
aliya terkejut sosok kamar mandi itu adalah orang yang dikenalnya. Tiba tiba air mata aliya jatuh ia jatuh melihat sahabatnya ternyata ada di sini saat ia kecil dulu.
"kenapa aliya kamu kenal ya" kata aiden yang memeluk aliya sambil mengelus kepalanya.
"d-dia sahabat ku dulu saat kecil,i-ia meninggal karena aku" kata aliya yang sesenggukan menangis di dada aiden. aiden terdiam lalu mengelus kepalanya. "itu bukan salah mu kok mungkin sudah takdir" kata aiden menenangkan " aliya pun menghentikan tangisnya itu lalu beralih memegang tangan karin. Seketika karin ingat masa lalunya bersama aliya . lalu air mata karin pun ikut jatuh ia pun memeluk aliya,dan aliya membalas pelukan karin. mereka berdua melepas kan rindu.
lalu saat mereka berdua tenang . aliya mulai bertanya pada karin " rin kamu kenapa masih di sini kenapa kamu belum tenang?" kata aliya berusaha bertanya pada karin "aku tidak tau tapi yang pasti aku masih di sini karena aku ingin menemui sesuatu tapi ingatanku mulai menghilang aku menangis karena aku tak tau aku ingin berbuat apa. air mata karin kembali jatuh tapi ia berusaha menahannya lalu kembali bercerita. "tapi dengan adanya kamu yang sudah mengingat kan ku aku ingat li aku ingat aku kesini mau bertemu dengan mu,aku ingin mengucap kan terimakasih dan selamat tinggal li tapi aku terjebak di sini" kata aliya yang senang telah mengingat semuanya . aliya pun ikut bahagia karena teman nya itu masih mengingat nya " terimakasih rin kamu mengingat ku " kata aliya sambil tersenyum
" aku terjebak di sini karena aku melupakan semua nya jadi aku tak tau harus ke mana yang aku ingat hanya ' aku harus bertemu Sahabatku' begitulah yang aku pikirkan namun aku lupa siapa sahabat ku terimakasih li " kata karin tersenyum bahagia
" aku juga berterimakasih pada mu sekarang apa yang ingin kau lakukan aku akan usahakan untukmu" kata aliya sambil memegang tangan karin .
aiden hanya diam tak ingin mengganggu pertemuan mereka . begitu juga lina yang sedari tadi ada di sana menyaksikan sambil ikut terharu oleh pertemuan karin dan aliya.
" kalau begitu apa kau bisa pertemukan aku dengan orang tuaku " tanya karin memastikan . aliya mengangguk menyetujui permintaan sahabat karibnya itu.
" ya sudahlah kamu ikut kamu kerumah ku ya"
aliya pun memandang aiden seperti berkata ' bantu aku ya' aiden yang menyadari itu mendekat dan mengelus kepala aliya " iya,iya manis" sambil tersenyum lalu berbalik pergi .
Wajah aliya memerah karena perlakuan aiden terhadap . Karin pun hanya tersenyum sendiri melihat itu " itu pasangan nya li ya hihi" kata karin menggoda dengan polos. " ah udah deh ayo ikut aku aku juga punya temen hantu kayak kamu namanya lina tapi dia sedang tak di sini". kata aliya mengalihkan pembicaraan karena malu . karin hanya senyum senyum sendiri melihat itu
sepanjang perjalanan tak ada yang saling berbicara karena aliya kelelahan.
Lalu saat pagi aliya yang sudah siap membantu karin bertemu orang tuanya bersama dengan aiden.
malam kemarin karin sudah mengakatakan benda berharga nya yaitu kalung yang diberikan aliya padanya dengan liontin berinisial A untuk aliya, saat mengingat itu aliya menggenggam erat kalungnya yang berinisial K untuk karin. ia sangat menyayangi sahabat nya itu .
lalu mereka pun sampai di rumah karin , yang sudah di temukan oleh aliya semalam .
"tok tok tok" aliya mengetuk pintu rumah karin beberapakali. lalu keluar lah wanita yang berparas cantik walau pun sudah tak muda lagi. " tante ini aku aliya " ibu karin hanya terdiam Karena mengingat kan pada kejadian kematian karin yang sepertinya menyalahkan aliya. "tante, aliya tahu tante gak suka sama aliya tapi tolong tante untuk mengabulkan permintaan terakhir karin" aliya memohon pada ibu karin.
ibu nya karin terkejut dengan itu lalu mempersilahkan aliya masuk , dan aiden menunggu di luar tak ingin mengganggu pembicaraan yang tak berhubungan dengannya.
" coba ibu sentuh kalung ini " aliya tak berbasa basi . ibu karin terkejut melihat kalung anaknya itu tapi ia pun menyentuh nya juga ,air matanya pun jatuh melihat sosok anaknya itu di depannya " ibu " karin hanya berkata singkat lalu memeluk ibunya " ibu terimakasih atas selama karin hidup dan juga karin minta maaf karena sering nakal ya bu kematian karin ini sudah takdir bu jangan salah kan aliya ya tolong bu" karin memohon pada ibunya tanpa melepaskan pelukannya
" iya nak tak apa apa ibu tak benci aliya kok hanya saja ibu sedih karena itu mengingat kan ibu pada kamu nak ibu akan usahakan merelakan mu" kata ibu karin sambil menangis keduanya menangis tak berhenti.
aliya yang melihat kejadian itu ikut menangis. Karin pun melepaskan pelukannya dari ibunya dan berbalik pada aliya " aliya terimakasih ya sudah mewujudkan permohonan ku untuk yang terakhir " kata karin sambil menangis bahagia. lalu ia kembali melihat ibunya "ibu terimakasih ya " kata nya sambil tersenyum lalu karin memandangi keduanya "
terimakasih semua kurasa sudah waktunya " kata karin sambil menangis namun dalam hati nya terasa perasaan yang lega . perlahan tubuh karin mulai menghilang serpihan diri nya seperti berlian yang kemudian menghilang entah kemana itu . aliya dan ibu karin menangis namun terbesit perasaan bahagia lalu yang tersisa hanya kalung Karin yang kemudian di simpan ibunya.
aliya pun pamit pada ibunya lalu pergi menuju mobil dengan aiden
~halo semuanya gimana menarik kah apa yang terjadi pada selanjutnya ya tunggu kelanjutannya jangan lupa vote nya ya bye sampai jumpa lagi 😆😉😉😉😉😉