
"gimana tuh si mbak mbak setan nya tadi"
"oh dia katanya besok aja , trus kita suruh di istirahat dulu katanya"
"eh ada juga setan perhatian"
"ya makanya itu udah deh lanjut tidur sana biar sembuh trus bantu aku soal hantu itu ok"
"ok deh" lalu aiden melanjutkan kembali tidurnya. setelah itu aliya keluar dari kamar aiden lalu kembali ke kamar nya
Di kamar aliya..
aliya mengambil handphone nya hendak menelfon Rika
"halo Rika? "
"iya kak kenapa? "
"besok kamu ikut ya nge lakuin misi"
", misi? misi hantu"tanya rika
"iya makanya buat pengalaman"
"oh ok deh kak"rika pun menyetujui nya
"ya udah kalo gitu besok jan lupa ya"kata aliya mengingat kan
" iya kak" lalu aliya mematikan telepon nya lalu merebahkan diri dan tertidur.
Keesokan harinya...
"hoam........ " aliya menguap begitu panjang..
lalu meraih handphone nya dan melihat jam
"wadaw dah jam 6 cuy bangun bangun kata aliya terkejut.. ia pun bergegas mandi lalu mengganti pakainnya. setelah rapi aliya pergi menengok aiden untuk melihat apakah sudah bangun.
" aliya kamu udah bangun ya" kata aiden tersenyum
"iya kamu udah mandi? tanya aliya
" iya udah lah, emangnya kamu"
"eh enak aja aku udah mandi tau bwekk" kata aliya lalu menjulurkan lidahnya.
"haha iya iya gimana nih soal mbak mbak nya? "tanya aiden
" ya ini aku ke sini buat bicarain itu"
"tapi kamu udah sembuh belum tar kalo kamu ikut malah repot kalo belum sembuh" sambung aliya lalu ia menarik kursi ke dekat kasur aiden lalu mendudukinya
"udah kok hari ini aku bisa ikut"
tok tok tok
"siapa? " tanya aliya mendengar ketukan pintu dari luar
"rika kak" kata rika lalu membuka pintu kamar dan masuk
"loh kok kak aiden ada di kamar kak aliya? " tanya rika bingung
"iya kemarin tuh aiden sakit jadi di bawa ke sini dulu" kata aliya menjelaskan
"oh gitu.... jadi gimana tu katanya ada yang minta bantuan jadinya gimana? " tanya rika
"nah itu baru di bicarain pas banget kamu dateng ayok sekalian sini" ajak aliya
"oh berarti pas banget yah ok deh" rika lalu menarik kursi lalu duduk di dekat aliya
setelah itu mereka membahas rencana mereka, setelah diputuskan akhirnya aliya sepakat akan menggunakan kekuatannya untuk memanggil roh yang kemarin minta bantuan walaupun akan menguras energinya. lalu menyerahkan persoalan tanya menanyai pada aiden dan rika
"ok aliya siap gak? " tanya aiden lalu aliya menarik napas dalam dalam untuk bersiap siap untuk memanggil roh
Di dunia roh..
sosok yang kemarin langsung muncul di hadapan aliya, lalu ia berinisiatif sendiri untuk ikut aliya agar tak terlalu lama di dunia roh.
Kembali..
"a-aiden udah ku panggil " kata aliya lemas ia tak pingsan seperti sebelumnya karena tak begitu lama di dunia roh
"ok kamu istirahat dulu sisanya serahkan padaku" kata aiden
"ok.... emmm mbakk bisa berubah dulu gak penampilan nya jan kek gini" kata aiden masih ngeri akan penampilan sosok itu yang penuh luka bakar
"baik" sosok itu menurut sekali.
"s-saya nomor 15"
"nomor 15? mbak gak inget gitu namanya... kalo gitu bisa ceritakan kenapa mbak bernama nomor 15" tanya rika angkat suara
"sa-saya tinggal di panti asuhan" kata sosok itu masih takut menceritakan kisah nya"
"saya tidak memiliki dibuang orang tua saya ke panti asuhan yang kejam itu" katanya dengan nada mulai meninggi
aiden sibuk mengetik informasi yang didapatkannya lalu menyerah kan tugas menanyai pada rika.
"panti asuhan itu membuat kami jadi budak mereka, mereka mengambil uang sumbangan untuk mereka habiskan sendiri.. "sambung nomor 15
" tunggu kalo mbak bilang 'kami' berarti masih banyak korban lainnya .
nomor 15 itu mengangguk . lalu melanjutkan ceritanya. ia berkata sering di siksa lalu sampai akhir nya panti asuhan itu mulai kekurangan uang. satu persatu anak dibawa pergi. anak yang lain tak mengetahui apa yang terjadi. sampai akhirnya tiba giliran ke 15 , yaitu sosok yang sekarang ini. ia dibawa ke tempat sepi lalu orang jahat itu membakar tubuhnya dan mengubur tubuh nya di tanah lalu menimbun nya dengan semen.
"jadi mbak gak inget lagi seperti nama mbak gitu? " tanya rika
"tidak saya hanya ingat sebagian besar tentang kejadian saya di bunuh".
" lalu kenapa orang itu melakukannya pada mbak "
"mungkin karena kami hanyalah beban bagi mereka" kata mbak itu
"baik mbak saya akan menulusuri lagi mbak nya bisa pergi dulu "
lalu sosok itu pun menghilang..
"ok rika aku mau coba liat apa ada berita tentang panti asuhan itu. "
"ya sudah aku mau makan aja dulu lapar nih" kata rika lalu keluar .
lalu sesaat setelah aiden menulusuri ia menemukan berita
" anak panti asuhan xxx satu persatu menghilang, bukan karena diadopsi karena setelah penyelidikan tidak di temukan satu pun orang yang mengadopsi dari panti asuhan itu, dan kasus belum terpecahkan "
"jadi benar ya.... mm kalo begitu langkah selanjutnya lapor ke kapten yang waktu itu" gumam aiden.
lalu aiden menelfon polisi, dan menceritakan kejadian nya . dan aiden mengirim informasi yang ada di laptop nya ke polisi itu.
dan setelah 3 jam pembongkaran jasad para anak di temukan oleh polisi, lalu mereka menyelidiki lebih lanjut tentang pelakunya.
"aiden gimana udahan? " kata aliya terbangun
"udah kamu sih malah keterusan tidurnya"
"haha iya jadi gimana? "
"gini nih bla bla bla bla bla bla bla bla" aiden menceritakan pada aliya dengan detail "
dan aliya mengangguk paham.
"jadi tentang pelakunya kita serahkan ke polisi ya "
"iya kita tinggal tunggu informasi " kata aiden
"eh kak udah bangun ya" kata rika tiba tiba datang
"iya nih darimana kamu? " tanya aliya.
"dari bawah tadinya"
"yaudahlah perut laper nih dari tadi belum makan ayok aiden " kata aliya beranjak dari tempat tidurnya.
"ok deh tata rika " kata aiden
" iya sono makan dah aku mau santai santai di kamar.
lalu aliya dan aiden turun ke bawah dan makan bersama.
4 hari kemudian.
aliya menyalakan tv nya di ruang keluarga dan melihat berita
"pelaku penyebab menghilang nya anak di panti asuhan xxx yang ternyata sudah menjadi jasad ditemukan , pelaku mengatan ia melakukan itu untuk mengurangi beban akhirnya ia memutuskan untuk membakar anak itu hidup hidup lalu ditimbunnya dengan semen"
"oh udah tertangkap toh bagus dah mbak nya bisa tenang. "
To be Continued
see you in the next episode.
byeeeee 😘😘😘😘😘😘😘😘