
aliya tersenyum dengan perkataan aiden yang membelanya. "sekarang kalian boleh pergi dari rumah ini kita sudah selesai berbicara" kata aliya. vena tak dapat menerima kenyataan " gak gak mungkin " kata vena pada aiden. aiden mulai kesal lalu ia akhirnya menyuruh penjaga untuk menyeret mereka keluar. sudah di suruh dengan cara halus tak mempan akhirnya dengan cara kasar mempan. dan vena veno tak di beri tumpangan mereka di suruh berjalan kaki.
akhirnya rumah aliya penuh ketenangan..
"kenapa ngeliatin kayak gitu aku tau aku tampan tapi gak usah gitu juga kali" kata aiden sambil terkekeh lucu melihat aliya yang menatap dirinya dengan tatapan tak bisa diartikan. "apa sih karena kamu itu tampan makanya aku liatin gimana sih".aliya mengucap kata kata itu tanpa malu.
"e-ehem udah lah makan ayok laper aku " kata aiden jadi salting karena aliya, mengakuinya tanpa malu.
"oh ok ayok makan apa biar aku aja yang buatin"
"terserah kamu aja " kata aiden lalu menuju ruang makan sedangkan Aliya pergi ke dapur. Setelah makan mereka menonton di bioskop pribadi Aliya. Setelah puas mereka putuskan untuk tidur kembali ke kamar mereka masing-masing..
saat aliya dan aiden mulai terlelap mereka jiwa mereka tiba tiba tertarik ke suatu tempat entah dimana.
"aiden ini...kita seperti tertarik ke suatu tempat " kata aiden sedikit panik.
"ya seperti tempat waktu kita dulu di uks"
"kalau begini bukankah akan bahaya lebih baik kita cepat cepat cari cari jalan keluar" kata Aliya ." ya apa kamu gak bisa pindahan jiwa kita balik lagi? " tanya aiden." kalau begitu aku coba dulu" dengan konsentrasi penuh aliya mencoba namun usaha sia sia sekeras apapun ia mencoba tak dapat tertembus.
"ini....aiden seperti yang akan kita hadapi akan. sangat kuat dan berbahaya , tempat ini berbeda dari yang lain , ini seperti tempat pribadi dengan pelindung dinding yang membuat ku tak bisa menerobos nya" "kalau begini nyawa kita juga bisa terancam" jelas Aliya panjang lebar.
"dinding? apakah seperti ada dinding kaca yang menghalangi" kata aiden.
"aku juga merasakannya aura kita seperti di tekan , jadi kekuatan kita seperti ditarik perlahan lahan, kalau terus menerus begini kita nanti akan kehabisan kekuatan " sambung aiden
"ya sudah ayo tak ada waktu lagi cepat kita pergi cari jalan keluar,dan caranya" aiden lalu bergegas menarik aiden untuk segera mencari jalan keluar karena ia khawatir pada keselamatan aliya jika tak cepat cepat cari jalan keluar.
sudah lama sejak mereka ditarik ketempat itu, Namun tak kunjung menemukan jalan keluar.mereka berdua juga sudah mulai kelelahan.
"aiden sepertinya semakin cepat kita bergerak malah semakin cepat terkuras tenaga kita lebih baik kita beristirahat dulu" pinta aliya pada aiden.
"baiklah ayo istirahat dulu kamu bisa tenang dulu aku akan berjaga bila sesuatu akan terjadi" kata aiden lalu mereka berhenti di sebuah pohon besar aliya duduk bersandar di pohon itu.
belum lama mereka beristirahat tiba tiba ada sebuah bayangan hitam dengan mata merah yang mencoba menangkap mereka.
"aiden ayo cepat kita pergi " kata Aliya lalu mereka berlari bersama mencari tempat persembunyian.
"aliya dalang dibalik ini semua sepertinya tak akan membiarkan kita berhenti mereka sengaja membuat kita kelelahan kalau sudah begini, sudah benar bener kegawatan yang memuncak" kata aiden.
"ya aku tahu bagaimana ini aiden" Aliya juga sepertinya kembali panik karena tak cepat menemukan jalan keluar..
To be continued
see you in the next episode
bye byeee