
Tiga tahun kemudian di kota London, Inggris.
"Nona Elsa, hari ini Tuan Thomas dan Nyonya Elisa ingin bertemu dengan anda." Kata sekertaris Yi sambil mengemudi mobil kepada seorang wanita yang duduk di kursi bagian belakang
"Baiklah. Dimana tempat Mama dan Papa ingin bertemu dengan ku?" Tanya wanita itu sambil sibuk merancang sesuatu diatas kertas
"Di restoran golden star" Jawaban sekertaris Yi kepada wanita itu yang tidak lain adalah atasannya
"Restoran golden star?" Ucap wanita itu dengan rasa heran
"Benar Nona" Jawab sekertaris Yi
"Jam berapa mereka ingin bertemu dengan ku?" Tanya wanita itu
"Sekitar jam delapan malam, Nona" Jawab sekertaris Yi lagi
"Kalau begitu antar aku ke Cindy terlebih dahulu" Perintah wanita itu
"Baik Nona Elsa" Sahut sekertaris Yi, dia pun langsung melajukan mobil ke perusahaan Cindy.
Wanita yang bernama Elsa itu pun kembali memfokuskan dirinya kepada gambar yang dia sedang rancang tadi.
********
Di perusahaan Cindy
"Selamat siang direktur Elsa"
"Selamat siang direktur Elsa"
"Siang semuanya" Jawab Elsa kepada para pegawainya dengan mengulas senyuman di wajah cantiknya.
Elsa tidak lain adalah Lu Shansan yang sudah lima tahun bekerja di perusahaan Cindy, sekarang ini dia sudah menjadi seorang desainer yang terkenal di London, sekaligus telah diangkat menjadi direktur utama di perusahaan Cindy.
"Selamat siang direktur Elsa" Sapa Ranny ketua penanggung jawab pemasaran kepada Elsa
"Siang Ranny. Bagaimana perkembangan penjualan hasil rancangan minggu lalu?" Tanya Elsa kepada Ranny sambil berjalan menuju ruang direktur
"Hasil penjualan minggu lalu sangat tinggi direktur. Bahkan banyak para artis papan atas yang memesan beberapa rancangan dari kita lagi" Jawab Ranny
"Baguslah jika penjualannya terbilang tinggi, bahkan sepertinya juga mendapat respon positif dari para orang kalangan atas" Kata Elsa sambil tersenyum puas
"Baiklah kalau begitu kau lanjutkan saja pekerjaan mu" Sambung Elsa lagi menyuruh Ranny kembali pekerjaannya
"Baik direktur" Sahut Ranny setelah itu dia kembali ke pekerjaannya.
Elsa pun memasuki ruangan direktur dan duduk di kursi kebesarannya. Belum satu menit Elsa duduk di kursi kebesarannya, pintu ruangan pun diketuk.
"Masuk" Perintah Elsa
"Selamat siang direktur utama Elsa" Kata seorang pria yang memasuki ruangannya dengan wajah tersenyum
"Kakak!" Gumam Elsa
"Elsa, apa kau sudah makan?" Tanya pria itu
"Belum" Jawab Elsa singkat, dia pun mengeluarkan gambar rancangannya yang belum selesai dia buat
"Heh.. apa kau sedang mendesain lagi?" Tanya pria itu sambil meletakkan barang bawaannya
"Iya benar" Jawab Elsa lagi singkat
"Haiss.... sudahlah. Elsa jangan memaksa dirimu untuk terus mendesain, sekarang lebih baik ayo kita makan dulu!" Kata pria itu dia langsung menarik Elsa untuk makan bersamanya
"Wah.... Chinese food!!" Kata Elsa dengan rasa girang ketika melihat makanan yang sudah lama tidak dia makan
"Coba lihat, kau langsung kegirangan seperti itu ketika melihat semua makanan ini" Kata pria itu sambil tersenyum
"Kak Andrew, dimana kau mendapatkan semua makanan ini? Aku sudah lama sekali ingin memakan semua makanan ini tapi tidak pernah menemukan restoran yang menjual masakan ini" Kata Elsa sambil mencicipi makanan
"Itu rahasia" Jawab pria itu sambil mengedipkan sebelah matanya
"Menyebalkan" Elsa mendengus kesal
'Sup ikan' batin Elsa
"Ada apa Elsa?" Tanya Andrew merasa heran
"Tidak ada apa-apa" Jawab Elsa mengelak pertanyaan Andrew
"Hemm Kak. Makanan ini sangat enak sekali, rasanya aku seperti sedang makan masakan dari salah satu restoran favorit ku di Tiongkok" Kata Elsa sangat senang, seketika dia pun mengubah ekspresi yang senang menjadi muram
"Kau kenapa lagi?" Tanya Andrew lagi merasa sangat heran
"Tidak apa-apa kak. Aku hanya merindukan kedua sahabat ku" Jawab Elsa
"Sudahlah kau makan saja terlebih dahulu, baru merindukan kedua sahabat mu nanti!" Kata Andrew sambil mengelus kepala Elsa.
Elsa pun hanya diam sebenarnya bukan itu yang sedang Elsa pikirkan saat ini, sebenarnya dia masih belum bisa melupakan Gao Huang, bahkan sampai sekarang dia masih mengingat momen-momen manis kebersamannya bersama Gao Huang.
********
Restoran Golden Star
"Mama, Papa!" Panggil Elsa kepada kedua orang yang sedang menunggu dirinya di ruangan privasi
"Shansan" Ucap wanita paruh baya kepada Elsa yang tidak lain adalah Nyonya Elisa
"Elisa, sekarang dia adalah Elsa bukan Shansan" Kata pria paruh baya itu dengan sedikit bergurau kepada wanita itu, yang tidak lain pria itu adalah Tuan Thomas
"Mama, Papa. Aku memang Elsa tapi aku memang tidak lain adalah Lu Shansan" Kata Elsa dengan tersenyum
"Baiklah... Baiklah... Mari kita duduk dulu" Kata Elisa sambil mengulas senyuman
Elsa pun duduk di tengah-tengah Tuan Thomas dan Nyonya Elisa
"Mama, Papa. Aku ingin mengucapkan terima kasih kepada kalian" Kata Elsa dengan nada lembut
"Iya berterima kasih untuk apa?" Sambung Tuan Thomas
"Terima kasih, karena dua tahun lalu Mama dan Papa telah menjadikan ku sebagai putri kalian, dan terima kasih juga karena kalian aku bisa menjadi Shansan yang sekarang ini" Kata Elsa dengan rasa haru
"Ya ampun, Shansan. Kau tidak usah berterima kasih seperti itu" Kata Nyonya Elisa sambil mengusap rambut Elsa
"Itu benar Elsa" Sambung Tuan Thomas sambil tersenyum
"Terima kasih Mama, Papa. Aku akan menjadi Shansan sekaligus Elsa untuk kalian dan dunia luar" Kata Elsa dengan tersenyum bahagia
"Ehem... Ehem... Sepertinya aku datang di waktu yang tidak tepat" Kata seorang pria kepada mereka bertiga
"Andrew, putra ku" Sambut Tuan Thomas sambil menghampiri pria itu dan memeluknya
"Kak Andrew, kau selalu saja merusak suasana" Kata Elsa mendengus sebal
"Ma, Pa. Apa aku sedang merusak suasana kalian?" Tanya Andrew kepada Nyonya Elisa dan Tuan Thomas sambil menatap Elsa
"Tidak... Tidak... Sudahlah jangan dengarkan adik mu itu, sekarang cepatlah duduk, ayo kita makan" Kata Nyonya Elisa menyuruh Andrew untuk duduk
"Mama jika sudah ada kak Andrew pasti melupakan ku!" Kata Elsa berpura-pura cemberut
"Tidak... Tidak... Mama tidak melupakan mu sayang" Kata Nyonya Elisa sambil tersenyum kepada Elsa
"Dasar anak Mama yang manja" Gerutu Andrew
"Apa kata mu?" Kata Elsa ketika mendengar perkataan dari Andrew
"Tidak ada" Jawab Andrew
"Bohong" Ucap Elsa dengan wajah cemberut
"Sudah... Sudahlah... Ayo kita makan, nanti keburu dingin semua masakannya" Kata Tuan Thomas menengahi Elsa dan Andrew
"Benar kata Papa kalian, lebih baik sekarang kita makan saja" Kata Nyonya Elisa tersenyum kepada Elsa dan Andrew
Elsa dan Andrew mengambil makanan untuk mereka santap, Andrew mengambil makanan dengan rasa tenang, sedangkan Elsa mengambil makanan dengan rasa yang terlihat sedikit kesal.
Lima menit kemudian tidak ada suara di ruang makan itu, yang ada hanya bunyi benturan antara sendok, garpu, dan piring makan dari mereka bertiga
"Elsa, dua hari yang lalu teman lama Mama yang ada di Tiongkok menghubungi Mama" Kata Nyonya Elisa mengawali pembicaraan
"Memangnya ada apa Ma?" Tanya Elsa
"Satu minggu lagi teman Mama akan mengadakan acara pertunangan untuk putranya, dan dia meminta Mama untuk merancang gaun untuk calon menantunya, tapi esok lusa Mama dan Papa akan pergi ke Bangkok untuk urusan bisnis, bisakah kamu menggantikan Mama untuk melakukan tanggung jawab ini?" Kata Nyonya Elisa kepada Elsa
"Tunggu Tiongkok?" Gumam Elsa dengan wajah lesu
"Iya, Tiongkok. Dia adalah salah satu teman lama Mama, dan dia juga sudah sering menggunakan gaun atau perhiasan dari rancangan perusahaan kita. Seperti biasanya Mama tidak ingin mengecewakan dia, dan untuk kali ini Mama juga tidak ingin mengecewakan dia juga. Bisakah kau menggantikan Mama untuk hal ini?" Kata Nyonya Elisa lagi
"Iya Elsa. Bisakah kau menggantikan Mama untuk hal ini? Lusa kami akan pergi Bangkok, jadi Mama tidak mungkin mempunyai waktu untuk merancang desain" Sambung Tuan Thomas
Elsa sejenak diam, dia tidak langsung mengiyakan perkataan dari Nyonya Elisa dan juga Tuan Thomas yang berstatus sebagai orang tuanya saat ini, dia sedikit bingung apakah dia akan menerima keinginan dari Nyonya Elisa
"Hei.. direktur utama Elsa. Apa yang sedang kau pikirkan? Bukankah ini adalah kesempatan mu!" Kata Andrew sambil memandang Elsa
"Apa maksudnya kakak?" Kata Elsa tidak mengerti dengan perkataan Andrew
"Iya, ini adalah kesempatan mu supaya kau dikenal oleh negara luar bahwa kau adalah salah desainer hebat" Kata Andrew memberi dukungan kepada Elsa
"Itu benar Elsa" Sambung Tuan Thomas
Elsa pun kembali diam dia memikirkan sesuatu, seketika senyuman pun mengembang di wajah cantiknya itu
"Baiklah, aku akan menggantikan Mama membuat rancangan gaun untuk acara pertunangan calon menantu teman mama itu" Kata Elsa sambil tersenyum riang
"Terima kasih Shansan ku" Ucap Nyonya Elisa sambil memeluk Elsa
"Tapi Ma, siapa nama teman lama Mama?" Tanya Elsa penasaran
"Dia adalah keluarga Gao, sedangkan calon menantunya berasal dari keluarga Meng" Kata Nyonya Elisa
Seketika Elsa pun sangat terkejut ketika mendengar perkataan dari Nyonya Elisa tentang Marga teman lamanya dan Marga calon menantunya dari temannya itu
"Apa teman Mama itu bernama Nona Gao Fan Bing dan nama calon menantunya adalah Meng Yiran?" Tanya Elsa memastikan dengan rasa ragu-ragu
"Eh.. dari mana kau tahu nama teman Mama?" Tanya Nyonya Elisa merasa heran
"Em... Em... A.. aku--"
"Sudah... Sudahlah... Tidak usah dipikirkan, ya itu memang benar nama teman Mama, tapi untuk calon menantunya Mama tidak tahu jelas namanya, karena teman Mama hanya bilang bahwa putranya akan bertunangan dengan keluarga Meng" Kata Nyonya Elisa
Elsa sangat terkejut bukan main bahkan kali ini dia rasanya seperti tersambar petir ketika mendengar perkataan Nyonya Elisa
"Kenapa Elsa, apa keluarga itu ada hubungannya dengan masa lalu mu?" Tanya Andrew penasaran
Nyonya Elisa dan Tuan Thomas pun menatap kearah Elsa dengan tatapan menyelidik
"Hah... Tidak.. tidak.." Kata Elsa mengelak
"Elsa Jika keluarga ini ada masa lalunya dengan mu lebih baik tidak usah saja, Kalau begitu biar Mama saja yang membuat rancangan gaun untuk keluarga itu" Kata Nyonya Elisa
"Tidak, tidak usah Ma" Ucap Elsa
"Elsa jika keluarga ini benar-benar ada hubungannya dengan masa lalu lebih baik tidak usah" Sambung Tuan Thomas
"Benar Pa. Mereka tidak ada hubungannya dengan masa lalu ku sama sekali" Ucap Elsa lagi menyakinkan mereka
"Baiklah kalau begitu sudah diputuskan kau saja yang menanganinya" Kata Nyonya Elisa bernafas lega
'Ada beberapa orang yang seharusnya tahu masa lalu ku, dan ada pula yang seharusnya tidak tahu' Batin Elsa sambil tersenyum kepada Nyonya Elisa dan Tuan Thomas.
Setelah selesai dinner mereka pun kembali kediaman masing-masing, Tuan Thomas dan Nyonya Elisa kembali ke rumah mereka, Andrew kembali ke apartemennya, sedangkan Elsa kembali ke apartemennya yang letaknya tidak begitu jauh dari tempat mereka dinner hari ini.