benar lemah Gin semakin khawatir , tak lama perawat pun datang dengan membawa kasur dorong dan infus , dengan cepat perawat itu menggendong ayukari ke kasur dorong tersebut dan menginfus Yukari , Perawat itu langsung masuk ruang operasi yang diikuti dengan perawat lainnya , secara refleks Gin hampir ikut masuk namun perawat itu menghentikan nya .
" maaf dek tapi orang lain selain perawat dan dokter tidak boleh masuk ! " kata perawat itu
" a-ah baiklah " jawab gin agak terkejut , karena selama ini Gin tak pernah ke rumah sakit , ini adalah pertama kalinya gin kerumah sakit !.
" pak anda harus bertanggung jawab atas kecelakaan ini ! " pinta Gin sedikit membesarkan suaranya
" oke oke aku akan membiayai biaya rumah sakit anak itu oke " kata pria paruh baya itu
dan setelah itu keadaan menjadi hening , sudah 2 jam terlewat namun tak ada dokter atau perawat yang keluar satu pun , hari Gin saat ini sangat gelisah .
" hei apa kau mau makan atau minum " tanya pria paruh baya itu memecah keheningan di antara mereka
" Tidak " hanya satu kata itu yang keluar dari mulut Gin .
" hah dasar anak kecil , susah sekali di mengerti " guman pria paruh baya itu
" siapa namamu " tanya pria paruh baya itu lagi
" Akira Gin " jawab Gin dengan ciri khasnya yaitu datar
" oh , nama ku Toshiba lector panggil saja paman lector " kata pria bernama Lector itu
"...." Gin diam saja tak menjawab kalimat pria itu.
" GIN , BAGAIMANA KEADAAN YUKARI ! " teriak seorang wanita yang mengagetkan Gin ya itu adalah ibu Yukari ,
" aahhh anakku Yukari , semoga tak terjadi apa apa padanya huhuhuhu " tangis ibu Yukari semakin deras
" kak tenang kak , tidak akan terjadi apapun pada Yukari " ibu Gin berusaha menenangkan ibu Yukari yg saat ini sedang manangis histeris
" ah kau ! apa kau yang telah menabrak anakku " kata Ibu Yukari kepada paman lector
" ya aku yang tadi menabrak nya ,tapi aku tidak sengaja " sahut Paman Lector.
" huhuhuhu jika terjadi sesuatu pada anakku kau harus bertanggung jawab " kata ibu Yukari yg masih menangis histeris itu
" ya aku akan bertanggung jawab " balas paman lector
tiba tiba saja dokter keluar dari ruang operasi yang lansung di sambut banyak pertanyaan dari ibu Yukari
" bagaimana anakku dok " tanya ibu Yukari yg masih menangis
" tenang tenang , anak ibu tidak apa apa ia selamat untung tempat iya tertabrak bukan di bagian organ vitalnya , ia hanya patah tulang saja " jelas dokter tersebut
" benarkah dok ? syukurlah kalau begitu " kata ibu Yukari yang sudah agak tenang karena mendengar kabar bahwa anaknya baik baik saja.
" pasien akan di pindahkan ke kamar lain mohondi beri ruang untuk lewat " kata seorang perawat di belakang dokter tersebut
" oh iya silahkan " jawab dokter tersebut
Yukari pun dipindahkan ke kamar lain karena operasinya sudah selesai , karena Yukari sudah dipindahkan ibu Yuka , ibu Gin , Gin dan paman Lector pun diperbolehkan untuk menjenguk , tapi hanya di perbolehkan besoknya karena pasien baru udah di operasi masih harus istirahat , dan malam itu hanya obi Yukari saja yang menemani Yukari di rumah sakit itu.
thanks udah baca 😊
jangan lupa di vote ya 😄