
Hari pun tidak terasa sudah semakin sore, Lu Shansan pun meminta izin kepada kakek Gao untuk kembali ke rumahnya.
Kakek Gao menyarankan kepada Gao Huang untuk mengantar Lu Shansan kembali ke rumahnya.
Meng Yiran yang mendengar perkataan dari kakek Gao merasa sangat geram sekali, akhirnya dia pun mendekati Gao Huang dan Lu Shansan.
"Gao Huang, aku dengar di sekitar sini ada mall yang sangat ramai. Apa kau bisa menemani ku untuk pergi ke tempat itu?" Ajak Meng Yiran sambil merangkul lengan Gao Huang.
Lu Shansan yang melihat kejadian itu pun merasa heran sekaligus tidak senang dengan sikap Meng Yiran. Begitu pula dengan kakek Gao, dia juga terlihat sangat geram dengan kelakuan wanita ular itu.
"Meng Yiran, kau bisa pergi ke mall nanti. Tapi biarkan Gao Huang mengantarkan Lu Shansan kembali terlebih dahulu!"
Ucap kakek Gao sambil berpura-pura tersenyum kepada Meng Yiran.
"Emm.... tidak usah kakek, aku bisa pulang sendiri naik taksi. Biarkan saja senior Meng pergi bersama kak Huang" ujar Lu Shansan sambil tersenyum kepada kakek Gao.
"Tapi cucu menantu--"
"Kakek ku sayang. jika kau sudah menganggap ku sebagai cucu menantu, seharusnya kau juga percaya kepada ku dan juga cucu mu" ucap Lu Shansan sambil tersenyum kepada kakek Gao.
"Lagi pula aku percaya kepada kak Huang, dia tidak akan tergoda kepada wanita manapun. Begitu pula dengan senior Meng, dia tidak mungkin tertarik dengan kak Huang. Benar bukan perkataan ku senior Meng?" ucap Lu Shansan lagi sambil tersenyum kecut kepada Meng Yiran.
"I-i-iya benar" jawab Meng Yiran dengan terbata-bata seakan takut dengan senyuman Lu Shansan.
"Baiklah kalau begitu aku pulang dulu ya kek, bye!" Lu Shansan pamit kepada kakek Gao.
"Kak Huang, aku pulang dulu ya sampai ketemu nanti. Muachh..." Ucap Lu Shansan kepada Gao Huang sambil mencium pipi pria itu, setelah itu Lu Shansan pergi.
Kakek Gao dan Gao Huang hanya bisa tersenyum dengan sikap Lu Shansan, sedangkan Meng Yiran melihat kejadian itu hanya bisa mengepalkan tangannya karena merasa geram.
**********
Lu Shansan pun pergi dari kediaman besar kakek Gao, dia memberhentikan taksi dan ingin pergi kota Wuhan, dia pergi ke kota Wuhan berniat untuk mengunjungi makam ayah dan ibu kandungnya.
Satu setengah jam kemudian dia pun sampai pemakaman yang ada di kota Wuhan, Lu Shansan datang ke makam kedua orangtuanya dengan membawa dua buket bunga dan satu botol anggur.
"Ayah, ibu maaf aku baru datang lagi mengunjungi kalian! Ayah ibu, lima belas tahun sudah berlalu, kalian berdua meninggalkan ku seorang diri di dunia yang tidak aku kenal ini"
"Lima belas tahun sudah aku hidup tanpa kehadiran kalian, kalian pergi tanpa berkata apa-apa kepada ku"
"Setidaknya jika kalian pergi meninggalkan ku selamanya kalian harus memberikan petunjuk kepada ku, apa penyebab kepergian kalian"
"Tapi ya sudahlah, walaupun kalian tidak meninggalkan jejak kepada ku, aku juga sudah tahu apa penyebab kalian pergi jauh dariku"
"Kalian pergi karena kecelakaan yang diakibatkan oleh Gao Zigang bukan?!!"
"Hahaha... Iya... Iya... kepergian kalian disebabkan oleh Gao Zigang. dan sekarang mungkin kalian berpikir darimana aku mengetahui semua itu!"
"Gao Zigang, dia juga mencoba untuk mencelakai diriku, dia mencoba melakukan kepada ku apa yang telah dia lakukan kepada kalian lima belas tahun lalu"
"Ayah dan ibu tahu bukan, waktu kalian meninggalkan diriku saat itu? Saat itu aku masih berumur lima tahun. ya lima tahun, usia ku baru berumur lima tahun dan saat itu pula orang yang bernama Gao Zigang mengirimkan ke panti asuhan"
"Apa ayah dan ibu tahu, yang telah Gao Zigang lakukan sebelum dia mengirim diriku ke panti asuhan?"
Lu Shansan terdiam sejenak dengan perkataannya yang dari tadi menguras air mata yang tidak terasa jatuh di pelupuk mata indahnya itu.
"Hufft... Maaf ayah ibu. Seharusnya aku tidak mengatakan hal yang menyedihkan kepada kalian" ucap Lu Shansan sambil menghapus kedua air matanya itu.
'Ayah ibu, aku berjanji kepada kalian aku akan merebut apa yang seharusnya menjadi milik kita!' batin Lu Shansan.
"Ayah ibu, hari sebentar lagi akan gelap. aku akan pulang sekarang, semoga ayah dan ibu bahagia dan tenang di sana" ucap Lu Shansan sambil tersenyum dan mengelus batu nisan kedua orangtuanya, dan setelah itu dia pergi.
************
Lu Shansan pun telah tiba dirumah, saat dia tiba dirumah kedua sahabatnya itu sedang asyik menyantap makan malam mereka.
"Eh Shansan, kau sudah pulang ternyata. Ayo.. ayo cepat duduk disini" ucap Erxi sambil menarik Lu Shansan untuk duduk di kursi sebelahnya.
Lu Shansan terlihat bingung dengan sikap Erxi, dan dia memandang Yang Zhi yang sedang menatapnya dengan perasaan ingin tahu kepada dirinya.
"Lu Shansan, katakan kepada ku. sebenarnya kau ini kenapa?" tanya Erxi.
"Kenapa dengan ku? bukankah aku baik-baik saja?" ucap Lu Shansan heran.
"Kau tidak baik-baik saja Shansan, buktinya sekarang kau terus saja menempel dengan senior Gao" ucap Erxi lagi.
"Memangnya kenapa? bukankah kak Huang adalah pacar ku, wajar saja bukan jika aku terus dekat dengannya?" ucap Lu Shansan lagi.
"Haaah....."
Erxi dan Yang Zhi memandang Lu Shansan dengan perasaan heran sekali.
"Ada apa memangnya?" tanya Lu Shansan.
"Apa kau sudah berbaikan lagi dengan senior Gao?" tanya Yang Zhi penasaran.
"Berbaikan kenapa? bukankah dari dulu hubungan kami baik-baik saja?" ucap Lu Shansan.
"Shansan, apa kau ini hilang ingatan? bukannya dulu kau bilang sudah putus dengan senior Gao?" ucap Yang Zhi merasa heran.
"Dan kau bilang dulu, kau tidak akan berbaikan dengan senior Gao bagaimana pun kejadiannya. Tapi kenapa kau sekarang berbaikan dengan dirinya?" Erxi merasa kesal sekali dengan Lu Shansan.
Lu Shansan merasa terkejut dengan perkataan Bei Erxi, dan seketika dia menundukkan wajahnya dengan perasaan bersalah.
Yang Zhi memenangkan Erxi yang terlihat kesal dengan sahabatnya itu, Yang Zhi pun bangkit dari kursinya lalu dia menuju ke kamarnya.
"Shansan, coba kau lihat ini" ucap Yang Zhi sambil menyerahkan selembar map coklat.
"Apa ini?" tanya Lu Shansan heran.
"Buka saja, aku rasa kau tidak akan lupa dengan itu!" ucap Yang Zhi.
Lu Shansan pun langsung membuka map coklat itu, rupanya isinya adalah surat dan cek yang dia tinggalkan waktu itu.
"Surat dan cek apa maksudnya ini?" tanya Lu Shansan dengan perasaan heran.
"Kau sungguh tidak ingat?" Yang Zhi merasa heran sekali.
"Tidak ingat apa? Aku sungguh tidak tahu apa maksudnya ini!" ucap Lu Shansan lagi.
"Surat dan cek ini adalah pemberian dari senior Gao waktu itu kepada mu, apa kau ingat setelah dia memberikan surat dan cek ini dia langsung mengakhiri hubungannya dengan mu?!" kata Erxi masih merasa kesal.
"Benarkah? Tapi sepertinya aku tidak ingat!" ucap Lu Shansan lagi tidak mengerti.
"Shansan, kau ini kenapa? jelas-jelas lima tahun lalu kau menangis berhari-hari karena surat ini. kau bilang hubungan mu dengan senior Gao sudah berakhir karena surat dan cek tiruan ini!" Erxi benar-benar kesal.
'Surat dan cek tiruan? apa mereka mengetahui siapa yang telah membuat surat dan tanda tangan palsu ini?' batin Lu Shansan merasa sangat penasaran.
"Surat dan cek tiruan? Apa maksud kalian, aku benar-benar tidak mengerti?" tanya Lu Shansan kepada mereka berdua.
"Surat ini ditulis oleh senior Meng untuk memfitnah dirimu dan tanda tangan di cek ini adalah tanda tangan dari Meng Yiran juga" kata Yang Zhi memberitahu Lu Shansan.
"Benarkah?"
"Lima tahun lalu setelah kau pergi dari rumah ini untuk ke Inggris, aku meneliti surat dan cek ini. awalnya aku hanya menduga-duga saja jika ini perbuatan senior Meng, tapi setelah aku selidiki ternyata semuanya itu benar" kata Yang Zhi menjelaskan kepada Lu Shansan.
'Meng Yiran!! kau benar-benar...' batin Lu Shansan sangat geram sekali.
"Shansan, sadarlah kau ini sudah putus dengan senior Gao lima tahun yang lalu. dan setelah kau putus dengannya kau memutuskan untuk mengejar cita-cita mu di Inggris, setelah kau kembali dari Inggris saja kau tidak ingin membicarakan senior Gao, tapi kenapa kau sekarang menjadi seperti ini setelah kecelakaan itu? sebenarnya apa yang terjadi kepada dirimu?" bentak Erxi kepada Lu Shansan.
"Erxi tenanglah! jangan emosi seperti ini!" Yang Zhi mencoba menenangkan Erxi.
"Bagaimana aku tidak kesal Zizi, coba saja lihat dia sekarang. dia tidak seperti Shansan yang kita kenal sebelum kecelakaan!" kata Erxi sangat kesal.
"Sudah.. sudahlah. jangan buat keributan lagi, mungkin saja dia mengalami gangguan otak setelah kecelakaan itu, jadi dia bersikap seperti sekarang ini. atau bisa saja dia lupa ingatan" kata Yang Zhi sambil berbisik kepada Erxi.
Lu Shansan hanya bisa diam saja, dia hanya bisa termenung memikirkan sesuatu, dan setelah beberapa menit dia masuk ke kamarnya.