
Sesampai di apartemen Elsa langsung membersihkan dirinya dan setelah selesai dia langsung mengambil laptopnya untuk melakukan panggilan video kepada kedua sahabatnya yang sangat dia rindukan.
"Shansan!!" Teriak Erxi terlebih dahulu ketika mengangkat panggilan video dari Elsa
"Halo Erxi" Ucap Elsa dengan tersenyum
"Weh... Shansan. Kenapa kau lama sekali tidak menghubungi kami, bahkan kami juga tidak bisa menghubungi mu, apa kau sudah tidak merindukan kami?" Kata Yang Zhi dengan wajah cemberut kepada Elsa yang tidak lain adalah sahabatnya itu
"Heh.. kalian ini sedang berkata apa sih? Baiklah, kalau begitu aku minta maaf kepada kalian. Tapi jika aku tidak merindukan kalian untuk apa aku sekarang menghubungi kalian!" Kata Elsa sambil memasang wajah datar
"Baiklah... Baiklah... Tolong jangan memasang tampang seperti itu kepada kami saat ini, ratu Shansan" Kata Erxi dengan memasang wajah imut
"Erxi, jangan memasang wajah yang menyebalkan itu di depan ku" Ucap Elsa dengan nada pura-pura tidak senang
"Kau ini menyebalkan sekali" Ucap Erxi agak kesal dengan perkataan Elsa
"Heh.. kau tidak boleh marah kepada ku" Kata Elsa sambil menatap tajam Erxi
"Kau--"
"Sudah... Sudahlah... Kita ini baru melakukan panggilan video setelah sekian lama, kenapa kalian jadi bertengkar untuk hal yang tidak jelas" Kata Yang Zhi melerai Erxi dan sahabatnya yang sedang jauh di negara sebrang sana
"Eh.. Shansan kapan kau akan kembali ke China?" Tanya Yang Zhi
"Oh ya, aku kan menelpon kalian untuk mengatakan hal ini" Ucap Elsa
"Hal apa?" Tanya Erxi memasang tampang polos
"Aku punya kabar gembira untuk kalian" Kata Elsa sambil tersenyum
"Kabar gembira apa?" Kata Yang Zhi penasaran
"Tapi sebelum itu aku ingin bertanya kepada kalian" Kata Elsa lagi dengan rasa penasaran
"Tanyakan saja, kau ingin bertanya apa kepada kami?" Kata Erxi
"Apa selama ini kalian tahu kabar dari Kak Huang?" Tanya Elsa dengan penuh penasaran sekali
Yang Zhi dan Erxi yang mendengar pertanyaan dari sahabatnya itu langsung memandang satu sama lain.
Elsa yang memerhatikan mereka saling memandang satu sama lain ketika dirinya bertanya tentang Gao Huang langsung jadi merasa heran
"Ada apa, apa kalian menyembunyikan sesuatu dariku?" Tanya Elsa
"Shansan, apa kau masih tidak bisa melupakan senior Gao?" Tanya Yang Zhi
"Itu bukan seperti apa yang kalian pikirkan. Aku... Aku hanya sekedar ingin mengetahui kabarnya saja!" Kata Elsa dengan wajah lesu
"Shansan, akan lebih baik kau lupakan saja senior Gao" Kata Erxi
"Itu benar sekali, Shansan. Kau harus melupakan senior Gao, karena minggu depan senior Gao dengan senior Meng akan melakukan acara pertunangan" Sambung Meng Yiran
"Hahh... Rupanya perkataan Mama benar" Ucap Elsa sambil menghela nafas panjang
"Apa maksudnya perkataan mu, Shansan?" Tanya Erxi sangat penasaran ketika dia tidak sengaja mendengar perkataan Elsa
"Emm... Tidak bukan apa-apa. Aku hanya berpikir bagaimana cara kalian menyambut kepulangan ku esok lusa" Kata Elsa asal
"Jika kau tidak pulang untuk apa kami menyambut mu!" Kata Erxi dengan wajah lesu sambil memakan camilannya.
Seketika Erxi pun menghentikan aktivitasnya mengunyah camilan, dia pun menatap Yang Zhi, begitu pula Yang Zhi sedang menatap balik dirinya
"Tunggu, apa kau tadi mengatakan bahwa esok lusa kau akan kembali?" Tanya Erxi memastikan apa dia salah dengar atau tidak dengan perkataan sahabatnya itu
"Sepertinya pendengaran mu masih berfungsi dengan baik, Erxi" Ledek Elsa sambil mengulas senyuman kecut
"Yeah.... Akhirnya ratu kita kembali ke rumah!!" Kata Erxi dan Yang Zhi bersamaan, mereka berdua langsung tersenyum bahagia ketika mengetahui sahabat tercintanya itu akan kembali ke Tiongkok
"Katakan saja kepada kami, Shansan. Jam berapa pesawat mu akan mendarat, kami akan menyambut dirimu di bandara" Kata Erxi dengan penuh kesenangan
"Ya ratu Shansan. Kami akan menyambut mu dengan sangat baik, bahkan kami akan mengadakan pesta untuk kepulangan mu" Sambung Yang Zhi begitu kesenangan
"Sudah... Sudahlah... Kalian tidak usah mengadakan pesta untuk menyambut kedatangan ku, aku kembali karena ingin melakukan urusan pekerjaan disana" Kata Elsa memberitahu mereka
"Apa? Jadi jika tidak ada urusan pekerjaan disini kau tidak akan kembali ke negara mu?" Kata Erxi dengan nada tidak senang
"Bukan seperti itu" Ucap Elsa mencoba menenangkan Erxi
"Lalu" Kata Erxi singkat
"Aku... Aku... Haiss... sudahlah. Aku tidak ingin membahas urusan pekerjaan ku melalui telepon" Kata Elsa mencoba menghindari perkataan Erxi
"Begini saja, bagaimana jika aku datang nanti aku membawakan produk terbaru dari perusahaan Cindy" Kata Elsa membujuk mereka berdua yang kelihatan tidak senang
"Benarkah! Apa boleh?" Kata Yang Zhi dengan wajah yang kelihatan sangat senang kembali
"Untuk apa percaya dengan ucapannya, tidak mungkin ucapannya itu benar" Kata Erxi tidak percaya
"Weh... Sejak kapan ucapan ku itu tidak benar" Kata Elsa
"Baiklah kalau kau tidak mau. Zizi katakan kepada ku, kau ingin minta aku bawakan apa dari perusahaan Cindy?" Sambung Elsa lagi, dia berbicara kepada Yang Zhi sambil meledek Erxi
"Kalau begitu apa boleh aku meminta kalung hasil rancangan Cindy dua tahun yang lalu?" Kata Yang Zhi dengan nada ragu-ragu
"Baiklah akan aku bawakan untuk mu. Apa hanya itu saja yang kau inginkan, Zizi?" Kata Elsa kepada Yang Zhi, tapi masih dengan nada meledek Erxi
"Hem.. aku rasa itu saja" Ucap Yang Zhi
"Baiklah, jika tidak ada lagi. Sekarang sudah malam, aku akan mengakhiri panggilannya" Kata Elsa masih dengan nada meledek Erxi
"Ya baiklah, selamat istirahat Shansan" Kata Yang Zhi sambil tersenyum
"Bye.. bye" Ucap Elsa
"Weh... Apa kau tidak mau bertanya kepada ku, apa yang aku inginkan?" Kata Erxi dengan nada sedikit berteriak sambil memasang wajah cemberut
Elsa yang mendengar perkataan Erxi langsung tersenyum puas, akhirnya dia berhasil mengerjai sahabatnya itu
"Baiklah, Nona Bei Erxi. Katakan kau ingin aku membawakan apa untuk mu?" Kata Elsa dengan nada bicara berlagak formal
"Jika benar kau bisa memberikan produk rancangan dari Cindy, maka aku ingin minta produk rancangan gaun malam yang dikeluarkan oleh Cindy tiga tahun lalu" Ucap Erxi dengan wajah yang masih cemberut
"Baiklah, aku akan membawakan pesanan kalian, kalau begitu aku akhiri dulu panggilannya, Bye bye!" Kata Elsa sambil tersenyum kepada kedua sahabatnya, setelah itu dia mengakhiri panggilan video.
Elsa pun tersenyum senang setelah melakukan panggilan video dengan kedua sahabatnya itu, akhirnya setelah sekian lama dia baru bisa menghubungi kedua sahabatnya itu melalui panggilan video.
Elsa pun mengambil ponselnya dan menelpon sekertaris Yi untuk mendapatkan apa yang diminta oleh kedua sahabatnya itu, sekertaris Yi mengiyakan permintaan dari atasannya, setelah itu Elsa mengakhiri panggilannya dan langsung merebahkan dirinya diatas kasur.
********
Keesokan harinya di perusahaan Cindy
"Nona Elsa!" Panggilan dari sekertaris Yi membuyarkan pikiran Elsa
"Hem.."
"Nona, barang yang anda minta semalam sudah saya dapatkan semua, dan sekarang barang itu saya taruh di mobil terlebih dahulu" Kata sekertaris Yi memberitahu Elsa
"Baiklah, terima kasih" Kata Elsa sambil tersenyum
"Apa ada yang anda butuhkan Nona?" Tanya sekertaris Yi menawarkan bantuan
"Ehmmm... Tidak ada. Kau kerjakan saja pekerjaan mu, nanti jika aku butuh bantuan aku akan memanggil mu!" Kata Elsa
"Baiklah Nona" Ucap sekertaris Yi dan dia pun keluar dari ruangan Elsa.
Belum ada satu menit sekertaris Yi keluar dari ruangan Elsa, dia pun masuk kembali dengan Nyonya Elisa
"Mama!" Ucap Elsa sambil mengulas senyuman
"Kau sedang apa?" Tanya Nyonya Elisa sambil berjalan mendekati Elsa
"Aku sedang merancang desain untuk gaun pertunangan calon menantu teman Mama" Jawab Elsa
"Benarkah, apa boleh Mama lihat?" Kata Nyonya Elisa
"Tentu saja. Tapi rancangannya belum selesai" Kata Elsa sambil memperlihatkan gambar desainnya kepada Nyonya Elisa
"Ehmmm... Walaupun gambarnya belum selesai, tapi menurut pendapat hasilnya pasti akan sangat sempurna" Puji Nyonya Elisa sambil tersenyum
"Desainnya kan belum selesai, kenapa Mama sudah bilang hasilnya pasti akan bagus, bagaimana jika nanti hasilnya tidak seperti yang Mama pikirkan?" Kata Elsa
"Mama yakin sekali pasti desain kali ini sangat bagus, melebihi desain mu dari sebelumnya" Kata Nyonya Elisa sambil mengusap rambut Elsa
"Eh... Tunggu. Mama dengar-dengar kau akan kembali Tiongkok esok hari, apa itu benar?" Sambung Nyonya Elisa lagi bertanya dengan rasa penasaran
"Benar, aku akan kembali ke Tiongkok untuk mencari bahan-bahan untuk gaun ini" Kata Elsa memberitahu Nyonya Elisa
"Apa bahan-bahan itu tidak bisa didapatkan di sini? Kenapa kau harus jauh-jauh kembali ke Tiongkok?" Kata Nyonya Elisa penasaran
"Sebenarnya hanya beberapa bahan saja yang ingin aku dapatkan di sana" Kata Elsa
"Kalau begitu kenapa kau harus jauh-jauh ke Tiongkok, bukannya bisa kita menyuruh pegawai kita yang bekerja di cabang Tiongkok untuk mencarikan bahan-bahan itu dan mengirimkannya kemari" Kata Nyonya Elisa kepada Elsa
"Tapi Ma. Semalam aku sudah memberitahu kedua sahabat ku bahwa besok aku akan kembali" Kata Elsa dengan wajah lesu
"Oh... Jadi produk Cindy beberapa tahun yang lalu kau dapatkan hanya untuk memberikan hadiah kepada kedua sahabat mu!" Kata Nyonya Elisa menatap Elsa heran
"Benar Ma. Apa boleh aku memberikan produk Cindy kepada kedua sahabat ku?" Kata Elsa dengan wajah ragu-ragu
"Sebenarnya tidak boleh" Ucap Nyonya Elisa
"Please... Ma, demi aku dan kedua sahabat ku!" Kata Elsa dengan nada memohon
"Baiklah, Mama akan memberikannya kepada mu, lagi pula sekertaris mu itu sudah mendapatkannya" Kata Nyonya Elisa sambil tersenyum
"Thank you, Ma. Kalau begitu bagaimana hari ini aku akan mentraktir Mama minum kopi?!" Kata Elsa dengan wajah tersenyum
"Boleh kalau begitu. Kebetulan kedatangan Mama sebenarnya untuk mengajak mu pergi berbelanja" Kata Nyonya Elisa dengan nada meledek Elsa
"Kalau begitu kenapa Mama tidak bilang dari tadi" Kata Elsa dengan memasang wajah cemberut
"Sudahlah ayo kita pergi sekarang" Ajak Nyonya Elisa
"Baiklah, ayo" Kata Elsa dengan mengulas senyum kegirangan.
********
Dua jam kemudian di Cafe Cafe 21.
"Hufft... Ternyata berbelanja dengan Mama lebih melelahkan daripada berbelanja dengan kedua sahabat ku" Kata Elsa sambil meminum capuccino yang dia pesan
"Itu berarti menandakan bahwa Mama masih berjiwa muda seperti kalian!" Gurau Nyonya Elisa dengan wajah tersenyum
"Iya aku tahu Mama ku masih memiliki jiwa muda" Canda Elsa kepada Nyonya Elisa
Seketika saat mereka berdua sedang menikmati kopi mereka dengan canda tawa, dua orang pria menghampiri mereka berdua.
"Elisa, Elsa!" Panggil seorang pria yang tidak lain adalah Tuan Thomas
"Papa!"
"Thomas, sedang apa kau disini?" Tanya Nyonya Elisa penasaran
"Iya, Papa sedang apa disini?" Sambung Elsa penasaran
"Papa sedang membicarakan bisnis dengan Tuan Zhang" Kata Tuan Thomas sambil menunjuk kepada pria yang ada disampingnya
'Senior Zhang Dylan' Batin Elsa dengan wajah terkejut ketika melihat wajah yang tidak asing di depannya
Begitu pula dengan Tuan Zhang dia juga terkejut ketika melihat Elsa
"Lu--"
"Papa, apa Papa mau bergabung dengan kami?" Tanya Elsa memotong ucapan Tuan Zhang
"Tidak, Papa masih ada urusan dengan Tuan Zhang" Kata Tuan Thomas
"Baiklah kalau begitu tidak masalah" Ucap Elsa sambil tersenyum
"Ya sudahlah, Papa akan pergi dulu. Ayo Tuan Zhang" Kata Tuan Thomas kepada kami berdua lalu mengajak Tuan Zhang untuk pergi.
"Tuan Thomas, apa aku boleh bertanya?" Kata Tuan Zhang dengan ragu-ragu
"Silahkan saja" Kata Tuan Thomas sambil berjalan menuju area parkir
"Siapa gadis yang bernama Elsa itu?" Tanya Tuan Zhang dengan ragu-ragu
"Oh.. dia adalah putri ku. Ada apa, apa kau tertarik kepada putri ku?" Kata Tuan Thomas sambil memandang Tuan Zhang heran
"Tidak aku hanya merasa dia mirip dengan teman ku dulu!" Kata Tuan Zhang
"Ya sudahlah, ayo kita pergi" Kata Tuan Thomas sambil mempersilahkan Tuan Zhang masuk ke dalam mobil.
"Hufft... Kenapa harus bertemu dengan pria itu?" Gumam Elsa
"Elsa kau kenapa?" Tanya Nyonya Elisa
"Tidak apa-apa, Mama. Ayo kita kembali" Kata Elsa lalu mengajak Nyonya Elisa untuk pergi
Nyonya Elisa dan Elsa pun meninggalkan Cafe itu untuk kembali, Elsa terlebih dahulu mengantar Nyonya Elisa ke rumahnya setelah itu Elsa kembali ke Cindy.