About Us Together

About Us Together
Part 15



Tiga hari kemudian


Hari ini Lu Shansan sudah diperbolehkan untuk keluar dari rumah sakit, dia pun bersiap-siap dan merapikan semua barang-barangnya


"Lulu, kau sudah siap?" Tanya Gao Huang ketika masuk keruangan pasien


"Sudah kak!" Ucap Lu Shansan


"Eh... Kenapa kau membereskan semua ini sendiri?" Tanya Gao Huang merasa heran


"Tidak apa-apa kak Huang, selama aku bisa melakukannya!" Ucap Lu Shansan sambil tersenyum manis


"Sudah... Sudahlah. Ayo sekarang kita pergi" Kata Gao Huang sambil menarik tangan Lu Shansan


"Eh... kak Huang, aku belum membawa barang-barang ku" Ucap Lu Shansan kepada Gao Huang


"Sudah biarkan saja, nanti akan ada orang yang membawa barang-barang mu!" Ucap Gao Huang lagi dan setelah itu mereka menuju mobil.


*******


Gao Huang membawa Lu Shansan ke tempat yang sudah lama tidak dikunjungi oleh Lu Shansan, Lu Shansan pun merasa takjub ketika melihat tempat itu yang sudah kelihatan berubah.


"Wuah.... Kak Huang, bukankah ini adalah panti asuhan tempat masa kecil ku? Kenapa bisa berubah menjadi lebih indah seperti ini?" Ucap Lu Shansan sambil memandang takjub tempat itu dengan rasa senang


"Bagaimana, apa kau merasa senang?" Ujar Gao Huang sambil memandang Lu Shansan


"Aku merasa senang sekali! Tapi---"


Wajah Lu Shansan yang tadinya merasa sangat senang sekarang jadi terlihat murung


"Apa kau merasa sedih?" Ujar Gao Huang ketika melihat wajah Lu Shansan yang menjadi sedih


Lu Shansan tidak menjawab pertanyaan dari Gao Huang, melainkan dia menundukkan kepalanya karena merasa sedih.


"Jangan sedih bidadari ku. Kau tidak boleh sedih sekarang!" Ucap Gao Huang sambil menatap lembut wajah Lu Shansan


Lu Shansan tetap tidak menggubris perkataan dari Gao Huang, dia masih merasa sedih saat panti asuhan itu dilanda oleh kebakaran


"Sudahlah jangan sedih, ayo sekarang kita masuk!" Ujar Gao Huang sambil menarik tangan Lu Shansan


Lu Shansan menahan tangan Gao Huang dia tidak berani untuk masuk ke dalam panti asuhan itu, Gao Huang hanya tersenyum manis berusaha membuat gadis yang ada disampingnya itu merasa tenang dan setelah itu dia langsung merangkul pinggang Lu Shansan lalu mengajak gadis itu masuk ke dalam panti asuhan.


Lu Shansan dan Gao Huang pun masuk ke panti itu, Lu Shansan masih merasa sedih dan dia mengingat kejadian kebakaran yang menimpa panti asuhan itu


"Kakak Shansan...!!" Terdengar suara anak-anak kecil memanggil nama Lu Shansan


Lu Shansan pun langsung menatap anak-anak kecil yang berhamburan menghampiri dirinya, dan dia juga melihat seorang wanita yang sudah setengah abad di belakang anak-anak itu.


"Kak Shansan, akhirnya kakak pulang juga. Apa kakak tahu kami semua sangat merindukan kakak disini?" Ujar seorang anak laki-laki yang kira-kira berumur delapan tahun kepada Lu Shansan


"Kakak, apa kakak tahu selama kakak tidak datang kemari paman Gao selalu datang kemari dan membawa semua kebutuhan kami?!" Sambung anak perempuan yang kira-kira lebih kecil dari anak laki-laki tadi


"Hei Chubby, jangan panggil kakak Gao dengan sebutan paman nanti kau akan ditatap lagi olehnya!" Ujar anak laki-laki tadi kepada anak perempuan itu


"Biarkan saja, aku tidak takut!" Ucap anak perempuan itu sambil meledek Gao Huang


"Chubby...!! Awas saja kau ya!!" Kata Gao Huang menatap anak perempuan itu sambil berpura-pura marah


"Bleee... Bleee...." Anak perempuan itu menjulurkan lidah meledek Gao Huang


"Chubby, sudah jangan seperti itu kepada kak Huang. Ayo sekarang kita ajak kakak kalian masuk!!" Ujar wanita paruh baya kepada anak perempuan itu dan anak-anak panti lainnya


"Kak Shansan, ayo kita masuk!" Ajak anak perempuan yang bernama Chubby itu kepada Lu Shansan


"Ayo" Jawab Lu Shansan singkat dan setelah itu Lu Shansan dan anak-anak masuk ke ruang bermain anak-anak.


"Kak Shansan, ayo kita main logo!" Ajak Chubby (Logo mainan sejenis bongkar pasang)


"Hei... Chubby, sejak kapan kau suka bermain logo? Bukankah selama ini kau selalu suka main masak-masakan?" Kata Lu Shansan merasa heran


"Aku tidak bermain permainan itu lagi, kak Shansan" Jawab Chubby


"Kenapa?" Tanya Lu Shansan penasaran


"Sejak kakak pergi ke Inggris untuk bekerja, paman Huang melarang ku bermain permainan itu" Jawab Chubby lagi


"Kak Shansan, ayo temani aku bermain dengan pistol ini" Ajak seorang anak laki-laki lain yang tiba-tiba saja menghampiri Lu Shansan dan Chubby


"Eh... Rendy, sejak kapan kau suka bermain dengan pistol-pistolan?" Ucap Lu Shansan lagi merasa sangat heran


"Lu Shansan!!" Panggil wanita paruh baya kepada Lu Shansan menghampiri mereka yang sedang asyik bermain


"Iya bunda Fei" Sahut Lu Shansan kepada wanita paruh baya itu


"Sebentar" Ujar bunda Fei


"Anak-anak apa boleh bunda pinjam kakak tertua kalian ini sebentar?" Kata bunda Fei lagi kepada anak-anak yang sedang asyik bermain


"Ah... Bunda, kami kan baru bermain dengan kakak Shansan" Kata Chubby dengan wajah cemberut


"Bahkan Geun saja belum bermain dengan kakak tertua, bunda Fei" Sambung anak laki-laki yang berusia delapan tahun itu dengan wajah cemberut


"Geun, Chubby, semuanya apa kalian tidak mau bermain dengan kak Gao? Kenapa setelah bertemu dengan kakak kalian, kalian semua melupakan ku?" Ucap Gao Huang kepada anak-anak itu


"Tidak mau! Bermain dengan paman Gao sangat menyebalkan" Kata Chubby dengan wajah marahnya, tapi walaupun anak itu marah dia masih tetap terlihat imut.


Lu Shansan pun tersenyum melihat tingkah Chubby dan dia pun bergantian menatap Gao Huang yang memasang wajah berpura-pura kesal kepada Chubby.


"Chubby, kakak dan bunda Fei hanya berbicara sebentar. sedangkan kau dan yang lainnya main dulu saja dengan paman Gao ya, nanti jika dia berbuat kesalahan beritahu saja kepada kakak biar nanti kakak akan mengigitnya" Ucap Lu Shansan kepada Chubby dengan tersenyum.


Gao Huang yang mendengar perkataan Lu Shansan kepada Chubby hanya bisa mendengus sebal, Lu Shansan pun kembali memperhatikan wajah Gao Huang lalu dia pun tersenyum meledek kepada pria itu.


"Ayo bunda, kita biarkan saja anak-anak bermain dengan pa-man Gao!" Ucap Lu Shansan sambil menjeda kalimat paman pada Gao Huang, sedangkan Gao Huang hanya merasa sebal dengan kalimat Lu Shansan.


Bunda Fei pun hanya bisa tersenyum melihat tingkah kedua pasangan itu, dan dia pun langsung pergi bersama Lu Shansan ke taman yang berada dibelakang panti.


********


"Bunda aku baru beberapa bulan tidak mengetahui kabar kalian semua, tapi kenapa rasanya aku sudah bertahun-tahun tidak mengetahui kabar kalian?" Kata Lu Shansan merasa heran dengan keadaan


"Tentu saja! Bukankah kau tidak mengetahui kabar kami selama satu tahun?" Ucap bunda Fei


"Satu tahun?" Lu Shansan merasa terkejut


"Iya satu tahun. setelah terjadi kebakaran waktu itu di panti, Gao Huang bilang kau tidak mau datang kemari dan selalu menyalahkan dirimu sendiri hingga akhirnya kau jatuh sakit, setelah terjadi kebakaran itu Gao Huang memperbaiki panti dan dia sering kemari menemani anak-anak bermain!" Ucap bunda Fei berbohong


"Benarkah?" Lu Shansan tidak percaya


"Iya" Jawab bunda Fei singkat


Bunda Fei berbohong karena dia sudah tahu kondisi Lu Shansan saat ini, kemarin saat Lu Shansan masih dirumah sakit Gao Huang datang ke panti dan menceritakan semua kondisi Lu Shansan, bunda Fei sangat merasa khawatir dengan Lu Shansan dan Gao Huang, dia berdoa supaya Lu Shansan bisa melewati semua ini.


Tiba-tiba ponsel Lu Shansan berdering, Lu Shansan pun meminta izin kepada bunda Fei untuk mengangkat telpon sebentar.


Sepuluh menit kemudian setelah mengakhiri panggilannya Lu Shansan diam sejenak sambil berpikir akan sesuatu dan setelah itu dia menatap Gao Huang yang sedang bermain bersama anak-anak panti di tempat bermain mereka.


"Shansan!" Panggil bunda Fei sambil menepuk pundak Lu Shansan


Lu Shansan pun merasa terkejut ketika bunda Fei menepuk pundaknya


"Kau sedang memikirkan apa?" Tanya bunda Fei merasa penasaran


"Ti-ti-tidak ada bunda" Jawab Lu Shansan merasa agak gugup


"Benarkah tidak ada?" Tanya bunda Fei lagi tidak percaya


"Benar bunda" Ujar Lu Shansan


"Jika tidak ada kenapa bunda merasa kau terlihat gugup?" Tanya bunda Fei lagi


"A-a-aku...." Lu Shansan merasa bingung harus berkata apa


"Oh ya... Aku merasa gugup karena aku bingung harus memesan apa untuk makan siang kita hari ini!" Ujar Lu Shansan membuat alasan


"Kau ini, alasan mu itu sangat tidak masuk akal!" Ucap bunda Fei sambil tersenyum.


Lu Shansan hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya yang tidak terasa gatal sama sekali, karena dia juga merasa konyol dengan alasan yang dia buat barusan.


Setengah jam pun berlalu setelah mereka berbincang-bincang, mereka pun kembali ke dalam asrama. Bunda Fei mengajak Lu Shansan ke dapur mereka berniat untuk memasak untuk menu makan siang mereka.