
"sialan , tidak bisa begini" kata wanita itu dengan marah dengan tatapan membunuhnya sambil menggigit kukunya.
Di tempat Aliya..
di kamar Aliya,Lina,Rika
"jadi kamu gimana sekolah?" tanya Lina membuka pembicaraan."oh itu gampang nanti diurus sama ayahku" kata Aliya dengan santai."kak aku duluan ya tidurnya ngantuk banget nih" kata Rika kemudian merebahkan dirinya lalu menutup dirinya dengan selimut di kasur.
"lah udah tidur aja ni Rika , cepet banget" Kata Rika melihat Lina yang sudah terlelap dengan cepatnya seperti Nobita.
"haha iya kayak Nobita tidurnya gak sampe 5 detik udah langsung ngorok" kata Aliya sambil tertawa.
"udahlah kita juga tidur,udah malam ini" Kata Aliya kemudian menarik selimut dan seperti Rika ia juga langsung terlelap langsung.
"lah ternyata Aliya ngatain orang,dirinya juga sama aja parah nih.. udahlah aku juga tidur ditinggal sendirin hmphh" akhirnya rika juga ikut tidur di sebelah Rika.
Keesokan harinya....
para gadis baru saja menyelesaikan rutinitas paginya.Sedangkan Aiden sudah menunggu sejak pagi,ia bangun lebih awal kali ini."Aliya ayo cepat sini kalian semua sudah ditunggu oleh Aiden" kata ibu Aliya menyuruh mereka bertiga agar bergegas turun. Mereka pun sarapan pagi bersama. setelah sarapan Aiden pergi ke kebun bunga untuk menikmati keindahan bunga yang ada di kebun Aliya.Aliya juga setelah itu menyusul Aiden dan menemaninya duduk di sebelah Aiden,Aliya bersandar pada aiden dan menutup matanya merasakan detak jantung Aiden baginya itu sangat menenangkan.
Aiden melihat itu merangkulnya lalu mengelus punggung Aliya,lalu membiarkan Aliya kembali merasakan detak jantungnya.
"Aiden....."Kata Aliya sambil tetap pada posisi
"hmm" kata Aiden sambil memegang pundak Aliya.
"aku.... sedikit takut " kata Aliya lalu memandangi mata Aiden.
"kenapa takut?" kata Aiden lalu membalas tatapan Aliya.
"kamu tenang saja , aku yakin jika bersama pasti bisa jangan berpikir terlalu banyak ya.." kata Aiden dengan bersenyum sambil mengelus kepala Aliya.
"Ehem ehem" kata Lina tiba tiba datang mengagetkan Aliya dan Aiden.
"Mohon maaf nih ya ganggu tapi mesra nya ditunda dulu ya mas mbak ada tamu noh" kata Lina
Seketika wajah Aliya memerah ia ketahuan bermesraan seperti itu. suasana dia antara Aliya dan Aiden menjadi canggung..
"Risa kamu ngapain datang ke sini ?" kata Aliya sambil memegang tangan Risa
"aku khawatir karena kalian tidak datang ke sekolah" "ini kenapa banyak penjaga gini? tanya Risa.
"itu-"
"itu dari dulu udah ada cuman kamu gak tau aja" kata Lina memotong.
"owh gitu terus kenapa kalian tidak masuk sekolah?" tanya Risa lagi.
"itu karena ayah ibu aliya sudah pulang jadi mereka akan disini beberapa hari kan Aliya juga sudah lama tak ketemu orang tuanya" kata Lina lagi menyela dengan tampang tak bersalah.
Aliya memandangi Lina dengan heran,namun ia menahan rasa penasaran.sedangkan Aiden sudah mengerti kenapa Lina mengatakan itu.
"ayo masuk dulu Risa " kata Aliya
Tiba tiba Risa mengambil hpnya dan mengeceknya ia terlihat seperti membaca pesan dari seseorang."eh maaf ya Aliya aku disuruh pulang sama ayahku jadi gak bisa lama lama di sini ya sudah aku pergi dulu ya " kata Risa lalu menaruh handphone di tas nya kembali lalu bergegas pergi.
,"ya sudah ayo masuk" Aliya berlalu pergi padahal Aliya adalah orang yang waspada namun ia tak menyadari nya kali ini.Aiden yang masih memandang heran dengan gerak gerik Risa pandangan nya dialihkan oleh secarik kertas lalu ia mengambil kertas , bertuliskan kartu nama Risa.
Ia menyimpan nya lalu kembali kedalam.
"Aliya seperti kita harus mewaspadai Risa dia sangat aneh" kata Aiden
"benar Aliya aku merasakan aura jahat dari tubuh Risa" Kata Lina serius.
"jika kalian berkata seperti itu berarti benar, baiklah aku akan menuruti nya aku akan mewaspadai nya.
To be continued
see you in the next episode
Author nya sibuk :v
owh ya buat di eps yg gj gajelas aku lagi perbarui gambar karakternya okey bye bye