
"Aliya seperti kita harus mewaspadai Risa dia sangat aneh" kata Aiden
"benar Aliya aku merasakan aura jahat dari tubuh Risa" Kata Lina serius.
"jika kalian berkata seperti itu berarti benar, baiklah aku akan menuruti nya aku akan mewaspadai nya." kata Aliya sepertinya kali ini Aliya lengah, biasanya ia sangat waspada namun ia malah tak menyadarinya sekarang.
"Baiklah kenapa kita tidak menonton film saja diatas" ucap Aiden mengusulkan
"Wahh boleh juga kita juga perlu hiburan dulu untuk terlepas dari ketegangan " kata Lina semangat. "boleh,oh ya rika mana?" tanya Aliya tak menyadari keberadaan Rika . "Oh tadi dia katanya mau ke toilet dulu" Kata Lina.
"Oh oke deh yuk." Mereka akhirnya putuskan tuk menonton film di bioskop Aliya. Dan sampai akhirnya belum lama filmnya diputar , telfon Aliya berbunyi,ia merogoh sakunya dan mengangkat telepon itu.
"*kak bisa tolong aku tidak plisss,di kamar mandi kamarku, aku... terpeleset kakiku sakit...ya ?" Kata Rika dengan suara yang terdengar kesakitan walaupun tak parah.
"hah kok bisa eh... tunggu dulu bukan waktunya bertanya ok aku ke sana dulu bentar" Kata Aliya*.
"kenapa?" tanya Lina pada Aliya .
"Rika jatuh di kamar mandi" kata Aliya singkat,lalu tanpa diberitahu Lina dan Aiden mengikuti Aliya ke kamar Rika.
"eh tunggu kak Aiden ikut masuk?" tanya Rika dari dalam
"iya , kenapa " kata Rika
"yah jangan ikut masuk dulu lah,aku cuma pakai handuk kecil " Kata Rika dengan sedikit malu
"iya Aiden kamu keluar dulu aku sama rika aja" kata Aliya sambil menoleh pada Aiden.
"oh gitu oke" Setelah itu Aiden keluar dari kamar Rika. Dan Setelah itu ayah dan ibu rika mengetahuinya langsung memanggil dokter keluarga mereka , dan hanya keseleo biasa. Namun karena anaknya ke yang terluka ibu Aliya jadi sangat panik walau sudah di beritahu tak parah, sekarang yang kerepotan seisi rumah yang berusaha menenangkan ibu Aliya.
uwahh orang kaya luka dikit aja udah gempar serumah kayak ada kebakaran aja ya. pikir Rika dan Aiden..
Akhirnya kepanikan ibu Aliya mereda dan seisi rumah kembali normal.
Sore harinya...
Aliya dan Aiden sedang berjalan jalan mengelilingi rumah mereka karena saking bosannya berada di rumah,mereka berjalan berdampingan dengan Aliya yang memeluk tangan Aiden.
Tiba-tiba sebuah pot jatuh dari atas dan bersiap mendarat di kepala Aliya,namun Aiden cepat menyadari dan langsung menarik Aliya. Pot itu pecah dan tanamannya berantakan.
"Gak tau juga ya kok bisa jatuh gini" kata Aliya heran sambil melihat tempat pot itu jatuh
hmm apa itu perasaan ku aja kali ya? Aliya menggosok matanya lalu kembali melihat tempat tadi ia seperti melihat sekelebat bayangan hitam.
hmm hilang.. rasanya cuma perasaan ku saja
tingkat kewaspadaan Aliya melemah seperti ia terlalu banyak berpikir sehingga melewatkan petunjuk kecil itu.
Rumah kembali ribut karena masalah kecil ini. Namun kali ini ibu Aliya berusaha menenangkan dirinya.
Aliya berinisiatif untuk mengecek cctv yang ada di ruangan itu. Namun ada kejanggalan dari rekaman itu.Aliya pun mengajak Aiden untuk melihat rekaman itu.
"tunggu tunggu pause" kata Aiden sambil meneliti adakah keanehan.
"Aliya perbesar di sini" Kata Aiden sambil menunjuk tempat yang ia katakan.
"perjelas" Perintah Aiden sekali lagi,dan Aliya tentu saja menurutinya.
karena penasaran dengan yang dilihat Aiden sampai seserius itu Aliya lalu juga mengalihkan pandangannya ke komputer itu.
"Ah...dia kan...tadi...:"
"siapa siapa dia?" tanya Aiden memotong Aliya.
"bayangan hitam ini aku tadi melihatnya namun kupikir itu hanya halusinasi Karena mataku menghadap ke matahari." Kata Aliya
"tapi aku tak merasakan energi yang kuat apakah kita harus mewaspadai nya?" tanya Aiden.
"yah bisa saja ia menyembunyikan keberadaannya" Kata Aliya Akhirnya mereka sepakat untuk memperkuat pertahanan mereka ya tentunya dengan para 'teman' mereka.
Sudah dua hari mereka terus terusan di timpa kesialan,namun tak menyebabkan siapapun terluka.Dan mereka belum menyadarinya.
To be continued
see you in the next episode
bye bye😌👋♥️😆