
Gao Huang membawa Meng Yiran ke suatu tempat, Meng Yiran pun merasa senang sekali ketika Gao Huang membawanya ke kebun bunga lavender.
"Gao Huang, aku kira kau tidak menyukai ku selama ini, rupanya perkiraan ku sangat salah, ternyata kau sangat mencintai ku buktinya kau mengajak ku ke tempat ini!" Kata Meng Yiran dengan tersenyum bahagia di wajahnya
Gao Huang hanya tersenyum kecut mendengar ucapan dari Meng Yiran yang penuh kegembiraan.
"Ckckck.... Sayang sekali dugaan mu salah, Meng Yiran!" Ucap Gao Huang dengan senyuman masam
"Maksudnya?" Meng Yiran merasa heran
"Aku mengajak mu kemari karena hanya ingin memberitahu mu, mulai hari ini jangan pernah datang ke hadapan ku lagi." Ucap Gao Huang kepada Meng Yiran dengan penuh penekanan
"Maksud mu apa Gao Huang? Bukankah kita sudah bertunangan, kenapa kau melarang ku untuk bertemu dengan mu?" Kata Meng Yiran yang mulai kesal
"Bertunangan?"
Gao Huang pun memperlihatkan jari-jarinya kepada Meng Yiran
"Apa kau melihat ada cincin pertunangan di tangan ku?" Ucap Gao Huang lagi
"Tidak!" Ujar Meng Yiran
"Itu benar sekali" Ucap Gao Huang datar
"Kau memang tidak menggenakan cincin pertunangan, tapi aku sudah mengenakan cincin pertunangan kita!!" Kata Meng Yiran menaikkan intonasinya
"Pertunangan itu hanya sepihak saja, bahkan dari awal aku memang tidak ingin dengan pertunangan ini. Jadi aku bukanlah tunangan mu dan kau bukan tunangan ku." Ucap Gao Huang menekan perkataannya lagi sambil menatap tajam Meng Yiran
"Kau... Kenapa kau berkata seperti ini?" Ujar Meng Yiran dengan wajah sedih
"Jelas saja aku mengatakan ini. Karena aku tidak menginginkan semua ini!!" Ucap Gao Huang lagi setelah itu dia pergi meninggalkan Meng Yiran
"Gao Huang....!!" Teriak Meng Yiran sangat keras dengan ekspresi kesal, dia tidak terima dengan semua perlakuan Gao Huang kepada dirinya
"Ah.... Sial... Ini pasti ulah gadis tidak tahu diri itu!! Andai saja dia tidak kembali ke negara ini semuanya pasti tidak akan terjadi seperti sekarang!!" Gerutu Meng Yiran dengan rasa amarah
"Aku harus menjalankan rencana secepatnya" Gumam Meng Yiran lagi masih dengan nada amarah.
********
Malam harinya di RS.F
Gao Huang kembali ke tempat Lu Shansan dengan membawa semua makanan kesukaan Lu Shansan
"Lulu!" Panggil Gao Huang kepada Lu Shansan yang sedang asyik membaca majalah tentang desain
"Kak Huang" Ucap Lu Shansan sambil tersenyum manis
"Kau sedang membaca apa?" Tanya Gao Huang sambil menaruh barang bawaannya
"Ini tentang majalah desain, tadi nyonya Elisa dan tuan Thomas memberikan beberapa majalah dan buku tentang desain kepada ku, supaya aku tidak merasa bosan!" Jawab Lu Shansan
"Oh..." Ucap Gao Huang singkat sambil mengelus kepala Lu Shansan
"Kak Huang setelah aku lulus kuliah nanti, aku ingin sekali masuk ke perusahaan Cindy yang terkenal di Inggris itu!" Kata Lu Shansan
"Kau ingin bekerja disana?" Ujar Gao Huang
"Ehem... Kenapa kak, apa aku tidak boleh bekerja di perusahaan besar itu?" Kata Lu Shansan dengan memasang wajah sedih
"Tidak bukan seperti itu. Jika kau ingin bekerja disana tentu saja boleh" Ucap Gao Huang sambil menatap Lu Shansan dengan lembut
"Shansan, kami kembali!" Teriak Erxi dengan hebohnya ketika masuk ke ruangan
"Eh kalian sudah kembali. Dimana pesanan ku?" Kata Lu Shansan
"Ini pesanan mu" Ucap Yang Zhi sambil menyerahkan bungkusan
"Kau memesan apa kepada mereka?" Tanya Gao Huang penasaran
"Tidak ada!" Ucap Lu Shansan sambil berusaha menyembunyikan barang titipannya tadi
Gao Huang pun menatap kedua sahabat Lu Shansan dengan tatapan heran, sedangkan Lu Shansan menatap kedua sahabatnya untuk menyembunyikannya
"Tidak kak Huang, bukan apa-apa!" Jawab Yang Zhi dengan rasa gugup
"Iya bukan apa-apa!" Sambung Erxi
Gao Huang pun mencoba mendekati Lu Shansan dan mencoba mengambil apa yang dia sembunyikan
"Eh... Kak Huang, kau mau apa?" Tanya Lu Shansan dengan perasaan gugup
"Apa yang kau sembunyikan?" Ucap Gao Huang sambil menatap Lu Shansan
Gao Huang mencoba mengambil sesuatu yang disembunyikan Lu Shansan
"Eh.. kak Huang!"
"Berhasil juga" Ucap Gao Huang ketika mendapatkan sesuatu yang disembunyikan Lu Shansan
Lu Shansan pun langsung memasang tampang cemberut, sedangkan Gao Huang membuka bungkusan yang disembunyikan Lu Shansan tadi
"Pembalut?" Ucap Gao Huang ketika membuka bungkusan itu
Yang Zhi dan Erxi hanya bisa tersenyum ketika melihat kekonyolan dari Gao Huang, sedangkan Lu Shansan masih memasang tampang cemberut.
Gao Huang pun merasa malu dan langsung memberikan bungkusan itu lagi kepada Lu Shansan
"Maaf!" Ujar Gao Huang
"Sudah aku bilang bukan apa-apa" Ucap Lu Shansan masih dengan wajah cemberut
"Apa kalian sudah makan?" Tanya Gao Huang kepada kedua sahabat Lu Shansan
"Belum" Jawab mereka bersamaan
"Kebetulan tadi aku mampir untuk membeli makanan, kalian makanlah terlebih dahulu. Aku ingin keluar lagi sebentar!" Ucap Gao Huang setelah itu dia keluar dari ruangan pasien dengan wajah malu.
Setelah Gao Huang keluar dari ruangan pasien, Yang Zhi dan Erxi langsung tertawa terbahak-bahak mengingat kekonyolan Gao Huang tadi.
"Hei... Sudah... Sudah. Apa yang kalian tertawakan?" Ucap Lu Shansan
"Kak Huang, dari dulu tidak berubah sama sekali ya. Dia tidak pernah ingat barang apa yang tidak ingin diperlihatkan oleh Shansan kepada dirinya!" Ucap Yang Zhi menahan tawanya
"Dia adalah pria yang paling konyol!" Sambung Erxi lagi yang masih tertawa
"Hais... Sudahlah" Ucap Lu Shansan lagi.
*******
Diluar RS.F
Gao Huang sedang duduk di taman yang letaknya di samping rumah sakit itu, dia sedang memikirkan sesuatu yang bisa menimpa Lu Shansan saat ini dan dimasa mendatang.
Gao Huang ingin mencari tahu siapa sebenarnya orang yang ingin mencelakai Lu Shansan, seketika dia mengingat barang bukti yang didapatkan dari kapten Bei di lokasi kecelakaan Lu Shansan waktu itu, dan dia juga mengingat kembali perkataan ibunya saat malam pertunangan.
Apakah ibunya tahu siapa orang yang ingin mencelakai Lu Shansan, dan apa maksud ibunya tentang makna bersembunyi dibalik musuh itu lebih baik. Gao Huang terus memikirkan kata-kata ibunya di malam itu.
Tiba-tiba saja ada orang yang menepuk pundak Gao Huang dari belakang, Gao Huang pun langsung menengok untuk melihat siapa yang menepuk dirinya.
"Mama?" Ujar Gao Huang
"Kau pasti sedang memikirkan tentang Lu Shansan, bukan anak ku?" Ucap nyonya Gao
"Iya, ma" Jawab Gao Huang singkat
"Kau harus bersabar, apalagi dia sedang hilang ingatan!" Kata nyonya Gao
"Darimana mama tahu, kalau Lulu hilang ingatan? Seingat ku, aku belum memberitahu kondisi Lu Shansan saat ini kepada siapapun!" Ucap Gao Huang merasa heran, karena ibunya tahu tentang kondisi Lu Shansan yang sebenarnya
"Dokter Lee, telah menceritakan kondisi Lu Shansan kepada mama!" Jawab nyonya Gao
"Dokter menyebalkan itu!" Gumam Gao Huang agak kesal
"Kau tidak perlu kesal seperti itu. Mama yang memaksa dokter itu untuk menceritakan semuanya kepada mama" Ujar nyonya Gao
Gao Huang hanya diam saja dia tidak bergeming sama sekali mendengar perkataan ibunya
"Nak, seharusnya kau senang dengan semua ini" Ujar nyonya Gao lagi
"Kenapa aku harus merasa senang dengan semua ini?" Tanya Gao Huang merasa heran dengan perkataan ibunya
"Mungkin saja ini adalah cara tuhan untuk memperbaiki hubungan kalian!" Kata nyonya Gao dengan tersenyum kepada putranya
Gao Huang terdiam lagi akan perkataan ibunya, dia pun berpikir tentang ucapan ibunya barusan
"Iya, mungkin mama benar. Mungkin saja ini adalah cara tuhan untuk memperbaiki hubungan yang rusak, akibat kesalahan ku waktu itu kepada dirinya!" Kata Gao Huang sambil tersenyum
"Syukurlah kau bisa tersenyum bebas lagi, nak!" Ucap nyonya Gao sambil mengusap wajah putranya itu
"Baiklah, hari sudah malam. Kau kembalilah ke ruangan Lu Shansan, jangan biarkan musuh yang bersembunyi ini memanfaatkan keadaan dia disaat seperti ini!" Ucap nyonya Gao kepada putranya lagi
"Baiklah, ma! Tapi sebelum itu aku ingin mengantar mama ke mobil terlebih dahulu" Ujar Gao Huang
Nyonya Gao hanya bisa tersenyum dengan perkataan putranya dan setelah itu Gao Huang mengantarkan ibunya menuju ke mobil.